
"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang? Kini hanya tinggal kita berdua?" tanya Arthur yang duduk didekat zion di bangku taman kota.
"Mungkin dalam waktu dekat ini aku akan menemui seseorang, dan sepertinya dia akan sangat kesal melihatku. Lalu kau sendiri?" jawab zion kemudian berbalik bertanya.
"Aku? Sepertinya akan ada kerjaan" kawan Arthur dan tidak lama kemudian.
"P" ucap lucifer yang berdiri didekat zion.
"Kan. Sudah ku katakan"
"Kalau begitu aku pergi, nikmati obrolan kalian" lalu zion berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.
.
.
.
.
.
.
Di bar terlihat masih adaa beberapa pelanggan yang masih duduk sambil mengobrol ringan, seperti biasa belial sedang membersihkan gelas-gelas namun kali ini yang dibersihkannya hanya satu gelas saja karena yang lain sudah dibersihkan oleh pegawai barunya.
Mereka bertiga terlihat lelah sudah berkerja seharian karena hari ini banyak pengunjung yang datang karena cuaca cukup dingin.
"Istirhatlah. Di lantai atas ada dua kamar, satu kamar mandi, dan satu dapur. Kalian boleh menggunakannya" jelas belial lalu meracik minuman untuk dua orang pelanggan yang baru datang.
"Bos. Kau terlalu baik, kalau begitu kami akan istrhat" sementara marin dan kanami pergi hanya yang ketiga yaitu nona kecil.
marin terlihat berjalan menghampiri belial, melihatnya membuat belial bertanya kenapa iya tidak pergi beristirahat dengan kakak-kakaknya yang lain.
"Eng.. Maaf aku lupa namamu" ujar belial.
"A-aku Marin" jawab si nona kecil yang ternyata bernama Marin.
"Aku.. Ingin membantu mengantarkan minuman itu" lanjut Marin dengan wajah yang terlihat malu.
"Baiklah.. Ini, hati-hati. Aku akan kebelakang sebentar" kemudian belial memberikan dua gelas minuman yang sudah dibuatnya pada Marin lalu bergegas pergi kebelakang.
Kemudian Marin berjalan dengan begitu hati-hati saat mengantarkan minuman itu, setelah selesai dan akan kembali tiba-tiba om-om itu menegang tangan Marin cukup erat.
Membuat Marin merasa takut kemudian berteriak cukup kencang, membuat kedua kakaknya langsung turun kebawah.
"Dasar orang tua sialan" lalu ueno berniat pergi untuk menolong marin.
"Ueno" kanami menghentikan ueno karena belial akhirnya datang dengan berjalan santai setelah dari belakang mendatangi pelanggan yang tidak tau sopan-santun.
"Tuan. Jika anda tidak bisa bersiap sopan lebih baik anda pergi" ujar belial dengan wajah tenang mengintimidasi.
"Bukankah enah tempat seperti ini mempekerjakan anak dibawah umur?" jawab om-om tersebut yang masing menegang tangan Marin.
Tanpa basa-basi lagi belial langsung menendang wajahnya membuat om-om itu jatuh kelantai, ueno dan kanami bergegas mengamankan masin.
"A-apa? Pelayanan macam apa ini. Aku ingin bertemu meneger bar ini" teriak si om-om.
"Ya. Anda ingin bicara dengan saya?" jawab belial dan membuat om-om itu terkejut.
"Awas saja. Akan ku buat usaha mu bangkrut" kemudian ia pergi natpa membayar.
"Sudahlah. Kalian cepat istirahat, Ada yang harus aku urus di belakang" belial pun berjalan pergi kembali ke belakang.
.
.
.
"Cih. Bar sialan"
"Sepertinya anda masih belum puas setelah saya tendang tadi" jawab belial yang terlihat bersandar di sebuah tembok.
"Apa?"
"Wuuu.. Mainan baru aku suka" gumam lucifer yang berdiri di atap sebuah gedung melihat kearah bas milik belial kemudian tersenyum.
.
.
.
.
.
Pagi harinya terlihat kapten ogami sedang tertidur pulas diatas meja kerjanya dengan komputer yang masih menyala, tidak lama kemudian terdengar suara pintu yang diketuk dari luar.
Suara tersebut membuat kapten ogami terbangun kemudian dengan nyawa yang baru setengah terkumpul ia berjalan untuk membukakan pintu, dan ternyata yang mengetuk pintu adalah Yamato.
"Kapten. Kau dipanggil ke kantor pak tua morisawa" ujar Yamato.
"Hah? Hooh. Baiklah sebentar lagi aku ke sana" jawab kapten ogami dengan wajah yang masih mengantuk lalu kembali ke dalam menutup pintu kantornya.
"Ini sudah jam 8 pagi dan dia masih mengantuk, ada-ada sajaa, HAaaaa~~" gumam Yamato kemudian menguap.
Selama jam pelajaran bu azusa yang penuh dengan materi, Yamato hanya tertidur pulas ketika yang lain memperhatikan dan menulis materi pelajaran yang sedang di jelaskan.
Syukurnya ia tidak ketahuan mungkin karena tempat duduk Yamato berada dibelakang atau mungkin saja bu azusa sudah tidak perduli karena terbiasa denga Yamato yang tertidur di jam pelajarannya.
Sampai akhirnya jam pelajaran selesai, sebagai teman yang baik hati, tidak sombong, dan tidak berak sembarangan Mitsuhiro membangunkan Yamato yang masih tertidur untuk pergi istirahat, sebelum ja praktek dengan pak kirino dimulai.
"Waahh.. Akhirnya bisa menghirup udara bebas" ujar Yamato lalu meregangkan tubuhnya.
.
.
.
.
.
.
.
"Permisi" ucap kapten ogami kemudian masuk kedalam kantor pak morisawa.
"Maaf saya sedikit terlambat, tadi saya harus membersihkan bulu yang berantakan di lantai, bapak tahu juga bukan tadi malam gerhana bulan" lanjur kapten ogami menjelaskan alasannya kenapa datang terlambat.
"Tidak apa. Ada misi pengawalan dari pelabuhan kesini" jawab pak morisawa.
"Sepertinya barang yang sangat penting sampai harus di kawal"
"Benar. Itu pedang muramasa dari pulau niijima mereka mengirim kembali pedang itu ke sini. dan paket itu akan sampai di pelabuhan Shimizu dalam lima jam lagi, aku sudah menghubungi kantor exorcist dekat sana untuk membantu pengamanan disekitar pelabuhan. Segera persiapkan timmu" jelas pak morisawa.
"Baik saya mengerti, oh ya. Apa saya boleh mengajak anak-anak, setidaknya akan menambah pengalaman mereka?"
"Tentu"
Kemudian kapten ogami bergegas pergi untuk menemui anggota divisinya yang sedang di kantor mereka, ia pun menjelaskan pada mereka semua mengenai misi kali ini setelah selesai berdiskusi dan membuat dua tim.
Yaitu tim utama dan tim pengintai, untuk tim pengintai mereka terlebih dahulu pergi ke pelabuhan untuk berjaga dari kejauhan tanpa memakai seragam agar tidak gampang dikenali.
Sebelum berangkat kapten ogami pergi ke kelas untuk menjemput Akane yang sedang bersama dengan yang lain. Setelah bertemu akan kapten ogami mulai menjelaskan situasinya.
Akan pun bersedia untuk ikut tapi ketika mereka berdua akan pergi tiba-tiba Yamato datang karena dirinya juga ingin ikut, sebenarnya alasan utama Yamato ikut adalah untuk menghindari pelajaran pak kirino.
"Baiklah semakin banyak tangan semakin bayak emas."
Mobil kapten ogami pun mulai berjalan dengan diikuti delapan mobil lain dibelakangnya. Tidak lama kemudian Akane bertanya tentang topeng dari niijima itu sampai harus di kawal seperti ini.
"Oh. Itu pedang muramasa entah kenapa pedang itu dipindahkan lagi padahal baru enam tahun lalu muramasa dikirim ke niijima untuk di simpai dikuil. Mungkin pedang murammasa sudah banyak memakan korban disana" jelas kapten ogami.