
Matahari yang mulai terbit perlahan memancarkan cahayanya, suara kicauan burung yang terdengar merdu mengiringi munculnya sang surya namun.
Tiba-tiba saja di pintu gerbang utama terlihat banyak sekali warga yang mencoba menerobos masuk, tapi usaha mereka percuma karena pintu gerbangnya terlalu kokoh meski di bobol menggunakan mesin berat sekali pun atau sebuah bom berkekuatan 500 TNT.
Dibelakang kerumunan warga terlihat mobil pak morisawa yang baru aja datang, melihat ada banyak warga yang menghalangi membuatnya harus memutar masuk melalui gerbang belakang.
Suara warga yang berisik berhasil membangunkan Yamato dan yang lain, dari teras asrama mereka semua melihat kapten Hideaki dan kapten yoshihiro sedang menenangkan semua orang.
"Tolong temukan anak saya, dia berumur 13 tahun..."
"Pak anak saya sudah bilang 3 minggu, ini fotonya...."
"Kalian harapan kami tolong bantu kami..."
"Coba lihat foto nya...."
"Anak kami sudah hilang 3 minggu malamnya...."
Mendengar itu semua membuat mereka berdua pusing, meski mereka berdua sudah meminta semua orang untuk tenang tapi sayangnya tidak ada yang mendengarkan mereka.
Sampai akhirnga pak morisawa datang setelah memakirkan mobilnya di belakang.
"Masalah ini lagi" gumam pak morisawa membuat kapten Hideaki dan kapten yoshihiro binggung mengapa pak morisawa mengatakan hal tersebut.
"Kami akan membiarkan kalian semua masuk dan melapor tapi kalian haru berjanji untuk tertib" jelas pak morisawa pada warga yang ada di luar.
Mendengar itu mereka semua langsung tenang dan bersedia untuk tetap tertib selama mengurus laporan masing-masing nanti, Kemudian kapten Hideaki membuka pintu gerbang, sesuai perjanjian mereka semua benar-benar tertib.
Semakin lama yang datang melapor semakin banyak, dan ruang registrasi juga menjadi sangat sesak oleh orang-orang, karena itu mereka semua orang di kantor menjadi sangat sibuk.
Hampir semua laporan tentang anak yang hilang dari usia 13 sampai 25 tahun, banyak sekali berkas laporan yang mulai menumpuk di meja para kapten dan juga para jendral.
"Rame sekali" ujar Yamato yang menonton keramaian orang di markas pusat.
"Kau benar. Tapi ada masalah apa mereka datang kemari?" sahut Mitsuhiro lalu mempertanyakan tujuan mereka semua datang langsung kesini.
Setelah berkerja keras akhirnya tepat tenggah hari semua orang telah pulang karena laporan mereka sudah disimpan diarsip kasus, karena ini para jendral langsung merapatkan kasus ini secara tertutup.
"Kausu ini muncul lagi. Setelah tiga tahun menghilang, semuanya tentang anak hilang" ujar pak kitsuki.
"Para polisi tidak bisa memecahkan kasus ini dan kita yang terkena getahnya, kenapa mereka tidak dibubarkan saja?" sahut pak akaza.
Dan mereka berlima pun mulai berdebat, ada yang ingin menyerahkan semua kasus ini pada kepolisian pusat di tokyo dengan alasan kalau kasus ini bukanlah tanggung jawab mereka.
Namun ada juga yang berpendapat bahwa kasus ini juga adalah tanggung jawab mereka untuk mengayomi dan menjaga masyarakat, ditengah perdebatan ini seorang petugas exorcist datang dan memberitahu kalua kepala departemen kepolisian tokyo datang.
Sesaat mereka berlima terdiam kemudian pak morisawa memperlihatkan kepala polisi untuk masuk, kemudian tiga kepala polisi dari departemen kepolisian utama masuk kedalam.
"Pastikan tidak ada orang lain di sekita sini, dan jangan perbolehkan siapapun masuk atau lewat" bisik pak akaza kepada asistennya untuk mengamankan ruang rapat merek.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Kau menemui ku lagi?" tanya ogaki pada lucifer yang terlihat duduk di dekatnya entah kapan datangnya tuh orang.
"Semakin kesini dia semakin menyedihkan" jawab lucifer sambil memandangi anak-anak yang bermain tidak jauh dari teman mereka berdua duduk.
"Siapa yang kau maksud? Oh. Yah, aku tau. Dia masih tidur?" jawab ogaki yang berbalik bertanya.
"Aku kira dengan membunuh teman terdekatnya akan membuat dia mudah untuk bangkin, ternyata malah sebaliknya. Kini akito semakin terpuruk" jelas lucifer.
"Sudah ku katakan saja awal, kau akan kalah dalam permainanmu sendiri. Tapi nasi sudah menjadi bubur, karma adalah karma. Kau yang memulai semua ini dan kau sendiri yang harus menanggung resikonya"
"Aku sedang ada urusan, permisi" tambah ogaki kemudian beranjak pergi meninggalkan lucifer.
Sementara itu di bar-nya belial iya terlihat sedang membereskan beberapa botol minuman yang berantakan, kemudian saat berbalik ke belakang dirinya melihat lucifer yang sedang duduk sambil memainkan sebuah gelas.
"Argh.... Astaga, aku ingin segera dia bangkit ini terlalu lama" gerutu lucifer, lalu belial mengambil gelas yang di mainkan lucifer karena takut dia akan memecahkannya seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
"Teliga ku sudah bosan mendengar kau menggerutu seperti itu, kenapa kau tidak coba mengunakan itu" jawab belial lalu berbalik kebelakang untuk membersihkan rak minuman.
"itu? Oh benar juga, kenapa tidak kita coba" Lucifer terlihat kembali bersemangat setelah menyadari apa yang di maksud oleh belial barusan.
"Tapi dari mana kau akan dapatkan persembahannya" tanya belial.
"Soal itu jangan di tanya lagi, sejak awal aku sudah punya" jawab lucifer.
"Entah terbuat dari apa hatimu itu, apa kau akan setega itu pada mereka?" ketika kembali berbalik ia tidak melihat lucifer dimana-mana.
"Huuuuh~"
.
.
.
.
.
"Kenapa aku yang harus repot-repot membawa semua berkas laporan ini?" keluh Yamato yang berjalan perlahan membawa tumpukan berkas yang hampir menutupi wajahnya.
Ketika menaiki tangga Yamato merasa ada seseorang yang berjalam berlawanan arah dengannya, karena itu Yamato langsung memperingati orang tersebut.
"Maaf yang ada di depan apa kau bisa memberiku jalan?" tanya Yamato pada orang tersebut.
Dan peringatan itu berhasil menyelamatkan Yamato dari kecelakaan, tapi dari arah atas terdengar suara seseorang yang tidak asing.
"Hahahahaha~ kau emang tepos, apa salahny aku mengatakan hal itu?" ujar orang itu setelah tertawa.
"Ada yang lari!" batin Yamato kemudian kembali memperingati orang yang berlari menuruni tangga itu.
Tapi semuanya terlambat, Yamato dan orang itu pun bertabrakan membuat semua berkas yang di bawa Yamato berhamburan di tangga. Saat di lihat ternyata orang itu adalah Mitsuhiro, tidak lama kemudian Akane datang lalu menapar Mitsuhiro cukup keras meninggalkan bekas merah di wajahnya.
"Dasar cabul!" bentak Akane kemudian bergegas pergi.
"Kau ini benar-benar yah, cepat bantu aku bereskan semua ini" beberapa kali Mitsuhiro meminta maaf pada Yamato karena sudah menabraknya.
Karena masih merasa bersalah Mitsuhiro mengambil setengah bekas itu untuk membantu Yamato membawanya ke kantor kapten Hideaki.
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka berdua sampai didepan kantor, karena susah untuk mengetuk pintu Yamato berteriak kalai dirinya sudah sampai tapi tidak ada jawaban.
Karena itu ia pun membuka pintu dan melihat kapten Hideaki sedang bersantai sambil merokok, sadar kalau ada yang datang kapten Hideaki berbalik kemudian mematikan roko yang di hisapnya.
"Oh sudah datang, simpan di sini"