The Exorcist

The Exorcist
Menjadi seorang exorcist pelarian



Setelah ogaki berhasil dikalahkan saat itu juga dunia buatannya ikut hancur, dunia ini mulai retak seperti sebuah kaca sampai akhirnya hancur menelan Yamato kedalam kegelapan.


Saat jatuh dari dalam kegelapan yang gulap gulita Yamato merasakan ada tangan seseorang yang menariknya keluar dari sana, dan itu adalah ogaki.


"Oke. Kukira akan lebih lama dari ini" ujarnya setelah menarik Yamato keluar dari dalam dunia yang hancur.


"A-apa kau masih hidup?!" Yamato terlihat terkejut dan bingung padahal tadi ia sudah memenggal ogaki.


"Kau pikir siapa yang menciptakan dunia itu? Aku bisa membuat tiruan ku sebanyak apapun disana" jawab ogaki lalu menutup pintu menutu dunianya yang kini telah hancur.


"Tapi untuk sesaat aku merasa kalau itu dunia asli"


"Hebat bukan. Itu dinamakan dunia cermin, berbeda dari dimensi pada umumnya yang hanya ruangan hampa dan kosong. Dunia cermin adalah tiruan langsung dari dunia nyata yang sedikit dimodifikasi" jelas ogaki lalu berjalan dan duduk di sofa.


Sesaat kemudian Yamato baru sadar kalau semua luka yang ia dapatkan selama berada di dunia cermin telah menghilang. Itu karena luka yang didapatkan Yamato selama disana tidak berpengaruh saat kembali kedunia nyata.


"Jadi apa kau ingin kembali ke teman-teman mu?" tanya ogaki yang sedang fokus membaca majalah.


"Hah? Sepertinya aku tidak akan kembali sebelum aku merasa sudah jauh lebih kuat untuk bisa melindungi mereka" jawab Yamato.


"Kenapa kau ingin melindungi mereka?"


"Soal itu.... Hanya mereka keluarga yang aku miliki saat ini, aku tidak ingin kehilangan orang-orang terdekat dalam hidup ku untuk kedua kalinya" jelas Yamato yang terlihat begitu yakin dan percaya diri.


"Kalau begitu terserah padamu. Jika memerlukan sesuatu aku selalu ada dibelakangmu."


Tanpa menjawab perkataan ogaki Yamato pun berjalan pergi keluar apartemen.


"Dasar anak muda" gumam ogaki sesaat melirik kearah luar jendela.


"Akan ku singkirkan semua iblis di dunia ini agar tidak ada orang yang ku sayangi menjadi korban" itulah sebuah tekad dan tujuan yang dimiliki Yamato.


Kini langkah kaki Yamato hanya akan berhenti saat dirimu menemukan iblis dan akan kembali berjalan setelah berhasil membunuh iblis yang ia temukan. Dengan mihasira no uzu no mikoto bersamanya memudahkan Yamato dalam menjalankan tujuannya.


Dan karena pedang susanoo kini Yamato tidak perlu lagi memikirkan batasannya saat menggunakan teknik terkutuk karena susanoo dapat bertahan bahkan mungkin dengan adanya susanoo Yamato dapat menggunakan tahap ketiganya.


"Kalian mahkluk kotor tidak pantas hidup, kalian hanyalah parasit di dunia ini" gumam Yamato yang berjalan perlahan mendekati seorang iblis yang telah terpojok.


"Menyalah!"


.


.


.


2 minggu berlalu


.


.


.


"Benar. Setidaknya kita bisa sambil mencari Yamato" jawab Akane.


"Ya benar. Kita akan temukan anak itu!" teriak Mitsuhiro yang penuh semangat kemudian pergi lebih dulu menuju mobil.


"Kalau begitu kami pergi dulu" lalu Akane pun berjalan menyusul Mitsuhiro yang sudah berada didalam mobil lebih dulu.


Selama dalam perjalana mereka berdua diberi penjelasan tentang misi kali ini dan korban nya adalah seorang ibu rumah tangga yang diganggu iblis, tetangga korban menyebutkan bahwa korban sudah lebih dari tiga bulan tidak keluar rumah.


Dan selalu ada suara jeritan setiap tengah malam dari rumah korban, saksi menyebutkan kalau korban menjadi seperti ini setelah kepergian anak laki-laki satu-satunya, itu artinya misi kali ini adalah misi pengusiran dalam kata lain misi baku hantam dengan iblis.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di rumah korban, baru saja keluar mobil Akane dan Mitsuhiro sudah merasakan hawa keberadaan dari iblis itu yang ternyata bukan hanya ada satu melainkan lebih dari satu.


"Perlu pasang kubah?" tanya sang supir pada mereka berdua.


"Sepertinya ada lebih dari satu, kalau begitu boleh. Tolong yah" jawab Akane kemudian masuk ke dalam area rumah.


Setelah mereka berdua masuk sang supir mobil mulai memasang kubah yang hanya menutupi area rumah itu, dan dirinya masuk kedalam mobil menyetel musik dengan volume yang cukup kencang.


"Lihat! Baru saja dipasang sudah sebanyak ini iblis yang muncul. Kau siap?" ujar Mitsuhiro yang melihat kelompok iblis yang terdiri atas delapan ekor menghalangi jalan mereka berdua untuk masuk kedalam rumah.


"Tentu" jawab Akane dengan lima topengnya yaitu air, api, petir, angin, dan tanah sudah melayang berada didekatnya.


Mereka berdua pun mulai menyerang, dari delapan iblis hanya tiga iblis yang berhasil di murnikan sisanya menjadi di bunuh oleh kelima topeng Akane. Mitsuhiro pun menyebut Akane curang karena menggunakan lima topeng sekaligus.


Tapi Akane langsung meminta Mitsuhiro untuk tidak berisik, seketika Mitsuhiro langsung diam dan memasang mode seriusnya. Perlahan mereka berjalan mendekati rumah untuk masuk kedalamnya.


"Kau tau jika seperti ini kita seperti akan mencuri disini" bisik Mitsuhiro meski sudah serius kelakuannya tetap masih seperti badut.


"Tidak dikunci!" gumam akane yang akan membuka pintu dan pintu rumahnya ternyata tidak dikunci. Perlahan ia membuka pintu.


Saat dibuka mereka berdua merakan aura kesedihan dan keputusasaan yang begitu mendalam, banyak sekali iblis yang berkeliaran namun mereka tidak menyerang meski tau kalau ada dua manusia muda didekat mereka.


Tidak lama kemudian terdengar suara tangisan yang memcah kesunyian dari lantai dua, semakin lama suara tangisan tersebut semakin dekat sampai akhirnya mereka berdua melihat korban berjalan menuruni tangga sambil menangis dengan rambut yang terurai sangat panjang.


"Paksa iblis itu keluar, petir. Angin. Gabungkan serangan" sesuai arahan Akane topeng mulut topeng petir dan angin terbuka. Dan serangan pun dilakukan.


Tidak disangka rambut korban bergerak menyelimutinya dan menahan serangan dari dua topeng Akane. Melihat korban dapat mengendalikan rambutnya membuat Akane dan Mitsuhiro sadar kalau korban bukan diganggu lagi tapi sudah dikendalikan sepenuhnya.


Yang awalnya menangis kini korban malah menjerit sangat kencang lalu menyerang dengan rambutnya, bergegas Akane dan Mitsuhiro menghindar terlihat rambut-rambut tersebut dapat membuat tembok berlubang. Apa jadinya jika terkan tubuh manusia mungkin sudah hancur.


"Api, angin!" lalu topeng api dan angin menyerang menciptakan pusaran api, terlihat perisai rambut korban tidak kuat menahan pusaran api yang panas dan dengan cepat rambutnya mulai terbakar.


Bukan hanya rambut tapi beberapa barang yang ada dirumah ikut terbakar juga, bergegas Akane menyuruh topeng air untuk memadamkan api yang membakar barang-barang.


Di saat sedang sibuk, tiba-tiba mereka berdua mendengar suara gemuruh petir entah dari mana asalnya. Ternyata itu berasal dari Yamato yang mencoba menghancurkan kubah, karena tidak kuat menahan hantaman kekuatan yang sangat besar dari susanoo akhirnya hanya dalam beberapa pukulan kubah tersebut hancur.


"Akan ku urus dari sini" ujar Yamato yang berjalan masuk kedalam dengan beberapa percikan petir yang keluar dari susanoo.