The Exorcist

The Exorcist
Yang berujung tertangkap



"Mau kemana kita?" tanya Yamato pada kapten ogami yang sedang mengemudikan mobil.


"Aku diminta untuk berkunjung ke toko permen tempat terakhir para korban terlihat, karena itu kenapa kita memakai baju formal" jelas pak ogami.


"Apa jangan-jangan toko itu adalah dalang di balik penculikan anak-anal itu?" tanya Yamato.


"Itu bisa jadi benar. Tapi sejauh ini belum ada bukti yang kuat untuk menyatakan kalau mereka adalah pelaku sebenarnya" jelas kapten Ogami.


Mendengar hal tersebut membuat Yamato dan Akane terdiam dengan wajah penasaran rencana apa yang akan di lakukan oleh kapten ogami. Beberapa menit kemudian mereka sampai di depan sebuah koto permen yang penuh dengan warna.


Mereka bertiga pun masuk kedalam terlihat beberapa pengunjung yang di dominasi oleh remaja, mereka disambut dengan ramah oleh pelayan toko permen tersebut, sementara Yamato dan Akane sedang melihat-lihat permen yang ada didalam etalase toko kapten Ogami terlihat sedang mengobrol dengan salah seorang penjaga toko.


di saat sedang melihat-lihat seorang pelayan toko datang menghampiri mereka berdua lalu bertanya ingin permen yang mana.


"T-tidak usah. Kami cuman ingin melihat-lihat saja" jawab Akane pada pelayan toko tersebut.


"Kalian justru sedang beruntung hari ini kami sedang adakan Sempel gratis tapi kalian harus mengisi daftar tamu dulu" jelas pelayan itu dengan tersenyum ramah.


Mendengar hal tersebut membuat mereka berdua merasa tertarik dan memilih untuk mencobanya, setelag mengisi daftar tamu mereka berdua di beri sebuah daftar permen mana saja yang boleh diambil secara gratis dan sepuasnya.


"Takigawa Yamato!" gumam si pelayan saat melihat nama lengkap Yamato, kedua matanya mulai menyipit lalu iya mulai menelpon seseorang.


"Halo. Pak kurohide, sepertinya mangsa kita datang dengan sendirinya" ujar si pelayan pada kurohide lewat panggilan telpon.............


Setelah bertanya-tanya cukup banyak akhirnya kapten ogami mengajak Yamato dan Akane untuk pergi dari toko permen itu, ketika berada didalam mobil akan tidak lupa menawarkan permennya pada kapten ogami.


"Apa kalian tidak merasakan ada yanga aneh dengan tempat itu?" tanya kapten ogami setelah mengambil satu permen Akane.


"Hal aneh? yang menjadi aneh adalah mereka membagikan permen secara gratis" jawab Akane.


Beberapa saat kemudian sesosok iblis bertubuh besar muncul menghalangi jalan, dengan refleks yang bagus kapten ogami langsung membanting stir untuk menghindari iblis tersebut, tidak disangka iblis itu ternyata mengejar mereka. Akane memberitahu kalau iblis itu semakin mendekat.


Pedal gas pun diinjak sangat dalam untuk terlepas dari kedaran iblis itu, tapi yang tidak di sangkanya iblis lain muncul dari depan kemudian memukul bagian depan mobil, hal itu membuat mobil terlempar cukup jauh.


Syukurnya mereka bertiga tidak mengalami luka yang serius hanya beberapa luka gores saja. Setelah mengecek keadaan Yamato dan Akane baik-baik saja kapten ogami meminta mereka untuk pergi ke tempat yang aman, sementara dirinya akan mengurus dua iblis itu.


"Kalian salah mencari urusan dengan ku" ujar kapten Ogami kemudian membuka bagasi mobilnya yang terbalik, dari dalam bagai itu ia mengambil sebuah pedang dengan ukiran angin pada mata pisaunya.


"Berikan kedau anak itu dan kami akan melepaskan mu" sahut salah satu dari dua iblis dengan memiliki bentuk yang hampir sama.


Tidak ingin membuang waktu kapten ogami langsung bergerak menyerang lebih dulu, Meski satu lawan dua tapi dirinya tetap unggul dan berhasil memojokkan kedua iblis itu dalam waktu singkat.


"Teknik senjata tertukut! Habakiri!" Lalu kapten ogami bergerak cepat ke salah satu dari dua iblis itu dan dengan cepat menusukan pedangnya di bagus perut sebelah kanan.


Seperti nama tekniknya "habakiri" setelah pedang menembus perut sebelah kanan, dilanjut pedang akan digerakak secara vertikal dari kanan ke kiri membelah perut.


Efek serang ini bahkan memotong beberapa lampu jalan yang ada di sekitar, juga menghentikan efek regenerasi dari iblis itu setelah satu berhasil di murnikan tinggal satu iblis lagi yang harus di bereskan.


Namun ketika ingin memurnikannya iblis itu terlihat berhasil menangkap Yamato dan Akane, dengan menggunakan mereka berdua iblis itu menyuruh kapten ogami untuk menjatuhkan senjatanya jika tidak ingin mereka berdua terluka.


Mau tidak kau kapten ogami harus menuruti apa yang di katakan iblis itu, perlahan kapten ogami menjatuhkan pedangnya dan saat itulah si iblis bergegas melarikan diri dengan membawa akan dan Yamato bersamanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Oh. Astaga, dia tertangkap rupanya, kita lihat apa yang akan kau lakukan serakang azir?" ujar ogaki yang berdiri atap sebuah gedung dekat kejadian.


"Apa yang akan aku lakukan? Bukan aku tapi kau yang akan melakukannya" jawab azir.


"Kau bercanda yah? Dalam kisah ini aku hanya penghias saja, tidak banyak peran yang akan aku kerjakan kecuali nanti" tolak ogaki.


"Bukankah kau ingin memurnikan ku? Bagai mana kau akan melakukannya tanpa anak ini, aku tau kau juga sudah tau garis ke turun anak berengsek ini bukan?"


"Baiklah, kau sendiri yang mengatakannya" kemudian ogaki berjalan pergi menjatuhkan dirinya dari atas gedung, namun yang jatuh ke tanah hanya beberapa kelopak mawar hitam saja semnatar ogaki tidak tau pergi kemana.


.


.


.


.


.


.


.


"Iblis sialan! Awas kau nanti" teriak Yamato dalam cengkeraman iblis itu, sementara Akane hanya diam dengan wajah datar sambil menyumbat telinganya mengunakan jari tangan.


Tidak henti-hentinya Yamato terus berteriak namun si iblis dan bahkan Akane tidak menggubrisnya.


"Bisa diam tidak? Nanti juga dia akan melepas kita kalau sudah sampai" ujar Akane lalu menutup mulu Yamato dengan telapak tangannya.


Beberapa saat kemudian akhirnya sang iblis berhenti lalu memasukkan mereka berdua kedalam sebuah ruangan kosong dan mengunci pintu.


"Nah'kan. Aku sudah bilang dia pasti menurunkan kita" ujar Akane.


Namun Yamato tidak mendengarkannya, ia malah terus mencoba mendobrak pintu tersebut sayang sekali usahanya tidak membuahkan hasil apapun.


Karena sudah putus asa akhirnya Yamato duduk diam didiekat Akane.


Diluar ruangan terlihat iblis yang menangkap Yamato dan Akane perlahan mulai berubah kembali kewujud aslinya yaitu pelayan toko yang tadi menawari mereka berdua untuk mengisi daftar tamu dengan imbalan permen gratis.


Pelayan itu mulai bersantai disebuah kursi sambil bermain ponsel tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang datang mendekat, mendengar suara tersebut membuat si pelayan langsung berdiri karena dirinya mengira kalau itu suara dari sepatu kurohide tapi..


"siapa kau?" tanya si pelayan setelah melihat kalau itu bukan kurohide melainkan ogaki.


"Kita barter saja bagai mana, akan ku lepaskan nyawa mu dan kau lepaskan anak-anak itu" jawab ogaki lalu menutup patung hitamnya.


"cih. Dasar orang aneh" lalu si pelayan kembali ke wujud iblisnya yang tadi.


"Oh. Kau membuat kontrak dengan iblis rupanya, jangan salahkan aku jika kau tidak bisa melihat matahari lagi" gumam ogaki kemudian kembali berjalan santai, sementara si iblis mulai melesat menyerang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Kau akan membunuhnya? Ini menarik, sudah lama aku tidak melihat mu membunuh mahkluk hidup" ujar azir yang ada didalam tubuh Yamato.