
"A-akane!? Bagai mana bisa?" tanya Yamato yang terlihat terkejut.
"Hahahaha....! Beberapa hari lalu aku iseng ikut tes lisan untuk masuk, eh gak tuanya keterima" jawab Akane.
Sesaat kemudian pak kurudo kyotaka datang dan mereka semua bergegas duduk, kecuali Akane yang berdiri di dekat pak kurudo untuk perkenalan.
"Salam kenal semua, perkenalan nama ku Akane Kawasaki semoga kota bisa menjadi teman baik"
Setelah perkenalan selesai, Akane berjalan menuju tempat duduknya yaitu di kursi yang ada di dekat kuringa matsuya.
Karena matsuya dingin dan selebew gitu jadi iya tidak memperdulikan Akane sama seklai, walaupun Akane sudah tersenyum ke arahnya sambil melambaikan tangannya.
Beberapa jam kemudian, jam istirahat pun tiba, semua orang langsung keluar dari dalam kelas untuk menghirup udara segar.
Kapten fukushima masanori dan, kapten hosokawa tadaoki terlihat berlari sambil saling dorong ke arah Yamato yanh sedang bersama Akane.
"Siapa mereka itu?" tanya akane saat melihat mereka berdua.
"Jangan di hiraukan mereka dua orang bodoh" jawab Yamato yang sudah terbiasa dengan kelakuan kedua kapten divisi 4 dan 5 itu.
Setelah sampai mereka berdua bertanya apa Yamato bisa ikut nanti malam bersama mereka untuk pergi untuk kasus kecil, dan berhubungan Yamato juga tidak punya kerjaan jadi ia menyetujuinya.
Dua badut itu kembali lari entah ke mana sambil saling mendorong seperti anak kecil, ketika sedang mengistirahatkan pikiran.
Dari kejauhan terlihat jenderal morisawa yang sedang memotong beberapa tanaman bonsai kesayangannya, melihat itu Yamato mengajak Akane untuk mengambil jalan lain karena.
"Syukurlah! Oi bocah apa kau bisa ke mari sebentar?" teriak jenderal morisawa yang memanggil Yamato.
Karena sudah tertangkap basah akhirnya Yamato dan Akane pun berjalan menghampiri jenderal mosirsawa, hal yang di takuti Yamato pun terjadi.
Ia dan Akane di minta untuk membantu untuk menyiram dan memotong beberapa cabang pada tanaman bonsai itu, ketika Yamato beralasan kalau kelasnya akan segera di mulai.
Jenderal morisawa menjawab kalau jam ke dua untuk hari ini di hentikan sampai bonsainya selesai dirawat dengan baik, dengan terpaksa Yamato menuruti perintahnya.
Beberapa saat kemudian dari jarak yang agak jauh Mitsuhiro dan yang lain sedang berjalan bersama tapi mereka semua berniat putar balik.
Namun sayang nasib berkata lain karena Yamato keburu melihat mereka yang akan putar haluan, ia langsung memberitahu jenderal morisawa.
"pak tua coba lihat mereka!"
Dan hasilnya mereka juga haru ikut mengurus tanaman bonsai milik jenderal morisawa. Hal ini juga ada sisi baiknya yaitu membuat Akane perlahan mulia dekat dengan yang lain.
Seiring berjalannya waktu akhirnya malam pun tiba, ketika Yamato kembali dari kelas karena ada barang yang ketinggalan, kapten tadaoki datang menghampiri dengan membawa bingkisan.
"Apa ini? Apa ini isinya makanan?" tanya Yamato setelah menerima bingkisan tersebut.
"Apa dipikiran mu hanya ada makanan saat ini? Sekitar jam 8 kami tunggu di depan gerbang utama, sampai jumpa jam 8" kemudian pakten tadaoki pun berjalan pergi.......
Sesampainya di dalam kamar, Yamato langsung membuka bingkisan tersebut dan mengambil apa yang ada di dalamnya dan ternyata itu adalah.
"Waah.. Tuxsedo mau pergi ke mana kau?" tanya ryuu saat melihat baju tuxsedo lengkap.
Beberapa menit kemudian, akhirnya jam 8 lebih setelah bersiap-siap Yamato berjalan menuju gerbang utama dengan mengunakan tuxsedo dan sarung tangan yang khusus sebelum menyentuh pedangnya.
Saat sampai Yamato bertanya tentang tempat tujuan mereka karena ia merasa aneh dengan penampilan yang di gunakannya saat ini.
"Kita akan pergi ke hotel kasino terbesar di prefektur yamanashi ada satu tikus yang akan kita bereskan" jelas kapten fukushima.
Setelah memberikan jawaban dari pertanyaan yang di berikan Yamato, mereka pun masuk kedalam mobil dan pergi menuju hotel kasino yang di maksud.
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, baru saja sampai di tempat parkir terlihat banyak mobil mewah yang berbaris rapih.
Di dalam banyak orang kaya yang sedang menghamburkan uang mereka untuk permainan yang sangat tidak berarti itu.
"Sebenarnya tugas ini lebih cocok untuk kapten Hideaki" ujar kapten tadaoki.
"Memangnya kenapa?" tanya Yamato setelah mendengar perkataan kapten tadaoki yang seperti itu.
"Kau belum tau yah, Hideaki itu terkenal bukan hanya kemampuannya tapi juga kebiasaan buruknya bermain kasino, berapapun taruhannya dia pasti akan ikut dan selama ini kami belum pernah dengar dia rugi saat bermain" jelas kapten fukushima.
"Ryuu apa kau tidak bisa berhenti tidur?" tanya Yamato pada ryuu yang sedang tidur di atas kepalanya.
"Kau tau perbedaan ku dengan iblis lain? Aku jenis iblis yang boros tenaga saat setiap kali mengunakan teknik, itulah mengapa aku akan tidur kalau tidak ada pertarungan" jelas ryuu yang kembali tidur.
Di lantai satu mereka hanya berkeliling kemudian masuk ke dalam lift untuk naik ke lantai dua, sesampainya di lantai dua mereka berjalan lalu duduk di kursi kosong.
Di sana kapten tadaoki dan kapten fukushima sedang memantau seseorang yang sedang bermain kasino dengan beberapa pemain lain.
Yamato hanya bisa menunggu dan menunggu aba-aba dari mereka berdua untuk memulai aksinya, sampai akhirnya memulai oprasinya.
Dengan bar-bar mereka berdua langsung mengancam pria itu dengan ujung pedang milik mereka, dan menunjukan kartu identitas sebagai kapten utama divisi 4 dan 5, hal itu membuat semua orang tidak bisa berbuat apa-apa selain keluar dari gedung.
"Nah sekarang, adron tunjukan wajahmu atau kami akan memaksamu" ujar kapten tadaoki.
Dan benar saja ternyata pria itu adalah adron yang sedang menyamar, melihat itu ryuu memberitahu Yamato untuk tidak terpancing emosi seperti waktu itu.
"Kalian tidak bisa membiarkan ku untuk bermain sebentar" ujar adron dengan ekspresi wajah yang begitu tenang.
"Padahal kami sedang mengicar iblis tapi malah kau salah satu dari delapan bangsawa, tangkapan yang besar" Jawab kapten fukushima.
"Benar tangkap besar jika kalian dapat memurnikan ku" sahut adron lalu mulai menyerang lebih dulu.
Meski tidak banyak membantu tapi setidaknya Yamato dan ryuu dapat membantu untuk mengevakuasi orang-orang yang ada di lantai dua.
Banyak sekali kartu yang berserakan di lantai karena pertarungan yang di lakukan oleh mereka bertiga, dan banyak barang seperti meja, kursi dan botol minum-minuman yang hancur.
Kelakuan kapten tadaoki dan kapten fukushima yang selama ini di lihat Yamato sangatlah berbeda dengan apa yang ia lihat saat ini, duo badut itu terlihat begitu bar-bar dan setiap gerakan mereka sangat berirama.
"Apa itu benar-benar mereka?"