The Exorcist

The Exorcist
Pedang Watanabe-no-tsuna



"A-apa yang terjadi?" tanya Mitsuhiro yang terkejut melihat apa hal yang sedang terjadi saat ini.


Akhirnya gumpalan darah itu mulai membentuk wujud asli dari Ibaraki-doji, dengan tubuh tinggi besar, seluruh tubuh juga wajahnya berwarna merah, empat tangan dengan masing-masing memegang senjata yang berbeda seperti tombak, palu besar, pedang besar, dan juga sebuah perisai.


Untuk wajahnya sama seperti oni pada umumnya hanya yang membedakan adalah Ibaraki-doji memiliki wajah yang lebih seram dari kebanyakan oni pada umumnya.


Serangan kali ini sangat kuat terbukti saat Ibaraki-doji menghentakkan palu besarnya ketanah, berhasil membuat getaran yang begitu besar bahkan sebuah retakkan tahan yang besar muncul.


Tanpa tunggu berlama-lama lagi Ibaraki-doji langsung melancarkan serangannya, meski serangannya sangat kuat tapi itu membuat gerakan Ibaraki-doji sangat lambat, memberikan banyak sekali peluang bagi mereka bertiga untuk melancarkan serangan.


Namun tidak disangka serangan mereka berhasil di blokir oleh perisai yang dibawa oleh Ibaraki-doji, meski unggul dalam cepetana tapi mereka kalah dalam pertahanan dan kekuatan.


Banyak serangan dari segala arah yang telah di lancarkan tapi semua serangan itu berhasil di blokir dengan mudah bahkan perisai itu tidak tergores sedikit pun.


"Tidak ada gunanya, sebanyak apapun mencoba kalian tetap tidak akan bisa melukai ku sedikit pun" ujar Ibaraki-doji, kemudian melemparkan tombaknya.


Bergegas mereka bertiga langsung menghindari tombak itu tapi tiba-tiba saja sedeti setelah tombak tersebut melintas didekat mereka, entah bagai mana tapi sejumlah luka sayatan mulai muncul du sekujur tubuh mereka.


"Sekarang aku paham, bukan tombak itu yang berbahaya tapi pasifnya" ujar kapten yoshihiro.


"tombak itu akan mengubah udara disekitarnya menjadi tajam layaknya sebuah pedang, itu sebabnya meski kita berhasil menghindarinya tapi terkena efek dari senjata itu" lanjut kapten yoshihiro yang menjelaskan kenapa mereka masih dapat terluka meski sudah menghindar.


"Benar!" sahut Ibaraki-doji lalu tombak yang menancap itu langsung kembali padanya.


"Tapi ini sangat mengejutkan, kalian berhasil membuatku kembali kewujud ini. Watanabe saja belum pernah melihat wujud ini" lanjut Ibaraki-doji yang memberikan pujian karena sudah berhasil membuatnya kembali pada bentuk aslinya.


"Disini terlalu sempit, kita bawa dia ke tempat yang lebih terbuka. Mitsuhiro berikan pintol mu" bisik kapten yoshihiro, namun sebelum Mitsuhiro akan memberikan pistolnya.


Tiba-tiba Ibaraki-doji datang menyerang, membuat mereka bertiga hangus berpencar karena menyerang tidak ada gunanya memaksa mereka harus menghindar sambil berusaha mencari titip lengah dari Ibaraki-doji.


Saat palu besarnya di hentakkan ke tanah sebuah area gelap yang begitu pekat muncul dengan radius yang sangat luas, pada awalnya mereka bertiga tidak mengetahui apa pun soal area ini, tapi setelah kapten yoshihiro melihat seekor anjing yang perlahan mati mengering dia pun sadar bahwa.


Area gelap ini akan menyedot energi kehidupan dari target yang berada didalam sampai tidak bersisa sama seperti yang terjadi pada anjing malang yang tidak tau apa-apa soal permasalahan ini.


"Gawat! Semua cepat..." namun kapten yoshihiro terlambat dirinya melihat Mitsuhiro dan msrika yang sudah tidak sadarkan, disaat akan menghampiri mereka berdua tiba-tiba Ibaraki-doji kembali datang menyerang.


Syukurnya kapten yoshihiro berhasil menghindar ketika kakinya kembali menyentuh tanah seketika kedua kaki kapten yoshihiro menjadi sangat lemas, karena itu ia tidak mungkin bisa menghindar dari serangan yang di lancarkan Ibaraki-doji kali ini.


"Oh tidak" gumam kapten yoshihiro melihat palu besar itu melayang kearahnya dan akan membuatnya perkedel, tapi tiba-tiba saja palu itu terpotong menjadi beberapa bagian begitu juga dengan tangan Ibaraki-doji.


"Arg... Siapa?" tanya Ibaraki-doji setelah tangan dan palunya terpotong menjadi beberapa bagian besar, karena hal ini membuat teknik area gelap yang di gunakan Ibaraki-doji menghilang.


"Seharunya aku meminjamkan ini padamu, ku kira kapten sepertimu akan mudah mengalahkannya" ujar seseorang dan ternyata dia adalah kepala keluarga Watanabe yang terluka.


"Pedang itu, rupanya masih tajam sama seperti dulu" sahut Ibaraki-doji setelah melihat pedang yang di gunakan Watanabe-no-tsuna saat melawannya dulu.


"Ini. Sebagai kepala keluarga Watanabe, aku berikan pedang ini padamu. Aku terlalu tua untuk mengunakan pedang lagi"


Setelah kedua kakinya dan seluruh tubuhnya kembali terasa normal, kapten yoshihiro bangun kemudian mengambil pedang itu. Melihatnya Ibaraki-doji menjadi sangat marah dan dengan membabi buta menyerang.


Dengan mudah pedang Watanabe berhasil membelah tombak yang di gunakan Ibaraki-doji menjadi dua bagian. Bukan hanya tombak itu perisai yang di gunakan Ibaraki-doji untuk menangkis semua serangan Ikut berhasil di tembus dengan sangat mudah.


"Teknik senjata terkutuk! Aliran air penyuci dosa."


Dan bom.. Ledakan besar bersertas semburan air terjadi tidak ada yang tau siapa yang menang karena tertutup asap yang begitu pekat, sampai akhirnya terlihat siapa yang berhasil memenangkan pertarungan ini.


"Aku benci manusia!" ucap Ibaraki-doji kemudian kepalanya jatuh ketanah, perlahan dirinya mulai menguap.


"Kau berhasil menyelesaikan misi yang Belum di selesaikan tsuna" puji kepala keluarga pada kapten yoshihiro yang berhasil memenggal kepala Ibaraki-doji.


"Apa anda yakin memberikan pedang ini pada ku? Pedang ini sangat berharga bagi keluarga Watanabe" jawab kapten yoshihiro yang bertanya apa kepala keluarga benar-benar memberikan pedang bersejarah itu padanya.


"Tentu! Ucapan terimakasih sudah mengakhiri hidup Ibaraki-doji" jawab kepala keluarga.


Kapten yoshihiro mulai berjalan mengambil jubahnya yang tadi ia lepaskan kemudian menyadarkan Mitsuhiro dan Marika, setelah mereka berdua bangun kapten yoshihiro mengajak mereka untuk kembali ke markas karena misi sudah selesai dengan sukses.


"Terimakasih sudah membantu ku menyelesaikan semua ini" gumam kepala keluarga lalu menunjukkan bahwa dia bukan kepala keluarga yang asli tapi dia adalah jiwa Watanabe-no-tsuna.


"Sekarang aku bisa tidur dengan tenang" lanjut jiwa Watanabe yang perlahan menghilang.


.


.


.


.


.


.


"Kembalikan!!!" teriak yamato yang sedang mengejar ryuu.


"ini jatah cemilan milik ku! Tadi malam kau sudah memaksa bagian mu bukan?" jawab ryuu yang berlari dengan membawa sebungkus kripik kentang.


Lalu terlihat tadeo yang berjalan berlawanan arah dengan mereka berdua, bergegas Yamato berteriak pada tadeo untuk menangkap ryuu. Dengan polosnya tadeo mencoba menangkap ryuu namun tidak berhasil.


"Astaga.. Awas saja kau nanti malam!!" teriak Yamato pada ryuu yang sudah pergi sangat jauh.


Setelah bersabar Yamato pun berjalan bersama tadeo untuk pergi ke halaman depan menemui yang lain, saat menuruni tangga karena terlalu fokus mendengar apa yang sedang di bicarakan Yamato, tanpa di sengaja tadeo menabrak matsuya yang berjalan menuju asramanya.


Karena itu matsuya menjatuhkan buku yang sedang di bawanya, merasa bersalah tadeo pun mengambilkan buku yang terjatuh ke lantai lalu mengembalikannya pada matsuya.


"Maaf. Tadi aku tidak memperhatikan mu, ini bukumu" ujar tadeo tapi bukannya berterimakasih matsuya malah..


"Aku tidak butuh bantuanmu dan Gunakan mata mu untuk melihat jalan bukan untuk melihat hal yang tidak berguna" jawab matsuya kemudian kembali berjalan pergi setelah mengambil bukunya dari tangan tadeo.


"Baik. Aku mengerti" jawab tadeo dengan menunjukkan wajah polosnya.


"Dasar anak berengsek" gumam Yamato yang terlihat kesal dengan sikap matsuya tadi.