
"Makan ini dasar bau" ledek ryuu lalu melemparkan pedang jarumnya ke arah mereka semua.
Tapi entah ryuu bisa membidik atau tidak, pedang itu malah tidak kena dan menancap di pohon yang ada di belakang.
"Kucing sebenarnya kau menembak ke arah mana?" tanya salah satu dari mereka.
Mendengar itu ryuu malah tersenyum, lalu tiba-tiba saja telinga iblis yang di lewati oleh pedang jarum itu terbelah menjadi dua.
"Apa!?" mereka semua terkejut saat melihat hal tersebut.
"Lihat baik-baik!" sahur ryuu lalu mengayunkan tangannya kebelakang dan pedang itu kembali ke tangan ryuu.
"Benang laba-laba sutra! Pantasnya"
"Nah rasakan ini" beberapa jarum seberas jari tengah di lemparkan ke arah para iblis itu tapi kali ini mereka dapat menghindari benang yang membentang dari ryuu ke semua jarum itu.
Sementara ryuu menghadapi lima iblis sekaligus, dan Yamato sedang di hadapi oleh satu lawan yang pernah membunuh kapten mori terumoto.
Benar dia adalah adron salah satu dari delapan bangsawan terkutuk, dengan tatapan tajam adron berdiri di depan Yamato.
Semua ingatannya tentang hari itu kembali muncul, marah, sedih, jengkel, dan rasa ingin membunuh adalah empat hal yang sedang di rasakan Yamato saat melihat adron di depannya.
Rasa bencinya membuat mata raja azir mulai aktif, kedua mata Yamato berubah menjadi warna biru dan sebuah api biru yang berkobar membentuk sebuah siluet wajah.
"Akan ku habisi kau" ujar Yamato lalu menjentikkan jarinya dan tiga senjata yang terdiri dari satu pedang dengan motiv petir, busur, dan sebuah tombak, Semua senjata itu memiliki bentuk yang sangat indah.
"Hahahahahaha!! Marahlah" ujar siluet wajah itu yang hanya terdengar oleh adron.
"Anak itu mulai di kendalikan azir, takkan ku biarkan" batin adron lalu pedang miliknya muncul.
Sebuah panah api yang berkobar melesat cepat ke arah adron tapi iya bisa menghindar serangan sederhana seperti itu.
Sambaran petir yang lumayan besar muncul saat pedang milik Yamato berbenturan dengan pedang milik adron.
Tidak di sangka Yamato dapat mengimbangi kemampuan adron bahkan membuatnya terlihat kewalahan.
Saat tombat itu di lemparkan ke arah adron, ketika akan menghindar pergerakannya menjadi sangat lambat hal tersebut membuat tombak itu berhasil menusuk dirinya.
Setelah menusuk adron, tombak tersebut pun tercabut dengan sendirinya dan kembali ke sisi Yamato.
"Apa itu tadi? Tombak itu memperlambat pergerakan ku?" batin azreal.
"Ternyata seperti itu jika pedang itu dapat membuatnya bergerak layaknya petir, maka sebaliknya tombak itu akan memperlambat pergerakan targetnya, kalau begitu apa kemampuan busur yang itu?" batin azreal setelah menganalisa kekuatan yang di milik kedua senjata itu.
Saat sedang berpikir tiba-tiba Yamato melepaskan anak panah yang bersinar layaknya matahari ke arah adron, sayangnya iya berhasil menghindar namun.
"Apa?! Panahnya berbelok?" batin azreal yang terkejut setelah melihat panah itu kembali mengincarnya.
Karena tidak keburu kembali menghindar, panah itu berhasil menancap di tangan sebelah kirinya dan api yang berkobar pun membakar tangannya.
Beberapa kali azreal mencoba memadamkan api itu tapi tidak bisa sampai akhirnya iya memotong tangan yang terbakar itu lalu membuangnya.
Terlihat tangan itu terus terbakar sampai akhirnya berubah menjadi tumpukan abu hitam.
.
.
.
.
Beberapa menit iya bertarung akhirnya semuanya berhasil di selesaikan, bergegas ryuu pergi untuk menyusul Yamato.
Dan ia melihat Yamato yang sedang berhadapan dengan adron, di tambah Yamato sedang di bawah kendali mata aja azir.
Mumpung masih belum di kendalikan sepenuhnya, ryuu langsung bertindak cepat, setelah menarik nafas panjang secepat yang ia bisa, ryuu langsung berlari membawa Yamato menjauh dari adron.
Setelah sudah jauh, ryuu langsung melemparkan Yamato dan mencoba untuk menyadarkannya, terus menerus ryuu menampar wajah Yamato agar ia sadar.
Sampai akhirnya setelah di tampar sampai wajahnya merah Yamato pun akhirnya sadar dan tiga senjata itu juga menghilang.
"Ba-bagai mana dengan para iblis itu?" tanya Yamato dengan wajah yang merah.
"Aaahhh.... Soal itu aku sudah mengurusnya" jawab ryuu dengan memalingkan wajahnya sebelum Yamato menyadari sesuatu.
"Tapi kenapa wajah ku terasa perih yah?".........
Setelah kejadian barusan mereka berdua kembali berjalan menyusuri hutan untuk mencari bunga yang di katakan bu asuza.
Jam sudah berlalu cukup cepat, dan sekarang sudah pukul setengah lima tapi tidak ada satupun bunga yang berhasil mereka temukan.
Saat kembali berkumpul bersama, meraka semua berniat untuk kembali pulang karena tidak menemukan apa yang sedang di cari.
Tiba-tiba saja tanah yang ada di bawah kaki Yamato runtuh dan menariknya masuk ke dalam goa bawah tanah.
"Yamato apa kau baik-baik saja? Kalau sudah mati kami pergi yah" teriak Mitsuhiro.
"Jangan asal bicara kau bodoh" bentak Yamato yang ada di bawah.
"Tunggu kami akan mengeluarkan mu" teriak Masaru kemudian mencari sesuatu yang bisa di gunakan untuk mengeluarkan Yamato.
Ryuu yang sudah kembali menjadi kucing datang menghampiri Yamato yang ada di bawah, saat Yamato mengusulkan untuk mengunakan kekuatannya agar bisa keluar dari sini.
Ryuu menolaknya dengan alasan dirinya sudah cape dan kembali tidur di atas kepala Yamato.
Saat sedang melihat sekelilingnya, tidak sengaja Yamato melihat sebuah jalan yang mengarah entah ke mana, karena penasaran ia pun berjalan menyusuri jalan itu.
Dengan pencahayaan seadaanya, ia terus berjalan dan terus berjalan sampai akhirnya sampai di suatu tempat.
Di tempat itu terdapat sebuah kolam kecil yang bersinar terkena cahaya bulan yang masuk melalui lubang kecil di atas.
Yamato terlihat begitu senang saat melihat benda yang mereka cari ada di sini dalam jumlah yang sangat banyak, bunga-bunga itu tumbuh di sekitar kolam, dengan memancarkan cahaya kecilnya.
Bergegas ia memanggil yang lain untuk datang melihat apa yang telah di temukan olehnya.
Dengan mengunakan akar rambat mereka semua turun ke bawah, dan berjalan ke tempat yang di penuhi bunga lonceng malaikat kecil.
Setelah mengambil secukupnya mereka semua berjalan kembali ke markas pusat dengan baju yang sangat kotor.
Tepat sekali sang surya mulai terbit dari timur kembali menyinari dunia dengan cahaya hangatnya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di depan gerbang utama, di sana terlihat bu azusa sudah menunggu kepulanga mereka semua.
"Kami kembali" ujar mereka semua kecuali matsuya.
"Selamat datang" jawab bu azusa dengan tersenyum karena mereka sudah berhasil membawakan bunga lonceng malaikat kecil.
Sebagai hadia atas keberhasilan mereka, bu azusa memberikan libur untuk hari ini karena mereka semua terlihat butuh sekali tidur, tidur nyeyat yang tenang dan bermimpi indah