
"Kau tidak apa-apa?" tanya tadeo karena sudah menarik Yamato secara tiba-tiba.
Tidak lama kemudian ryuu datang untuk memberitahu kalau jiwa-jiwa mereka semua tiba-tiba menghilang, namun ryuu tidak jadi mengatakannya karena iya sudah melihat kemana semua jiwa itu pergi.
"Satu lawan tiga? Tidak maslaha, kamri kalian" ujar iblis itu kemudian memuntahkan cairan hitam yang sangat kental dari dalam mulutnya.
Disaat cairan tersebut menyentuh jalan dalam sekejap aspal jalan mulai menguap, begitu juga dengan benda lain seperti tong sampah yang melepuh dalam hitungan detik ketika terkena cairan itu.
Meski kental tapi penyebaran cairan itu sangat cepat dan hampir mendekati mereka bertiga, tidak berhenti di situ si iblis mulai mengepakkan sayapnya untuk terbang sambil terus mengeluarkan cairan itu.
"Gawa! Menjauh semuanya!" ujar ryuu lalu bergegas mereka bertiga mencari tempat aman.
"Lakukan sesuatu, bisa-bisa kita mati konyol, setidaknya jatuhkan dia" teriak Yamato pada ryuu yang berlari didekatnya.
"Ini sulit, dia jauh dari jangkauan ku" jawab Ryuu.
"Setidaknya coba dulu" lanjut Yamato.
Sayangnya obrolan mereka harus terhenti karena si iblis menyemburkan cairannya kearah mereka bertiga, syukurnya mereka berhasil menghindari hal tersebut dan bergegas bersembunyi untuk mencari cara menaklukan iblis itu.
"Kita tidak bisa terus berada di sini, dia masih mencari kita, lama-lama kita akan ketahuan juga" ujar Yamato setelah mengintip situasi di luar.
"Apa kau bisa sedikit geser?" lanjutnya pada tadeo, yah karena mereka bertiga sedang bersembunyi di dalam sebuah tempat pembuangan sampah.
"Maaf" jawab tadeo kemudian memuntahkan tangan kirinya dari kepala Yamato.
"Ini sini benar-benar bau. Astaga, baju ku jadi bau semua" keluh Yamato.
"Sudah diam, dengarkan aku ada satu rencana dan kalian akan menjadi kunci kesuksesan rencana ini" sahut ryuu kemudian tersenyum sendiri.
"Aku punya perasaan buruk tentang ini" gumam Yamato kemudian mereka mulai membasah rencananya.
Ketika si iblis sedang mondar mandir mencari yamato dan yang lain, iya mendengar ada yang mengejek dirinya dengan sebutan "iblis najis sekali tebas mati." si iblis pun langsung berbalik dan dia melihat Yamato dan tadeo bergoyang tidak jelas sambil menghinanya.
"Dasar anak-anak menyebalkan, akan ku ajari kalian sopan santun Swedia" ujar si iblis lalu mengejar mereka berdua.
"Tadeo lari!" terika Yamato dan mereka berdua pun bergegas berlari membawanya ketempat yang lebih luas.
Setelah beberapa saat berlari akhirnya mereka berdua sampai di tempat ryuu.
"Tunggu-tunggu... Nah, kena kau!" setelah dalam jangkauannya ryuu langsung menggunakan teknik, sebuah simbol dengan ukuran yang sangat besar bahkan ukurannya di tambah lebih luar, ryuu sengaja melebarkannya agar iblis itu tidak bisa kabur dengan mudah.
Sampai akhirnya ukuran simbol itu mentok sekitar 17 kilo meter, membuat warga yang ada di jarak 11 dan 16 kilo meter terlihat penasaran dengan sibol yang tiba-tiba muncul di bawa kaki mereka.
"Cahaya ilahi!" ucap ryuu kemudian simbol tersebut memancarkan cahaya yang cukup menyilaukan, sesaat kemudian iblis itu jatuh menghantam tanah, ketika mencoba untuk berdiri seluruh tubuhnya sulit untuk di gerakan, sekeras apapun Iya mencoba tetap tidak bisa.
Kemudian ryuu menyatukan kedua telapak tangannya, dengan cepat simbol itu kembali mengecil dan hanya ada di sekitar iblis itu saja.
"Nah sampai jumpa jelek!" ucap Yamato yang bersiap akan memenggal kepala iblis itu.
Tiba-tiba saja iblis yang mengikat kontrak dengannya langsung memisahkan diri agar tidak ikut terpenggal, bergegas iya melarikan diri tapi tidak akan semudah itu.
"Aku sudah muak dengan semua ini,
Teknik terkutuk! Gerhana matahari cincin!" dalam waktu singkat pedang yang di gunakan Yamato mulai menunjukkan pola gerhana matahari, dan berubah warna menjadi merah gelap.
"Tahap pertama! Sinar sang surya!" lanjut Yamato kemudian bergerak untuk mengakhiri iblis yang mencoba untuk melarikan diri itu.
Ketika pedangnya di ayunkan gelombang panas yang begitu tinggi terasa membakar sayap milik iblis itu, bahkan sayapnya tidak dapat beregenerasi itu membuatnya tidak dapat terbang lagi.
Dari depan Yamato datang dengan pedang yang terus menyemburkan aura panas, melihat itu si iblis mencoba untuk berlari tapi sekali lagi Yamato mengayunkan pedangnya, dan kaki si iblis terbakar oleh gelombang panas yang di beluarkan oleh pedang itu.
"Tidak! Tidak tidak" teriaknya, ketika Yamato menebas leher si iblis dan bom... Ledakan dengan api yang menjulang tinggi membentuk simbol matahari terjadi membuat benda yang ada di sekitar ledakan menjadi debu.
Ryuu yang melihat dibuat begitu terkejut dengan ledakan seperti ini, di tambah, setelah situasi kembali normal dan asap mulia menghilang tidak terlihat bagian tubuh si iblis.
Karena itu ryuu bertanya apa Yamato berhasil memenggalnya atau tidak karena iya tidak melihat bekas apapun kecuali asap yang terus mengepul dan Yamato menjawab kalau ia berhasil memurnikan iblis itu.
Setelah semua ini selesai Yamato dan tadeo berjalan bersama kembali, sedangkan ryuu kasih berdiri tempat si iblis di penggal sambil memikirkan teknik yang di gunakan Yamato tadi.
"Bagai mana bisa? Dari mana teknik itu? Apa nama marga mu benar-benar asli? Jika benar ini sungguh sangat kebetulan" gumam ryuu kemudian kembali ke wujud aslinya yaitu kucing dan berjalan menyusul.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Yahaha... Saya tidak sangka anda akan mengundang saya kemari, pak minamoto!" ujar ogaki yang sedang duduk di sebuah sofa yang ada didalam kantor jendral morisawa.
"Kaloon ada..." tapi ogaki langsung memotong omongan pak morisawa untuk mengingatkannya tentang.
"Ogaki! Shimozawa ogaki, nama itu sudah lama mati" potong ogaki.
"Kau sudah menemui Yamato kan?"
"Maksud anda anak yang menjadi wadah azir? Yah. Benar! Saya sudah menemuinya" jawab ogaki.
"Ada yang sesuatu yang menarik dari anak itu, aku penasaran dengan masa lalunya" lanjut ogaki.
"Justru itu aku ingin bicara denganmu, apa kau bisa menyelidiki latar lebakang Yamato? Aku sudah mencoba mencari tapi gagal"
"Baiklah, tujuan kita sama karena itu aku bersedia membantu anda" jawab ogaki yang bersedia membantu pak morisawa.
Sesaat kemudian terdengar seseorang yang mengetuk pintu, hanya berpaling beberapa detik saja ketika kembali di lihat ogaki sudah pergi,
"Masuk!" ucap pak morisawa memperlihatkan pada orang yang mengetuk pintu kantornya dari luar, pintu terbuka dan terlihat dua pria dewasa yang berjalan masuk.
"Oh. Rupanya sudah datang, silahkan duduk," ujar pak morisawa.
"Terimakasih, kami masih tidak menyangka akan mendapatkan kehormatan sebesar ini" jawab salah satu dari mereka berdua.
"Mungkin setelah kalian tidak akan ada lagi cadangan yang bisa mengisi kursi kosong" tambah pak morisawa