
Jam menunjukkan pukul 19:13, diruangan jendral morisawa terlihat Yamato dan tadeo dengan seragam lengkap berdiri untuk menerima tugas.
"Kita dapat laporan tentang seseorang yang sedang meresahkan warga, mereka menduga orang itu sedang bersekutu dengan iblis, jadi aku ingin kalian berdua mengatasi ini" jelas pak morisawa.
"Yaampun. Pak tua, coba lihat jam itu ini sudah malam, kami berdua masih dalam masa pertumbuhan. Menurut kesehatan kami butuh istirahat yang cukup" sahut Yamato yang seperti menolak misi ini.
"Sudah jangan banyak alasan, dan ini ganti sarung tanganmu. Sepertinya sarung tangan yang pertama kali aku berikan sudah tidak bisa menahannya lagi" jawab pak morisawa kemudian melemparkan sepasang sarung tangan hitam pada Yamato.
"Bahkan kami tidak di gajih melakukan semua ini" bisik Yamato namun pak morisawa masih bisa kendnegarnya.
"Siapa bilang kalian tidak di gajih? Setiap kali ada misi yang selesai makan selalu dapat bayaran" sahut pak morisawa.
"Pak tua. Aku tidak akan termakan omonganmu lagi, cek palsu itu sudah cukup bagiku"
"Apa Masaru tidak memberikan uang bagian kalian? Atau dia sengaja tidak memberikannya? Oh.. Astaga, ada koruptor disini" ujar pak morisawa lalu tersenyum megejek Yamato.
"Ayo pergi" ucap Yamato kemudian menarik tadeo keluar dari kantor pak morisawa.
.
.
.
.
Bergegas Yamato langsung pergi untuk menemui Masaru, pintu asrmanya pun mulia di ketuk cukup kencang oleh Yamato.
"Yah.. Sebentar" ujar Masaru dari dalam kemudian membukakan pintu.
"Masaru! Kau keterlaluan. Ternyata kau seteha itu pada kami semua!" teriak Yamato didepan Masaru dan membuat yang lain berdatangan karena mendengar omongan Yamato.
"Tu-tunggu dulu, ada apa denganmu? Coba tenang dulu" tanya Masaru yang merasa kebingungan.
Lalu Yamato menjelaskan tentang uang yang tadi dikatakan oleh pak morisawa kepadanya dan juga pada tadeo. Mendengar penjelasan dari Yamato membuat teman-teman yang lain mengira kalau Masaru adalah orang yanh serakah.
Tapi Ayumi yang tau alasan Masaru mencoba untuk menenangkan mereka semua dan membiarkan Masaru untuk menjelaskan semuanya pada mereka semua.
"Yah. Memang benar, setiap ada misi yang selesai kita akan dapat bayaran, dan semua uang kalian aku yang pegang tapi bukan berarti aku serakah, hanya saja aku khawatir kalian akan boros dan memilih untuk menyimpannya. Dan aku masa sekali tidak menggunakan uang kalian sepeser pun aku hanya mengunakan uang ku sendiri" jelas Masaru.
Mendengar penjelasan itu membuat yang lain menjadi merasa bersalah karena telah menuduh Masaru yang tidak-tidak, tapi sebaliknya mereka merasa berterimakasih pada Masaru sudah menyimpan uang mereka dengan baik selama ini.
"Apa aku boleh ambil uang ku?" tanya Yamato setelah dirinya meminta maaf tadi.
"Untuk apa? Jika tidak punya alasan yang jelas tidak akan ku berikan" jawab Masaru lalu menutup pintu asramanya.
Sesaat kemudian terdengar suara klakson mobil bergegas Yamato dan tadeo langsung berbalik, mereka berdua melihat sebuah mobil hitam yang siap mengantarkan mereka ketempat kejadian.
Dengan wajah yang tidak semangat sama sekali Yamato berjalan di belakang tadeo menuju mobil, sebelum masuk sang supir meminta Yamato untuk menyimpannya pedangnya di bagasi. Ketika bagasi dibuka terlihat ryuu yang sedang tidur.
"Oh. Ada orang rupanya" gumam ryuu lalu melompat keatas kepala Yamato dan kembali tidur.......
Ketika dalam perjalanan Yamato baru menyadari sesuatu, kalau tadeo tidak membawa senjata apapun karena itu ia bertanya mengapa tadeo tidak membawa senjatanya
Dan tadeo hanya menjawab "tidak tau."
"Aku akan menunggu disini, didepan kalian akan bertemu dengan pelapor. Semoga tuga kalian sukses" ujar sang supir.
"Astaga. Meski aku pernah tinggal di tempat kumuh tapi tidak sekumuh ini" ujar Yamato yang tidak nyaman dengan suasana di jalan yang seperti ini.
"Apa ini yang dinamakan wajah lain dari jepang?" lanjut Yamato.
Di pinggir jalan banyak gelandangan yang mendirikan tenda dari bahan-bahan bekas seperti kardus dan koran, juga ada yang tidur dengan hanya beralaskan kardus, tidak lama kemudian mereka berdua mendengar suara tangisan anak kecil yang tidak jauh dari posisi mereka saat ini.
Bergegas mereka pergi kesana untuk memeriksanya, seorang anak perempuan yang menangis karena sikutnya terluka, mereka berdua pun menghampiri gadis kecil itu dan bertanya.
"Adik manis bagai mana bisa kamu terluka?" tanya Yamato pada anak itu.
"Jatuh" jawab gadis kecil.
"Sudah jangan menangis lagi, kata orang jika menangis malam-malam akan di tangkap hantu" jelas Yamato yang membuat tangisan di anak semakin kencang.
"Biar aku coba" ucap tadeo kemudian berlutut di depan anak itu.
"Kamu ingin mendengar cerita?" lanjut tadeo dan anak itu hanya menganggukkan kepalanya.
"Dulu ada seorang anak yang selalu berkerja keras di ladang....." tambah tadeo yang menceritakan tentang dirinya tapi dalam bentuk ramah anak, disaat bercerita tadeo mengambil sebuah plester dari dalam saku celananya.
Kemudian perlahan menempelkannya pada luka si anak setelah di bersihkan dari krikil kecil, meski wajah yang tidak menunjukkan sedikit pun ekspresi tapi cerita yang di bawakan tadeo membuat si anak senang dan berhenti menangis.
"Nah, anak manis di mana rumahmu?" tanya Yamato, si anak pun menunjukkan kearah sebuah gubuk yang terbuat dari kardus di ujung jalan.
"Mari kami antar kamu pulang" lanjut Yamato kemudian mengendong si anak menuju rumahnya.
Ketika sampai Yamato menurunkan anak itu kemudian si anak berlari ke dalam memanggil ibunya, tanpa memberitahu mereka berdua pergi untuk menemui pelapor, tapi baru saja nama berjalan pergi. Si anak kembali keluar bersama ibunua.
Anak itu memberi tahu kalau mereka berdua sudah menolong mereka dan tadeo sudah menceritakan kisah yang lucu kepadanya, melihat seragam polisi exorcist yang di gunakan Yamato dan tadeo.
Membuat ibu dari anak itu menangis seperti terharu, Yamato terlihat bingung kenapa wanita itu tiba-tiba saja menangis seperti itu.
"Nonya anda tidak apa-apa?" tanya Yamato pada wanita itu.
"Akhirnya.. Kalian datang juga"
"Apa maksud anda?"
"Kami semua yang tinggal di sini telah mengirimkan banyak laporan pada kantor exorcist yang ada di sekitar sini namun mereka selalu menolaknya dan menghina kami sebagai sampai masyarakat" jelasnya.
"Kami paham kami ini adalah warga miskin tapi kami juga manusia, sudah banyak orang yang tinggal di sini menjadi korban dari beberapa iblis yang berkeliaran, bahkan suami ku juga ikut menjadi korbannya"
"Syukurlah markas pusat menerima laporan kami" wanita itu terlihat begitu terharu, lalu memberitahu pada yang lain kalau ada polisi exorcist yang datang untuk menolong mereka.
Tidak lama kemudian banyak orang yang datang, kebanyakan adalah orang tua lanjut usia. Mereka semua terlihat begitu senang dan memanggil Yamato dan tadek sebagai penyelamat hidup mereka.
"Apa bocah seperti mereka benar-benar dapat menolong kita?" tanya seorang pria yang memandang mereka sebelah mata.
"Memangnya siapa yang mau datang ke tempat seperti ini? Bahkan tempat ini sudah di hapus dari peta, karena itu mereka mengirim dua bocah yang tidak bisa apa-apa kemari" lanjutnya.
Meski ada yang berpikir bahwa perkataan pria itu benar namun ada juga yang membela dan percaya bahwa Yamato juga tadeo dapat membantu mereka, karena mereka berdua adalah berkah cahaya bagi semua orang yang ada di sini.