The Exorcist

The Exorcist
Kedatangan 2 kapten baru



Bulan yang sudah berada di posisi tertingginya menandakan tengah malam, sebuah mobil mewah terlihat melaju di jalan tanah menuju sebuah gudang terbengkalai.


Mobil hitam itu terlihat masuk kecilaan gudang tersebut, didalam terlihat ada sejumlah pria dewasa bersenjata api dan juga beberapa anak kecil yang diikat disudut ruangan dengan suara tangisan dari mereka.


Setelah mobil berhenti salah satu dari pria bersenjata berjalan kemudian membukakan pintu mobil, dari dalam keluar seorang pria parubaya dengan jas rapih.


"Apa kalian yakin ini tempat aman?" tanya pria parubaya itu pada mereka semua.


"Tentu kami sudah mengamankan sekitar tempat ini, beberapa orang sudah berjaga di luar" sahut salah satu dari mereka semua.


Tanpa menjawab lagi pria parubaya itu berjalan mendekati anak-anak yang sedang diikat.


"Anak-anak yang manis. Dan jumlah mereka juga banyak, jangan menangis. Kalian akan mendatangkan uang bagi ku" kemudian iya mengelus kepala anak yang ada didepannya.


"Lakukan penyortiran, kali ini kita akan kembali menguasai pasar dengan anak-anak itu" gumamnya.


Tidak dalam kemudian dua buah mobil besar datang dan dari dalam keluar sejumlah remaja laki-laki dan perempuan, mereka semua di giring ke sudut ruangan.


Namun semua orang terdiam ketika mereka mendengar suara seseorang yang bertepuk tangan sambil berkata.


"Wah.. Wah.. Pak kurohide, sepertinya anda panen besar malam ini" ujar orang itu dan dia adalah lucifer.


"Aku akan mengurusnya kalian lakukan saja apa yang harus dilakukan dengan mereka semua" bisik pria parubaya itu yang ternyata bernama kurohide pada salah satu anak buahny.


"Yah begitulah, berhubung semua harga di pasar sedang tinggi dan permintaan juga sedang banyak" jawab kuro hide.


"Satu anak saja bisa jadi tujuh bagian, aku dengar harga hati sekarang  18,44 miliar, kalikan saja ada berapa anak itu" ujar lucifer.


"Tapi apa anda tidak khawatir jika suatu saat nanti akan tertangkap?" lanjut lucifer yang menanyakan tanggapan kurohide tentang resiko dari usaha yang di jalaninya saat ini.


"Aku sudah melakukan semua ini selama lebih dari 16 tahun dan para polisi masih belum menemukan kami" jawab kurohide yang terdengar sangat yakin.


"Bukan hanya polisi yang jadi ancaman mu tapi gereja tidak akan tinggal diam, lambat laun mereka akan mulai menyelidiki banyaknya kasus anak-anak yang hilang" jelas lucifer.


"Kau. benar para exorcist itu terlalu berbahaya dari polisi biasa" kurohide pun mulai berpikir bagai mana cara mengecoh polisi exorcist.


"Aku bisa saja membantu" sahut lucifer kemudian menjentikkan jarinya dan dalam hitungan detik sejumlah iblis muncul di belakangnya.


Melihat iblis-iblis itu membuat semua orang terkejut dan langsung mengarahkan senjata api mereka, tapi kurohide meminta mereka semua untuk menurunkan senjata.


"berapa yang kau mau?" tanya kurohide.


"Bukan uang yang aku inginkan..........."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Keesokan harinya, Yamato dan teman-temannya kecuali Mitsuhiro yang tidak terlihat, saat ini mereka sedang sarapan di lantai bawah sebelum mereka pergi ke kelas.


Beberapa saat kemudian Mitsuhiro datang dengan membawa sebuah tas biola yang berukuran cukup besar dari tas biola pada umumnya.


"Lihat apa yang aku temukan di gudang senjata tadi!" ujar Mitsuhiro yang terlihat bersemangat.


"Bukan tas biasa coba lihat ini" kemudian menekan tombol kecil yang terdapat pada pegangan tas tersebut, lalu ujung tas biola itu terbuka dan muncul moncong meriam dari dalam.


Semua orang mulai panik dan meminta Mitsuhiro untuk melarikan senjata aneh itu, tapi sudah terlanjur tas biola yang ternyata sebuah meriam itu mulai mengumpulkan energi.


Sesaat sebelum peluruhnya di lepaskan, bergegas Mitsuhiro mengatakan meriam itu keluar dan Dor!! Peluruhnya melesat cepat ke langit menembus awan kemudian meledak.


"Wohahahaha... Bukankah itu kerena?" Mitsuhiro terlihat bersemangat melihat hal seperti barusan tapi ketika dirinya berbalik, Yamato dan yang lain terlihat marah dengan kelakuan Mitsuhiro.


"Hehehe.. Maaf" bergegas iya langsung melarikan diri sebelum


teman-temannya itu bertindak.


"Dia lebih parah dibandingkan denganmi" ujar Masaru kemudian melihat kearah Yamato.


"Hah? Kenapa kau melihat ku?" tanya Yamato.


beberapa menit kemudian Setelah selesai sarapan mereka berjalan bersama menuju kelas. Baru saja akan masuk kedalam tiba-tiba terdengar suara lonceng yang menandakan pada semua anggota untuk berkumpul di halang utama.


Setelah semuanya berkumpul mereka melihat dua buah jubah milik almarhum kapten fukushima dan miliki kapten tadaoki tersimpan rapih di dalam sebuah kotak kaca, juga sejumlah lencana.


13 kapten utama yang kini tinggal 11 datang dan berbaris memancang di belakang kedua jubah itu, di susul oleh para jendral datang, pak morisawa pun memulai apel pagi ini.


"Beberapa minggu lalu kita semua tau bahwa kapten fukushima telah gugur sebagai pahlawan, dan kita juga tau bagai mana perasaan kapten tadaoki kehilangan sahabat sejak kecil. Itu pasti sangat menyangka karna itu dia memilih untuk mengundurkan diri"


"Kenapa ada jubah dan semua lencana milik mereka disini. Hari ini kita akan menyambut dua kapten baru yang akan mulai memimpin divisi 4 dan 5." tambah pak morisawa.


Dari belakang barisan para kapten, dua pria yang kemarin menemui jendral morisawa dikantornya pun terlihat berjalan kedepan dan berdiri di samping jendral morsawa......


"Kyaa.. Astaga, mereka tampan sekali" bisik Akane.


"Kau benar, ya tuhan, rahim ku anget" sahur Marika.


"Coba lihat. Meraka terlihat sangat gagah" sahut yuzuru.


Obrolan mereka membua Yamato langsung meminta mereka bertiga untuk diam....


Dengan di bantu jendral Ogawa dan jendral kitsuki, pelantikan mereka berdua pun di mulai. Setiap lencana di pasang sesuai urutannya masing-masing, disusul pemasangan jubah yang menandakan bahwa mereka menjadi salah satu dari 13 pakten utama.


Setelah selesai mereka berdua di minta untuk berkata sepatah kata pada semua anggota yang ada.


"Selamat pagi semua. Perkenalan nama saya ryotaro Shiba, setelah ini mohon kerja samanya terutama kepada semua anggota divisi 4, sayaa harap kedatangan saya ini bisa diterima oleh semua orang"


"Pagi semua.. Perkenalkan nama saya ijichi masamaru, saya tidak akan berbiaca banyak, seperti yang di katakan kapten ryotaro. Sayan juga ingin bisa berkeja sama dengan baik pada semuanya dan untuk anggota divisi 5 mohon bisa menerima diri saya apa adanya"


Lalu mereka di pinta untuk bergabung dengan 11 kapten utama yang berbaris di belakang, dan kini jumlah kapten utama telah kembali seperti semula yaitu 13.


Kapten sakamoto hiroshima yang ada di dekat kapten ijichi mulai berbisik kepadanya.


"Setelah ini kami menemui kalian di ruangan rapat ada yang ingin kami semua bicarakan." mendengar hal tersebut membuat kedua kapten baru itu tegang.


seusai pelantikan, kapten ijichi pergi bersama kapten ryotaro berjalan bersama menuju ruang rapat khusu para kapten di lantai 4, selama berjalan kesana banyak anggota yang menyapa dengan ramah dan begitu juga sebaliknya mereka menjawab sapaan itu dengan ramah.


"Orang-orang di sini ramah-ramah rupanya" ujar kapten ijichi.


"Kau benar tapi ada apa mereka semua ingin menemui kita sekaligus? Perasaan kita tidak membuat masalah" jawab kapten ryotaro.


"Entah. Ku harap tidak akan terjadi hal yang tidak-tidak" jawab kapten ijichi.


Sesampainya didepan ruang rapat, kapten ryotaro pun membuka pintu dan mereka berdua dibuat terkejut dengan.


"Kejutan!" teriak semua kapten.


".........?" mereka berdua terlihat bingung dengan apa yang sedang terjadi.


"Cepat kemari, ini adalah ritual penyambutan kalian, selama bergabung" ujar kapten Hideaki lalu memberikan mereka segelas minuman.


Ini adalah pesta penyambutan bagi mereka berdua.