The Exorcist

The Exorcist
Misi memurnikan siren



Setelah surat perintah sampai pada pak kirino, para nelayan langsung mendatangi rumahnya untuk segera menyingkirkan siren itu,


Tapi ketika pak kirino akan melanjutkan ceritanya tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk beberapa saat, mendengar itu Masaru membuka pintu dan terlihat beberapa pria dewasa menanyakan pak kirino.


Mendengar itu, Masaru langsung memberitahu pak kirino kalau ada beberapa orang yang mencarinya, lalu pak kirino pun meminta mereka untuk menunggu di dalam sementara iya berjalan menemui orang-orang itu.


Beberapa saat kemudian, Yamato dan yang lain mendengar kalau pak kirino sedang di pendak dan di caci-maki, bergegas mereka kesana untuk menenangkan suasana. Mereka menagih janji pak kirino untuk segera menyingkirkan siren karena baru saja tadi ada korban baru.


Pak kirino meminta mereka semua untuk bersabar karena iya juga memiliki kendalanya sendiri, mendengar kalau guru mereka sedang di hina, sebagai murid yang baik mereka bertiga menawarkan diri untuk membantu memurnikan siren.


Orang-orang itu awalnya tidak prcaya kalau anak-anak seperti mereka bisa melakukan pemurnian tapi setelah di yakinkan beberapa kali akhirnya mereka percaya dan meminta untuk sesegra mungkin di kerjakan.


.


.


.


"Kenapa kalian mengatakan hal seperti itu?" tanya pak kirino setelah para warga pergi.


"Siren itu tidak seperti makhluk yang kalian pikirkan" lanjut pak kirino.


"Lalu kenapa bapak tidak menangani ini semua sejak awal?" tanya Yamato yang membuat Masaru dan Marika terkejut mendengar perkataan Yamato.


"Sebenarnya.. Sebenarnya aku takut dengan laut" jawab pak kirino, membuat anak-anak yang mendengar terkejut.


"Waktu masih kecil, aku hampir saja terseret ombak dan kejadian itu membuatku tidak berani menginjakkan kaki di lautan lepas lagi"  jelas pak kirino.


"Jika begitu kita bawa saja siren itu ke daratan" usul Yamato yang terdengar begitu mudah.


"Tidak bisa, kita harus memurnikannya langsung di lautan, karena kan sangat sulit memancingnya untuk ke daratan" jawab pak kirino.


Pak kirino yang melihat murid-muridnya yang sangat bersemangat mulai berpikir untuk memilih ketakutannya atau kewajibannya, tidak ingin kalau dengan mereka bertiga pak kirino berjalan masuk ke ruangannya.


Dan kembali setelah mengunakan seragam dengan beberapa lencana kebesaran terpasang rapih di bajunya


"Anak-anak malam ini kita murnikan duyung itu" ujar pak kirino.


Melihat pak kirino yang berhasil mengalahkan rasa takutnya membuat Yamato dan yang lain semakin bersemangat, mereka berjalan untuk menaiki kapal yang menuju ke laut.


Ternyata tidak semudah itu untuk menaklukkan sebuah tekatukan, terlihat pak kirino dengan wajah pucat karena mencoba melawan rasa takutnya yang terus bergejolak.


"Di saat seperti ini dia terlihat menyedihkan" bisik Yamato yang dengan melihat pak kirino.


"Diamlah nanti dia mendengarmu" jawab Masaru pada Yamato untuk tidak mengatakan hal seperti itu lagi.


Beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di lokasi yang sering terlihat siren itu berkeliaran, dengan kaki yang gemetar pak kirino beralan ke pinggir kapal, kemudian melihat ke  dalam lautan yang gelap.


Seketika kepalanya menjadi pusing


Kemudian, ia menarik sebuah pedang dari dalam sarungnya, sebuah ukiran garis-garis yang unik membuatnya terlihat estetika, ujung pedang itu pun di celupkan ke dalam air dan pak kirino mulai memejamkan matanya.


Tidak lama kemudian, pak kirino membuka kedua matanya lalu dari dalam air siren yang mereka cari akhirnya menampakkan dirinya dengan wujud wanita cantik. Iya mencoba menggoda pak kirino untuk ikut dengannya kedalam air.


Tapi itu tidak ada gunanya, siren kembali masuk kedalam air dan iya pun mulai bersenandung dengan suara yang begitu indah, mendengar hal tersebut pak kirino bergegas memberitahu yang lain untuk segera menutup telinga mereka agar tidak terhipnotis.


Tapi sudah terlambat, Yamato dan yang lainnya sudah terlebih dahulu terhipnotis oleh senandung yang di lakukan siren. Dengan mengunakan penyumbatan telinga pak kirino mulai mengambil beberapa alat dari belakang kapal.


"Gagar-gara kau, aku harus ke tengah laut seperti ini" ujar pak kirino kemudian melepaskan beberapa kertas kuning ke laut.


Terlihat sebuah tulisan mulai muncul setelah kertas-kertas itu basah, perlahan semua kertas itu saling terhubung dan mmmebentuk sebuah pola, dan sebuah pusaran hitam mulai muncul di tengah pola tersebut.


Dan sejumlah rantai berduri keliar masuk kedalam air, semua rantai itu menyebar ke segala arah untuk menangkap siren, beberapa menit kemudian siren tertangkap dan iya mulai di tarik keluar dari dalam air.


Terlihat wajah siren mulai berubah, yang asalnya begitu cantik kini malah menjadi buruk rupa, siren mulai mengoceh di depan pak kirino namun karena masih memakai penyumbatan telinga jadi ia tidak dapat mendengar apa yang di katakan siren.


"Kau tau, sudah banyak makhluk sepertimu yang pedang ini semakin tajam" ujar pak kirino sambil mengelus-ngelus pedangnya.


Rantai-rantai itu mulai membawa siren mendekati pak kirino untuk di murnikan, namun siren malah mengendalikan Yamato dan yang lain mengunakan nyanyiannya untuk menghentikan pak kirino.


Ketika ada kesempatan, siren mulai mencoba melepaskan diri dari ikatan rantai berduri itu, semkain iya mencoba maka semkain banyak luka yang didapatkannya.


Sampai akhirnya berhasil lolos, tidak ada pilihan lain pak kirino langsung mengikat mereka bertiga mengunakan tali agak diam, pak kirino kembali mengatakan semua rantai itu untuk kembali mengejar dan menangkap siren.


Namun tiba-tiba saja dari dalam air, siren melompat dan menarik pak kirino masuk ke dalam air, selagi belum terlalu dalam pak kirino langsung menebas tangan siren yang menarik dirinya.


Bergegas ia langsung berenang naik kepermukaan sebelum kehabisan napas, di saata akan naik ke kapal siren menarik kaki pak kirino, menariknya untuk kembali masuk ke dalam dasar lautan bersamanya.


Hal ini membuat pak kirino melupakan rasa takutnya akan lautan lepas, karena semua pemikiran berfokus pada bagai mana cara mengalahkan siren.


Apa yang di lakukan siren malah menghantarkannya pada kesialan, rantai-rantai milik pak kirino langsung bergerak dan kembali mengikat dengan sangat kencang.


"Bersiaplah merasakan tajamnya pedang ku" ujar pak kirino setelah kembali naik ke atas kapal.


"Apa kau masih ingat? Saat kau masih kecil saat itu kau hampir tenggelam bukan?" sahur siren membuat pak kirino bingung bagai mana iya bisa mengetahui kejadian itu.


"Apa jangan-jangan kau yang.."


"Benar! Aku yang mendorong mu menuju ke tepian, waktu aku belum membenci manusia tapi melihat banyak kerusakan yang di lakukan kalian, membuang limbah sembarangan dan sampah di mana-mana sudah merusak lautan" jelas siren.


"Kalian hanya memperdulikan kepentingan kalian sendiri dan menutup mata dari akibat yang sudah kalian perbuat selama ini, sepertinya di murnikan akan lebih baik dari pada melihat alam dirusak perlahan oleh kalian".


"Terimakasih untuk waktu itu" jawab pak kirino lalu mengayunkan pedangnya, dan tubuh siren berubah menjadi air yang menyatu dengan lautan.


Yamato dan yang lain pun tersadar, mereka terlihat masih ling-lung karena baru sadar, kemudian kapal pun bergerak kembali menuju daratan.