
Antara tadeo dan iblis yang ada di depannya mereka hanya diam saja tidak melakukan apapun selain berkedip dan bernafas.
"Aku tidak tau apa dia itu memang polos atau cuman...... Yasudah akan ku mulai saja"
"Nak apa kau siap?" tanya si iblis.
Tadeo tidak menjawab namun ia hanya menganggukkan kepala, sesaat kemudian serangan datang tapi serangan itu hanya dapat menggores wajahnya. Darah tadeo yang mulai keluar pun mulai berkumpul dan berubah menjadi sebuah belati.
"Hah?" melihat belati itu yang melesat cepat kearahnya membuat si iblis terkejut dan menahan dengan telapak tangannya.
Belati itu mulai kembali mencair setelah menusuk telapak tangan si iblis, bukan hanya luka tusuk tapi tangannya mulai melepuh dengan sangat cepat.
"Teknik darah iblis? Bagai mana bisa? Padahal hanya iblis yang bisa melakukan teknik itu, apa jangan-jangan kau......" baru saja selesai berpikir sebuah bogem mentah langsung menghantam wajahnya, membuat iblis itu terhempas cukup jauh.
"Haha.. Hahahaha.. Ini mengejutkan pertama teknik darah iblis memanipulasi darah, sekarang serangan fisik yang tidak masuk akal. Kau bukan manusia dasar ib..." belum juga selesai ngomong tadeo kembali menyerang dengan tangan kosong.
"Kenapa? Apa kau tidak terima mendengar kenyataan itu?" lanjut si iblis saat melihat wajah tadeo yang marah dan juga sambil menahan serangan tangan kosong dari tadeo.
Karena tidak tertahan lagi akhirnya untuk sekali lagi iblis itu terhempas menghantam batu.
"Biar ku tebak. Karena kau setengah iblis orang tua mu membuangmu kan?"
Mendengar ocehan iblis itu membuat tadeo merasa kesal dan ini kali pertama bagi tadeo menunjukkan ekspresi dan merasakan emosi meski emosi kali ini tidak bagus namun ia tetap bisa menunjukkan kalau dirinya memiliki emosi.
Sudah tau kalau tadeo sedang marah, iblis itu masih saja terus memancingnya dengan membawa kedua orang tua tadeo yang dia anggap membuangnya.
Emosi yang tak terkendali lagi akhirnya menguasai pikir dan menutupi hati tadeo.
Kedua matanya mulai memerah, semua giginya menjadi tajam, sepasang tanduk muncul, dan telinganya mulai meruncing. Air liur terus mengalir dari mulut tadeo suara geraman terdengar begitu jelas di telinga.
"Hoh" bukan menyesal sudah membuat tadeo menjadi mode demon, iblis itu malah tersenyum.
"Andai aku bisa pake teknik darah iblis. Tapi yasudah.... Nah majulah" gumam si iblis lalu sebuah pedang muncul.
Tanpa berlama-lama lagi tadeo menyerang dengan sangat berutal saat tangannya tersayat sama seperti tadi darah tadeo mulai keluar dan membentuk sebuah kampak yang cukup besar.
Dengan cepat tadeo mengunakan kampak itu untuk melakukan serangan lenajutnya, tidak butuh waktu lama setelah kampak ada dalam genggaman tadeo langsung kembali menyerang secara brutal.
tadeo tidak seperti tadeo yang kita kenal, dia seperti orang lagi yang tidak kita kenal. Tadeo yang awalnya hanya seorang remaja polos yang tidak mengerti cara mengungkapkan emosi dan mengekpresikannya,
Kini bahkan denga emosinya itu diam dapat membuat lawannya kewalahan dan menimbulkan sedikit rasa penyesalan sudah menyalakan api amarah dalam dirinya tadeo yang sudah lama padam.
Mereka berdua terus jual beli serangan hal tersebut terus terjadi, mereka tidak berhenti sedikit pun karena kini tadeo dalam bentuk iblis jadi stamina-nya berbeda dengan manusia pada umumnya.
Dalam situasi ini bisa di katakan tadeo yang paling di untungkan, apa alasannya? Karena pertama dari senjata yang di gunakan. Kampak darah yang di gunakan tadeo selain memotong, darah dari kampak yang tertinggal akan menyebabkan luka bakar parah.
Kedua daya serang dan daya tahan, kedua hal tersebutlah yang sangat mendominasi dalam pertarungan kali ini dan itu menjadi kunci utama bagi tadeo untuk menekan lawannya.
Ketiga pikiran yang terbuka.
Memang emosi dalam pertarungan sangat tidak bagus tapi kasus kali ini berbeda kenapa? Yaitu rasa marah tadeo hanya menutupi hatinya tidak dengan pikirannya, meski dalam emosi yang meluap-luap tadeo tetap bisa mengendalikan setiap gerakannya untuk membunuh lawan yang ada di depan matanya.
"Cih. Daya serangnya melebihi kemampuan bertahan ku.... Hah?! Atas!" gumam iblis itu lalu terkejut meliha serangan yang datang dari atas.
Bergegas dirinya langsung menghindar dan sebuah ledakan terjadi saat serangan dari tadeo yang tidak kena itu, asap bercampur tanah mulai mengepul si iblis terlihat begitu waspada dengan serangan yang bisa saja datang dari mana saja.
"Hawa keberadaannya..... Terasa dari segala arah?! Apa-apaan ini? Padahal cuman satu orang tapi hawanya datang dari mana-mana" batin si iblis dengan wajah yang mulai berkeringat.
Seketika saja iblis itu terdiam dengan wajah takut bercampur terkejut, perlahan dirinya mulai berlutut tanpa keinginannya sendiri. Dengan sebisa mungkin iya mulai menoleh kebelakang dan melihat tadeo dengan wajah kesal, mata melotot ke arahnya.
"Bagai mana bisa mahkluk setengah-setengah sepertinya dapat mengalahkan ku yang iblis sesungguhnya... Ini benar-benar mustahil!" batin si iblis yang wajahnya semakin berkeringat dan takut.
"Paman. Kau salah menilai ku, aku bukanlah iblis ....." tadeo mulai mengambil ancang-ancang sebelum mengayunkan kampaknya.
"Aku adalah manusia! Sama seperti teman-teman ku!!!" teriak tadeo kemudian mulai mengayunkan kampak itu.
Sings.... Kepala iblis itu pun terlempar lalu jatuh ke tanah begitu juga dengan tubuhnya yang langsung tumbang setelah ditebas. Perlahan tubuh iblis itu mulai menghilang tapi rasa kesal tadeo belum saja terobati, karena sudah tenggelam dalam kekesalannya tadeo mulai mencabik-cabik dan mengoyak tubuh iblis itu.
Tidak berhenti di situ setelah tubuh si iblis hilang tadeo melanjutkan aksinya dengan mengoyak dirinya sendiri meski luka yang di akibatkan dirinya sendiri mulai sembuh.
Di saat itu tidak setetes darah tadeo terlempar dan jatuh, darah itu mulai membentuk sosok yang sudah dua kali di panggil oleh tadeo. Yah itu adalah iblis perempuan yang memakai baju pengantin.
Kali ini kedua mata perempuan(iblis) itu terbuka, kedua tangannya mulai bergerak kemudian memeluk tadeo yang sedang hilang kendali.
"Sudah cukup. Kau sudah cukup meluapkan kekesalan, kau benar kau adalah manusia bukan iblis. Jangan sakiti dirimu sendiri" ujar perempuan itu di dekat telinga tadeo dengan suara yang begitu lembut.
Sesaat kemudian perempuan tersebut mulai memancarkan cahaya yang terasa begitu lembut dan juga hangat, perlahan tadeo yang tadinya gila kini mulai tenang dan ia kembali menjadi manusia.
"Air mata?" ucap tadeo saat merasakan matanya mengeluarkan air, meski ia menangis tapi wajah tadeo tidak menunjukkan ekspresi apapun selai wajah yang polos.
"Ini langkah pertama mu untuk memahami apa itu emosi dan menemukan jadi dirimu yang sebenarnya, kau punya teman-teman yang hebat. Jaga mereka semua" sahut perempuan itu yang kembali menjadi setetes darah.
"Ibu!" teriak tadeo sesaat sebelum perempuan yang dia panggil "ibu" itu menghilang