The Exorcist

The Exorcist
Ditolak oleh setiap senjata



Pagi hari pun tiba, seperti biasa mereka berenam sedang sarapan di lantai bawah sementara matsuya sudah pergi ke kelas lebih dulu, dan tidak menyentuh sarapannya sedikitpun.


Saat giliran mandi, karena Yamato yang lebih dulu ada di dalam jadi Masaru dan Mitsuhiro harus menunggu lama, di dalam kamar mandi Yamato malam bernyanyi tidak jelas.


Membuat Masaru dan Mitsuhiro menggedor-gedor pintu karena kesal yamato masih belum kunjung keluar dari dalam.


Baru saja Yamato keluar, Masaru dan Mitsuhiro langsung berebutan untuk mandi lebih dulu sampai akhirnya mereka berdua mandi bersama.


Ketika mereka berenam baru saja keluar dari dalam asrama masing-masing, terlihat di halaman gedung ramai sekali orang dan penjagaan yang begitu ketat du gerbang utama.


Karena penasaran mereka pun pergi ke sana untuk melihat. Setelah berdesak-desakan dengan bayank orang akhirnya mereka pun berhasil melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Terlihat akito dan yang lain sedang di ikat dengan luka yang perlahan mulai sembuh, juga lima alat Guillotine yaitu alat untuk memenggal kepala mereka.


Tak lama kemudian jenderal morisawa datang bersama empat jenderal lainnya yaitu wakisaka yasuharu, ogawa suketada, Akaza naoyasu, dan kitsuki mototsuna.


Setelah kedatangan mereka berlima, pengumuman untuk eksekusi pun di suarakan, dan ini adalah eksekusi tertutup tidak akan di bocorkan ke publik dengan beberapa alasan.


"Anjirlah, ada eksekusi" ucap Yamato yang kelihatan kegirangan.


"Mereka kelihatan seumuran dengan kita" sahut Mitsuhiro.


Lalu tiba-tiba kapten fukushima masanori berdiri di hadapan mereka menghalangi mereka semua, kemudian iya pun berkata.


"Kalian tidak boleh melihat ini! Ini tidak cocok untuk umur kalian, sebentar lagi hampir jam kelas sekarang cepat masuk kelas"


Dengan terpaksa mereka pun menuruti apa yang di katakan kapten masanori dan pergi ke kelas sambil sesekali menoleh ke belakang.


"Kalian manusia brengsek hanya mahkluk munafik" bentak akito dengan kepala yang sudah berada di dalam alat Guillotine begitu juga denga yang lain


"Sudahlah, akito terima saja kesalahanmu!" sahur seichiro.


"Mulai eksekusinya" ucap Jendera morisawa yang memberikan perintahnya.


Saat tali yang menahan mata pisaunya akan di putuskan, tiba-tiba alat Guillotine itu hancur, sontak membuat semua orang bersiap siaga.


Dan benar saja, sebuah asap hitam muncul lalu dari dalamnya keluarlah lucifer dengan berpakaian rapih berjalan mendekati akito dan yang lainnya.


"Lucifer!" ucap Jendera morisawa.


"Oh, pak tua! Lama tidak berjumpa, bagai mana kabarmu? Sehat? Jangan makan terlalu banyak gula nanti kau diabetes" sahur lucifer setelah membantu yang lain untuk berdiri.


"Ngomong-ngomong maafkan kelakuan anak-anak ini, mereka sedang dalam masa mencari jati diri, nah anak-anak ayo minta maaf"


"Maaf atas semuanya" ujar katsugi dan yang lain sambil menundukkan kepala mereka, sementara Akita masih berdiri tegak sambil memalingkan wajahnya.


"Hahahahah, maaf-maaf akito memang agak keras kepala" ujar lucifer kemudian menundukkan kepala akito.


"Setelah datang kemari apa kau pikir bisa keluar dengan selamat?" sahut kapten kurodo nagamasa.


"Oh astaga! Kau benar, aku jadi menyesal datang kemari, tapi bo'ong, babay semua aku sayang kalian" kemudian Lucifer pun menjentikkan jarinya mereka semua menghilang setelah di selimuti asap hitam.


.


.


.


.


Di dalam kelas, Yamato dan yang lain terlihat sedang bosan karena guru yang akan mengajar hari ini belum kunjung datang.


Karena kesal Yamato pun berniat untuk keluar kelas namun saat dirinya membuaka pintu, guru yang mereka tunggu terlihat berdiri di depan pintu.


Dengan tersenyum kearah guru tersebut yamato pun langsung berlari kembali ke kursinya, guru itu berjalan masuk sambil menyapa semua orang.


"Perkenalkan nama bapak kirino toshiaki, saya mengajar dalam biang melatih mengunakan energi spritual dan mengunakan senjata terkutuk, sekarang mari bapak ajak kalian untuk melihat gudang senjata".


Lalu mereka semua pun pergi ke sebuah bangunan yang besar di belakang, saat pintunya di buka terlihat banyak sekali senjata, mulai dari senapan, pedang, panah, dan tombak.


Terlihat ada beberapa orang yang sedang merapihkan sejumlah senjata yang baru datang.


"Sekarang pilihlah senjata yang kalian suka" ujar pak kirino yang memperbolehkan mereka untuk memiliki sebuah senjata.


Mendengar itu, mereka semua langsung antusias untuk memilih senjata yang cocok dengan kepribadian dan diri mereka masing-masing.


Di saat Yamato akan mengambil sebuah pedang, tiba-tiba saja pedang yang di genggaman itu pun meleleh, terkejut dengan apa yang terjadi Yamato bergegas menyembunyikan hal tersebut dari semua orang.


Hal yang sama terjadi beberapa kali sampai akhirnya Yamato tidak menemukan senjata yang dapat ia gunakan.


"Tenang saja, mungkin azir punya kejutan untukmu" ujar Ryuu.


"Ku harap kau benar" jawab Yamato.


Semangat yang lain sudah menemukan senjata masing-masing Yamato kembali dengan tangan kosong, pak kirino pun bertanya.


"Yamato! Di mana senjatamu?" tanya pak kirino.


"Eng... Aku belum menemukan yang sesuai" jawab Yamato.


"Kalai begitu baiklah, sekarang kita berpindah ke lapangan pelatihan".


Setelah sampai di lapangan yang di maksud, pak kirino pun meminta mereka untuk menujukan.


Pertama di mulai dari Mitsuhiro, terlihat ia memilih sebuah belati+pistol saat di tanya mengapa iya memilih senjata tersebut.


Mitsuhiro pun memberikan alasan, karena belati itu dapat kembali ke pemiliknya setelah di lempar, dan untuk pisto karena ia cuma suka saja.


Selanjutnya Marika, ia menunjukkan sebuah sabit kecil seukuran jari telunjuk, namun saat sabit itu di lempar ke udara ukurannya menjadi besar dan juga tajam.


Lalu Masaru, terlihat memegang sebuah pedang dengan gambar bunga kikyo di sarungnya, saat di cabut dari dalam sarungnya, pedang itu sangat harum semerbak bunga kikyo.


Kemudian yuzuru, senjata miliknya adalah sebuah pedang lentur yang memiliki panjang lumayan, sampai harus di gulung saat membawanya.


"Apa kau yakin bisa memakainya?" tanya Mitsuhiro pada yuzuru.


"Bisa! Untuk apa aku pilih senjata yang tidak bisa aku pakai".


Selanjutnya Ayumi, senjata milik Ayumi adalah sebuah busur tanpa anak panah kenapa? Karena anak panahnya akan muncul sendiri saat sali busurnya di tarik.


Dan terlahir adalah matsuya, senjata yang ia gunakan adalah sebuah pedang dengan ukira bulan di bagian bilahnya.


, pak kirino menyuruh mereka semua untuk menyimpan senjata itu baik-baik dan sekarang giliran untuk berlatih.


"Ini mirip seperti ujian, kalian akan saling berhadapan satu lawan satu, tidak boleh ada yang terluka! Jika lawan kalian sudah jatuh itu berarti dia kalah".


Mereka semua di berikan sebuah shinai atau pedang kayu dengan panjang sekitar 118cm, hanya beberapa menit daftar siapa lawan siapa pun telah di buat pak kirino.


Masaru vs Marika


Mitsuhiro vs yuzuru


Ayumi vs matsuya.


"Aku bagai mana?" tanya Yamato.


"duduk saja disitu dan tonton teman-temanmu" jawab pak kirino.