
"Dia terus menyerang ku semalaman tapi dia tidak kelihatan lelah, meski sudah semalaman sampai sekarang terus menyerang. Bahkan banyak pohon yang terbakar hebat" batin lucifer sambil terus bergerak menghindari serangan bola api biru yang terus di spam akito kearahnya.
Lucifer mulai menyipit kedua matanya saat melihat aura yang dimiliki akito bukannya terkuras malah semakin melonjak naik, iya pun sadar kalau aura tersebut berasal dari satan yang dengan sengaja menyalurkan auranya pada akito secara percuma.
"Kau memang pantas untuk mati. Selama ini sumber penderitaan ku adalah kau, kau harus membayar semua perbuatan ku selama ini!" teriak akito yang terus menyerang tampa henti meski sedikit pun.
Air mata mulai mengalir ditengah rasa kesal yang begitu terlihat jelas di wajah akito, mengingat semua orang yang ia sayang harus tewas karena dijadikan boneka oleh lucifer.
"Padahal aku sangat ingin hidup normal, bermain dengan anak-anak seumuran ku, bersekolah, bercanda, mendapat cinta dari orang tau, dan punya pacar. Kenapa kau mengambil semua kebahagiaan ku dan menggantinya dengan kesengsaraan ini?"
Kerena jika ini terus terjadi hal yang tidak diharapkan lucifer bisa saja terjadi karena itu ini bergegas mendekati akito untuk melumpuhkannya. Hanya dengan satu pukulan saja akito berhasil dibuat tidak sadarkan diri.
Kemudian lucifer menggendong akito yang tidak sadarkan diri dan membaringkannya di bawah sebuah pohon tidak jauh dari tempat pertarungan mereka berdua tadi.
"Aku harus menunggu 132 episode untuk sampai di titik ini. Dan 117 episode sampai akhirnya kau bangun satan" gumam lucifer yang duduk didekat akito.
"Hanya kau yang paling ambisius diantara kita berempat" sahut satan yang melakukan telepati dengan lucifer.
"Sebenarnya aku tidak ingin menyeret adik kecil kita leviethan masuk kedalam permainan ini, tapi kita membutuhkannya untuk mengendalikan belial. Aku punya firasat kalau dia tidak akan ambil bagian lagi dalam permainan ini" jelas lucifer.
"Apa dia masih suka dengan lautan seperti dulu?" tanya satan..
.
.
.
.
.
.
.
Ketika berjalan di koridor sekolah Yamato dan yang lain masih memikirkan anak perempuan yang tadi mereka tolong, mereka sangat khawatir dengan anak itu karena ada aura iblis yang menyelimutinya.
Tidak lama kemudian beberapa guru terlihat menghampiri mereka dan memberitahu kalau kapten asano sedang menunggu mereka di aula, bergegas mereka berempat pergi kesana untuk menemui kapten asano.
Sesampainya di aula kapten asano mulai menjelaskan apa-apa saja yang akan mereka lakukan sebagai asistennya hari ini. Masaru dan Ayumi akan memberikan sedikit penjelasan dan contoh, sementara Yamato yang akan menggantikan setiap ilustrasi dari leptop yang sdahh terhubung dengan proyektor.
Setelah selesai membagi tugas masing-masing, tidak lama kemudian sejumlah guru datang bersama murid-murid mereka masuk dan duduk dengan rapih didalam aula.
"Ramai sekali, aku tidak sadar kalau muridnya sebanyak ini" gumam Yamato.
"Syukurnya aku tidak demam panggung" sahut Ayumi.
"Ini sangat memalukan" tambah Masaru.
Kemudian kepala sekolah melakukan penyambutan pada kapten asano dan yang lain, sekaligus pembukaan sosialisasi yang diadakan hari ini. Setelah berbicara panjang lebar akhirnya kini giliran kapten asano yang memulai materinya.
Untuk materi pertama adalah apa itu kepolisian exorcist dan kapan didirikannya?
para Exorcist dapat melakukan pemurnian dengan menggunakan senjata-senjata khusus yang memiliki kekuatan supranatural yang di gabung dengan aura spiritual yang dimiliki setiap manusia.
Tapi banyak sekali latihan yang harus dilakukan sampai benar-benar bisa mengendalikan aura spiritual dengan lancar dan baik. Bukan hanya itu seorang exorcist juga harus menguasai senjata yang digunakan karena jika tidak bisa sama saja dengan senjata biasa.
Dalam kepolisian Exorcist terdapat 5 jendral 13 kapten dan 1 artemis, terdapat 13 divisi uatama dan 9 divisi medis.
Saat ini setiap divisi utama memiliki anggota sekita 600-700 itupun masih bisa bertambah sering beryabahnya waktu, sementara setuap divisi medis memiliki anggota 300-387 jumlah iu masih dapat bertabah.
kantor pusat exorcits sendiri terletad dipedalaman hutan aokigahara alasan di bangun disana adalah untuk membantuk pencegahan orang yang berniat bunuh diri disana dan memberikan mereka pemahaman kalua setelah mati belum tentu hidup enak di surga bagai mana kalau sudah bunuh diri malah masuk neraka.
Terdapat lebih dari 3ribu kantor cabang exorcist yang tersebar di seluruh jepang dan jumlah itu mungkin masih dapat bertambah jika pemerintah pusat menurunkan dana untuk pembangunan kantor cabang baru.
Untuk materi kedua yang dibahas adalah tentang perbedaan kepolisian exorcist dengan kepolisian.
Meski keduanya sama-sama polisi namun komando tugas dan misi mereka berbeda, kepolisian bertugas untuk mengurus kasus yang tidak dicampuri dengan hal-hal yang berbau supranatural.
Sementara kepolisian Exocist hanya mengatasi masalah yang diakibatkan oleh para mahkluk supranatural seperti iblis, siluman, dan hantu. Tapi kedua kepolisian ini selalu berkerja sama dalam Menyelesaikan semua kasus tertentu.
Bukan hanya kedua hal tadi dari segi seragam dan logo juga sudah sangat berbeda.
Selama mendengarkan penjelasan dari kapten asano, Masaru, dan Ayumi, tidak sedikit anak yang memperhatikan dan tidak sedikit pula yang sibuk masing-masing, seperti mengobrol dengan teman sebelahnya, dsn tidur.
Sosialisasi ini berjalan cukup tertib karena wali kelas dari sekita kelas dalam sosialisasi ini untuk mengatur anak-anak agar tidak berisik dan memperhatikan materi.
"Nah. Jadi apa ada pertanyaan?" tanya kapten asano namu tidak ada yang mau mengajukan pertanyaan.
"Sepertinya semuanya mengantuk apa kalian ini melihat sedikit aksi?" mendengar hal tersebut membuat semua orang bersemangat termasuk kepala sekolah dan guru-guru.
Kapten asano pun berbalik kearah Yamato dan yang lain dengan mengedipkan mata sebelah kirinya. Mereka bertiga hanya menganggukkan kepala tanda setuju.
"Untuk apa melakukan ini?" tanya Masaru yang berjalan bersama Yamato ke tengah lapangan.
"Entah. Tapi setidaknya aku bisa kelihatan kerena, coba lihat itu aku sudah punya banyak pemggemar" jawab Yamato kemudian mereka mengambil jarak satu sama lain......
"Apa tidak masalah?" tanya Ayumi pada kapten asano.
"Tenang saja.. Tugas mereka hanya untuk pamer skil" jawab kapten asano.
Semua orang yang menonton di pinggir lapangan mulai saling bertaruh siapa yang akan memang antara Yamato dan Masaru.
Yamato pun menjentikkan jarinya dan petir menyambar membuat semua orang terkagum sekaligus terkejut, lalu munculah mihashira no uzu no mikoto yang melayang di sedat Yamato.
Meski tidak sepik yamato, Masaru tidak mau kalah dengan pedang tachi no kikyo yang mengeluarkan kabut ungu dari dalam sarung pedangnya.
"Kita mulai?" tanya Yamato yang sudah bersiap bergerak bersama pedang susanoo ditangan dan yang lian.
.......
"Ryuu dari aman saja kamu?" tanya Ayumi yang melihat ryuu berjalan didekatnya.
"Aku tidak bisa tidur mendengar suara bising" jawab ryuu kemudian melirik kearah anak gadis tadi yanh berdiri sendiri di belakang anak-anak lain membuatnya tidak bisa melihat apa yanh terjadi