The Exorcist

The Exorcist
Aktivitas keseharian di kelas



Hari ini jam pertama adalah bagian bu azusa dan Yamato dan yang lain di ajak ke kebun bawah tanah untuk kembali mempelajari sejumlah tumbuhan yang di gunakan untuk melumpuhkan iblis.


"Kita sudah berkeliling, sekarang saatnya untuk menunjukkan efek beberapa tumbuhan yang di tanam di sini, baiklah. Ibu panggilkan kelinci percobaan kita."


Lalu dari arah pintu terlihat ryuu berjalan masuk kemudian naik keatas meja, Yamato dan yang lain terkejut karena mereka tidak percaya kalau ryuu bersedia menjadi bahan uji coba mereka.


Padahal sebelum kelas dimulai, bu azusa sudah melakukan kesepakatan dengan ryuu, jika ia bersedia menjadi kelinci percobaan maka sebagai imbalannya bu azusa akan memberikan satu kantung penuh dengan kuncup bunga tanpa jiwa,


Itu sebabnya ryuu bersedia menjadi kelinci percobaan mereka.


"Sebenarnya tanam ini terbangi menjadi dua jenis, ada yang untuk melumpuhkan dan untuk membunuh, kita gunakan jenis yang pertama" lalu beberapa petugas datang membawakan sejumlah jenis tanaman yang tadi diminta bu azusa .


"Kita mulai dari yang ini. Kalian juga tau nama bunga inikan?" Tanya bu azusa.


"Yah.. Itu bunga sialan yang membuat kami harus bangun pagi-pagi buta" gumam Yamato di belakang.


"Lonceng malaikat kecil, walau kecil efeknya bunga ini tidak bisa di anggap remeh" lanjut bu azusa kemudian memetik bunga tersebut.


"Jika tidak ada alat untuk mengolahnya, kalian tinggal salurkan sedikit energi spiritual kendala bunga ini" tambah bu azusa, tidak lama kemudian bunga yang terdapat pada telapak tangannya berubah menjadi serbuk.


Setelah itu bu azusa berbalik kearah ryuu sebagai pertanda baginya untuk segera melakukan tugasnya, meski merasa males tapi demi bunga tanpa jiwa iya harus melakukannya.


Ryuu pun melompat kebelakang dan saat itu iya merubah wujudnya menjadi manusia, hal itu membuat Akane, Marika, dan yuzuru berteriak histeris bahkan mereka bertiga akan berlari ke arah ryuu jika Yamato dan Mitsuhiro tidak mengentikan mereka, ayuma hanya bisa melihat teman-temannya itu dibelakang Masaru.


Dengan sengaja ryuu mengedipkan mata kirinya dan membaut mereka bertiga semakin gila.


"Kyaa... Pangeran ku.."


"Astaga. Rahim ku anget mas."


"Ryuu... Nanti malam main ke kamar ku yu"


Melihat tiga muridnya yang tergila-gila dengan ryuu membuat bu azuasa melemparkan serbuk bunga lonceng malaikat kecil kearah ryuu, dan dalam sekejap ryuu kembali ke wujud aslinya yaitu kucing.


Mereka bertiga kembali tenang setelah ryuu kembali menjadi kucing, bahkan waja mereka tidak menunjukkan sedikitpun perasaan bersalah.


"Selanjutnya, ini mungkin akan mengakhiri pertemuan kita untuk hari ini"


"Ini dia tinjubegonia!" lanjut bu azusa kemudian menunjukkan sebuah bunga dengan bentuk unik seperti tangan yang terbuka.


"Kalian semua tutup hidung kalian, nah. Ryuu hirup serbuk sarinya" tambah bu azusa.


Setelah semua orang menutup hidung mereka, bu azusa mulai meniupkan serbuk sari bunga itu didekat hidung ryuu. Tida butuh waktu lama efek dari bunga itu muncul.


Seolah-olah seperti dipukuli, begitulah kondisi ryuu saat ini sama akhirnya dirinya pingsan tak sadarkan diri.


"Anggap saja efeknya meninju tanpa menyentuh, baik sekian untuk hari ini" lalu bu azusa mencari sesuatu di bawah meja.


"Ayo pulang kawan" ucap Yamato kemudian mengendong ryuu yang sedang turu tak sadarkan diri.


Namun bu azusa memanggilnya kemudian memberikan sebuah kantong kain dan saat dibuka itu adalah imbalan yang di janjika bu azusa untuk ryuu karena sudah membantunya hari ini.......


Dikelas saat menunggu pak kurudo datang, Yamato terus mencoba membangunkan ryuu yang belum sadarkan diri juga. Banyak cara sudah ia lakukan namun tidak berhasil sampai akhirnya Yamato mendapatkan ide untuk membangunkan ryuu.


Dari bawah mejanya, Yamato mengambil kantung yang berisi bunga tanpa jiwa lalu berbisik didekat telinga ryuu.


"Ryuu apa kau tidak akan bangun? Coba kau hirup aromanya harum kan?"


Tidak butuh waktu lama ryuu membuka kedua matanya lalu mengambil kantung bunga tanpa jiwa dari Yamato, kemudian bergegas pergi dari dalam kelas.


Beberapa menit kemudian akhirnya pak kurodo datang dengan membawa seekor anjing berkepala tiga.


"Pagi semua.. Hari ini kita akan mencoba memanggil iblis kalian sendiri, segera siapkan media kalian"


Lalu mereka semua mulai menghambat simbol untuk memanggil iblis, agar tidak ada kesalahan dalam penggambaran pak kurodo mulai memeriksa setiap simbol yang mereka gambar.


"Seperti biasa gunakan imajinasi kalian bayangkan iblis seperti apa yang ingin kalian panggil, terus bayangkan seolah-olah nyata" ujar pak kurodo.


Lalu mereka melakukan pemanggilan secara bergiliran karena jarumnya cuman ada satu, urutan pertama adalah yuzuru saat setetes darahnya jatuh mengenai simbol yang iya gambar. Dua asap putih mulai muncul dan membentuk dua iblis rubah bereekor tiga.


"Wah. Wah. Majikan kita ternyata anak cantik, nama ku yujin" ujar iblis rubah itu yang bernama yujin.


"Kanazaki yuzuru!" jawab yuzuru.


"Sepertinya yang cantik nona juga cantik" sahur yujin yang membuat yuzuru tersipu malu.


"Oke bagus nilai B, Next!" ucap pak kurodo lalu


Kini giliran Marika, sayangnya Marika marih belum bisa memanggil iblisnya sendiri karena itu dirinya mendapatkan nilai -B. Sekanjutnya Akane.


Bentuk dari iblis yang di panggil Akane, seperti manusia biasa tapi dengan mata kiri yang merah gelap dengan wajah yang terbilang tampan. Dan itu membuat Akane sangat snenag.


"Akhirnya terwujud juga" ujar Akane yang mulai menangis bahagia.


"Akane-chan hari ini kau terlihat cantik, perkenalkan nama ku tomoya" sahur iblis yang bernama tomoya itu kemudian mencium tangan Akane.


Seketika saja dengan tersenyum bahagia Akane pingsan di pangkuan tomoya.


"B+, tomoya bawa Akane ke kursinya" ujar pak kurodo yang meminta tomoya membawa aken kembali ke kurisnya.


Sekarang giliran Ayumi, bentuk iblis yang di panggil Ayumi terbilang kecil namun sangat ikut, dengan rambut yang berbentuk kecambah. Keimutannya membuat yang lain merasa senang kecuali matsuya yang terlihat tidak peduli.


"Halo. Nama ku chib, senang bertemu Denganmu" sapa chib dengan suara yang terdengar lucu, seperti yang lain mereka juga saling berkenalan.


"Aku Ayumi."


"Karena lucu dan bapak suka nilai A, next!"


kemdian giliran Mitsuhiro dan iblis yang di panggilnya adalah seorang tante-tante canti dengan body yang sangat menggoda, rambut hitam, dua buah sayap, dan suara yang meresahkan iman.


"Anak manis siapa namamu?" tanya iblis yang di panggil Mitsuhiro.


"Hamasaki Mitsuhiro!" jawab Mitsuhiro dengan hidung yang mulai mimisan.


"Oh. Namaku himeko" jawab himeko kemudian mencium pipi Mitsuhiro.


"imajinasi mu bagus juga, Nilai A, kalian berdua boleh duduk, next!"


Selanjutnya adalah Masaru, berbeda dari yang lain yang memiliki wujud mahkluk hidup ibli yang di panggil Masaru itu berbentuk sebuah pedang yang memiliki banyak mata disepanjang bilahnya.


Jika yang lain bisa berbicara, iblis ini tidak bisa hanya saja terus mengedipkan semua matanya tanda perkenalan dirinya pada Masaru.


"Nama ku Ishikawa Masaru" sapa Masaru pada iblis sedang itu,


Sebagai jawaban iblis itu mengedipkan semua matanya.


"Oke nilai B+, Next"


Sekarang adalah giliran tadeo, iblis yang di panggilnya adalah seorang perempuan yang memakai hanayome isho (baju pengantin tradisional jepang) dengan kedua mata yang tertutup dan senyuman tipis yang manis.


Mereka tidak saling menyapa namun tatapan tadeo menunjukkan bahwa dirinya sudah memperkenalkan diri pada iblis yang di panggilnya.


"Oke setengah iblis panggil iblis, A, next!"


Saatnya giliran matsuya, iblis yang di panggil matsuya berhasil membua pak kurodo terkejut karena yang ia panggil adalah iblis jelmaan tama-mono-mae.


Seorang wanita berpakaian kimono bangsawa kerajaan dan sebuah topeng rubah yang menutupi setengah dari wajahnya.


"Meski hanya jelmaan tapi bagus, A+. kalian bedua boleh duduk"


Dan inilah saatnya yang di tunggu-tunggu, setelah gambarnya di simpan di lantai Yamato mulai menusuk jadinya denga jarum lalu meneteskannya.


Mungkin karena sedang gabut, azir mulai mengerjai Yamato dengan Menganti iblis yang seharunya berbentuk aneh dengan dua iblis yang mengguncang kelas yaitu.


"Shuten-doji! Ootekamaru!, tidak bisa ini tidak bisa, A++++++++++++++++"


"Luar biasa, dua oni legenda" lanjut pak kurodo setelah memberikan nilai yang begitu bagus untuk Yamato.


"Baik kita sudah selesai" tambahnya lalu menjentikkan jari dan semua iblis yang mereka panggil menghilang, hal itu membuat Akane yang baru aja merasa bahagia menangis karena di tinggal pergi oleh iblisnya yang tampan.


"Sudah diam nanti kamu panggil lagi saja, anak-anak kelas selesai hari ini" kemudian pak kurodo pergi bersama anjing iblis berkepala tiga miliknya.