
"Sadar sedikit, lucifer hanya menggunakanmu sebagai alatnya" ujar belial yang memberitahu jiro sebuah kebenaran.
Ketika mereka berdua sedang berbicara dibelakang matsuya dan yang lainmya mulai berbisik membahas orang yang menolong mereka yaitu belial.
"Meski dia terlihat santai tapi.... Hawa keberadaannya begitu kental bahkan membuat sulit bernafas" bisik Masaru.
"Siapa dia? Musuh atau lawan? Dari hawanya seperti tidak bersahabat. Jika musuh kenapa dia menolong kita" sahut Marika.
.
.
.
.
.
"Nah. Akan ku tunjukkan seni darah iblis yang sesungguhnya" ujar belial lalu memotong pergelangan tangannya sendiri.
"Seni darah iblis! Ruang siksaan!" lanjutnya kemudian darah yang mengalir ketanha sekita menyebar kemudian menelan belial dan jiro membawa mereka pergi entah kemana.
Semua orang hanya bisa terdiam sesaat kemudian Kubah yang mengurung mereka akhirnya menghilang, karena tidak ingin terbawa lebih dalam lagi mereka memilih untuk mundur.
Ketika akan pergi mereka baru sadar kalau Yamato tidak ada.
lalu sebuah mobil hitam berheti didepan mereka dan dari dalam kapten Hideaki keluar, melihat keadaan mereka yang kacau sesegera mungkin kapten hideaki membawa mereka untuk kembali kr markas pusat.
Saat sedang mengemudi terdengar nada dering dari panggilan telpon, mendengarnya kapten Hideaki mulai melambatkan laju mobilnya kemudian menjawab panggilan telpon yang masuk.
"Ya? Ta-tapi pak. Anak-anak sedang terluka, ba-baik akan sayang kerjakan" lalu panggilan telpon pun ditutup.
"Anak-anak apa kalian masih bisa tahan? Ada laporan masuk dan lokasinya tidak jauh dari sini" tanya kapten Hideaki.
Yang lain hanya menganggukkan kepala mereka, bergegas kapten Hideaki membanting setirnya menuju lokasi kejadian. Lima menit kemudian akhirnya mereka sampai didepan sebuah minimarket yang terlihat kacau.
Didepan terlihat beberapa orang dengan tubuh kurus kering layaknya tulang yang tertutupi kulit.
"Energi kehidupan mereka di hisap habis!" gumam kapten Hideaki saat melihat salah satu korban yang ada didepannya.
"Kalian tunggu disini. Jangan kemana-mana oke" lalu bagasi mobil terbuka dengan sendirinya dan sebuah pedang datang ke tangan kapten Hideaki.
Yah itu adalah pedang yang sering diberi nama tengoku oleh kapten Hideaki, sebenarnya nama lengkap pedang tersebut adalah onigoro-tai tengoku. Katanya kapten Hideaki mendapatkan tengoku dari kakeknya saat kapten Hideaki masih berumur 7tuhan dan sang kakek memberitahu kalau pedang itu adalah warisan dan pusaka keluarga mereka.
Saat perlahan berjalan kedalam minimarket terlihat tengoku mulai bergetar kencang dan itu artinya ada iblis yang kuat, secepat kilat kapten Hideaki menghunus tengoku untuk memblok serangan yang datang padanya.
Dan ternyata yang menyerangnya adalah leader dan adiram dan mereka pula yang menghisap energi kehidupan dari orang-orang tak berdosa. Saat masih menahan serangan dari leader tiba-tiba adiram menyerang dari belakang syukurnya karena refleks yang bagus kapten Hideaki berhasil menghindar.
"Dua lawan satu?" ujar leader setelah berdiri didekat adiram.
"Terserah. Pada akhirnya aku yang akan menang" jawab kapten Hideaki dan perkataannya membuat mereka berdua kesal.
Tanpa berlama-lama lagi adiram dan leader mulai menyerang karena tempat yang sempit kapten Hideaki membawa mereka keluar minimarket untuk bertarung di jalan.
"Lihat itu!" ujar Mitsuhiro saat melihat kapten Hideaki dikejar adiram dan leader.
"Bagaimana ini? Apa kita harus bantu?" tanya Akane.
.
.
.
.
.
.
Pertarungan yang terjadi ditengah jalan ini membuat orang-orang disekitar malah menonton dan merekam kejadian ini padahal sangat beresiko akan terluka.
Meski dikeroyok tapi kapten Hideaki masih dapat mengimbangi mereka berdua bahkan dapat memberikan beberapa luka meski tidak fatal, saat ada kesempatan kapten Hideaki mengeluarkan kartunya dan kartu itu berubah menjadi sarung tangan hitam sebelah kiri.
Lalu kapten Hideaki menyambut pukulan dari adiram dengan pukulan juga, saat saling berhantaman seketika tangan adiram meledak.
"Sarung tangan itu..."
"Benar apapun yang disentuh dengan sarung tangan ini akan hancur" jelas kapten Hideaki.
Setelah tangan kanan adiram kembali tumbuh, iya dan leader mulai memanaskan pertarungan ini dengan menggunakan teknik gabungan.
Yaitu memunculkan beberapa tangan raksasa dari dalam tamah.
"Teknik penaklukkan! Api penyucian!" ujar kapten Hideaki lalu memasang kuda-kuda, saat itu juga pedang tengoku mengeluarkan kobaran api dengan warna yang merah meroan.
Saat sedikit lagi tangan-tangan itu akan menyentuh kapten Hideaki, dalam sekejap kata kapten Hideaki melesat bahkan dirinya berhasil melintas di antara leader dan adrima.
Dan bom... Tangan-tangan itu begitu juga adiram dan leader dimakan api yang berkobar hebat bahkan terlihat luka tebasan di tubuh mereka berdua. Api itu terus berkobar membakar tangan-tangan raksasa itu, sampai akhirnya hilang karena adiram dan leader menggunakan mode angel mereka.
Terlihat bentuk mode angel adiram, bersayap hitam yang hitam, kepala yang ditutupi lain hitam jadi seperti tudung, lain hitam yang mengelilingi pinggang sampai mata kaki, dan sebuah cambuk yang sangat panjang dari kebanyakan cambuk biasa.
"Hoh jadi ini mode angel yang terkenal itu. Baiklah tengoku kau siapkan" gumam kapten Hideaki lalu melihat kearah pedang tengoku.
Kemudian bilang pedang tengoku berubah warna menjadi merah gelap tapi perubahan ini bukan disebabkan dari teknik pembakaran jiwa namun dari faktor lain.
Untuk beberapa saat mereka saling menatap sampai akhirnya pertarungan kembali dimulai, pertarungan yang kedua ini menimbulkan banyak kerusakan fasilitas umum, karena daya serang dari mereka bertiga yang meningkat.
Saat sedang tengoku berhasil memberikan luka meski kecil tapi luka itu terlihat tidak sembuh malah leader merasakan rasa sakit yang luar biasa meski itu hanya luka kecil.
"Apa kalian tidak pernah mendengar legenda pedang onigoro-tai tengoku?" tanya kapten Hideaki saat berada di jarak aman dengan leader dan adiram.
Legenda yang dimaksud kapten Hideaki adalah kisah tentang seorang penakluk iblis berumur 16tahun bersama siluman rubah yang menjadi rekannya, Pedang tengoku sudah memenggal berbagai jeni iblis bahkan raja iblis reburu dan bawahnya sudah dipenggal habis.
Dan era kejayaan sang penakluk iblis perlahan memudar karena ia tewas beberapa minggu setelah, pedang tengoku pun dirasakan kepada sahabatnya yaitu leluhur dari keluarga kapten Hideaki, pedang tengoku pun terus dijaga dan selalu dipoles agar menjaga ketajamannya yang luar biasa sampai akhirnya di pegang kapten Hideaki.
Keunikan dari pedang satu ini adalah memiliki pikiran sendiri, dan memiliki sifat pemilih bahkan saat mencari tuan baru tengoku malah tidak menemukannya selama beratus-ratus tahun karena sifat pilih-pilihnya itu sampai akhirnya ia memilih kapten Hideaki sebagai tuannya.
Jika tengoku tidak menyukai seseorang maka orang itu tidak akan pernah bisa mengangkat bahkan menggeserkan tengoku dari tempatnya, tapi sebaliknya jika tengoku sudah menyukai seseorang dirinya yang malah akan mendatangi orang tersebut kemana pun perginya.
Selain itu bahan yang digunakan untuk membuat pedang tengoku tidak pernah terindentifikasi sampai sekarang karena material pembuatannya seperti tidak ada di dunia ini, saking tajam dan kuatnya tengoku sebuah batu dapat dibelahnya dengan begitu rapih dan tanpa hambatan sedikit pun.
Alasan kenapa bilah pedangnya menjadi merah gelap karena itu tandanya tengoku sedang bersemangat. Dan jika sudah bersemangat itu artinya hidup iblis yang di lawannya tinggal beberapa saat lagi.