
"Uhk... Astaga hampir saja" ucap kapten fukushima setelah berhasil menghindari serangan adron, meski sedikit rambutnya ada yang kepotong.
Dari dua arah yang perlawanan, mereka berdua menyerang secara bergiliran dan membuat adron terlihat mulai kewalahan menghadapi mereka sbeedua.
Saat kapten tadaoki menemukan kesempatan untuk menyerang bagian leher, tapi adron terlebih dulu memukul mundur kapten tadaoki. Begitu juga dengan kapten fukushima.
Mereka sekarang sedang megambail jarak satu ama lain, ketika itu adron memindahkan perhatiannya ke arah Yamato dalam hatinya ia berkata.
"Mengapa mereka membawa anak itu kemari? Apa mereka tidak mengetahui tentang anak itu dan mata raja azir? apa sebenarnya tujuan mereka?"
Baru saja berbalik adron di kejutkan dengan sebuah pukulan dari kapten tadaoki yang melayang kearahnya, karena tidak sempat menghindar pukulan itu pun berhasil menghempaskannya. Dan membentur beberapa meja.
Dari dalam tumpukan meja yang menimbunnya adron kembali melesat melancarkan serangannya, beberapa kali iya menyerang dan membuat kedua kapten itu mendapatkan beberapa luka.
Bergegas iya meninggalkan mereka berdua dan berfokus menyerang Yamato untuk mengambil mata raja azir.
Namun kapten fukushima melepaskan pedangnya tapi adron berhasil menghindari pedang itu, sebelum pedang tersebut melewatinya kapten fukushima berbindah tempat dengan sangat cepat.
Iya langsung menangkap pedang itu kemudian mengayunkannya ke arah adron membuatnya tidak ke buru menghindar, dan terpaksa adron harus membelokkan serangan itu.
Dan mengorbankan lengan kanannya, meski lengan itu kembali tumbuh dengan cepat.
Yamato yang sedang melihat di buat khawatir karena takut akan kembali melihat seseorang yang tiada karena mencoba melindungi dirinya, sama seperti yang di lakukan mendiang kapten terumoto.
Beberapa kali Yamato terus menarik nafas panjang untuk membantu mengontrol emosinya, sampai akhirnya kedua kapten itu berhasil terluka di bagian perut meski tidak fatal tapi lukanya cukup parah.
Beberapa tetes darah jatuh ke lantai, melihat itu emosi Yamato mulai tidak terkontrol membuat ryuu langsung menjauh.
Dan dalam sekejap mata suasana di sekitar Yamato berubah, dalam pengelihatannya ia melihat dirinya sedang berdiri di hamparan tengkorak manusia dan di depannya terdapat sebuah gundukan tengkorak manusia.
"Halo teman kecil!" ucap seseorang dengan suara yang begitu berat duduk di puncak.
Orang itu duduk santai di atas banyaknya tengkorak manusia, dan memakai jubah hitam lengkap dengan penutup kepala.
"Siapa kau?" tanya Yamato pada sosok tersebut.
Sosok itu pun terlihat tersenyum dan menjawab pertanyaan yang di berikan oleh Yamato
"Aku adalah kau dan kau adalah aku" jawabnya lalu membuka penutup kepala yang menutupinya.
Yamato di buat terkejut saat melihat wajah dari orang itu karena Yamato melihat dirinya sendiri, namun dirinya yang itu berambut putih bersih dan mata merah darah.
Dalam satu kedipan mata orang itu menghilang dan muncul tepat di belakang Yamato, ingin menjauh tapi kedua kaki Yamato tidak bisa di gerakan.
"Aku lah raja dari segala raja, dan akhir dari segalanya, Azir!!" jelas orang itu.
Dan ternyata iya adalah raja azir yang mengambil wujud Yamato karena iya tidak memiliki bentuk fisik, lalu cahaya dan kegelapan pun saling berdampingan.
Tempat mereka berdiri saat ini Terbagi menjadi dua, di satu sisi di sinari cahaya matahari yang hangat dan di sisi lain di sinsri cahaya bulan purnama.
Dan mereka berdua berdiri di antara dua hal tersebut, raja azir memberitahu Yamato kalau dirinya akan membantu mengalahkan adron dengan Alasan tidak menyukainya saja.
Yamato menolak menawarkan yang di berikan azir kepadanya dan mencurigainya kalau iya hanya ingin mengambil alih tubuh Yamato untuk selamanya.
"Diam dasar cerewet" ucap azir yang mulai mengendalikan Yamato.
Ryuu yang melihat Yamato mulai di kendalikan tidak bisa berbuat apa-apa ia hanya bisa menunggu sampai azir kehilangan kendali atas Yamato, karena azir akan cepat kehilangan energi saat mengendalikan tubuh manusia.
Terlebih lagi ia akan terus di tekan oleh Yamato agar melepaskan kendalinya.
Kapten tadaoki dan fukushima langsung berhenti untuk menyerang karena bagian mereka sudah selesai.
.
.
.
.
Flashback.....................
Pada saat itu kapten tadaoki dan kapten fukushima di panggil ke ruangan jenderal morisawa untuk membicarakan beberapa hal.
Sesampainya di sana, mereka berdua langsung bertanya untuk apa memanggil mereka dan jenderal morisawa pun menjawab.
"Untuk menyingkirkan adron" jawab Jendera morisawa.
Jawaban itu membuat mereka berdua terkejut, mengingat adrin yang sudah membunuh kapten terumoto sebelumnya.
"Aku mendapatkan informasi kalau azreal selalu ada di hotel kasino, jadi aku ingin kalian pergi untuk memurnikannya dan bawah juga Yamato"
"Yamato? Untuk apa? Kami berdua sudah cukup untuk memurnikannya, terlebih Yamato belum memiliki pengalaman dan kemampuan yang cukup" jawab kapten tadaoki.
"Aku tau kalian berdua sudah cukup untuk memurnikan azreal tapi kita juga harus mulai melatih Yamato untuk memurnikan raja azir" jawab Jendera morisawa.
"Kalian berdua hanya bertugas untuk memancing Yamato marah dan itu akan membuat azir lebih mudah mengendalikannya, setelah kemunculan pertama, Yamato akan mulai berlatih memurnikan raja azir"lanjut jenderal morisawa.
Setelah mendapatkan arahan mereka berdua pun pergi untuk bersiap-siap dan mencari Yamato.
and flashback.....................
.
.
.
.
Adron yang menyadari bahwa yang sedang iya lawan bukanlah mahkluk sembarang membua dirinya begitu kewalahan, bahkan tidak ada kesempatan bagi azreal untuk mengambil jarak.
"Jadi mereka mengunakan azir untuk mengalahkan ku? Jadi ini rasanya di dekati kematian" batin adron yang kembali bersiap untuk menyambut serangan berikutnya dari azir.
Serangan demi serangan membuat adron tidak dapat berkutik, iya mulai terlihat kewalahan menghadapi sang rajanya para raja itu, sampai akhirnya ketika adron akan kalah azir berhenti menyerang dan memberitahu sesuatu.
"Ini menyenangkan tapi sayangnya aku tidak bisa membunuh mahkluk hidup jadi sisanya ku serahkan pada dua badut itu" ujar azir lalu melepaskan kendalinya atas yamato, dan Yamato pun pingsan.
Mendengar itu, adron meminta kapten tadaoki dan kapten fukushima untuk mengakhirinya karena iya merasa sudah kalah dalam segala hal. Sesuai permintaan mereka berdua bergegas untuk memurnikan azreal dengan teknik senjata terkutuk masing-masing.
Kepala adeon pun terjatuh ke lantai, di saat-saat terakhirnya adron menyebutkan satu nama yang membuatnya tersenyum sambil meminta maaf.
"Oswin, maaf sudah mengecewakanmu, sekarang kita bisa bersama selamanya" lalu adron di buat terkejut karena ia melihat seorang wanita cantik merangkul kepalanya sambil tersenyum.
Hal tersebut hanya di lihat dan di rasakan adron, dengan kedua mata yang terpejam ia merasakan hangatnya dari pelukan wanita yang bernama oswin itu, sampai akhirnya adron menjadi debu.