
Seiring berjalannya waktu, prosesnya hyakki yagyo berhasil dikontrol dan lambat laun situasi berpihak pada polisi exorcist.
"Rencana mereka, memotong setiap barisan diluar perhitungan" ujar lucifer yang melihat dia atap sebuah gedung.
"Kita mulai masuk ke bagian ke-2" lanjut lucifer lalu melihat kearah zion dan yang lainnya.
Mereka semua pun, terlihat paham dengan apa yang dimaksud oleh lucifer.
Berapa menit kemudian suara drum taiko terdengar semakin keras, hal itu membuat jumlah iblis yang muncul hampir tidak terkontrol lagi.
"Disivi 2 dan 4! Segera berotasi dan bantu divisi 12!" sesuai komando yang diberikan kedua divisi itu mulai berpindah ketempat disvisi 12 berada.
Ternyata para bangsawan terkutuk juga ambil bagian dalam parade ini, mereka bertujuh berada di area divisi 5,3,8,10,9,13, dan 2.
Mereka menerobos blokade yang sudah di siapkan oleh para exorcist. Mereka bertujuh berhasil mengacak-ngacak pormasi beberapa divisi. Korban yang terluka mulai bermunculan.
"Aku akan mengurus drystan, kalian tetap dalam posisi masing-masing!" ujar kapten Maeda pada kapten asano yang ada didekatnya lalu bergegas untuk menghentikan drystan
.
.
"Apa yang sedang terjadi disana yah?" tanya Yamato yang memikirkan keadaan di Kyoto.
"Entah tapi harap-harap mereka semua pulang dengan selamat" sahut Masaru.
Tidak lama kemudian, ryuu datang salam wujud manusianya. Saat Yamato melemparkan pertanyaan ryuu tidak menjawab dan hanya menundukkan kepalanya.
"Semuanya maaf" ucap ryuu lalu dengan cepat menarik Yamato dan memasukkannya ke dalam kamar asrama.
Semua orang terkejud melihat hal itu, Yamato mencoba keluar namun pintu itu sudah di beri mantra pengikat agar Yamato tidak bisa keluar.
"Muncul dari dalam kegelapan lebih gelap dari kegelapan, menyembunyikan kebenaran. Singkirkan segala sesuatu dan murnikan" ujar ryuu dan sebuah kubah hitam yang menutupi seluruh markas pusat muncul.
Mengurang mereka semua didalam sana, pedang jarum yang sering di gunakan ryuu muncul. Dan dengan wajah datar ia berjalan perlahan mendekati Masaru dan yang lain.
Ryuu pun menjentikkan jarinya, dan senjata milik mereka semua muncul.
"Ambillah" ucap ryuu yang berhenti berjalan.
"Oi.. ! Apa kau sudah gila?" teria Yamato dari dalam kamar asrama.
"Yamato! Ingat baik-baik jangan pernah percaya pada iblis" jawab ryuu kemudian terlebih dahulu menyerang.
.
.
Dari arah atas kapten Maeda menyerang drystan, dan mereka berdua saling beradu senjata.
Tidak seperti yang lain, mereka berdua tidak banyak bicara daan fokus pada pertarungan. Anggota divisi 10 yang ada langsung mundur bersama anggota yang terluka.
Pertarungan diantara mereka berdua terlibat begitu seimbang, masih belum ada yang terluka, drystan yang tau kalau tugasnya sudah selesai langsung pergi dari sana.
"Kenapa mereka semua pergi?" tanya jendral morisawa dan jendral lainnya saat melihat parade tiba-tiba saja selesai tanpa sebab.
"Tunggu dulu! Gawat! Kita tertipu semua segera kembali ke markas pusat!!!".
.
.
"Betapa naifnya mereka, meninggalkan markas pusat tanpa perlindungan. Mereka tidak sadar jika ini hanyalah umpan" ujar lucifer yang masih berada di atap gedung melihat semua polisi exorcist bergegas kembali ke markas pusat.
"Bisa-bisanya dia membunuh kaloon, kesombongannya akan memberikan tamparan keras" lanjut lucifer dengan tersenyum tipis penuh kelicikan.
.
.
Tidak ada serangan yang gagal, setiap serangan yang ryuu lacarkan berhasil menorehkan luka yang cukup serius untuk mereka. Namun tidak untuk tadeo.
Setiap luka yang ia dapatkan, akan kembali sembuh dalam waktu singkat karena dia memiliki darah campuran antara iblis dan manusia. Karena itu ryuu mengunakan cara yang sama agar tidak kerepotan menghadapi tadeo.
Yaitu dengan cara yang sama dengan yang pernah ia lakukan pada El silbon. Namun ini hanya untuk mengunci pergerakan tadeo saja tidak sampai membunuhnya.
"Jangan bergerak, tetap disitu aku akan kembali nanti" ujar ryuu setelah membuat tadeo tidak berdaya.
Beberapa menit kemudian, pekerjaannya selesai Masaru dan yang lain sudah terkapar bersimbah darah, kecuali tadeo yang masih terikat oleh benang sutra milik ryuu.
Dengan santai ryuu berjalan lewati, teman-temannya yang sudah terkapar tapi taba-tiba tangan Mitsuhiro menghentikan langkah kaki kirinya.
"Lepaskan!" ucap ryuu yang tidak melihat sedikitpun kebawah.
Dan hal yang tidak terduga terjadi, tiba-tiba saja ryuu muntah darah dalam jumlah yang sangat banyak. Ia terus batuk memuntahkan darah, sampai akhirnya menyadari sesuatu.
Inu terjadi akibat sumpah yang pernah ia buat didepan Yamato mulai menggerogoti tubuhnya, sebagai hukuman karena melanggar sumpah setia.
Meski begitu ia tetap memaksakan diri karena himeno saat ini sedang berada anatar hidup dan mati, ryuu pun membuka pintu dan Yamato langsung memukulnya.
Dengan wajah yanh begitu kesal Yamato membentak ryuu, Meksi ia masih tidak percaya kalau ryuu berani mengkhianatinya. Namun ryuu tidak menjawab dan memilih memalingkan wajahnya.
Diluar kubah, terlihat semua polisi exorcis sudah sampai namun dengan adanya kubah itu membuat mereka semua tidak bisa masuk. Karena akan sulit menghancurkan kubah itu dari luar.
Beberapa menit kemudian, kubah itu pecah dan terlihat ryuu dengan membawa Yamato yang tidak sadarkan diri. Dengan mudahnya ia melewati para polisi exorcist bahkan melewati para jendral dan kapten.
Saat sejumlah polisi exorcist mengejar, ryuu langsung melemparkan beberapa jarum kecil katah mereka semua. Seketika saja para exorcist yang mengejar lumpuh.
"Jangan di kejar!!! Kita urus dia nanti, sekarang cepat bawa anak-anak ke ruang medis" ujar jendral akaza.
saat diruang perawatan, para petugas medis dibuat terkejut ketika melihat beberapa jarum kecil yang menancap di leher mereka semua. Setelah dicabut sesaat kemudian mereka semua sadar.
"Mereka hanya di lumpuhkan saja?!" ujar bub azusa yang bingung kenapa ryuu hanya melumpuhkan mereka dan tidak membunuh.
.
.
"Kita benar-benar dibodohi! Hyakki yagyo hanyalah akal-akalan mereka saja" ujar jendral akaza naoyasu yang terlihat kesal.
"Ini benar-benar di kuar pemikiran, mereka sengaja memancing kita agar meninggalkan Yamato dimarkas pusat. Tanpa ada pengamanan" sahut jendral wakisaka yasuharu.
"Segera lakukan pengejaran atau azir akan jatuh ketanah mereka"
"Jangan! Jangan lakukan itu, kita tunggu saja. Aku yakin ryuu tidak akan berani melakukan ini dia punya rencana sendiri" jawab jendral morisawa.
Dan keputusannya itu sangat di tentang keras oleh jendral akaza, sampai akhirnya jendral akaza mengalah.
.
.
Sesampainya ditempat pertemuan, yaitu disebuah gudang terbengkalai. Ryuu yang membawa Yamato langsung disambut oleh lucifer dan yang lain.
Selama berjalan menghampiri lucifer, diam-diam tanpa disadari oleh siapapun ryuu menyebarkan jarum-jarum nya dalam jumla banyak, dan menancap di dinding.
"Tunjukkan himeno lebih dulu dan akan ku serahkan azir padamu" ujar ryuu.
"Sudah ku duga kau tidak mudah dibodohi" jawab lucifer dan tidak lama kemudian himeno dibawa untuk ditukar dengan Yamato.