
"Jangan tahan dirimu" jawab Masaru yang terlihat sudah siap menyambut serangan pertama dari Yamato.
"Kau yang bilang!" ujar Yamato yang terlihat bersemangat lalu hanya dengan menggerakkan sedikit pedang susanoo Yamato langsung melesat cepat bahkan kecepatan Yamato melebihi satu kedipan mata, dan telah berada tepat dibelakang Masaru.
Meksi sangat diuntungkan tapi dalam strategi Yamato sangat ketinggalan jauh dari Masaru, secepat apapun dirinya tetap saja Masaru masih bisa mengantisipasi serangan yang datang padanya.
"?!" melihat Masaru dapat menghalangi serangannya membuat Yamato agak terkejut, dengan gerakan yang cepat Masaru langsung membelokkan serangan dari Yamato yang sedang ditahannya dengan pedangnya.
Kemudian membalas serangan Yamato, di detik-detik terakhir Yamato berhasil menghindari ayunan pedang dari Masaru. Saling balas serangan diantara mereka berdua terus terjadi. Orang-orang yang menonton terlihat sangat kagum dengan keahlian mereka berdua.
"Setidaknya ada kesempatan ku untuk menguji teknik baru" gumam Masaru ketika menghindari beberapa serangan dari Yamato.
"Teknik terkutuk!...."
"Apa kau serius?" tanya Yamato saat melihat Masaru akan menggunakan tekniknya.
"............, Kabut halusinasi ketakutan!" lanjut Masaru kemudian mengayunkan pedangnya kearah Yamato, ketika pedang itu diayunkan asap berwarna ungu muda mulai menyebar dengan sangat cepat.
Membuat semua orang termasuk Yamato menghirup asap tersebut, tidak butuh waktu yang lama kabut tersebut langsung menghilang begitu saja, setelah kabut hilang Yamato bahkan semua orang terlihat terdiam dengan tatapan kosong.
"Gawat! Aku lupa mengatur jumlah asapnya" gumam Masaru saat melihat bukan hanya Yamato yang terkena teknik ini melian semua orang yang ada di sekitarnya ikut terken.
Sesaat kemudian semua orang berteriak ketakutan seperti melihat sesuatu, itu disebabkan karena efek teknik ini akan membuat orang yang terkena akan berhalusinasi tentang apa yang sangat mereka takuti.
Seperti Yamato yang kini dalam pengelihatannya ia melihat banyak sekali katak dengan ukuran yang besar bagi seekor katak, melompat-lompat mendekatinya.
Atau Ayumi yang dikeliling puluhan bahkan ratusan brokoli disekitarnya.
Dan kapten asano yang kini sedang dibuat ketar-ketir karena dalam pengelihatannya ia melihat sang ibu yang terlihat begitu marah terus mengejarnya dengan membawa sendal swallow.
melihat semua orang yang sedang ketar-ketir karena melihat hal yang mereka takuti, akhirnya Masaru melepaskan teknik ini dari mereka semua. Ketika Yamato sadar dirinya sudah melihat ujung pedang Masaru berada tepat didepan hidungnya.
"Kau keterlaluan" gumam Yamato yang merasa kesal karena ulah Masaru.
"Maaf-maaf... Sebagai gantinya akan ku traktir besok" lalu Masaru memberikan tangannya membantu Yamato untuk berdiri.
Lalu semua orang mulai memberikan mereka berdua tepuk tangan yang meriah dengan senyuman diwajah.
Semenatar itu terlihat ryuu yang dalam wujud mansuainya sedang berjalan di lorong sekolah mengikuti gadis yang tadi.
Si gadis yang sadar kalau dirinya sedang diikuti oleh seseorang membuatnya takut dan memilih untuk bergegas lari, tapi ketika dirinya berbelok di persimpangan koridor. Dirinya dikejutkan karena melihat ryuu yang sedang bersandar ditembok menatapnya.
"A-apa yang kau inginkan?" tanya si gadis yang terlihat begitu ketakutan.
"Hmmmm.. Kanazawa?! Nona nyawamu sedang dal bahaya. Ada iblis yang sedang menatapmu" jelas ryuu setelah melihat nick nama yang digunakan gadis tersebut.
"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti, maaf ada yang harus ku urus" jawab si gadis yang ternyata bernama Kanazawa.
Meski ryuu ingin mengejar Kanazawa tapi ia malah memilih untuk membukakannya dan berjalan kembali pada Yamato.
.
.
.
.
.
"Terimakasih atas kunjungannya" ujar kepala sekolah.
Ketika mobil mulai bergerak keluar sekolah tidak sengaja Yamato teringat dengan kanazawa Saat itu juga dirinya meminta kapten asano untuk menghentikan mobilnya. Mendapati hal tersebut kapten asano bertanya kenapa Yamato memintanya menghentikan mobil.
Tanpa ragu Yamato langsung meminta izin pada kapten asano untuk melakukan misi.
"Hah?! Misi apa?" tanya kapten asano yang bingung dengan yang dikatakan Yamato.
"ada seorang gadis yang sedang di ganggu iblis, bukan hanya aku tapi Masaru, Ayumi, dan ryuu juga merasakannya" jelas Yamato dan yang lain ikut meyakinkan kapten asano untuk memberikannya surat izin.
"Yang di katakan Yamato benar, bukan hanya diganggu iblis dia juga mendapat perlakuan tidak baik dari teman-temannya" tambah Ayumi melihat Ayumi yang berbicara seperti itu Masaru juga ikut bicara.
"Benar-benar!" ujar Masaru yang menyemangati Yamato dan Ayumi untuk membujuk kapten asano.
"Sepertinya aku menyimpan satu surat di dalam mobil.. Tunggu sebentar.... Nah, ini dia" Kemudian kapten asano menandatangani surat tersebut.
"Jika Ada yang bertanya kalian tinggal perlihatkan surat ini" lalu kapten asano memberikan surat izin tersebut pada mereka.
Mereka semua pun turun dari dalam mobil sebelum pergi tidak lupa kapten asano memberikan nasehat pada mereka agar berhati-hati karena tidak seseorang yang berpengalaman menemani mereka.
Setelah selesai memberikan nasehat kapten asano langsung memacu mobilnya dengan sangat cepat karena ada rapat yang harus ia hadiri.
"Kita tidak bisa berpakaian mencolok seperti ini.... Benar juga.. Ayo kita pergi belajar" ujar Masaru yang malah mengajak berbelanja.
"Oi!! Kampret kenapa kau malah pergi belanja?" teriak Yamato yang melihat Masaru sudah berjalan lebih dulu.
"Sudah ikuti saja dia" sahut Ayumi kemudian berjalan menyusul Masaru. Karena tidak ada pilihan lain Yamato juga berjalan mengikuti Masaru. Jika kalian bertanya kenapa ryuu, saat ini ryuu sedang tidur dikasurnya yaitu diatas kepala Yamato.
.
.
.
.
.
Di kios baju serba 20ribu, disana mereka memilih-milih baju untuk dipake karena jika memakai seragam akan terlihat terlalu mencolok.
Yamato mengambil hoodie warga putih dan celana kain berwarna hitam, setelah itu ia memberitahu Masaru kalau dirinya akan mengambil hoodie dan celana kain.
"Aku ambil ini ya!" lalu pergi ke meja kasir.
"Hah? Kenapa malah aku yang harus membayar!"
"Mbak orang yang disebelah sana yang akan membayar ini" ujar Yamato pada penjaga kasir.
"Mau sekalian?" tanya Masaru pada Ayumi saat akan membayar miliknya ada punya Yamato.
"Tidak sudah" jawab Ayumi yang menolak tawaran Masaru dengan senyuman.
"Jangan menolak.. Mbak sekalian dengan yang ini"
Setelah beberapa menit berada di toko baju akhirnya mereka berempat termasuk ryuu yang sedang tidur berjalan keluar dengan memakai baju yang tadi dibeli disana, sementara seragam mereka disimpan didalam sebuah tas.
"Nah.. Saatnya kita untuk menunggu gadis itu pulang sekolah" ujar Masaru.
"Ternayat jadi orang baik juga perlu uang" batin Masaru saat memeriksa isi dompetnya yang hanya tersisa kartu ATM, buku tabungan, kartu identitas dan lima lembar uang.