
"Mereka sudah kembali! Sayangnya aku sama sekali tidak terkejut jika mereka kalah dengan mudah. Waktunya untuk menamatkan cerita ini" ujar jiro kemudian cincinnya memancarkan cahaya merah begitu juga dengan kedua matanya.
Yamato dan yang lainnya saat masih dalam mobil perjalanan kembali ke markas pusat tiba-tiba tersedot masuk kedalam sebuah lubang hitam, bahkan lubang hitam itu tidak memberikan mereka waktu untuk berteriak.
Kemudian mereka semua di keluarkan disebuah dimensi yang penuh dengan bebatuan runcing, sayangnya mereka tidak di keluarkan di tempat yang sama melainkan berbeda tempat namun masih satu dimensi.
"Apa ini? Ryuu apa kau ..." sayangnya Yamato baru sadar kalau ryuu tidak ikut terbawa masuk dengannya.
"Rupanya ini masih belum selesai" ujar Masaru yang berdiri semakin dekat dengan Ayumi semata-mata untuk melindunginya.
"Tempat ini menyeramkan" gumam Ayumi.
"Oiii..... Kau tau aku sedang buru-buru tahu. Bisa-bisa aku yang membersihkan kamar mandi" teriak Mitsuhiro namun tidak ada yang memjawabnya.
"Aku serasa di permainan" gumam Akane kemudian mulai berjalan perlahan.
"............. Huh. Yasudah mau bagai mana lagi" gumam yuzuru kemudian duduk gabut di tanah.
"yaelah. Kenapa sih gak langsung aja, kenapa harus bertahap kaya gini?" tanya Marika kepada authornya.
".............." matsuya hanya terdiam tak mengatakan apapun selain ia berkedip.
"Gawat! Aku mau buang air kecil" gumam tadeo lalu meliha ke sekeliling, dirasa tidak ada orang ia mulai berjalan kebalik sebuah batu besar. Lalu membuang limbah di situ.
Lalu tujuh sosok yang sama kembali dibangkitkan oleh jiro dari kematian mereka namun kali ini dengan wujud yang lebih sangar dari sebelumnya dan kali ini mereka adalah iblis sejati.
Mereka bertujuh mulai memberikan penghormatan pada jiro lalu masuk kedalam dimensi yang sama dengan Yamato dan yang lainnya, sementara jiro akan mempermainkan mereka semua yang ada di dalam dimensinya seperti mainan.
mereka bertujuh pun mendatangi orang yang telah membunuh mereka, dan hal itu membuat Yamato dan yang lainnya terkejut melihat mereka kembali padahal sudah mereka kalahkan sebelumnya.
"Oi setan azab, kenapa kau belum mati?" teriak Yamato pada iblis itu.
"Diam kau bocah kampret!" bentak si iblis.
"Disini kami bertujuh akan menghabisi kalian, kebetulan sekali aura spiritual mu terlihat melemah" lanjut iblis itu kemudian tersenyum.
"Diam kau dasar mulut bau azab" jawab Yamato kemudian memasang kuda-kudanya untuk bersiap siaga.
"Kita mulai" ucap si iblis kemudian mulai bergerak menyerang dengan tangannya yang berubah menjadi pedang.
Hanya dengan satu benturan saja telah berhasil menghancurkan kuda-kuda yang di lakukan Yamato dan hal tersebut juga membuat dirinya terkejut kenapa bisa jadi seperti ini. Padahal diawal lawannya itu tidak sekuat sekarang.
namun itu tidak menggetarkan Yamato, meski tidak diberi kesempatan untuk membalas serangan ia tetap bisa menahan beberapa serangan yang datang sampai akhirnya kedua tangannya Kehilangan tenaganya.
"Gawat! Tenaga ku mulai hilang" batin Yamato yang mencoba mengangkat pedangnya tapi hal itu sangat sulit.
"Cih. Mau bagai mana lagi, aku harus mengulur waktu" gumam Yamato kemudian menggigit pedangnys itu dengan mulu kemudian kembali berdiri.
Melihat iblis itu kembali menyerang saat itu juga sebuah ide terlintas dipikirannya, bergegas Yamato menendang tanah kearah wajah si iblis dan semua tanah yang di tendang Yamato masuk kedalam kedua mata iblis itu.
Bergegas ia mencari tempat yang aman untuk mengumpulkan tenaga setidaknya dapat menggerakkan kedua tangannya seperti biasa.
"Meski bisa di gerakan tapi tangan ku tidak kuat mengangkat pedang" gumam Yamato yang mencoba mengistirahatkan tubuhnya.
Syukurnya Yamato mendapatkan waktu cukup lama untuk istirahat dan mengembalikan tenaganya, disaat bersamaan akhirnya tempat persembunyian Yamato berhasil di temukan.
Karena itu mereka berdua kembali saling jual beli serangan, sebisa mungkin Yamato melancarkan serangan walau tidak kena tapi malah sebaliknya Yamato yang beberapa kali terkena dan mendapatkan luka sedang.
Saat mengambil jarak aman, Yamato meliha darahnya mulai menetes ketanah. Melihat situasi yang sangat tidak menguntungkan membuat Yamato harus berpikir bagai mana cara mengalahkan iblis itu.
Jika dia menggunakan teknik tahap pertama sama saja dengan menghabiskan sebuah tenaga yang di milikinya saat ini, lagi pula tidak menutup kemungkinan jika iblis itu bisa mengatasi tekniknya karena ia pernah dikalahkan menggunakan teknik itu.
Di saat sedang berpikir Yamato di kejurkan oleh serangan iblis itu dan serangannya berhasil menembus peruur Yamato namun untungnya bukan di area fital, tapi tetap saja itu terasa sakit.
"Argh...."
Iblis itu pun mendorong Yamato dengan kakinya membuat ia terjatuh ke tanah.
"Luka ku tidak menutup? Tidak seperti biasanya. Apa karena azir sudah di segel jadi kemampuan regenerasinya tidak menular pada ku?" batin Yamato saat terbaring tanah.
Dengan tenaga yang tersisa Yamato mulai bangun dengan tangan kirinya ia mencoba menutupi luka itu agar tidak terlalu banyak darah yang keluar.
"Hahah.. Mati kau bocah" teriak iblis itu setelah tertawa kecil, kemudian kembali menyerang.
"Tidak ada jalan lagi kalau begitu" gumam Yamato lalu memasang ancang-ancang, membuat iblis itu sedikit terkejut.
"Teknik terkutuk! Gerhana matahari cincin! Tahap kedua! Lingkaran matahari!" teriak Yamato.
Dan pedangnya mulai memanas juga memerah karena itu si iblis menghentikan serangannya, merasakan hawa panas yang tidak biasa membuatnya sangat terkejut.
"Apa-apaan ini? Hawa panasnya melebihi sebelumnya. Dia sudah gila yah?" batin si iblis.
Bukan hanya mulai memerah pedang Yamato mulai mengeluarkan asap. kemudian dengan sekuat mungkin Yamato mulai mengayunkan pedangnya dan mendapatkan lingkaran api yang dengan cepat membesar.
"Gawat!" ucap si iblis kemudian menahan serangan itu tapi dengan mudah kedua tangannya terpotong namun dirinya berhasil menghindar.
Tidak berhenti di situ, Yamato kembali mengayunkan pedangnya melepaskan lingkaran api yang terus membesar dan itu sangat sulit untuk di hindari bahkan bebatuan saja terbelah olehnya.
Karan terlalu memaksakan diri dan dirinya sudah mencapai batas membuat Yamato mulai memuntahkan darah tapi itu tidak menghentikannya untuk meneruskan serangan.
Bergegas Yamato mulai bergerak mendekati iblis itu namun iya masih bisa menghindari serangan yang datang.
Setelah beberapa kali percobaan akhirnya Yamato berhasil melumpuhkan iblis itu dengan cara memotong kedua kakinya.
"aku akhiri ini......!!" teriak Yamato lalu menebas kepala iblis itu dengan lingkaran apinya.
Saking kuatnya serangan lingkaran api ini bahkan saat memotong leher si iblis tanah yang ada dibawahnya ikut tertebas juga bukan hanya itu hawa panas dari pedang Yamato ikut dirasakan oleh yang lain.
Mereka Mulai penasaran dengan hawa panas yang bergejolak itu datang dari mana. Jika meraka diberitahu hanya dengan kata-kata kalau Yamato yang melepaskan aura sepanas itu maka mereka tidak akan mempercayainya sebelum meliha sendiri.
"Aku berhasil... Tapi Pandangan ku ..... Pandangan ku mulai buram .." gumam Yamato dengan suara yang melas berjalan sempoyongan kemudian tersungkur tidak sadarkan diri.