The Exorcist

The Exorcist
Pertolongan dari belial sang blood controller



Syukurnya pertarungan kali ini tidak berlangsung lama namun hanya beberapa menit saja, setelah selesai mereka semua mulai mengistirahatkan tubuh untuk memulihkan energi yang telah di gunakan.


Tidak lama kemudian mereka semua melihat pintu rumah itu terbuka dan terlihat jiro yang berjalan keluar seorang diri. Tiba-tiba saya iya meluapkan semua kekesalannya atas kematian sang ayah yaitu kurohide walaupun matsuya dan yang lainnya tidak mengerti apa yang di katakan jiro.


Aura merah yang begitu kental mulai mengelilingi jiro, melihat hak tersebut membuat matsuya dan yang lainnya mulai waspada. Sebelum jiro melakukan sesuatu yang tidak diinginkan Akane terlebih dahulu menyerang dengan kombinasi topeng, air, api, petir, dan angin.


Namun tidak disangka aura yang mengelilingi jiro berhasil menahan serangan tersebut dengan sangat mudah, melihat serangan semua itu gagal membuat mereka semua harus meundur karena tidak mungkin dapat menang meski menyerang secara bersamaan.


Tapi saat akan bergegas pergi sebuah penghalang muncul seperti kubah yang menutupi jalan mereka untuk keluar, situasi, stamina, dan kemampuan, tiga hal tersebut adalah keterbatasan yang harus di atasi oleh mereka semua dalam melawan jiro yang termakan rasa dendamnya.


.


.


.


.


.


.


"Menurutmu siapa yang akan menang?" tanya leviethan yang berdiri di atap sebuah bangunan.


"Aku tidak peduli" jawab belial yang benar-benar tidak peduli dengan semua hal yang ada didepannya saat ini.


"Hei. Hei, coba lihat anak itu. Dia bisa memakai teknik seni darah iblis sepertimu" ujar leviethan yang terlihat terkejut karena itu juga beberapa kali iya terus menepuk pundak belial.


"Sudah cukup. Hmmm? Kalau begitu kita lihat semahir apa dia" bentak belial kemudian sedikit menyayat telapak tangannya, kemudian darahnya mulai berkumpul membentuk sebuah jarum.


Lalu belial melepaskan jarum darah itu menembus kubah yang di buat jiro dan menembus masuk kedalam kelapa tadeo. Karena serangan itu di kepala tadeo terdapat sebuah lubang dan karena itu pula ia jatuh ketanah.


"Tadeo!" teriak teman-temannya kecuali matsuya saat melihat tadeo jatuh secara tiba-tiba.


Tapi syukurnya tadeo kembali bangkit dan luka di kepalanya mulai sembuh.


"Aku baik-baik saja" jawab tadeo kemudian kembali membuat senjata dengan darahnya sendiri.


Melihat itu belial terlihat mengerutkan keningnya Karena keheranan, lalu dirinya menarik tangan leviethan dan meneteskan darahnya pada tangan leviethan.


Dalam sekejap darah itu membuat tangan leviethan mendapat luka bakar yang begitu parah bahkan sampai tembus kebawa. Meski rasanya amat tapi leviethan membalasnya dengan tamparan santuy.


"Apa kau gila apa hah? Untuk apa itu? Kau ingin aku keracunan darahmu lagi? Dasar saudara berengsek! Kau ingin membunuh saudaramu sendiri. Aku tidak akan membuatkan mu sushi nanti malam!" teriak leviethan setelah menampar wajah belial.


Meski begitu belial tidak mendengar semua yang dikatakan leviethan, iya malah terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Kali ini aku akan menggagalkan rencana lucifer" gumam belial lalu berjalan ke ujung atap.


"Tu-tunggu! Apa yang kau katakan barusan? Bisa-bisa lucifer memarahimu" sahut leviethan yang melarang belial untuk melakukan niatnya itu.


"Peduli apa aku dengannya" jawab belial.


----------------------


"Hacuh.....! yaampun sepertinya ada yang sedang membicarakan diriku" ujar lucifer yang sedang bersama akito dan yang lainnya.


---------------------


"Dia benar-benar tidak dapat disentuh apa lagi didekati" gumam Masaru yang melihat situasi sangat tidak bagus bagi dirinya dan teman-temannya.


Serangan yang mereka lakukan bagaikan telur yang menabrak sebuah batu, tak ada satu pun serangan yang dapat menembus pertahanan yang di buat jiro malah sebaliknya mereka dibuat tidak berdaya didepan kekuatan yang di gunakan jiro.


Selama melakukan perlawanan satu-persatu luka mulai mereka dapatkan, meski topeng penyembuhan Akane dapat mengobati segala luka tapi topeng itu juga punya batasan, dalam artian mereka harus bergiliran saat ingin mengobati luka.


Kerena Akane tidak memiliki perlindungan lagi, ia dijadikan target serangan jiro meski bisa menghindari serangan pertama tapi untuk yang kedua Akane tidak sempat untuk menghindar.


Tapi syukurnya tadeo mengorbankan dirinya untuk melindungi Akane dari serangan jiro.


"Ta-tadeo?!" gumam Akane yang terkejut meliha tadeo mengorbankan dirinya.


Tanpa menjawab tadeo langsung menarik tangan Akane kemudian membawanya ketempat yang aman. Ketika itu luka tadeo mulai sembuh dan membuat Akane menjadi lebih tenang.


"Akan ku habisi kalian sampai keakar-akarnya" teriak jiro lalu aura yang keluar dari cincinnya semakin kuat dan kental.


Luapan aura tersebut bahkan hampir membuat mereka terhempas, tidak lama kemudian sejumlah gelombang sabit mulai bermunculan bergerak menyerang kearah mereka semua.


Serangan ini membuat mereka semua begitu kewalahan dan sangat terdesak sementara jiro hanya berdiri diam dan terus spam gelombang sabit sebanyak-banyaknya.


Saat ini mstsuya dan yang lainnya benar-benar dibuat babak belur, mereka semua terlihat sudah tidak berdaya lagi karena kehabisan tenaga. Dan keputus asaan pun mulai menyerang antara menyerang dan kembali melawan keduanya adalah hal yang berat untuk dilakukan.


"Maaf lucifer tapi aku akan mengacaukan rencanamu lagi" gumam belial yang berdiri didepan kubah kemudian mengarhakn telapak tangannya kearah jiro.


Kemudian belial langsung mengepalkan tangannya itu dan disaat yang sama pula kepala jiro hancur tak bersisa. Membuat matsuya dan yang lain sangat terkejut dengan apa baru saja terjadi didepan mata mereka.


Untuk sesaat serangan gelombang sabit Yang di spam jiro berhenti tapi anehnya bukannya jatuh setelah kelasnya dihancurkan belial, tubuh jiro masih berdiri tegap tidak lama kemudian cincin itu kembali bercahaya mengeluarkan auranya, aura itu mulai berkumpul di dan membentuk kembali kepala jiro yang hancur.


"Apa-apaan ini?" gumam Mitsuhiro yang masih terkejut dengan yang terjadi.


"Kalian akan benar-benar mati saat ini juga!" teriak jiro kemudian mengumpulkan semua aura yang di spam cincin itu.


Disaat mengumpulkan energi tiba-tiba jiro memuntahkan darah, kita tau sendiri kalau cincin itu merubah energi kehidupan menjadi aura yang sangat besar dan kini energi kehidupan jiro sedang dikuras oleh cincin oper power itu.


Aura yang sudah terkumpul beitu besar dan kuat mulai di padatkan menjadi sebesar kelereng, meski ukurannya kecil tapi bola energi sekecil semangat hidup kalian itu dapat menghancurkan lima gedung dalam waktu bersamaan.


"Teman-teman aku sudah memaafkan semua kesalahan kalian pada ku selama ini" ujar Mitsuhiro pada yang lain denga wajah sedih.


"jangan ngadi-ngadi!" bentak akan, yuzuru, dan Marika yang secara bersamaan memukul kepala Mitsuhiro.


"Rupanya dia sengaja membuat kita melawan 7 iblis itu agar kita kehabisan tenaga saat melawannya" jelas Masaru yang menyadari rencana jiro.


"Sudah terlambat kau menyadari hal yang tak penting seperti itu. Kini ajal kalian telah kita" sahur jiro yang sudah selesai memadatkan bola energinya.


"Membusuklah di neraka" lanjutnya kemudian melepaskan bola energi tersebut.


Bola energi itu melesat begitu cepat namun tiba-tiba belial muncul dengan tangan yang berdarah. Belial pun menahan bola energi itu dengan darahnga yang keluar dari telapak tangannya.


Perlahan darah belial mulai melahap bola energi itu sampai hilang begitu saja, bukan hilang tapi diserap oleh belial.


"nak. Apa lucifer tidak memberi tahu mu tentang cincin itu?" tanya belial.


"Apa peduli ku? Yang penting dendam ku terbalaskan" jawab jiro.


.


.


.


.


.


.


"wah-wah dia benar-benar melakukannya" ujar leviethan yang duduk di tepi atap gedung yang sama.