The Exorcist

The Exorcist
Si bartender



Malam hari penuh bintang, terlihat lucifer sedang berjalan masuk kedalam sebuah bar, di sana terlihat ada beberapa orang yang sedang minum.


Setelah duduk, seorang pria berambut  putih bersih dan iya adalah orang yanv pernah bertemu denga Yamato saat di festival waktu itu, iya mulai memberikan segelas minuman untuk menyambut kedatangan lucifer.


Pria yang ada duduk di sampingnya terlihat sudah banyak minum, sampai iya bernyanyi tidak jelas seperti orang gila dan menggangu pelanggan lain.


"Tuan jika anda sudah banyak minum sebaiknya anda pulang dan beristirahat, saya tidak mau anda mengganggu pengunjung lain" ujar pria berambut putih itu yang terlihat begitu tenang sambil membersihkan sebuah gelas.


Tapi orang itu seperti tidak mendengarkan saran yang di berikan olehnya dan terus mengganggu pengunjung lain.


"Saya mohon dan berhenti" lanjutnya lalu meletakkan gelas yang sudah selesai di lap.


Sama seperti sebelumnya orang itu tidak mendengarkan sampai akhirnya, lucifer menendangnya dari belakang sampai tersungkur ke lantai.


"Oi apa masalahmu?".


"Kaulah masalahnya" jawab lucifer lalu menatap orang itu dengan tajam.


Tapi saat mereka berdua akan membuat keributan, si bartender menepuk pundak pria mabuk itu dan berkata kepadanya.


"Tuan anda sebaiknya pulang, jangan membuat keributan dan anda juga mohon jangan buat kerusuhan" ujar si bartender setelah membukakan pintu.


Setelah pria mabuk itu pergi, keadaan kembali menjadi normal, malam semakin larut dan satu persatu pengunjung pulang ke rumah masing-masing.


Entah sudah berapa gelas minuman yang sudah di habiskan oleh lucifer, membuatnya ketiduran disana ketika bangun ia melihat sudah tidak ada orang dan si bartender sedang merapihkan kursi dan meja-meja yang berantakan.


Saat lucifer masih diam untuk mengumpulkan kesadarannya, si bartender mulai mengambil gelas yang ada di depan lucifer untuk di bersihkan.


"Dari mana kau tau aku ada di sini? Dan untuk apa menemui ku" tanya pria itu.


"kau tau aku banyak informan dan Aku hanya ingin menemuimu saja, apa salahnya?"


"Kau pikir aku ini bodoh? Kau menemui ku pasti ada yang ingin kau katakan, tapi cepat aku akan segera menutup bar ini"


"Apa kau tidak bosan bersembunyi seperti ini dan berbaur dengan manusia? Belial"


"Prinsip dan ideolog kita berbeda, kau  menganggap dirimu paling kuat, paling berkuasa di atas segalanya dan melihat manusia adalah ciptaan gagal, cobalah untuk melihat dengan kedua mata mu" jawab pria itu yang ternyata bernama belial.


"Pembunuhan, perselingkuhan, penghianatan, keserakahan, egois, naif, munafik, pendendam, ambisius, serakah, sombong, pembangkang, pemalas, pemerkosaan, tidak tau diri, kejam"


"Apa semua itu belum cukup untuk membuktikan bahwa manusia itu makhluk gagal?" lanjut lucifer.


"Jadi? Kau ingin menghancurkan mereka begitu? Kau tau aku tidak tertarik dengan itu semua" jawab belial.


"Astaga! Ini sudah larut malam, kalau begitu aku akan pergi tapi jika kau berubah pikiran temui aku" kemudian lucifer pun keliar dari dalam bar.


"Aku memang tidak tertarik pada rencana rumitmu itu karena........."


Kemudian beilal pun berjalan masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup gelap karena minum pencahayaan.


"......Aku punya tujuan sendiri" ujarnya di depan sebuah jantung yang terus berdetak normal seperti umumnya di dalam sebuah tabung kaca berukuran cukup besar.