The Exorcist

The Exorcist
kenangan



Tahun 1847 kota london.


Sebuah acara opera di adakan, banyak orang yang datang termasuk keluarga bangsawan karena acara ini sangat di tunggu-tunggu karena akan ada penampilan dari seorang gadis cantik dengan suara emas yang terkenal di penjuru london.


Malam itu keluarga bangsawan the brogli datang untuk menonton, dari semua keluarga bangsawan ada satu yang sangat di perhatikan masyarakat karena ketampanan dan kecerdasannya.


Dia adalah louis the brogli ke-14, dengan di kawal beberapa orang keluarga brogli berjalan masuk kedalam dan duduk di kursi VVIP bersama keluarga bangsawan lain yanh datang.


Sebelum acara di mulai, orang-orang sangat tidak sabar karena ingin mendengarkan suara emas dari sang penyanyi yang begitu terkenal akhir-akhir ini di kalangan masyarakat london.


Banyak penampilan yang di persembahkan dan itu sangat menghibur bagi para penonton. Sampai akhirnya tibalah di mana yang sangat di tunggu-tunggu, dari balik tirai terlihat seorang gadis cantik berjalan dengan menyebarkan senyum manis pada semua orang.


Musik pun mulai terdengar, dan gadis itu mulai menunjukkan suara emasnya yang begitu indah, semua penonton terhipnotis mendengar suara dari gadis itu yang sangat indah.


"Siapa gadis itu?" tanya louis pada pengawalnya.


"Namanya oswin crus, dia begitu terkenal belakangan ini karena suara emasnya yang begitu bagus" jelas pengawal itu.


Louis terlihat begitu menikmati pertunjukan dari nona oswin, tatapan mata yang memperlihatkan kalau ia begitu tertarik pada oswin. Setelah pertunjukannya selesai tepuk tangan yang meriah pun di berikan para penonton untuknya.


Louis mulai membisikkan sesuatu dengan pengawalnya, setelah selesai berbicara sang pengawal pun berjalan pergi menuju belakang panggung, di sana iya menemui nona oswin dan membisikkan suatu kepadanya.


Ekspresi wajahnya mulai berubah menjadi terkejut bercampur senang, dengan penuh semangat nona oswin menyetujui apa yang di bisikan oleh si pengawal itu.


.


.


.


.


Keesokan harinya, di delan gerbang kediaman keluarga the brogli, terlihat nona oswin yang sedang berdiri mengintip ke dalam melalui pintu gerbang yang begitu besar dan kokoh itu, tidak lama kemudian penjaga yang kemarin malam menemuinya datang membukakan pintu.


Oswin pun di bawa kesuatu ruangan di dalam rubah yang bagaikan istana itu, di depan pintu putih dengan ukiran bunga sang pengawal itu mempersilakan nona oswin untuk masuk ke dalam.


Perlahan ia membuka pintu, dan terlihat seseorang yang sedang duduk membelakangi, orang itu pun berbalik karena mengetahui kedatangan oswin, dan dia adalah tuan muda louis.


Nona oswin langsung menundukkan kepalanya di depan tuan muda louis, ia terlihat begitu gugup dan juga malu tapi louis memintanya untuk santai dan tidak memperdulikan derajat di antara mereka berdua.


"Aku dengar kamu punya suara yang indah, dan malam tadi aku melihat penampilan yang begitu memukau darimu" ujar louis lalu memberikan secangkir teh kepada oswin dan memintanya untuk duduk.


"Terimakasih tuan muda sudah datang ke pertunjukan saya, tapi mengapa anda memanggil saya datang ke mari?" jawab oswin kemudian bertanya.


"Aku sangat suka dengan suaramu jadi, mulai dari sekarang kamu akan datang ke sini dan menyayikan beberapa lagu setiap tiga hari dalam satu minggu, soal bayaran itu hal mudah, jadi bagaimana setuju?" jelas louis yang menawari oswin untuk menghiburnya dengan suara merdu yang di miliki oswin.


Mengingat keluarga the brogli begitu kaya, oswin pun menerima tawaran yang di berikan louis kepadanya dengan sepenuh hati, mendengar itu louis tersenyum dan meminta oswin untuk kembali besok dengan lagu-lagunya yang indah.


.


.


.


.


.


.


Keesokan harinya, di taman belakang kediaman keluarga the brogli, nona oswin terlihat sedang menyanyikan lagu di depan tuan muda louis yang melihatnya sambil di temani secangkir teh.


Burung-burung berkicau, angin bertiup lembut, matahari bersinar cerah, seolah-olah mereka mengiringi oswin dalam menyanyikan lagunya.


Seiring berjalannya waktu, louis merasakan sesuatu yang aneh di dalam hatinya, setiap kali bertemu oswin jantungnya akan berdebar kencang, dengan rasa yang terus ingin melihat oswin sepanjang hari.


Sampai akhirnya, louis menyadari tentang apa yang sedang ia rasakan ini, karena saat ini ia sedang jatuh cinta kepada oswin. Hari demi hari berlalu mereka berdua sering menghabiskan waktu bersama.


Dan ketika oswin berhenti datang, louis mulai mengkhawatirkannya ia langsung menyuruh beberapa pengawal setianya untuk mencari oswin,.


Ternyata alasan kenapa oswin tidak datang adalah ia sedang sakit, mendengar kabar itu louis langsung datang kerumahnya untuk melihat sendiri, dan benar saja oswun sedang berbaring di kasur dengan keadaan lemah tak berdaya.


"Kau demam, kau harus segera ke rumah sakit" ujar louis lalu mengendong oswin keluar rumahnya,


"Buka pintu mobilnya cepat!" bentak louis karena kesal kepada para pengawalnya yang lambat.


Bergegas, louis memacu mobilnya secepat mungkin menuju rumah Sakir terdekat, apa yang di lakukan louis akhirnya sampai ke telinga ayahnya brogli ke-13.


Ayahnya menyadari kalau louis mulai jatuh cinta pada seorang pemain opera, karena beda kasta membuat sang ayah marah dan menyuruh pengawalnya untuk membawa paksa pulang louis.


.


.


.


Di rumah sakit ketika louis sedang menemani oswin untuk pemeriksaan, tiba-tiba ia di kejutkan dengan kedatangan beberapa pengawal ayahnya, pada awalnya mereka meminta louis untuk pulang dengan baik-baik.


Sesampainya di rumah, louis langsung di marahi oleh ayahnya karena dianggap telah mencoreng nama keluarga dengan dekat dengan gadis dari kalangan biasa.


"Apa masalahnya beda setatus? Asalkan saling cinta satu sama lain itu sudah cukup bukan?" teriak louis di depan ayahnya karena kesal dengan siap sang ayah yang menjelekkan oswin.


Tampa pikir panjang sang ayah langsung menampar louis sambil terus membentaknya, setelah mendapat tamparan dari sang ayah louis langsung pergi ke kamarnya dan mengusung diri.


Ia mulai berpikir kenapa dirinya harus terlahir dari kalangan bangsawan, padahal yanh louis inginkan adalah hidup normal tanpa ada aturan yang menekannya.


Tidak putus asa, louis menuliskan surat untuk oswin dan menyelipkan beberapa lembar uang untuknya, kemudian ia meminta pengawal setianya untuk memberikan surat tersebut pada oswin tanpa ketahuan ayahnya.


Setelah surat itu sampai di tangan oswin, dengan tersenyum kecil ia menulis surat sebagai bentuk balasan surat yang di berikan louis kepadanya.


Sang pengawal kembali dengan membawa surat dari oswin untuk louis, selama beberapa minggu mereka berdua terus berbalas surat satu sama lain.


Sampai akhirnya lousi mengungkapkan isi hatinya kepada oswin, namun surat berisi ungkapan cinta itu berhasil di ambil sang ayah karena iya melihat pengawal louis pergi diam-diam.


Karena kesal, sang ayah menyuruh para pengawalnya untuk membawa oswin dengan cara apapun mendengar itu louis mencoba untuk menghalangi tapi ia malah dikunci dalam kamarnya oleh sang ayah.


"Dasar budak tidak tau diri, lihat dirimu apa kau merasa pantas untuk louis?" bentak tuan brogli di depan oswin.


Oswin yang belum mengerti pun menanyakan apa kesalahannya, dan tuan brogli pun menunjukkan surat cinta louis kepada oswin, setelah membacanya dengan berani oswin menjawab.


"Benar! Saya juga mencintai louis, meski setatus sosial kami berbeda tapi kami berdua saling mencintai" jawab oswin dengan penuh percaya diri.


"Bawa dia ke ruang bawah tanah" ucap tuan brogli.


Kemudian oswin dk seret menuju ruang bawah tanah.


selama berhari-hari louis di kunci oleh ayahnya dikamarnya sendiri, sampai akhirnya sebuah pengumuman yang begitu mengejutkan tidak sengaja terdengar oleh louis ketika beberapa pelayan bergosip di delan kamarnya bahwa.


"Kau tau, gadis yang menyukai tuan muda akan di eksekusi hari ini"


"Benarkah? astaga kasihan sekali".


"Apa!? Eksekusi?" ucap louis setelah mendengar pembicara para pelayan itu, dengan panik louis langsung mencoba pendobrak pintu.


Mencoba dan terus mencoba meski tidak berhasil tapi louis terus mencoba untuk mendobrak pintu kamarnya, sampai akhirnya terdengar ayahnya berpidato di halaman rumah.


Bergegas louis melihat dari jendela kamarnya, ia mendengar kalau ayahnya sendiri menuduh oswin yang tidak-tidak, louis di buat penasaran ketika melihat ada lima ekor kuda jantan yanh terikat kali.


Tidak lama kemudian, oswin terlihat di gusur dengan luka cambuk yang menutupi tubuhnya, ternyata selama di ruang bawah tanah oswin terus di siksa dengan cara di cambuk.


Semua orang yang datang menyukai oswin karena mereka termakan tipu daya dari tuan brogli, louis langsung mengerti mengapa adaa lima ekor kuda jantan di sana dan itu adalah untuk.


Leher, tangan kiri dan kanan, juga kaki kiri dan kana di ikat pada setiap tali yang terhubung pada lima ekor kuda jantan tersebut.


"Oi! Jangan bercanda" louis mulai panik sejadi-jadinya.


Dan kelima kuda itu pun di pukul agar bergerak, tanpa pikir panjang louis memukul jendela kamarnya lalu melompat dari kamarnya yang terletak di lantai empat.


Sekencang mungkin louis lari untuk mengentikan, eksekusi yang tidak manusiawi ini namun ia terlambat, bagian tubuh nona oswin yang di ikat pada para kuda itu terlepas dan darah mulai mengalir deras.


"Tidak....!!" teriak louis lalu memeluk kepala nona oswin sambil menangis kencang.


Semua orang terdiam melihat hal tersebut, sang ayah langsung menyuruh pengawal untuk membawa louis kembali ke dalam rumah, tapi tiba-tiba saja waktu berhenti.


Semua orang membeku layaknya patung, dari balik kerumunan terlihat Lucifer berjalan mendekati louis dan berkata padanya yang sedang menangis.


"Kau ingin mengembalikannya?"


"Bergabunglah dengan ku dan kau akan dapat mengembalikan kekasihmu ini" lanjur Lucifer.


"Apa yang kau katakan benar?"


"Kalau begitu aku bersedia bergabung denganmu"


"Bagus" ucap Lucifer lalu tersenyum.


Sesaat kemudian aura hitam mulai menyelimuti louis, aura tersebut langsung masuk kedalam tubuhnya.


"Mulai sekarang namamu adalah adron"


Dan mereka pun menghilang termasuk mayat oswin juga ikut dibawah oleh louis, sesaat kemudian keadaan kembali normal, orang-orang di buat terkejut melihat mayat oswin dan juga louis menghilang.


.


.


.


.


"Aku berjanji, suatu saat nanti kamu akan kembali pada pelukan ku"