
Pagi hari di markas pusat, lebih tepatnya di kantor jenderal wakisaka yasuharu terlihat ia sedang berdiri membelakangi seseorang dan orang itu adalah pria yang berjubah hitam yang beberapa hari lalu pernah mengikuti Yamato.
"Morisawa sudah mulai berani memaksa azir untuk muncul, dia ingin segera memurnikannya"
"Apa tidak apa-apa membiarkannya bertindak sesuka hati?" tanya pria itu lalu membuka penutup kepalanya dan dia adalah pak kurudo kyotaka.
"Kurasa lebih baik kita mengikuti apa yang di rencanakannya, dan tetap waspada dengan kapten kobayakawa Hideaki, dia terlalu licik bagi seorang kapten" jelas jenderal yasuharu.
Tanpa berkata-kata lagi, pak kurudo pun berjalan keluar dari dalam kantornya, "ini terlalu awal untuk memurnikannya" bisik jenderal yasuharu lalu melihat ke luar jendela.
.
.
.
.
.
Di depan asrama, Akane, Ayumi, dan Mitsuhiro terlihat sedang mengobrol bersama, terdengar Mitsuhiro terus membicarakan tentang keadaan Yamato dan yang lain karena masih iri dengan liburan yang mereka bertiga dapatkan.
Padahal ia tidak tau kalau mereka bertiga bukan pergi untuk berlibur tapi untuk membantu pak kirino mengelola kedainya, tidak lama kemudian yuzuru datang dan memberitahu kalau Mitsuhiro dan Ayumi di minta untuk datang ke kantor kapten tarazawa hirotaka.
Bergegas mereka berdua berjalan bersama untuk menemui kapten hirotaka, beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai karena pintu kantornya tidak di tutup mereka langsung masuk.
"Baiklah divisi 0, ada misi untuk kalian! Seharunya Masaru yang pergi tapi karena dia tidak ada jadi kalian berdua saja sudah cukup, dan ini silahkan baca laporannya" kemhdia kapten hirotaka memberikan surat laporan kasus kepada mereka berdua.
Misi kali ini berasal dari klan Maeda, klan Maeda adalah klan yang menjadi penjaga pedang Oodenta mitsuyou, mereka ingin di bantu untuk memurnikan iblis yang baru-baru ini bersemayam di dalam Oodenta.
Menyadari kalau mereka akan berurusan dengan salah satu tenka goken yang terkenal terlebih lagi Oodenta memiliki legenda yang lumayan menyedihkan bagi sebuah pedang.
Mitsuhiro awalnya menolak misi ini karena ia tidak ingin berurusan dengan pedang Oodenta mengingat masa lalu pedang itu, tapi kapten hirotaka terus membujuknya sampai akhirnya Mitsuhiro bersedia.
Mereka berdua pun keluar dan kembali untuk bersiap-siap, setelah beberapa menit mempersiapkan segalanya merekapun berangkat dengan di antar mengunakan mobil.
Beberapa menit, jalan yang mereka lalui mulai berubah menjadi jalanan menuju pedesaan dengan hamparan sawah yanh hijau, akhirnya mereka sampai di depan pintu gerbang keluarga klan Maeda.
Mitsuhiro mulai mengetuk pintu kayu yang terlihat kokoh itu dan tidak butuh waktu lama akhirnya pintu terbuka, seorang pelayan pria langsung mengajak mereka untuk menemui kepala keluarga.
Karena area rumah yang luas, membuat mereka memerlukan waktu beberapa menit untuk menuju ruangan kepala keluarga berada, setelah sampai di depan pintu ruangannya. Mereka berdua di perlihatkan untuk masuk kedalam.
Merasa tegang, mereka berdua masuk secara perlahan agar tidak mengganggu, di dalam terlihat banyak buku, gulungan, pedang, dan baju samurai zaman dulu yang masih tersimpan rapih.
Si kakek tua itu pun mulai membuka kedua matanya, beberapa saat kemudian pelayan tadi datang masuk dengan membawa teh hijau yang sama dengan yang di minum oleh kakek tua itu atau sang kepala keluarga klan Maeda.
"Kalian sudah taukan apa masalahnya?" tanya si kakek dengan wajah yang begitu serius.
Mitsuhiro dan Akane hanya menganggukkan kepala mereka karena merasa gugup ketiak melihat wajah kakek tua itu yang begitu tenang tapi sangat mendiskriminasi.
"awal kejadian itu adalah kemarin malam, waktu itu pintu gudang yang mengurung Oodenta akan di ganti karena sudah rusak, baru saja di buka dari luar iblis itu datang dan masuk kedalam Oodenta" jelas kepala keluarga.
"dan entah kenapa putri yomeno mulai jatuh sakit semenjak, mungkin ini karena pintu gudangnya di buka terlalu lama" lanjutnya.
"Apa anda masih mempercayai hal seperti itu?" tanya Akane, yang membuat Mitsuhiro terkejut karena Akane berani menanyakan hal seperti itu.
"Awalnya aku tidak percaya tapi, setelah aku melihatnya sendiri kini aku sedikit mempercayainya"
"Nah sekarang mari akan ku tunjukan gudang yang sudah beribu-ribu tahun menyegel Oodenta" kemudian mereka bertiga berjalan menuju gudang yang berada di belakang rumah.
Katana tempaan Miiketenta Mitsuyou itu memiliki lebar 3,5 cm, Oodenta terbilang lebih lebar dari pedang biasa. Pada awalnya, Maeda Toshiie meminjam pedang tersebut dari Tokugawa Hidetada. Setelah meminjam Oodenta, putri dari Toshiie sembuh dari penyakit yang parah. Semenjak itulah, Oodenta Mitsuyou diberikan kepada Klan Maeda sebagai pedang yang harus dijaga.
Karena dianggap bisa menyembuhkan penyakit, Oodenta disimpan di dalam gudang karena takut penyakit – penyakit yang disembuhkan menjadi tersebar. Bahkan dikabarkan bahwa hewan pun enggan untuk mendekatinya.
Setelah beberapa menit, akhirnya mereka sampai di depan pintu gudang yang mengurung Oodenta selama ini, ketika sedang memperhatikan gudang tersebut tiba-tiba saja seorang gadis keluar dengan wajah yang pucat dan iya berkata.
"Ayah! Oodenta hanya ingin menghirup udara luar, cobalah sesekali bawa dia keluar dari dalam gudang itu"
Beberapa saat kemudian, dua orang pelayan perempuan datang dan membawa gadis itu untuk kembali kedalam kamarnya. Karena penasaran Mitsuhiro bertanya tentang gadis tadi.
"dia adalah anak kedua ku namanya masaki Maeda, jika di markas pusat ada yang bernama Maeda toshinaga dia anak pertama ku"
"Anjir" batin Mitsuhiro setelah mendengar penjelasan dari si kakek tua itu.
Setelah berbincang sebenar, akhirnya pintu gudang pun perlahan terbuka di ujung ruangan sebuah pedang yang tertutup kain putih berdebu dan itu adalah Oodenta mitsuyou, baru saja berjalan masuk kepala keluarga memberitahu untuk berhenti.
Karena mereka boleh mendekati Oodenta dalam jarak 7meter saja tidak boleh kurang dari itu, dari kejauhan mereka bertiga memperhatikan Oodenta sampai akhirnya.
Iblis yang bersemayam di dalamnya mulai bereaksi karena mengetahui bahwa ada dua orang petuas exorcist yang datang untuk memurnikan dirinya, kain yang menutupi Oodenta pun jatuh dan menunjukkan bentuk asli dari pedang Oodenta mitsuyou salah satu dari lima tenka goken.
Bilah pedangnya begitu bersih dan mengkilap, tidak ada satupun karat yang terlihat, saking mengkilapnya Mitsuhiro dan Akane dapat melihat pantulan diri mereka dari kejauhan.
"Sungguh pedang yang luar biasa" ucap Akane yang sangat terpukau dengan pedang legendaris itu.
"Meski sudah lebih dari seratus tahun berada di dalam sini tapi pedang itu tidak berkarat sama sekali" lanjut Akane