The Exorcist

The Exorcist
Aksi para reven



Setelah pelelangan ini selesai dan semua orang sedang mengobrol tiba-tiba seorang petugas keamanan lebih tepatnya bawahan kurohide datang kemudian memberitahunya bahwa mereka melihat beberapa anggota exorcist di sekitar gedung.


Mendengar informasi tersebut membuat kurohide bergegas pergi bersama bawahannya tanpa memberitahu siapapun.


Mobil pun mulai bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi, kali ini mobil kurohide di kawal oleh empat buah mobil hitam dan enam sepeda motor setiap motornya berdiri dua orang bersenjata lengkap.


Untuk lebih aman mereka mengambil jalan pintas dimana orang-orang jarang menggunakan jalan tersebut karena jalan ini terletak di luar kota.


Dalam kata lain kurohide mengambil jalan memutar demi terlepas dari pengelihatan para exorcist.


Tepat disebrang jalan terdapat sebuah Huta lindung yang cukup besar, didalam hutan tersebut terlihat sekelompok bayangan hitam bergerak mengejar mobil kurohide.


Dari dalam hitam sejumlah belati kecil melesat cepat menembus ban belakang dari dua mobil yang berada barisan paling belakang. Hal ini membuat semua berhenti dan berbalik untuk melihat keadaan.


Beberapa orang mulai mengecek disekitar dua mobil tersebut dan sisanya menjaga mobil kurohide, melihat belati yang menancap membuat mereka semua semakin waspada.


Sampai akhirnya......


"Ada sesuai didalam hutan!" ujar salah satu dari petugas keamanan ketika melihat sepasang mata berwarna merah.


Semua orang juga langsung memperhatikan hal yang sama dan tidak lama kemudian yang awalnya cuman sepasang dalam sekejap bertambah menjadi sangat banyak.


Melihat itu orang-orang langsung mengarahkan senjata api mereka semua.


"Ada apa?" tanya kurohide pada supir mobilnya.


"Sepertinya kita sedang dalam jebakan" jawab sang supir mobil.


"Gawat!".


Dari hutan mereka melemparkan sebuah bola hitam kecil kearah para bawahannya kurohide, dan bola hitam itu meledak menyebarkan kabut yang sangat pekat dalam waktu singkat.


Saat inilah para reven langsung keluar dari dalam hitam masuk kedalam kerumunan, situasi pun berada di pihak para reven. Beberapa menit kemudian kabut pun menghilang dan hanya terlihat para reven yang berdiri dengan menggenggam pedang yang berlumuran darah.


Sementara semua bawahan kurohide sudah terkapar di jalan tidak bernyawa lagi melihat hal tersebut kurohide langsung menyuruh supirnya untuk menginjak pedal gas.


Namun sayangnya sang supir menodongkan sebuah pistol pada kepalanya.


"a-apa?" tanya kurohide yang terkejut melihat tersebut.


"Anda berhak untuk diam" jawabnya kemudian mengambil da memakai sebuah topeng yang sama dengan para reven dan yah dia adalah seorang reven yang menyamar.


Setelah menarik napas panjang dan menenangkan diri, kurohide pun menyerahkan dirinya tanpa perlawanan lagi. Diluar para reven sudah menunggunya dengan keamanan yanh sangat ketat.


Mereka semua pun menggiring kurohide masuk kedalam hutan untuk menunggu jemputan mereka.


"Pak kamit telah menangkap tersangkanya" ujar salah seorang revem yanh memberitahu jendral Ogawa lewat panggilan telpon.


"Kerja bagus, kalian tunggu di tempat yang sudah di tentukan dan tunggu helikopternya datang" jawab jendral Ogawa.


Setelah berjalan beberapa menir mereka semua sampai di sebuah lapangan yang lumayan besar, selagi menunggu helikopter datang beberapa reven di perintahkan untuk mengamankan area disekitar.


"Sudah cukup lama kami mengawasi mu, setelah mendapatkan informasi kalau koto permen tempat terakhir kali para korban terlihat adalah milikmu. Kami mulai curiga, namun kau sangat pintar menyembunyikan bukti membuat kami kembali berpikir kalau kau bukan pelakunya" jelas sang reven.


"Lalu bagai mana kalian tau aku dalang di balik semua ini?" tanya kurhide.


"Saat kapten ogami datang ke toko permen itu awalnya dia tidak menemukan hal yang aneh, tapi setelah dia direang oleh dua iblis hal itu membuat dua anggota akademi exorcust tertangkap dan di bawa pergi. Namun iblis yang satu lagi berhasil dimurnikan dan ternyata itu adalah iblis yang memiliki kontrak dengan pelayan yang ada di toko permen mu"


"dan semua ini membuat kami yakin kalau kau adalah dalang dibalik semua kasus ini, dan penyelidikan tentang dirimu kembali dilakukan" jelas sang reven.


"Kalian benar-benar tidak gampang untuk di kadali" gumam kurohide.


"Iblis biasa saja tak akan mampu menyibukkan kalian semua, jujur saja aku ogah banget melakukan ini" suara tersebut menggema di seluruh hutan sampai akhirnya cahaya bulan yang awalnya berwarna terang.


Tiba-tian saja berubah menjadi merah darah yang sangat pekat semua orang langsung melihat kearah atas dan mereka melihat leviethan yang berdiri di udara.


"Ini... Ilusi?" gumam seorang reven kemudian mencoba menghubungi jendral Ogawa agar menghentikan helikopter yang akan menjemput mereka.


Namun hal tersebut tidak dapat dilakukan karena alat komunikasi tidak berfungsi.


"Semuanya, kita sendirian sekarang" ujar sang reven pada anggota yang lain setelah menyadari alat komunikasinya tidak berkerja.


"Teknik darah iblis! Aroma maut!" ujar leviethan kemudian bunga hinganbana muncul di disekitar para reven dalam jumlah yang sangat banyak.


Bunga-bunga itu mulai mengeluarkan aoram yang sangat harum namun baru saja menghirup aromanya mereka semua sudah meradkana efek sampingnya itu seluruh tubuh terasa pegal dan bagian dada terasa panas.


"Semuanya berpencar" seorang reven langsung mengambil alih komando karena jika tidak mereka akan mati sia-sia.


Saat inilah kurohide bergegas bersembunyi, menjauh dari jangkauan teknik yang digunakan leviethan.


Leviethan yang berada di udara membuat para reven harus menurunkannya terlebih dahulu, meski pada awalnya gagal tapi akhirnya mereka berhasil membuat leviethan turun.


"Teknik senjata terkutuk! Tarian kabut!" teriak semua reven kemudian kabut yang tebal mulai menyelimuti membuat mereka semua tidak terlihat.


Mendapatkan hal ini membuat leviethan mulai menyipitkan matanya dan mulai sangat waspada akan serangan yang datang, yang dapat dirasakan hanya suara langkah kaki para reven yang bergerak secar acak di sekitarnya.


Dan dari dua arah yaitu dari kiri dan kanan dari dalam kabut serangan datang secara bersamaan, bergegas leviethan menghindari dua serangan yang datang bersamaan itu. Baru saja berhasil menghindar kedua serangan itu langsung di belokan.


Ditambah ada serangan lain dari arah belakang.


"Mereka... Gawat!" dalam waktu yang sangat sempit leviethan langsung kembali menghindar meski ia harus kehilangan telinga kirinya.


"Mereka terlalu lincah. Tunggu! Apa? Mereka semua menebas bunganya?!" gumam leviethan kemudian terkejut melihat teknik 'aroam kematian' nya berhasil di hancurkan dengan cara menebas semua bunga hinganbana yang ada.


"Pantas saja aku tidak mereka terkena efeknya" gumam leviethan sambil terus menghindar serangan yang datang padanya.


Meski membalas serangan itu tidak ada gunanya karena para reven dapat menghindarinya dengan sangat mudah. Situasi ini membuat leviethan terdesak sedangkan kata para reven sangat di untungkan.


"Apa aku akan terpenggal?" batin leviethan.