
Malam ini adalah malam terakhir Yamato dan yang lain berada di kediaman rumah pak kirino, karena besok mereka bertiga harus segera kembali ke markas pusat.
Ketika Yamato sedang tertidur, ia malah bertemu dengan azir didalam tidurnya yang nyenyak. Yamato bertanya kenapa dirinya di bawa ketempat mengerikan seperti itu.
Dan azir hanya tersenyum sebagai jawaban untuk pertanyaan dari Yamato, dengan duduk santai di sebuah singgasana megah yang berada di punca tumpukan kerangka manusia.
Kesal karena azir tidak memberikan alasan yang benar, Yamato terus membentaknya terus menerus sampai akhirnya azir mengatakan sesuatu.
"Kau tua, ada satu mahkluk yang dapat memusnahkan ku dalam wujud seperti ini" perkataan azir itu langsung membuat Yamato terdiam dan merasa sedikit terkejut.
Sang raja dari segelanya dan akhir dari segalanya ada yang dapat mengalahkannya.
"Tapi untungnya dia masih tidur" lanjut azir yang membuat Yamato semakin bingung dengan apa yang di katakannya.
"Hahahaha.. Ternyata kau itu mahkluk payah! Takut pada satu mahkluk yang sedang tidur" ejek Yamato tapi azir hanya menanggapinya dengan wajah datar.
Awalnya azir tidak mendengar hinaan yang di leparkan Yamato tapi iya mulai kesal dan membalas perkataan Yamato, beberapa menit mereka saling ngeledek satu sama lain.
"Dasar sialan, aku membawamu kemari hanya untuk mengobrol" teriak azir yang terlihat marah.
"Gak peduli sumpah" jawab Yamato dengan ekspresi wajah yang menyebalkan.
Kemudian katena kesal azir menjentikkan jarinya, dan Yamato langsung menghilang dari hadapannya, setelag Yamato menghilang azir mulai berbicara sendiri.
"Lucifer! Kau terlalu bodoh untuk seukuran mahkluk sepertimu, aku dapat melihat akhir setiap yang bernafas bahkan aku dapat melihat kematian seperti apa yang akan kau dapatkan nanti" cakap azir dan perlahan kegelapan pekat mulai menyelimutinya.
"Dia benar-benar menyebalkan, kenapa aku harus terperangkap di dalam tubuhnya, tunggu dulu! Benar juga kenapa bisa?" lanjut azir yang baru menyadari sesuatu.
.
.
.
.
.
Pagi hari yang cerah, setelah semua barang-barang selesai di kemas mereka langsung masuk kedalam mobil untuk di antar ke stasiun. Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di stasiun dan mereka mulai berpamitan pada pak kirino untuk kembali ke markas pusat.
Agar merasa mempersingkat waktu mereka bertiga memilih untuk tidur sebentar, seperti ryuu yang sedang tidur padahal tiga jam lalu dia baru saja bangun. Tapi sebenarnya ryuu buka tidur namun selama ini dia itu hanya menutup kedua matanya dengan posisi yang membuatnga nyaman.
Jadi itu kenapa kalau ada keributan ryuu tidak terbangun karena ia sudah bangun namun dalam posisi tidur (paham gak penjelasnya?).
Setelah beberapa jam berada didalam kereta, akhirnya mereka sampai terlihat didepan pintu kereta kapten Hideaki sudah berdiri menunggu mereka.
Sambil berjalan menuju mobil, mereka saling mengobrol bahkan saat didalam mobil juga, ketika sudah sampai mereka sudah di sambut oleh Mitsuhiro, Akane, yuzuru, dan ayumi.
Hal yang pertama di tanyakan Mitsuhiro pada Yamato dalam oleh-oleh.
"Hah? Aku tidak membelinya, maaf saja yah" jawab Yamato.
"Apa kau pergi sangat lama dan kembali tanpa membawa apapun, teman macam apa kau ini" teriak Mitsuhiro
"Jangan teriak didepan ku!!" jawab Yamato yang juga berteriak didepan wajah Mitsuhiro.
Sementara mereka saling bertengkar, Ayumi yang ikut menonton dikejutkan karena Masaru tiba-tiba menepuk pundaknya dari belakang. Ketika ayumi berbalik Masaru langsung.
"Ini untukmu" ucap masaru yang menyodorkan sebuah kotak hitam berukuran kecil.
"Eh? Apa ini? Tidak usah Repot-repot, lebih baik kau berikan ini pada Mitsuhiro saja dia terlihat kecewa" jawab Ayumi dengan tersenyum kearah Masaru.
"Itu nasibnya tapi aku membelikan ini untukmu tolong diterima" jawab Masaru yang terus menyodorkan hadiah yang ia belikan untuk Ayumi.
Terlihat, Masaru begitu seneng karena hadiah yang sudah ia belikan telah diterima oleh ayumi dan dengan begitu iya bisa tenang.
.
.
.
.
"Astaga, dia benar-benar membangun tempat seperti ini di tengah hutan seperti ini" ujar belial kemudian masuk kedalam.
Karan terlalu kalem dan santuy, bahkan belial tidak memperdulikan zion yang menghentikan langkah kakinya, karena belial belum kenal dengan setiap bangsawan terkutuk yang ada di sana.
"Menyingkirkanlah, kau menghalangi jalanku" jawab belial dengan wajah yang kelewat kalem.
"Sebenarnya apa urusanmu datang kemari? Mahkluk rendah berpenampilan bartender sepertimu tidak pantas berada disini" jawab zion yang tidak tau kalau dia sedang menyindir siapa.
Pandangan datar lurus kedepan, hanya itu yang di perlihatkan oleh belial namun jika zion di perlihatkan siluet wajah yang bergejolak dibelakang maka iya tidak akan berani berkata-kata lagi.
Tidak berhenti sampai disitu zion terus memanaskan suasana dengan perkataannya terhadap belial.
"Sekali lagi aku minta anda untuk menyingkir"
Tidak lama kemudian lucifer datang dan memisahkan mereka berdua, bergegas lucifer mengajak belial untuk ikut dengannya
"Jika saja aku tau para raja bawah" bisik belial yang sedikit melirik kearah zion.
"Astaga, sudah lupakan cepat ikut" ujar lucifer kemudian menarik belial untuk ikut dengannya.
Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya mereka sampai di halaman belakang, terlihat ada akito juga disana sama seperti zion akito juga menyebut kalau belial begitu bau alkohol padahal belial sendiri tidak suka dengan alkohol, tapi karena pekerjaan sebagai bartender mau bagaimana lagi.
"Nah jadi untuk apa kau membawaku kemari? Dan siapa pria bau alkohol ini?" tanya akito pada lucifer.
"Shuuttt!! Diam! Hahaha dia masih anak-anak harap di maklum, nah akito Sekarang coba berbalik" jawab lucifer.
Karena tidak mengetahui apa-apa akito melakukan apa yang di minta oleh lucifer, kemudian iya sedikit menarik kerah baju akito kebawah dan memperlihat sebuah tato kecil berbentuk simbol aneh.
Belial yang melihat hal tersebut seketika terkejut, dan untuk membuat belial semkain terkejut lucifer sedikit memasukan kekuatan gelapnya kesimbol tersebut.
Awalnya tidak terjadi apa-apa, namun tiba-tiba saja lonjakan aura yang begitu kuat dan kental mulai terasa dari dalam diri akito, mereka berdua yang melihat itu sangat terkejut karena ini melebihi ekspetasi mereka berdua.
Aura yang keluar semakin kuat, bahkan tanah dan juga tembok mulai retak, tidak ingin hal buruk terjadi belial meminta lucifer untuk menghentikan ini semua tapi.
"Hahahah, ini sedikit lucu sebenarnya aku aku juga tidak tau cara menghentikan ini" dan mereka berdua mulai panik sepanik-paniknya.
"Aaaaaaaaa.........!!!!!" teriak mereka berdua yang saling berpelukan karena melihat ledakan aura yang begitu-begitu kuat.
Namun hal tersebut langsung berhenti, dan aura yang tadi keluar langsung masuk kembali kedalam tubuh akito dan ia jatuh tidak sadarkan diri.
Setelah selesai, belial yang menyadari dirinya memeluk lucifer pun langsung mendorongnya dan lucifer hanya tertawa melihat sikap belial.
"Jadi bagai mana?" tanya lucifer yang sedang mengendong akito.
"Azir sudah aku tangani kini dia sudah tidak lagi dapat menganggu kita dan kita juga dapat merebutnya kapan saja" lanjutnya.
"Ha~ apa kau tidak akan mengajaknya? Sepertinya dia lebih Ingin bergabung dengan mu" Jawab belial kemudian berjalan meninggalkan lucifer.
"Dia akan ikut dan kita bertiga akan mulai permainannya" sahut lucifer.
"Yah-yah beritahu aku jika dia sudah datang".