The Exorcist

The Exorcist
kemenangan palsu



"Hahah... Kalian salah gunakan wajah, ini malah membuat ku ingin memukuli kalian!" ujar Yamato kemudian menyerang lebih dulu.


Tidak seperti pertarungan pertama kali ini Yamato tidak terlihat ragu sedikit pun, ia malah sangat nafsu saat melancarkan serangan pada mereka berdua.


Kesenangan yang didapatkan Yamato karena melawan matsuya dan Mitsuhiro palsu membuatnya berhasil membangkitkan pedang susanoo. Petir yang begitu besarenyambar dari langit dengan suara yang begitu keras.


Dan pedang susanoo pun datang pada Yamato tapi tidak seperti amaterasu saat dipegang tidak terasa apa-apa, kali ini ketika bersentuhan dengan susanoo Yamato merasakan sengatan listrik yang membuatnya terkejut dan itu adalah tanda perkenalan dari susanoo kepada tuan barunya.


"Waaaahahah.. Cepat sekali, baru beberapa menit lalu amaterasu datang" ujar ogaki setelah melihat petir besar yang menyebar ke tanah.


Berkat bantuan dari pedang susanoo yang membuat gerakan Yamato menjadi secepat kilat memudahkannya dalam mendekati lawan dan menghindari setiap serangan yang datang kepadanya.


Refleks dan kecepatan yang diberikan susanoo membuat matsuya dan Mitsuhiro palsu mulai kewalahan dam mereka juga tidak bisa mengantisipasi serangan yang tiba-tiba dengan sangat cepat.


Sampai akhirnya Yamato menemukan celah untuk menyerang mereka berdua sekaligus, dengan kecepatan tinggi Yamato datang mendekat dan pedang pun diayunkan memenggal kepala mereka berdua menghentikan ledakan pertir yang menyebar ke segala arah.


Sama seperti sebelumnya setelag dikalahkan mereka berdua kembali menjadi bunga mawar hitam. Setelah selesai bergegas Yamato kembali berlari dan akhirnya ia sampai didalam kota.


"Jangan biarkan dia mendekati gerbang istana" sesuai perintah ogaki para tentara mulai berdatangan untuk menghalangi jalan Yamato mendekati istana.


"Teknik terkutuk! Gerhana matahari cincin! Tahap kedua! Lingkaran matahari!"


Untuk menghemat energi Yamato memilih menggunakan pedang biasa yang diberikan seorang pandai besi saat di desa kepadanya, sayangnya pedang tersebut tidak bisa menahan suhu dari teknik yang digunakan Yamato.


Seiring waktu pedang itu mulai meleleh syukurnya sebelum pedangnya hancur Yamato telah sampai didepan gerbang istana setelah mengalahkan sebagian kecil dari tentara yang ada.


"Kita mulai!" ucap ogaki lalu melompat dari lantai paling atas istana kebawah.


"Kalian mainkan musiknya" mendengar dirinya ogaki semua tentara yang tersisa mulai merapihkan barisan mereka dengan sangat rapih dan didepan mereka sudah terdapat drum taiko.


Drum pun mulai dimainkan menciptakan alunan musik yang terdengar begitu bersemangat. Pintu gerbang akhirnya dibuka dan Yamato berjalan masuk kedalam untuk menghadapi ujian terakhirnya.


"Aku sudah lama tidak berolahraga" ujar ogaki lalu sebuah pegangan pedang muncul disebelahnya.


Saat diambil dan ditarik sejumlah serpihan kaca berkumpul dan membentuk sebuah pedang.


"Sekarang. Jangan kecewakan aku" lanjut ogaki lalu menunjuk kearah Yamato menggunakan pedangnya.


"Cih" bersama susanoo Yamato melesat cepat menyerang namun baru juga berada didekat ogali, dirimu sudah lebih dulu terkan pukulan yang membuat Yamato terlempar lalu menghantam tembok.


"Kau terlalu lambat. Kecepatan mu masih belum bisa menyamai mahide" ujar ogaki tapi setelah asap menghilang iya sudah tidak melihat Yamato disana.


"Kau masih belum menjalin hubungan baik dengan pedang itu. Berkan semua kepercayaan mu padanya" jelas ogaki kemudian menahan serangan Yamato.


Setiap serangan terus dilakukan Yamato namun tidak satu pun yang berhasil menggores ogaki atau menyentuhnya bahkan iya terlihat tidak bergeser sedikit pun dari tempatnya berdiri.


Tidak selalu menggunakan susanoo, amaterasu juga di gunakan namun ogaki dapat dengan mudah menangkap anak panah tersebut tanpa terluka sedikit pun yang dilepaskan Yamato. Padahal kita tau kalau api dari amaterasu tidak akan padam sampai targetnya berubah menjadi debu.


"Kau tidak bersemangat, membuat api amaterasu terasa dingin" jelas ogaki.


"Apa aku harus membautnya marah?" Batin ogaki kemudian menjentikkan jarinya.


Lalu terlihat yumi berjalan keluar dengan tatapan kosong datang mendekati ogaki. Yamato mengerutkan keningnya karena curiga dan khawatir ogaki akan membuat yang tidak-tidak pada yumi.


"Dia hanya diam? Apa ini? Apa dia serangan jantung?" batin ogaki yang


Heran kenapa Yamato hanya diam saja dengan mata yang terus menatap serpihan kaca yang berserakan di lantai.


"Berengsek! Kau benar-benar menyebalkan!" teriak Yamato yang terlihat begitu kesal.


"Hoh" ogaki melihat anak panah amaterasu yang berada digenggamannya mulai membakar sebagai tangan kanannya.


"Ini baru seru" dengan santainya ogaki memotong tangannya yang terbakar, beberapa detik kemudian tangan ogaki kembali tumbuh.


"Takkan ku ampuni kau!" teriak Yamato lalu menyerang dengan kecepatan yang melebihi sebelumnya, setelah berada didepan ogaki Yamato kembali berpindah kebelakangnya.


"Apa!? Diam bahkan lebih cepat!" hal tersebut membuat ogaki terkejut bergegas iya menghalangi serangan yang datang.


Ketika pedangnya berbenturan dengan susanoo saat itu juga pedang ogaku hancur karena tidak kuat menahan serangan tersebut.


"Hah!" meski perbandingan waktu yang begitu sempit ogaki tetap bisa menghindar dari serangan yang di lakukan Yamato.


"Setidaknya ada perkembangan" lalu ogaki melihat sobekan pada jubahnya.


Tidak lama kemudian Yamato kembali menyerang dengan sangat brutal akibat dari emosimya, meski diserang secara terus menerus namun ogaki dapat dengan mudah menghindari semua itu karena ia dapat membaca setiap gerakan Yamato. Kita semua tau kalau emosi tidak baik dalam sebuah pertarungan.


Sampai akhirnya Yamato dijatuhkan hanya dengan satu sentilan kecil di keningnya.


"Sepertinya dia kelelahan" batin ogaki yang melihat Yamato tidak bangkit lagi.


"Aku kesulitan bernafas. Mungkin ini akibat terlalu memaksakan diri" gumam Yamato lalu ia mendengar suara yang berbisik ditelinganya.


"Tenangkan dirimu dan aku akan datang membantu" suara tersebut terdengar begitu lembut ditelinga.


Setelah kembali dapat bernafas normal Yamato kembali bangun dan kini ia terlihat tenang. Untuk meredakan emosinya sesekali Yamato menarik nafas panjang dan itu berhasil membuatnya tenang.


"Bagus ini yang terakhir" lalu ogaki melihat ke langit dan iya melihat gerhana bulan yang memancarkan cahayanya yang terasa begitu lembut saat itulah tombak tsukoyomi terbangun.


Kini lengkaplah mihasira no uzu no mikoto ditangan Yamato.


"Sekarang jangan kecewakan aku" dan kali ini yang menyerang lebih dulu adalah ogaki.


Ketika serangannya hampir menyentuh Yamato hanya dalam satu kedipan mata Yamato menghindar dan berada dibelakang ogaki.


"Cepat sekali! Kecepatannya hampir sama dengan mahide."


Setelah berbalik dan akan kembali menyerang tiba-tiba gerakan tubuh ogaki melambat, saat melihat kedepan ternayat dirinya sudah ditarget oleh tombak tsukoyomi. Karena tida bisa berbuat apapun lagi akhirnya tombak itu menembus tubuhnya.


Sesaat kemudian Yamato telah berasa didepan tepat didepan ogaki, sebelum Yamato mengayunkan susanoo ogaki terlihat mengeluarkan sesuatu dari tangan kanannya tapi tidak ada apapun yang keluar lalu iya pun ingat kalau.


"Aku lupa kalau cermin yata no Kagami tidak lagi berada bersama ku"


Dan sing... Hanya dengan satu tebasan saja leher ogaki berhasil di tebas. Kepala ogaki pun jatuh ketanah lalu disusul oleh tubuhnya. Genjreng kepala dan tubuh ogaki hancur menjadi serpihan kaca.