
"Apa dia meminta mu mengantarnya kemari?" tanya pak morisawa pada kapten Hideaki.
"Haha, begitulah, kalau begitu aku permisi" kemudian kapten Hideaki pun keluar dari dalam ruangan........
"Ini ambilah!" lalu pak morisawa pun memberikan selembar uang kertas yang bernilai seratus ribu yen.
"Itu untuk kebutuhanmu sebulan".
"Se-sebulan seratus ribu, hey pak tau pertama kau memberiku cek palsu sekarang kau memberiku seratus ribu untuk sebulan, apa kau sudah tidak waras?" jawab Yamato.
"Jangan tawar-menawar dengan ku, terima atau tidak?" kemudian pak morisawa pun mengambil sebuah ramen kemasan lalu meyeduhnya.
"Yah-yah aku ambil ini" lalu Yamato pun berjalan keluar dari dalam ruangan pak morisawa.
Ketika sedang berjalan kembali ke asramanya, Yamato terus mengeluh dengan uang bulanan yang baru saja di berikan pak morisawa.
Seratus ribu yen untuk sebulan, mungkin di tangan Yamato uang itu akan bertahan selama tiga atau dua hari.
Sesampainys di asrama, Yamato langsung Menganti bajunya saat sedang tidak memakai baju tiba-tiba Ayumi datang masuk kedalam dengan santainya.
Seketika iya berteriak histeris karena melihat Yamato tidak memakai baju, mendengar teriakan dari Ayumi membuat teman-temannya yang lain bergegas berdatangan.
"Kenapa kau tiba-tiba masuk?" tanya Yamato dengan wajah yang memerah.
"A-aku di minta Masaru untuk mengambilkan bukunya" jawab Ayumi dengan mata yang terpejam.
"Dan kenapa kalian juga Kemari!!" terika Yamato kemudian mereka semua keluar dari dalam kamarnya.
Beberapa saat kemudian Masaru datang dan bertanya pada Yamato ada ribut-ribut apa barusan, tapi Yamato tidak menjawabnya dan fokus berjalan keluar sambil menggerutu.
"Eng.. Kau mau kemana? Ini sudah hampir malam loh" tapi Yamato kembali mengabaikannya..........................
Malah hari di distrik oyamazaki prefektur Kyoto, terlihat beberapa polisi exorcist sedang melakukan rutinitas mereka yaitu petrol.
Namun di saat sedang asik berbincang-bincang tiba-tiba saja mereka berhenti karena merasakan sebuah aura keberadaan dari iblis.
Lalu tiba-tiba dari lengit terlihat seorang iblis yang melesat cepat ke arah mereka dengan meninggalkan jejak contrails tapi bukan asam melainkan sebuah api yang berkobar merah, dan mereka menyebut hal tersebut sebagai.
"I-itu jejak kaki iblis!! dan dia mengarah ke kemari" ujar salah satu dari mereka.
"Bersiap untuk benturan!!" sahut yang lain, kemudian mereka semua bersiap di posisi dengan memegang pedang masing-masing.
Dengan melesat cepat iblis itu melintas di antara mereka semua dengan meninggalkan contrails yang para exorcist sebut jejak kaki iblis.
Mereka semua terdiam karena masih terkejut dengan kecepatan iblis yang baru saja melintas.
Dan Wosss.... Mereka semua pun terbakar hebat, hanya memerlukan waktu beberapa detik, para polisi exorcits itu pun telah hangus terbakar menjadi abu.
"Humm, payah!" ucap iblis itu yang memiliki penampilan seorang remaja laki-laki berambut hitam dan bermata merah.
Tidak lama kemudian empat orang dua remaja laki-laki dan dua lagi remaja perempuan, salah satu dari mereka berempat pun menanyakan tentang tumpukan abu hitam yang ada di jalan.
Tapi iblis yang telah membunuh para polisi exorcits itu dengan bangga dan sombongnya menceritakan bagai mana dirinya menghabisi mereka semua.
"Kau taukan malam ini akan ada pertemuan para petinggi?" tanya iblis remaja perempuan.
"aku tau, kalau begitu kita harus bergegas pergi"...............
Masih di distrik oyamazaki tapi beda tempat, di sebuah ruangan yang terlihat terbengkalai terdapat delapan buah kursi kosong namun saat semua lampu yang ada di sana mati selama beberapa detik.
Ketika kembali menyala kedelapan kursi itu terlah di tempati oleh delapan pria dewasa dengan berpakaian rapih, mereka semua terlihat sangat serius sampai akhirnya ada yang memulai pembicaraan.
"Sampai sekarang belum ada kabar tentang iblis kucing itu!!"
"Apa dia sudah di eksekusi? Jika benar, berarti raja azir masih ada di tangan para exocist"
"Tidak! Mata itu sudah di miliki seseorang"
"zion Apa maksud perkataan mu?"
"Kalian tidak ingat lonjakan energi beberapa hari lalu? Kurasa itu berasal dari azir yang sudah menemukan tuan barunya" jawab iblis yang bernama zion.
"Biar kami saja yang mengambilnya" sahut para remaja yadi yang baru sampai.
"Kalian!? Lupakan saja, bahkan kalian tidak dapat mengalahkan satu dari tiga belas kapten utama mereka" .
"Lalu kenapa kalian diam saja seperti pengecut?"
"Kami berdelapan para iblis terkutuk,
Zion, Adron, Dyrstan, Arthur, Adiram, Merikh, Leander, dan Lucifer hanya menunggu waktu yang tepat" kemudian semua lampu mati
saat kembali menyala lagi mereka berdelapan sudah menghilang, bukannya tidak melakukan apa yang di larang, mereka malah berniat untuk pergi dan mengambil mata raja azir yang kini ada pada Yamato.
"Kita buktikan kalau kita bukan iblis lemah"..............
Yamato yang masih berkeliling untuk mencari udara segar, di kejutkan oleh kedatangan Mitsuhiro yang berlari menghampirinya.
Mitsuhiro pun bertanya kenapa Yamato masih berkeliaran di luar padahal cuaca sedang dingin.
Namun saat mereka berdua sedang berbincang, dari arah belakang ada beberapa orang yang datang menghampiri mereka dan mereka adalah.
Kapten hosokawa tadaoki, tarazawa hirotaka, dan kapten tsutsui sadatsugu.
"Sedang apa kalian malam-malam seperti ini?" tanya kapten tadaoki.
"Eng... Anu... Kami sedang cari udara segar" jawab Mitsuhiro.
"Sudah, ini hampir tengah malam kalian besok juga harus ke kelas tepat waktu bukan, sekarang kembali ke asrama" sahur kapten tsutsui.
"Baik" kemudian mereka berdua pun berjalan kembali ke asrama.
"Malam ini! Aku punya firasat buruk" bisik kapten hirotaka yang tidak sengaja di dengar oleh Yamato.
Dan para kapten itu pun berlari dengan cepat entah kemana.
sesampainya di dalam asrama, Yamato melihat Masaru yang masih belajar dengan di temani Ryuu yang tidur di dekatnya padahal ini sudah jam sebelas malam.
"Apa kau tidak pusing, melihat barisan huruf seperti itu?" tanya Yamato lalu berbaring di kasurnya.
"Namanya juga belajar" jawab Masaru yang terlihat sedang fokus.
"Terserahlah, selamat malam"
"Yah tidurlah, selamat malam"...............
Tepat jam dua belas malam, lima iblis remaja tadi sudah sampai di sekitar benteng yang menjulang tinggi mengelilingi markas pusat.
"Baik sekarang, akito apa rencanamu, tidak mungkin kita langsung menerobos masuk"
Namun saat remaja yang bernama akito akan menjelaskan recananya, tiba-tiba seseorang berbicara kepada mereka.
"Jauhi tempat ini!".
Saat melihat ke arah atas, mereka berlima telah tertangkap basah oleh Kapten hosokawa tadaoki, tarazawa hirotaka, dan kapten tsutsui sadatsugu.
Yang sedang berdiri di sebuah batang pohon dengan tatapan yang begitu tajam melihat ke arah mereka berlima.
"Kalian iblis dari oyamazaki bukan? Akhir-akhir ini ada laporan masuk tentang lima remaja iblis yang selalu membuat onar" ujar pakten tsutsui.
"Diam kau dasar brengsek" ujar akito lalu melemparkan sebuah api ke arah pakten tsutsui.
Namun hanya dengan satu tiupan kecil bola api itu langsung menghilang, mereka semua di buat kaget dengan apa yang terjadi.
"Tinggalkan tempat ini atau kami harus gunakan kekerasan" lalu para kapten itu mengeluarkan pedang mereka dari dalam sarungnya.
"Seichiro, fuyumi, katsugi, hasumi, bersiaplah kita akan juntukan apa yang bisa kita lakukan.
Dan woss... Mereka pun menghilang tapi auranya masih berada di sekitar.
"Ha!" hal tersebut membuat para kapten itu sedikit terkejut melihatnya.