The Exorcist

The Exorcist
Sosialisasi ke sekolah



"Ada apa?" tanya lucifer saat melihat akito berdiri didepannya dengan wajah yang serius.


"Apa kau sudah tahu tentang semua ini?" jawab akito yang berbalik bertanya.


"?"


"Apa sejak awal kau tahu kalau satan berada didalam diriku?" lanjur akito.


"Sepertinya sudah waktunya aku jujur padamu tentang semua ini"


"Yang membunuh teman-temanmu adalah aku termasuk hana, dan yang membunuh ibu kandungmu adalah aku, juga yang menjadikanmu iblis sekaligus menjadi wadah satan itu juga adalah perbuatan ku. kau puas sekarang?" jelas lucifer.


Akito yang mendengar apa yang baru saja dikatakan lucifer tersebut langsung terdiam.


"Kau memang berengsek. Takkan ku ampuni kau dasar mahkluk rendahan!" teriak akito lalu dengan amarah yang meluap ia langsung menyerang lucifer.


.


.


.


.


.


.


Seorang gadis terlihat berjalan seorang diri dengan seragam sekolah yang kotor dan kusut, wajahnya memperlihatkan kesedihan yang mendalam, dari nick namanya bertulis Shiho kawazaki


"Maaf.. Aku hanya bisa bersembunyi dan tidak pernah menolingmu" suara tersebut terdengar begitu jelas dari dalam tas sekolah milik gadis tersebut.


"Aku tidak perduli dengan itu... Yang penting adalah persahabatan kita" dengan senyuman yang menghapus wajah sedihnya gadis itu menjawab perkataan dari suara yang berasal dari tasnya.


.


.


.


.


.


.


.


Kungkuruyuk..... Matahari yang perlahan mulai naik seiring waktu berjalan, wajah yang masih begitu mengantuk terlihat begitu jelas di wajah Yamato dan Mitsuhiro.


Yamato berjalan dengan mata yang masih terpejam dan ryuu yang seperti biasa tertidur tiada kepalanya, juga Mitsuhiro terlihat berjalan di belakangnya dalam kondisi yang sama.


"Pagi semua~~" ucap mereka berdua secara serentak saat berjalan masuk ke dalam ruang makan.


"Setidaknya cuci muka kalian" sahut Marika, namun mereka berdua tidak mendengarnya dan memilih untuk melanjutkan tidur diatas meja makan.


"Tapi tunggu... Dimana sarapannya? Biasanya sudah ada diatas meja" tanya Mitsuhiro yang langsung terbangun saat sadar tidak ada sarapan.


"Dari tadi kami juga belum makan apapun" sahut Masaru.


"Kalian pernah kepikiran tidak siapa yang memasakkan kita sarapan setiap hari? Setiap pagi saat sarapan pasti sudah ada sarapan diatas meja" tanya Akane yang terlihat serius.


"tidak tahu.. Dan tidak perduli, asalkan perut terisi sudah cukup" gumam Yamato yang membuat Akane langsung memukul kepalanya dan itu membuat ryuu yang asyik tidur terbangun.


beberapa menit kemudian terlihat pak morisawa datang masuk menghampiri mereka semua, sementara yang lain berdiri dan memberikan hormat. Yamato terlihat sedang lelap tidur dengan air liur yang mengalir deras.


Beberapa orang mencoba membangunkan Yamato namun tidak ada yang berhasil sampai akhirnya sambil tersenyum pak morisawa berjalan menghampiri Yamato kemudian memukul meja sangat kuat tepat didepan wajahnya.


"Yaaa... Maaf jika masuknya terlalu dalam!!" teriak Yamato karena saking terkejutnya.


"Heh?!" yang sadar kalau tadi cuman mimpi.


Semua orang terlihat kaget saat mendengar Yamato mengatakan hal seperti barusan. terlepas dari Yamato, pak morisawa mulai menjelaskan kenapa mereka tentang sarapan yang masih belum datang.


"Itu.. Aku!" ucap orang tersebut yang ternyata adalah kapten ogami


"Mati aku!" batin mereka semua secara serentak saat mengetahui kalau kapten ogami yang akan memasakkan sarapan setiap pagi untuk mereka.


Setelah pengumumannya selesai pak morisawa berjalan pergi dan membiarkan kapten ogami untuk melakukan tugasnya. Keringat dingin mulai keluar dari wajah Yamato dan yang lain kecuali matsuya yang terlihat tidak perduli sama sekali dan tadeo yang tidak menunjukkan ekspresi apapun selain wajah ketidak tahuannya.


tidak lama kemudian kapten ogami selesai membuatkan sarapan bagi mereka semua, iya mulai membawakan masakan buatannya pada anak-anak.


Perlahan tangan mereka mulai mengambil sendok, lalu dengan gemetar mereka mulai memasukkan satu suapan kedalam mulu seketika mereka langsung tepar kecuali tadeo yang baik-baik saja dan juga matsuya karena ia tidak melirik masakan itu sedikit pun.


Untuk menghindari ini ryuu memilih untuk pergi secara sembunyi-sembunyi karena jika tidak maka nasibnya akan sama dengan yang lain.


"Arhg... Ini lebih para dari waktu lalu" gumam Yamato dengan mata putih dan mulut yang berbusa.


"Kita diracun" jawab Mitsuhiro yang adalah kondisi sama.


.


.


.


.


.


.


"Grrrr... Perut ku mati rasa" gumam Yamato yang berjalan di halaman bersama Masaru dan Ayumi.


"Ini baru sehari, tinggal senam hari lagi" jawab Masaru.


Lalu dari arah belakang seseorang datang memanggil mereka bertiga, ketika dilihat orang tersebut adalah kapten asano. Masaru pun bertanya mengapa iya memanggil mereka dan kapten asamo memberitahu kalau dirinya ingin ditemani pergi ke sebuah sekolah menengah pertama untuk sosialisasi.


Dan kapten asano juga menambahkan kalau mereka tidak usah khawatir karena iya sudah meminta izin kepada pak kirino yang akan mengajar hari ini di kelas. Karena tidak enak kalua ditolak mereka pun menyetujuinya.


Saat dalam perjalanan Ayumi menanyakan materi tentang apa yang akan di bahas nanti, setidaknya mereka bertiga juga bisa sedikit membantu setelah tahu materi yang akan di sampaikan nanti.


Mendapat pertanyaan itu kapten asano mulai menjelaskan apa-apa saja materi yang sudah iya siapkan untuk nanti, sementara yang lain sedang membicarakan soal materi untuk nanti. Yamato malah terlihat tidak mendengarkan sama sekali sampai akhirnya ryuu muncul diatas kepalanya.


"Dari mana saja?" tanya Yamato setelah ryuu datang.


"Kau tahu, aku masih sayang nyawa. Tapi syukurlah kalian tidak mati" jawab ryuu lalu mengambil posisi yang nyaman diatas kepala Yamato lalu tidur.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai didalam parkiran sekolah, terlihat mereka disambut oleh kepala sekolah dan beberapa orang guru. Kapten asano meminta mereka bertiga untuk berkeliling sekolah jika mau karena iya akan mengobrol sebentar dengan kepala sekolah.


Selama kapten asano berada di kantor kepala sekolah Yamato dan yang lain berjalan santai melihat-lihat sekolah, karena mereka memakai seragam lengkap membuat banyak mata yang mengarah pada mereka bertiga. Walau begitu mereka terlihat tidak perduli.


"Kenama mereka menatap kita? apa mereka tidak pernah melihat orang keren seperti ku?" gumam Yamato yang sadar dari tadi terus jadi tontonan.


"Bukan itu. Mereka hanya merasa kaget melihat kita berseragam lengkap berkeliaran disekolah mereka" sahut Masaru.


"Yaampun. Setidaknya kau bisa mengiyakan perkataan ku tadi"


"Kalian mendengarnya? Ikut aku" tanya ryuu kemudian turun dari atas kepala Yamato lalu berlari entah kemana.


Meski tidak tahu apa yang di katakan ryuu tapi mereka bertiga tetap mengikutinya sampai kebelakang sekolah. Disana mereka kaget melihat seorang gadis yang sedang di bully oleh teman-teman perempuannya ada ada beberapa anak laki-laki ikut membully dengan cara menonton, tertawa, dan megejeknya.


"Apa-apaan mereka?"


"Oi.. Berengsek sedang apa kalian hah?" teriak Yamato kemudian menghampiri mereka semua.


Mereka semua terkejut saat dihampiri oleh tiga orang yang tidak mereka kenal, saat salah satu dari mereka akan menjawab temannya yang lain menghentikannya karena melihat Yamato dan yang lain yang berseragam exorcist lengkap.


Tanpa berkata-kata mereka semua langsung bergegas pergi.


Ayumi mulai mendekati si gadis yang menjadi korban bully dengan lembut ia mendekatinya tapi tiba-tiba saja mereka merasakan aura yanga aneh tapi hal tersebut hanya terjadi singkat, karena masih dibuat terkejut tanpa disadari si gadis perempuan iru sudah pergi jauh meninggalkan mereka.


"Apa kalian merasakannys?" tanya Ayumi kemudian kembali berdiri.


"Anak itu... Sepertinya diganggu" jawab Yamato dan Masaru