The Exorcist

The Exorcist
Klan Watanabe



Malam Hari di Kyoto lebih tepatnya  di dekat rashomon, gerbang timur Kyoto


Rashomon didirikan pada tahun 789 M, tetapi setelah period Heian bangunan itu rusak berkeping-keping tak terselamatkan. Tempat tersebut saat ini sangat terbelakang di mana para preman bersarang, bahkan bayi tak diinginkan dan korban pembunuhan pun pernah dibuang di sana.


Terlihat ada beberapa mayat pria, dengan kondisi lengan kanannya hilang atau putus, tidak lama kemudian dari balik gerbang berdiri sosok pria bertubuh tinggi dengan mata merah menyala dalam kegelapan malam.


.


.


Di ruangan rapat terlihat Jendra morisawa minamoto, Ogawa suketada, dan kitsuki mototsuna. Keluar dari sana dan didalam hanya menyisakan jendral wakisaka yasuharu dan jendral akaza naoyasu, yang duduk saling berhadapan.


"Aku masih belum mengerti kenapa kau bertindak seperti ini" ujar Jendral mulai membicarakan rencana jendral akaza.


"Jika buka aku yang melakukannya lalu siapa lagi? Terus membiarkannya malah akan berbahaya" jawab jendral akaza.


"Takkan ku biarkan kau menyentuhnya"


"Terserah kau saja" kemudian jendral akaza berdiri lalu berjalan keluar ruangan, meninggalkan jendral yasuharu sendiri didalam.


"Dasar menyebalkan"


.


.


Dikantornya, kapten tadaoki terlihat sedang mengemas barang-barangnya kedalam sebuah kotak kecil, kali ini dirinya hanya mengunakan baju kemeja putih dan celana hitam.


Hanya beberapa barang yang di masukan seperti, foto keluarganya, dan foto dirinya, kapten fukushima, dan hanae kedalam.


"Apa kau benar-benar akan mengundurkan diri?" tanya kapten Hideaki yang berdiri didepan pintu kantor kapten tadaoki bersama yang lain.


"Yah. Benar. Aku akan mengundurkan dari, padahal kami berdua ingin pensiun bersama lalu menikmati sisa hidup bersama, dan menceritakan kisah kami pada anak cucu kami nanti"


"Tapi dia pergi lebih dulu, ditambah aku sudah tidak bisa menjalankan tugas dengan baik lagi, kehilangan lengan kanan membuat ku sedikit kesulitan mengontrol gerakan" jelas kapten tadaoki, kemudian mulai menandatangani surat pengunduran dirinya.


"Kantor akan menjadi sangat sepi tanpa kalian, kami tidak bisa melihat keributan yang kalian lakukan" ujar kapten asano.


"Tidak lama lagi kantor ini juga akan ada yang menggantikan posisi kami berdua, semoga saja mereka berdua adalah sahabat seperti kami berdua"


"Nah, aku sudah selesai disini, semuanya sampai jumpa" lanjut kapten tadaoki kemudian berajalan keluar sambil membawa sebuah kotak kecil.


Namun kapten tadaoki menghentikan langkah kakinya ketika melihat Yamato dan yang lain berdiri menghalangi jalannya untuk keluar dari markas.


"Apa kalian datang untuk mengaturku?" tanya kapten tadaoki kepada mereka semua.


Marika, yuzuru, dan Akane langsung berlari dan memeluk kapten tadaoki, mereka mulai menangis sambil memintanya untuk tidak mengundurkan diri


Dan tetap disini bersama mereka.


"Nanti siapa yang akan mentraktir kami belanja di mall?" ujar Marika.


"Aku bahkan belum pernah ditraktir belanja" sahut Akane.


.


.


"Kalau begitu sampai jumpa lagi semua" ujar kapten tadaoki kemudian masuk kedalam mobil setelah berpamitan.


"Kini kehidupan baru ku baru saja dimulai" lanjutnya setelah berada didalam mobil yang melaju.


Ketika Mitsuhiro dan Marika akan berjalan kembali kearama bersama yang lain, tiba-tiba kapten yoshihiro memanggil mereka berdua.


Mitsuhiro dan Marika langsung menyetujuinya, mereka berdua langsung bergegas untuk mempersiapkan segalanya karena hari ini juga mereka akan berangkat.


.


.


Perjalanan ini akan memerlukan waktu beberapa jam, Meksi begitu akan terasa membosankan duduk diam didalam mobil.


Beberapa kali Mitsuhiro tertidur lalu bangun, tertidur lalu bangun, hal itu terus terjadi beberapa kali sampai akhirnya mereka sampai didepan sebuah rumah, dengan gerbang kayu yang begitu kokoh.


Saa melihat dua buah lambang yang terdapat pada pintu itu, Mitsuhiro menyadari bahwa rumah besar yang mereka datangi adalah.


"Klan watanabe?!" ucap Mitsuhiro dengan wajah yang menunjukkan kalau dirinya agak kaget.


"Wah. Rupanya kau pinta juga tau kalau ini lambang klan Watanabe" jawab kapten yoshihiro.


"Untuk apa kita datang kemari?" tanya Marika.


"Ada beberapa hal yang ingin ku tanyakan dan ada benda yang ingin ku pinjam" jelas kapten yoshihiro, kemudian iya mulai mengetuk pintu gerbangnya.


Tidak lama kemudian, seorang pelayan dengan memakai pakaian putih layaknya pelayan pada zaman dulu, datang membukakan pintu.


Mereka pun dipersilahkan untuk masuk kedalam, baru saja melewati pintu gerbangnya, Mitsuhiro dan Marika di buat kagum dengan kemegahan dan besarnya bangunan tersebut.


Dan kini bangun ini hanya menjadi tempat wisata bagi para pengunjung, hanya buka lima hari dalam satu minggu dan tutup di hari sabtu dan minggu.


Di dua hari itulah, kediaman keluarga Watanabe akan dibersihkan dan keturunan langsung dari kepala keluarga akan datang untuk berdoa kepada leluhur disini.


Karena mereka bertiga datang pada hari sabtu, sudah dipastikan kalau kepala keluarga ada disini, selama berada disana mereka bertiga dipandu oleh pelayan yang tadi untuk menemui kepala keluarga.


Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka bertemu dengan kepala keluarga bernama Watanabe no yoda atau Yoda Watanabe.


Hanya beralasan sebuah bantal kecil, mereka bertiga duduk menghadap kepala keluarga yang sedang tidak tau tidur atau apa tapi dia terlihat sedang menutup kedau matanya.


Ketika pelayan tadi datang kembali dengan membawa teh hijau dan cemilan untuk tekan mengobrol mereka, kapten yoshihiro menanyakan ada apa dengan kepala keluarga.


Pelayan itu memintanya untuk bersabar dan menunggu kemudian iya pergi setelah menjawab pertanyaan dari kapten yoshihiro.


Beberapa menit kemudian, kepala keluarga pun membuka matanya dan dirinya mulai menanyakan maksud kedatangan kapten yoshihiro.


"Sepertinya ada masalah yang bersangkutan dengan klan Watanabe. Sampai anda datang kemari" ujar pak yoda.


"Benar! Ada hal yang harus diselesaikan, anda mungkin tau tentang gerbang rashomon, pintu timur Kyoto" jawab kapten yoshihiro.


"Yah. Semua keturunan klan Watanabe mengetahui kejadian dipintu gerbang itu"


"Dan satu hal lagi apa lengan itu kasih tersimpan aman disini?" tanya kapten yoshihiro lalu mulai meminum teh hijau itu sebelum menjadi dingin.


Mitsuhiro dan Marika hanya bisa mendengarkan karena mereka berdua tidak terlalu tau tentang apa yang sedang mereka berdua bicarakan.


"Tangan itu masih akan disini, bahkan tadi aku sudah memeriksanya, padahal dulu lengan itu hampir saja diambil olehnya" jelasn kepala keluarga.


"Syukurlah kalau itu masih ada, dan aku ingin meminjam pedang miliki Watanabe no tsuna"


"Tunggu untuk apa meminjam pedang itu?" tanya kepala keluarga yang mulai mencurigai maksud kedatangan kapten yoshihiro dan setiap pertanyaan yang di ajukannya.


"Sebenarnya, ada kasus penemuan beberapa mayat disekitar rashomon, semuanya kehilangan tangan kanan" jelas kapten yoshihiro.


"Apa jangan-jangan maksud ada adalah ....." potong kepala keluarga yang sudah menyadari bahwa.


"Yah, dia sudah kembali untuk membalas dendam dan mengambil kembali tangannya, Ibaraki-doji!"