
"Aku tidak mungkin bisa mati semua itu" ujar mahide kepada azir yang terkapar di tanah.
Sesaat kemdian senyuman terlihat di wajah azir dan lukanya langsung sembuh dalan hitungan detik.
"Hahahaha.. Tak kusangka ada manusia yang dapat menyamai bahkan melebihi diriku" ujar azir setelah tertawa kecil.
"Akan kutunjukkan ketakutan yang sebenarnya" lanjutnya kemudian azir mulai menyatukan telapak tangannya, dan diatas kepalanya sebuah retakan dimensi yang begitu besar dan panjang muncul dan dari dalam sebuah tangan raksasa keluar dengan membawa pedang ame no habakiri salah satu dari totsuka no tsurugi.
"Gawat! Apa dia berniat membunuh kita juga?" ujar kaloon kemudian menjauh dari area yang akan terkena dampak serangan.
Pedang ame no habakiri terlihat terus menyerap energi yang ada disekitarnya lalu tangan raksasa itu mulai mengayunkan ame no habakiri dari sebelah kanan ke kiri. Tidak ada jalan lain selain menahan serangan tersebut hanya bermodalkan tombak tsukoyomi yang di tancapkan ketanah.
Dengan kuat tenang dirinya menahan serangan tersebut sampai akhirnya sebuah ledakan terjadi akibat bentrokan dua kekuatan. Dari kepulan asap azir melihat mahide yang berdiri dengan lengan baju yang sobek dan setengah wajahnya terkan luka bakar.
"Kelihatannya kau sudah hempir sampai pada batasan mu" ujar azir kemudian mengambil pedang kusanagi no tsurugi yang kembali muncul didekatnya.
"Kita lihat saja nanti" jawab mahide kemudian melakukan posisi kuda-kuda, kemudian secara bersamaan mereka berdua melesat lancarkan serangan pada satu sama lain.
Jual beli serangan terus mereka berdua lakukan, kaloon dan Adara yang menonton dibuat tidak berkedip karena pertarungan tersebut. Beberapa anak panah amaterasu yang di lepaskan mahide tidak ada yang mengenai azir.
Semakin bersemangat azir semakin besar pula kekuatan yang muncul darinya, tidak mau kalah mahide juga meningkatkan kekuatannya terutama pada pedang susanoo. Sambaran pertir dari pedang itu bukan lagi berwarna merah melainkan warna merah pekat.
Bukan hanya pedang susanoo, panah amaterasu, dan rombak tsukoyomi juga mengalami peningkatan yang sama. Terlihat saat mahide menyerang dan serangan pedangnya itu tidak kena malah lepas menyentuh tanah.
Seketika saja muncul bekas tebasan yang begitu panjang saat ujung pedang susanoo menyentuh tanah.
"Baiklah. Teknik terkutuk! Gerhana matahari cincin! Tahap kedua! lingkaran matahari!" dan pedang susanoo mulai memanas mengeluarkan aura panas yang begitu menusuk.
Setiap kali mahide mengayunkan pedangnya sebuah lingkaran api yang begitu panas muncul dan bahkan lingkaran api tersebut membesar sambil berputar dengan sangat cepat dan itu membuat azir selalu hampir tidak sempat menghindar.
"Aura panasnya begitu luar biasa" ujar kaloon.
"Kau benar, jika pedang biasa mungkin saja akan memanas dalam hitungan menit atau bahkan detik" sahut Adara.
Beberapa menit kemudian situasi berubah, kini azir mulai tertekan dan hal tersebut membuat kaloon dan Adara terkejut karena tidak percaya dengan apa yang mereka berdua lihat. Situasi seperti ini membuat gerakan azir menjadi kacau dan memudahkan mahide untuk terus menyerang.
Sesegera mungkin mahide mengincar leher azir, sayangnya mahide tidak berhasil memenggal kepala azir padahal tinggal sedikit lagi kepalanya akan terpotong, setelah lehernya kembali menyatu azir berniat untuk mengakhiri pertarungan ini hanya dengan satu serangan.
Dengan santai azir menyatukan kembali telapak tangannya sambil tersenyum menatap mahide.
"Dengan ini semua akan selesai" ujar azir.
Tapi karena sadar teknik berbahaya macam apa yang di gunakan azir, bergegas mahide mengganggu azir agar tidak menggunakan tekniknya. Karena lengah kedua tangan azir berhasil dipotong dan itu membuat teknik yang akan di lakukan azir terbatalkan.
Saat itu juga kedua tangan azir kembali tumbuh lalu membalas serangan mahide, karena serangan barusan mahide terhempas ke udara dan saat itu dirinya terpaksa harus mengambil jalan kedua setelah mencoba memenggal kepala azir sangat susah dana hampir mustahil.
"Teknik segel langit! Tahap ketiga! Kurungan lima sudut" lalu mahide membuka telapak tangan sebelah kirinya disetiap jarinya tertulis, api, air, bumi, petir, dan angin.
Dan tulisan yang sama muncul di sekitar azir membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali atau memanggil pedang kusanagi no tsurugi.
"Gawat! Aku lupa soal wadahnya. Kalau begitu" gumam mahide lalu melakukan hal yang sangat tidak terduga yaitu dengan tangan kanannya sendiri mahide mengambil kedua matanya lalu melemparkan matanya tersebut kearah azir.
Lalu cahaya terang tersebut mulai memudar dan terlihat kedua mata mahide yang kini telah menjadi sebuah permata. Lalu permata itu mulai kembali ke tangannya,
Yah kini azir telah tersegel dalamnya.
lalu pedang kusanagi no tsurugi miliki azir muncul mendekati mahide, tidak lama kemudian kaloon dan Adara juga datang lalu memberikan cermin yata no Kagami dan permata yasakani no magatama kepada mahide.
"Kenapa?" tanya mahide meski tidak bisa melihat tapi ia masih dapat merasakan pergerakan disekitarnya.
"Ini bukan berarti kami memihakmu, setidaknya kami dapat mencar alasan yang kuat saat akan menghakimi dunia ini" jawab kaloon.
"Kuharap kalian tidak menemukan alasan itu dan menemukan kalau manusia tidak seburuk yang kalian pikirkan" kemudian mahide mengambil cermin yata no Kagami dan permata yasakano no magatama.
Dan dengan kekuatannya mahide menyembunyikan ketiga benda itu ditempat yang berbeda dan saling berjauhan, lalu ia pun pergi membawa azir bersamanya. Juga setelah mahide pergi Adara juga pergi meninggal kaloon.
"Kemana?" tanya kaloon ketika melihat Adara akan pergi.
"Aku ingin melihat dunia ini lebih jauh lagi, ada banyak hal yang tidak kita ketahui tentang dunia ini dan manusia" jawab Adara kemudian pergi.
.
.
.
.
.
.
Bertahun-tahun berlalu dunia sudah banyak berubah dan zaman/era Edo pun dimulai, di kediaman keluarga Takigawa tempat dimana azir disimpan didalam sebuah kotak kayu yang dikunci menggunakan kertas penyegel.
Sementara itu mahide kini sudah meninggal lima belas tahun yang lalu, setelah berpuluh-puluh tahun atau seratus tahun lebih disegel akhirnya pada suatu malam yang tenang meski disegel azir tetap bisa menggunakan sedikit kekuatannya.
Terlihat kertas penyegel itu mulai terbakar dan aura gelap keluar dari dalam sana lebih tepatnya dari dalam kedua permata itu, aura tersebut terus berjalan dan menyebar masuk kedalam kamar setiap orang yang ada dirumah.
Sesaat kemudian orang-orang keluar dari kamar mereka dengan mata yang berwarna hitam karena kini mereka sedang dibawah kendali azir, dengan kejam azir mulai mengendalikan mereka semua untuk membunuh diri sendiri.
Satu persatu mereka meregang nyawa sampai ketika hanya tersisa satu orang lagi yaitu cucu laki-laki mahide berapa misashi, sekita saja deretan kertas penyegel bermunculan di sekitar kotak kemudian semua kertas itu mulai menempel membungkus kotak tersebut dan menguncinya rapat-rapat.
Karena hal ini juga keturunan terkahir mahide berhasil selamat, setelag sadar dirinya begitu ketakutan melihat semua anggota keluarganya tewas bersimbah darah dilantai.
Iya melapor ke polisi namun malah dirinya yang dituduh telah melakukan semua hal ini setelah berbulan-bulan polisi tidak menemukan pelakunya dan jika kasus ini belum terselesaikan akan memberikan tanggapan negatif dari masyarakat membua para polisi menuduh Musashi sebagai pelaku padahal dirinya juga korban dalam kejadian ini.
semua barang di kediaman Takigawa mulai disita termasuk kotak tempat mata raja azir tersimpan. Beberapa tahun berlalu akhirnya Musashi keluar dari penjara beberapa bulan kemudian dirinya menikah dengan anak perempuan dari klan Fujiwara dan mereka dianugerahi dua anak laki-laki.
Setelah dewasa anak tertua tiada karena sakit dan anak kedua menikah dan seterusnya sampai akhirnya Yamato lahir :)