The Exorcist

The Exorcist
Hal yang membuat penasaran



"Kita harus segera memburunya" ujar pak akaza dengan memukul meja didepan jendral lain.


"Jika dibiarkan akan malah semakin berbahaya" lanjutnya.


"Jangan bertindak tanpa ada rencana. Kalau kita bertindak memburu anak itu secara gegabah yang ada hanya akan menimbulkan keributan publik" sahur pak kitsuki.


"Lalu apa kau punya rencana lain?" tanya pak akaza.


"Aku setuju dengan pak kitsuki. Ditambah para reven tidak bisa bergerak leluasa mengingat mereka hanya boleh bergerak saat malam hari saja, jika siang hari dan terlihat oleh warga sifil hanya akan membuat kehebohan" sahut pak yasuharu.


"Berdebat saja tidak akan membuahkan hasil. Kita sudahi pertemuan ini, saat situasi dan rencana sudah matang kita diskusikan lagi" potong pak morisawa.


Tanpa banyak bicara lagi mereka semua keluar dari dalam ruang rapat kecuali pak moriswa yang masih duduk di kurisnya, saat pintu ditutup beberapa reven muncul dan ternayat selama pertemuan mereka sudah berada disana hanya saja mereka menyamarkan diri dengan keadaan ruangan yanh cukup gelap.


Kepada pak morisawa mereka berbaris dengan rapih kemudian memberikan hormat.


"Sebelum kita mengambil tindakan lebih lanjut, aku ingin kalian terus awasi anak itu tapi tetap jaga jarak dengannya karena lucifer akan menemukan kalian"


"Jangan sampai misi kalian bocor ke telinga mana pun, hati-hati bahkan tembok disini memiliki dapat mendengar. Segera laksanakan!" jelas pak morisawa.


"Laksanakan!" jawab mereka secara serentak kemudian pergi tanpa menimbulkan sedikitpun suara dari sepatu mereka atau sedikitpun hembusan sangin saat mereka bergerak pergi.


"Semoga saja kita dapat segera memurnikan lucifer karena saat ini ancaman terbesar adalah lucifer"


.


.


.


.


.


.


Di koridor lantai empat Mitsuhiro dan matsuya terlihat dengan berjalan bersama menuju ruangan kapten ogami, ketika akan mengetuk pintu tiba-tiba kapten aoi menghentikan mereka berdua.


"Jangan masuk dulu! Ini jam makan ogami. Aku peringatkan kalian oke, jangan masuk kedalam ruangannya saat jam 9,11, dan jam 14 karena itu jam makan ogami" jelas kapten aoi.


Merasa aneh Mitsuhiro pun bertanya namun kapten aoi tidak mau menjelaskannya lebih lanjut, tapi keptan aoi hanya melarang keras mereka untuk masuk kedalam lalu ia pergi.


Mau tidak mau mereka berdua menunggu beberapa menit sampai akhirnya pukul 10 tepat, tidak lama kemudian mereka mengetuk pintu meminta izin untuk masuk kedalam.


Dari dalam kapten ogami terdengar berteriak pada mereka untuk jangan masuk dulu, beberapa menit kemudian kapten ogami membuka pintunya untuk mereka.


Kemudian Mitsuhiro dan matsuya pun masuk kedalam, tidak ada yang aneh didalam kantor kapten ogami hanya dimeja kerjanya banyak sekali berkas yang berantakan. Melihat tumpukan berkas itu membuat perasaan Mitsuhiro tidak nyaman.


"Syukurlah kalian tidak ada kegiatan. Bantu aku merapihkan semua berkas ini ke dalam lemari besar itu" ujar kapten ogami lalu menunjuk kearah sebuah lemari yang cukup besar di belakang mereka berdua.


"Sudah kuduga ini akan terjadi" gumam Mitsuhiro lalu mengerjakan apa yang diminta kapten ogami.


Mitsuhiro dan matsuya mulai memindahkan semua berkas tersebut ke meja yang satunya lagi lalu mereka duduk di sofa menghadap semua berkas yang menggunung.


"Jadi apa yang harus kami lakukan?" tanya Mitsuhiro setelah duduk.


"Oh. Kalian tinggal kelompok beksrnya sesuai tahun, bulan, dan tanggalnya saja" jelas kapten ogami yang terlihat fokus dengan kerjaannya di komputer.


Beberapa menit kemudian entah keajaiban dari mana matsuya mau berbicara lebih tepatnya ia bertanya kenapa saat tadi mereka akan masuk kapten aoi datang dan memperingati dirinya dan Mitsuhiro untuk tidak masuk pada jam makan kapten ogami.


Mendapati pertanyaan itu dari matsuya membuat kapten ogami hanya melencengkan pembicaraan seperti tidak ingin menjelaskan alasan di balik larangan tersebut.


Tidak lama kemudian pintu kantor terbuka dan seseorang masuk kedalam ternyata itu adalah pak Ogawa dengan membawa dua bingkisan satu berukuran cukup besar dan satu lagi kecil.


"Oh. Rupanya ada anak-anak disini" ujar pak Ogawa saat melihat Mitsuhiro dan matsuya.


Mereka berdua pun berdiri kemudian membungkuk/ojigi. Kapten ogami pun bergegas menghampiri pak Ogawa lalu membungkuk juga didepannya.


"Dan ini untuk kalian, sebenarnya ini untuk hiroshima tapi diingat-ingat kedua tangannya patah jadi tidak mungkin dia bisa memakan ini" lanjut pak Ogawa kemudian memberikan bingkisan kecil para Mitsuhiro.


Saat dibuka isinya ternyata cemilan yang cukup banyak dan beberapa mainan jus buah, tidak lupa mereka mengucapkan terimakasih pada pak Ogawa.


"sama-sama. Kalau begitu semangat semua" kemudian pak Ogawa menutup pintu lalu pergi.


Mitsuhiro dan matsuya dibuat penasaran dengan isi dari bingkisan yang diberikan pak Ogawa pada kapten ogami, saat bertanya apa isi dan kapten ogami memberitahu kalau isinya hanya bekal makan malam.


Lalu kapten Ogawa memasukan bingkisan tersebut ke dalam peti pendingin yang ada dibawah mejanya, sayangnya Mitsuhiro dan matsuya tidak melihat apa yang dilakukannya karena terhalang meja.


Waktu terus berjalan perlahan tumpukan berkas yang awalnya begitu tinggi perlahan mulai tersusun rapih di dalam lemari sesuai tanggal, bulan, dan tahun. Akhirnya mereka selesai menyusun semua bekas didalam lemari dengan rapih.


Melihat semuanya rapih membuat kapten ogami senang lalu mengambil dua ratus yan dari dalam dompetnya untuk mereka berdua masing-masing seratus yen.


"Segini cukup buat apa njir?" gumam Mitsuhiro yang berjalan kembali ke asrama karena hari juga hampir gelap.


.


.


.


.


.


.


"Dari mana saja sehari baru keliatan?" tanya yuzuru pada mereka berdua saat baru saja sampai.


"Kami baru saja jadi babu dengn upah rendah. Awas aku mau segera mandi" jawab Mitsuhiro.


Tidak lama kemudian yamato dan Masaru terlihat baru saja pulang setelah pergi berbelanja bahan masakan untuk makan malam nanti.


Setelah semua orang berkumpul di ruang makan, kecuali Yamato yang baru datang dengan memakai celemek berwarna merah muda denga motif kupu-kupu.


"Hahaha.. Nunggui? Sepertinya kalian sudah sangat kelaparan, tunggu sebentar ya.. Akan ku buatkan kari malam ini" ujar Yamato yang berjalan arah dapur.


.


.


.


.


.


.


.


"Sudah malam rupanya" gumam kapten ogami setelah meliha hari sudah berganti malam lewat jendela kantornya.


Ia pun beranjak dari kursinya kemudian mengunci pintu kantor dari dalam, setelah itu kapten ogami mengambil baju kaos hitam dari dalam laci lemari.


"Berdebu sekali. Terkahir kali aku memakai ini kapan?" gumamnya setelah mengambil kaos tersebut.


Kemudian ia mulai melepaskan seragamnya menggantungkannya dengan rapih, terlihat di punggung kapten ogami terdapat sebuah bekas luka cakaran yang cukup besar seperti cakaran hewan buas atau dari iblis yang pernah berhadapan dengannya.


"Nah. Kalau pake inikan enak adem, sehari pake seragam rasanya gerah sekali" setelah mengganti bajunya kapten ogami mulai mengambil peti pendingin yang ada dibawah mejanya.


Kemudian membuka peti tersebut untuk meliha isi bingkisan yang tadi diberikan pak Ogawa kepadanya.


"Wah. Daging sapi, sebelum lanjut kerja. Selamat makan!"