The Exorcist

The Exorcist
Jebakan di istana iwamura



Malam hari yang indah, Yamato dan yang lain sedang berada diluar asrama untuk mencari udara segar karena tadeo baru berada di asrama, membuat semua orang memperhatikannya kecuali matsuya yang sama sekali tidak peduli.


Selama diajak bicara, tadeo hanya memasang wajah polosnya, iya mengerti apa yang sedang dibicarakan namun tadeo tidak bisa mengekspresikan perasaannya.


Tapi mereka semua mengerti dengan apa yang dirasakan tadeo, karena itulah mereka terus mengajak tadeo untuk mengobrol agar perlahan ia dapat merasakan perasaannya dan mengekspresikannya.


Beberapa menit kemudian, kapten tsutsui sadatsugu datang menghampiri mereka semua dan berkata "besok apa ada yang ingin ikut dengan ku?" tanyanya.


"Kemana?" sahur yuzuru yang berbalik bertanya.


"Ke kastil iwamura di kota Ena,  prefektur Gifu ada beberapa masalah yang harus diselesaikan" jelas kapten tsutsui.


"Aku! Aku akan ikut" sahut Akane yang menawarkan dirinya.


"Aku akan ikut dan mao-chan juga, apa kau mau ikut juga tadeo?" lanjut Akane yang membuat Yamato hampir tersedak cemilan.


"Baik" jawab tadeo setelah diajak Akane untuk ikut.


"Mao-chan? Maksudmu siapa?" tanya kapten tsutsui yang tidak tau siapa itu mao-chan.


Yang lain langsung melihat kearah Yamato yang sedang makan cemilan, dan kapten tsutsui menyadari siapa itu mao-chan, "baiklah besok kita berangkat pukul 9" lalu iya pun pergi.


Karena sudah mengantuk, mereka pun masuk kedalam kamar, di asrama hanya ada 4 kamar setiap kamar terdiri dari 2 tempat tidur, 2 meja belajar dan 2 lemari besar juga kecil.


Hal itu membuat tadeo harus tidur dengan Yamato dan Mitsuhiro tapi iya harus tidur dilantai mengunakan futon.


"Maaf, yah. Kau harus tidur dibawah" ujar Yamato setelah membantu tadeo menyiapkan futonnya.


"Tidak masalah, aku sudah terbiasa tidur dilantai tanpa mengunakan alas apapun" jawab tadeo dengan wajah polosnya.


"Jika butuh apa-apa bangunkan saja kami, kalau kamu kedinginan didekat lemari ada selimut elektri. Kalau begitu selamat malam" jelas Mitsuhiro.


Dan mereka pun mulai tidur, beberapa menit kemudian kedua mata tadeo terbuka dan ia pun berkata. "Aku tidak bisa tidur! Ini terlalu empuk".


.


.


Pagi pun tiba, saat tadeo akan turun untuk sarapan Yamato langsung melarangnya dan mengajaknya untuk bergegas mandi dan bersiap-siap.


Tidak banyak bertanya, tadeo mengikuti ajakan Yamato, setelah selesai bersiap-siap mereka berdua bergegas ke kantor kapten tsutsui. Sesampai disana ternyata Akane sudah datang lebih dulu.


"Teman-teman maafkan kami" ucap Yamato dan Akane karena meninggalkan yang lain sarapan dengan masakan kapten yoshiaki.


Kapten tsutsui yang baru saja selsai besiap-siap, dipaksa untuk segera berangkat oleh Yamato dan Akane sementara tadeo hanya melihat dengan wajah polosnya.


"Yah, baik kita akan berangkat sekarang" kemudian mereka pun berjalan menuju mobil yang menunggu didepan gerbang utama.


"didepan kita akan berhenti untuk sarapan, aku tau kalian takut dengan sarapan jahanam buatan yoshiaki" ujar kapten tsutsui yang sedang mengemudi mobil.


"Anda memahaminya, bahkan aku hampir terbunuh olehnya" sahut Yamato yang terharu karena kapten tsutsui memahami penderitaan mereka.


Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka berhenti disebuah restoran Untuk sarapan.


"Semuanya maaf" ucap Yamato kemudian mulai memakan sarapannya.


Setelah selesai sarapan dan membayar, mereka semua kembali kedalam mobil untuk menuju istana iwamura , jarak antara markas pusat dan istana hanya memerlukan waktu kerang lebih 3 jam.


3 jam kemudian, mereka pun sampai ditempat tujuan yaitu di istana iwamura. Terluka jalan masuk ke area istana telah di segel garis polisi,


disana terlihat begitu sepi Tak ada satupun mengunjung yang datang.


Mereka berempat mulai menyusuri sekitaran istana iwamura, sampai akhirnya mereka berniat untuk masuk kedalam istana namun kapten tsutsui memutuskan untuk tidak jadi masuk kedalam.


"Aku merasakan hal yang lucu dari tempat ini" ucap kapten tsutsui.


"Bukan itu, maksudku perasaan ku campur aduk, sepertinya ada yang sedang mengawasi kita" jawab kapten tsutsui yang terlihat begitu waspada.


"Tidak kusangka, rencana ini berhasil memancing kalian datang" ujar seseorang yang berbicara dari sarah belakang.


Bergegas mereka semua langsung membalikkan badan, dan orang itu adalah lucifer yang melambaikan tangannya sambil tersenyum ramah.


Lucifer pun menjentikkan jarinya, dan sebuah kubah hitam menutupi seluruh istana iwamura.


"Cih, rupanya laporan itu berasal darimu".


"Skenario seperti imi sangat mudah dilakukan, aku hanya punya urusan dengan satu orang kalian keluar" jawab lucifer kemudian mengeluarkan mereka bertiga dan hanya menyisakan Yamato seorang.


Tiba-tiba saja, beberapa rantai muncul dari dalam tanah dan mengingat Yamato dengan sangat kuat, lucifer pun berjalan mendekati Yamato.


"Nah, azir! Aku sangat ingin menemuimu, nak. Kau harus mengetahui beberapa hal"


"Pertama. kau seharunya sudah mati sejak pertama kali menjadi wadah bagi azir


Kedua. Kau adalah bidak catur yang begitu berharga,


Nah. Azir sekarang....... Kita akan bertatap muka" lanjut lucifer kemudian menatap kedua mata Yamato.


Sesaat kemudian, lucifer berhasil masuk kedalam alam bawah sadar Yamato tempat azir berada, suasana disana begitu kental akan kejahatan.


"Apa ini? Kau berani menunjukkan wajahmu didepan ku? Ingatlah posisi mu dasar rendahan" ujar azir setelah melihat lucifer, kemudian ia menjentikkan jarinya.


Dan kedua tangan lucifer terpotong dengan begitu mudah, darah terus bercucuran dari kedua lengannya yang di potong azir, tapi tangan lucifer kembali sembuh seperti semula.


"Bagaimana, apa kartu AS mu masih aman? Tanpa diriku bangai mana kau dapat membangkitkannya?"


"Meski bukan kau tapi dia dapat membantu" jawab lucifer.


"Hahahahahahah....... kau masih berpikir bahwa kaloon masih ada? Begitu besarnya harapanmu padanya? Aku telah membunuhnya"


Mendengar itu, lucifer terlihat begitu terkejut


"Kaloon, si awal dari segalanya sudah aku tidak ada. Aku telah menyerapnya waktu itu dia begitu tenang meski sedang berhadapan dengan kematian"


"Kini sudah tidak ada harapan lagi, Kartu AS mu kini bagaikan rongsokan yang tidak berguna. Jika kau berani menunjukkan wajahmu lagi, akan ku pastikan kau tidak bisa melihat matahari lagi" lanjut azir lalu mengayunkan jadinya.


Dan lucifer kembali pada kesadarannya, terlihat sekunut tubuhnya di penuhi luka sayatan yang parah. Tanpa melakukan apapun lagi iya langsung pergi.


Setelah kubah penghalang yang di buat lucifer hilang, kapten tsutsui langsung berlari menghampiri Yamato yang terlihat lemas, bergegas mereka langsung kembali ke markas pusat.


.


.


3 jam kemudian, setelah sampai di markas pusat kapten tsutsui langsung malporkan apa yang terjadi pada jenderal morisawa.


"Ini salah saya karena tidak teliti, tapi saya tidak sadar bahwa itu adalah laporan palsu yang sengaja dibuatnya".


"Bukan salah mu! Bahkan aku tidak memikirkan kalau lucifer akan mengambil langkah seperti ini" jawab jenderal morisawa.


"Kita harus mulai lebih waspada".


.


.


"Hahahahah... Azir kau terlalu naif, karena semuanya berjalan sesuai yang aku rencanakan sejak awal" ujar lucifer lalu menunjukkan senyumannya