
Di sebuah gedung lebih tepatnya hotel kasino mobil putih miliki kurohide terlihat datang, ia langsung di sambut oleh sejumlah pelayan yang ada disana bahkan orang-orang banyak yang memberikan hormat padanya .
Siapa yang tidak mengenal kurohide sang pebisnis sukses dalam bidak tambang minyak, batu bara, dan teknologi ini, dia juga menjadi orang ke-2 terkaya di jepang karea hal ini dirinya sangat di hormati.
Di dalam lift ia terlihat menekan tombol yang bertuliskan VVVIP, kemudian lift mulai bergerak menuju lantai VVVIP yaitu lantai paling atas, sesampainya tidak terlihat banyak orang karena tidak sembarangan orang bisa berada di lantai ini.
Terlihat kurohide berjalan menghampiri sejumlah pria berjas yang duduk di meja bundar, dirinya di sambut dengan hangat oleh mereka semua sebelum ke-inti pembicaraan mereka mulai saling bercanda satu sama lain untuk mencairkan suasana.
"Kita mulai?" tanya salah satu dari mereka yang akan memulai obrolan sesungguhnya.
"Yah. Tentu, bisnis tetap bisnis" sahut kurohide kemudian menyalakan sebuah roko.
"Berada banyak yang kau miliki, kurohide?" tanya seorang pria berkumis putih yang duduk didepannya.
"10 jantung kualitas umur 18-20 tahun, 9 hati kualitas umur 19-27 tahun, 14 ginjal kualitas umur 20-26 tahun, 22 gadis berumur sekitar 24 tahun, dan 25 remaja laki-laki berumur sekitar 25"
"Oh. Dan pesanan mu 7 otak, 5 dari otak laki-laki kualitas umur 25 keatas, dan 2 otak perempuan kualitas umur 21 keatas. Bagai mana manurut semuanya sangat berkualitas bukan?" jelas kurohide.
"Kau memang tidak pernah mengecewakan kami"
"Oh. Tapi aku tidak akan menjualnya begitu saja, kita akan lalukan metode lelang bagai mana. Mari ikut aku" jawab kurohide kemudian berjalan menuntun yang lain ke sebuah ruangan.
Di ruangan tersebut terlihat ada beberapa kursi yang berjajar rapih, mereka semua pun duduk disana sedangkan kurohide berdiri di belakang sebuah meja dengan sebuah palu kayu didekat tangannya.
Tidak lama kemudian dua orang pelayan perempuan datang dengan membawa masing-masing sebuah kotak pendingin yang sering digunakan rumah sakit untuk menyimpan donor darah, atau mengawetkan donor organ tubuh.
Dan lelang ini dimulai dengan 10 jantung yang ada didalam peti pendingin itu dengan harga pembuka sekitar 180Miliar kemudian palu di pukul menandakan lelang pertama dibuka.
"200!"
"289!"
"300!"
"587!"
"587 ada yang masih kau menawar? Oke. Saya akan hitung mundur sekarang, 3... 2... 1... Terjual dengan harga 587M" lalu kurohide memukul palu kayunya itu sebanyak tiga kali.
Mereka yang tidak memenangkan lelang pertama terlihat kecewa karena kehilangan barang yang begitu bernilai tinggi jika dijual dipasar gelap luar negri.
Setelah barang pertama berhasil terjual kini batang selanjutnya masih dalam peti yang sama seperti tadi, peti itu pun diletakkan di atas meja dan lelang kedua pun di mulai dengan harga awal 177Miliar, lalu palu di ketuk sekali.
Kali ini sepertinya tidak ada yang mau mengalah mereka semua saling bersaing dengan menyebut nominal uang yang tidak kecil, akhirnya lelang kedua dimenangkan dengan harga 879M.
Setelah lelang kedua selesai kini datang barang yang berada dalam peti pembeku, kali ini bukan dua buah tapi tiga buah peti pembeku datang. Kemudian lelang dimulai dengan harga awal berkisar 299Miliar.
Sama seperti sebelumnya kali ini perang herga kembali terjadi, nominal harga yang mereka keluarga sangat tidak main-main ini bisa membua kurohide semakin kaya dengan sistem lelang yang ia lakukan.
Alasan lelang ini dilakukan adalah untuk mendapatkan keuntungan yang sangat besar, semisal harga jantung 18Miliar (normal) jika kurohide menjual 10 maka ia akan mendapatkan 180M. Namun jika sistem lelang dengan harga pembuka 180M maka peserta lelang akan saling mengajukan harga diatas harga pembuka, dengan begini kurohide bisa meraup untung yang sangat besar.
Akhirnya perang harga ini dimenangkan dengan nominal harga 980Miliar dan palu kembali di ketuk, beberapa saat kemudian 22 gadis perempuan datang dengan di tuntun dan dijaga sejumlah petugas keamanan bersenjata api, wajah mereka semua di tutup mengunakan kain hitam dan menghadap membelakangi para peserta lelang.
"Mereka semua masih segar-segar, umur 24 keatas dan mereka sang cocok untuk rumah bordil, apa butuh testimoni? Akan saya tunjukan tolong bawakan satu kemari" jelas kurohide lalu seorang gadis dipaksa maju.
Dengan santainya kurohide menunjukkan area yang seharusnya tidak di perlihatkan begitu saja apa lagi di depan banyak orang.
Perang harga kembali dimulai mendengar harga-harga yang dia juga sangat tinggi para gadis itu mulai menangis karena tidak ingin dijual dan di perlakukan seperti binatang seperti ini.
mereka semua masih belum ada yang mengalah setiap harga tinggi pasti akan ada yang menawar lebih tinggi lagi dan akhirnya perang harga ini mentok di 1,5 Triliun untuk 10 gadis pertama, dan palu dipukul menyatakan sudah sah terjual.
Selanjutnya masih sama untuk 14 gadis Lagi dengan harga pembuka sekita 219M, tidak butuh waktu lama akhirnya terjual dengan harga 1,3 Triliun dan yang memenangkan lelang ini masih orang yang sama dengan saat menawar 10 gadis pertama.
Tidak lama kemudian 25 pemuda dengan umur sekitar 25 tahun datang, seperti para perempuan tadi mereka juga di jaga dan wajah mereka di tutupi kain hitam sambil berdiri membelakangi para peserta lelang.
"Meraka sangat kuat dan perkasa, cocok untuk kerja rodi atau mereka juga bisa di tempatkan di rumah bordil juga untuk melayani para wanita berduit, harga pembuka untuk 11 pemuda pertama 322M" setelah sedikit penjelasan kurohide pun memukul palu kayunya.
perang harga kali ini begitu berkecamuk tidak ada yang mau mengalah terutama diantara dua orang yang terus mengajukan harga yang sangat tinggi sampai akhirnya berhasil terjual dengan harga 989Miliar.
Kali ini tinggal tersisa 14 lagi dengan harga pembuka 432Miliar, kemudian lelang pun kembali dimulai.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Di atap beberapa gedung kasino tempat kurohide mengadakan bisnisnya terlihat para reven yang berdiri terus memantau gedung tersebut, dan terlihat salah satu dari mereka yang sedang menghubungi jendral Ogawa.
"Kami sudah sampai di lokasi" ujar sang reven lewat sambungan telpon.
"Bagai mana situasinya?" tanya jendral Ogawa.
"Semuanya baik-baik saja, tidak hal selain target yang sedang didalam. Kami hanya menunggu perintah saja" jelas sang reven.
Tapi tiba-tiba mereka dikejutkan oleh sejumlah ibli yang tiba-tiba datang, hal ini langsung di laporkan pada jendral Ogawa. Tidak ada pilihan lain jendral Ogawa pun menyuruh mereka semua untuk mundur dan jika para iblis itu datang mendekat, para reven harus menggiring mereka ke tempat sepi dan mulai lakukan pemurnian.
Setelah mendapatkan perintah mereka langsung mundur dan benar saja dugaan jendral Ogawa para iblis itu mengejar. Para reven mulai membagi mereka menjadi tiga kelompok dan masing-masing pergi kearah yang berbeda.
Untuk dilakukan pemurnian di tempat yang sepi.