
Ketika pegangan payung itu ditarik ternyata tersembunyi sebuah pedang, hanya dengan satu kali hunusan pedangnya ogaki dapat menorehkan luka yang sangat berarti bagi si iblis.
"A-apa?!" gumum si iblis yang terlihat terkejut dirinya berhasil di lukai separah itu oleh seseorang yang dianggapnya hanya manusia biasa.
"Sudah ku bilang dari awal, sekarang buka pintunya" sahur ogaki yang menodongkan ujung pedangnya didepan wajah si iblis.
Perlahan luka parah itu mulai sembuh, ketika sudah pulih bukannya menyerah si iblis malah kembali menyerang namun usahanya itu tidak ada gunanya karena.
Dengan memukulkan telapak tangannya tepat di dada si iblis, ogaki memisahkan iblis itu dari manusia yang membuat kontrak dengan si iblis, tanpa berlama-lama lagi ogaki langsung memenggal kepala iblis tersebut setelah terlepas dari tubuh pelayan yang membuat kontrak dengannya.
"Sekarang buka pintunya" ujar ogaki yang berdiri didepan si pelayan.
Tidak ada pilihan lain iya pun menuruti perkataan ogaki, ketika akan membuka kunci tiba-tiba sebuah tongkat besi melesat cepat dan menembus kepala si pelayan,
"Hah?" hal tersebut membuat ogaki sangat terkejut karena tidak menduga akan jadi seperti ini.
"Sepertinya kau sedang terburu-buru, kenapa kita tidak mengobrol sebentar"
Bergegas ogaki langsung berbalik kearah suara tersebut dan itu adalah zion yang sedang bersandar di sebuah tiang besi.
"Maaf soal tadi, tangan ku agak sedikit gatal" lanjut zuion lalu berjalan santai mendekati ogaki.
"Siapa?" tanya ogaki.
"Oh. Maaf, aku belum memperkenalkan diri. Nama ku zion satu dari delapan bangsawan terkutuk" jelas zion.
"Yah.. Aku pernah mendengar tentang kalian, ini sebuah kehormatan bagi ku. Salam kenal aku shimoza ogaki." lalu ia memberikan hormatnya pada zion.
Meksi mereka berdua berbicara dengan nada yang tenang dan santai tapi suasana malah menjadi tegang, sampai akhirnya mereka berdua saling terdiam satu sama lain.
Sampai akhirnya seseorang datang dan dia adalah kapten ogami, dia terlihat kecapean karena berlari dari tadi untuk menyelamatkan Yamato dan Akane. Zion mulai menyipitkan kedua matanya saa melihat kapten ogami.
Tapi saat berbalik lagi kearah ogaki yang ada hanya sekuntum mawar hitam yang tergeletak di tanah, merasakan aura yang begitu besar dari zion membuat kapten ogami langsung waspada begitu juga sebaliknya.
Kapten ogami menyarankan pada zion untuk melepaskan Yamato dan akane karena dirinya tidak ingin semua ini berujung saling membunuh selain itu alasan sebenarnya kapten ogami takut mati, Karana itulah dirinya mengajukan penawaran ini pada zion.
Sayangnya zion tidak menggubrisnya dan malah menyerang lebih dulu, refleks kapten ogami langsung membalas dan berhasil memotong lengan kanan zion, hal ini membuatnya sedikit terkejut dan menganggap kalau kapten ogami bukan lawan sembarang.
"Kau! Salah satu dari tiga belas kapten bukan? Maaf aku tidak mengenalimu tanpa seragam" tanya zion dengan lengan yang kembali tumbuh seperti semula.
"Hah? Oh. Yah, tidak masalah" jawab kapten ogami tidak lama kemudian secara bersamaan mereka berdua langsung menyerang.
Suara dari pertarungan mereka berdua sampai terdengar oleh Yamato dan Akane, meski penasaran apa yang terjadi diluar sayangnya mereka tidak bisa melihat karena ruangan yang tidak memiliki jendela.
"Menurutmu apa yang terjadi?" tanya Akane.
"Aku juga tidak tau, tapi sepertinya diluar sedang terjadi keributan" jawab Yamato.
Dalam jarak yang agak jauh dengan cepat kapten ogami mengayunkan pedangnya dari atas kebawah membuat gelombang angin yang dapat membelah apapun, begitu juga dengan zion yang hampir saja terbelah jadi dua namun iya berhasil menghindari tapi pintu yang mengurung Yamato dan Akane terbelah.
Melihat pitu yang terbelah membuat bergegas Yamato dan Akane keluar tapi mereka di halangi oleh zion.
"Teknik senjata terkutuk! Tahap pertama! Angin musim panas!"
Dengan cepat kapten ogami melesat cepat lalu mengayunkan pedangnya untuk memenggal kepala zion, tapi zion berhasil menghindarinya sayangnya tidak semudah itu sesaat setelah zion menjauh secepat mungkin kapten ogami membelokkan serangannya dan tercipta semua pusaran angin yang bergerak memanjang ke arah zion begitu cepat.
Karena tidak sempat membuat iya tertelan oleh pusaran angin tersebut, melihat ada kesempatan kapten ogami langsung membawa Yamato dan akane untuk segera mundur. Setelah mereka bertiga pergi angin yang menggulung zion akhirnya menghilang.
Terlihat tubuhnya yang tercabik-cabik luka sayatan yang begitu besar terluka di sekujur tubuhnya, perlahan luka-luka itu mulai kembali sembuh dengan sendirinya.
Setelah berlslri cukup lama akhirnya mereka bertiga berhenti untuk istirah sejenak disebuah halte bus, Yamato pun bertanya mengapa kapten ogami tidak langsung membunuh zion padahal ada kesempatan yang sangat bagus.
"Ngomong-ngomong kenapa kepten tidak menghabisinya tadi?" tanya Yamato.
"Benar juga. Aku jadi penasaran jika memikirkan hal itu" sahur Akane kemudian mereka berdua melihat kapten ogami dengan wajah yang begitu penasaran.
"Eng... Sebanarnya.. Tapi kalian jangan bilang siapapun, sebenarnya aku takut mati maksudku aku tidak suka berurusan dengan satu masalah yang menjadi panjang atau berujung kematian" jelas kapten Ogami dan penjelasannya membuat Yamato dan akane agak terkejut.
"Kalau harus jujur, sebenarnya aku tidak ingin mengisi posisi sebagai kapten" tambahnya.
"Kenapa?" tanya Akane yang semakin penasaran begitu pula dengan Yamato.
"Yang pertama kali di promosikan jadi kapten bukan aku tadi rekan rekantor ku, sayangnya dia harus gugur saat bertugas karena hari pelantikan semakin dekat dan markas pusat tidak bisa membatalkan acaranga dengan alasan akan rugi, akhirnya aku yang ditunjuk untuk dilantik jadi kapten. Aku malah menyesal tidak menolak tawaran ini" jelas kapten ogami yang mulai terlihat sedih.
"Ada-ada saja, sementara orang lain berlomba untuk dapat jabatan tingga. Yang satu ini malah menyesal, manusia memang mahkluk yang unik" gumam Akane setelah mendengar cerita kapten ogami tadi.
"Ini sudah sore lebih baik kita kembali" ajak kapten ogami yang berjalan lebih dulu.
"Apa kita akan jalan kaki? Markas pusat jauh dari sini" keluh Yamato.
"Yah. Mau bagai mana lagi, mobil kita sudah rusak parah tadi, kau lihat sendiri bukan" jawab kapten ogami.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Matahari telah tenggelam di barat, dan sang rembulan kini telah menggantikan posisinya untuk mengawasi manusia dan menyinari malam yang gelap dengan cahayanya yang terasa begitu lembut.
Gerbang markas pusat terlihat mulai terbuka dari dalam terlihat sekelompok reven mulai keluar, mereka berpencar menjadi dua tim masuk kedalam Huta aokigahara.
Seragam yang berwarna full gelap membuat mereka menyatu dengan kegelapan malam di tambah topeng kepala gagak dengan mata merah yang menyala dalam gelap dapat mengintimidasi mental musuh.
"Ingat selalu beri kabar jika kalian sudah berhasil menyusup masuk kedalam pasar gelap" ujar Jendral Ogawa suketada kepada seorang reven yang ada di depannya.
"Saya mengerti, kami akan menyelesaikan misi ini. Besok kami akan memberitahu hasil penyelidikan" jawab sang reven kemudian berjalan keluar ruangan.