The Exorcist

The Exorcist
Datangnya teman-teman baru



Setelah kejadian hari itu langsung keluar dari sekolah dan untuk berjaga-jaga lucifer menghapus semua ingatan orang-orang tengah hari itu.


Akito terlihat begitu sedih didalam kamarnya memikirkan hana ia bahkan menyalahkan dirinya sendiri atas kematian satu-satunya sahabat yang dimiliki akito. Setiap hari lucifer lalu mencoba masuk ke dalam kamar namun pintu selalu di kunci dari dalam.


Bahkan sudah berhari-hari akito tidak makan dan minum atau pun keluar dari dalam kamarnya, setiap malam akito tidak dapat tidur karena selalu terlintas senyuman terakhir yang diperlihatkan hana hanya untuknya seorang.


Setiap hari hal yang dilakukan akito di dalam kamarnya hanyalah menyalahkan diri sendiri tanpa henti. Atau melemparkan barang-badang sambil berteriak dan menangis kencang.


Penderitaan yang saat ini sedang di alami akito tidak membuat lucifer merasa bersalah atau kasihan sedikit pun, setiap selesai mengetuk pintu kamar akito untuk menawarinya makan dan minum. Lucifer selalu duduk di sofa sambil membaca majalah dengan begitu santai mendengar penyesalan akito.


"Mana sih tuh bocah belum balik?" gumam lucifer dan tidak lama kemudian zion datang.


"Ini" ucap zion kemudian memberikan empat botol kaca berukuran kecil berisi carian putih yang kental pada lucifer.


"Lama bet dah. Cuman empat ronde doang" kemudian lucifer mengambil keempat botol tersebut.


"Heh! Kau pikir segampang itu biar keluar? Kau tahu'kan zaman sekarang susah mencari wanita yang masih fress.." jawab zion.


"Tapi enak'kan?"


"Yaa.. Kalau kau tanya enak, tentu enak"


Setelah percakapan mereka selesai lucifer mulai menaruh keempat botol tersebut di lantai kemudian membuka penutupnya, ia lalu meneteskan darahnya kedalam botol setiap botol hanya terkena satu tetes saja.


Untuk beberapa saat tidak ada yang terjadi sampai akhirnya sebuah reaksi mulai muncul, darah dari lucifer dan cairan putih dari zion mulai menyatu kemudian meluber keluar.


Perlahan cairan yang meluber keluar itu membentuk tubuh manusia lalu lucifer menyempurnakan tubuh tersebut agar jadi padat dan menjadi manusia.


"Hanya ada tubuh saja? Lalu rohnya dimana?" tanya zion setelah melihat ada empat tubuh manusia dua laki-laki dan dua perempuan tak memakai kain sedikit pun.


"Bulumu! Bulu sayap mu, cepat keluarga sayap mu" jawab lucifer


"Mau yang mna putih apa hitam?"


"putih"


Kemudian zion mengeluarkan sayap putih sebelah kana, tanpa memberikan peringatan lebih dulu lucifer langsung mencabut bulu sayap zion dan hal tersebut membuatnya teriak karena terkejut.


"Diam!" benatk lucifer yang dibuat terkejut oleh zion yang tiba-tiba teriak.


"Kau pikir gak sakit apa, bulu mu saja yang kau cabut sana" kawan zion.


Setelah terkumpul empat bulu sayap zion kembali menyembunyikan sayapnya tersebut kemudian lucifer memasukkan satu bulu kedalam satu tubuh, dan bulu yang berada didalam tubuh mereka berempat mulai terurai menyebar ke seluruh tubuh.


Tak lama kemudian mereka membuka matanya untuk pertama kalinya.


"Tunggu dulu. Kalau dipikir-pikir mereka berempat anak kita berdua?" tanya zion setelah menyadari sesuatu.


"Simpelnya seperti itu. Pakaikan mereka baju, aku akan mengurus yang satu lagi" jawab lucifer kemudian mencoba membuka pintu kamar akito tapi pintu itu masih terkunci.


"Kau pikir pintu ini akan dapat menghalangi ku?" lalu lucifer terlihat mengambil sesuatu dari dalam saku celananya.


"Syukurnya aku punya kunci cadangan" kemudian kunci tersebut digunakan untuk membuka pintu kamar akito, pintu pun terbuka lucifer langsung masuk kedalam dan seketika ia merasakan aura yang begitu menyedihkan.


"Yaampun. Kok merinding ya?"


Lucifer mulai berjalan perlahan mendekati akito yang duduk dibawah dekat tempat tidurnya, kemudian ia duduk didekat akito dan mulai mengajak akito untuk mengobrol ringan.


Sayangnya akito sama sekali tidak mengatakan apapun bahkan ia tidak memperdulikan lucifer sama sekali, akhirnya tiba saatnya bagi lucifer menggunakan kemampuan bersilat lidahnya.


"Sudah aku tahu kau masih merasa kehilangan tapi terus mengurun diri dan bersedih hanya akan membuat hana ikut sedih, apa kau tidak pernah berpikir jika kau terus bersedih hana juga tidak akan ikut sedih melihat mu dari atas sana?" mendengar perkataan lucifer membuat akito berpikir.


Ia kembali mengingat perkataan terakhir hana yaitu untuk selalu berbahagia.


"Jika hana ada disini apa yang akan dia katakan melihatmu seperti ini? Pastinya dia akan merah, cerialah mungkin dengan itu hama akan merasa senang" lalu lucifer berdiri kemudian berjalan keluar kamar.........


"bagaimana?" tanya zion setelah melihat lucifer keluar dari dalam kamar akito.


"Apa kau sudah mempersiapkan mereka?" jawab lucifer yang berbalik bertanya.


"Tentu mereka sudah siap"


"Lima.. Empat.. Tiga.. Dua.. Satu.."


Pintu kamar pun terluaht terbuka dan akito keluar dari sana berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya, setelag keluar lucifer memanggul dan memberitahu kalau ada beberapa orang yang ingin menemuimu didepan.


Kemudian akito pergi ke pintu kedepan lalu membukanya dan ia melihat empat orang remaja seumuran dengannya dan mereka adalah orang-orang yang di ciptakan lucifer.


"Oh. Halo, kau akito bukan? Salam kenal aku katsugi, kami sudah mendengar banyak tentang dirimu dari hana"


.


.


.


.


.


.


.


"Bagai mana kau tahu kalau dengan cara membunuh gadis itu akan berguna?" tanya zion.


"Sejak bayi akito bersama karena itu aku tahu kalau dia sangat temperamental, dia tidak bisa mengendalikan emosinya. Dengan cara membunuh hana aku tahu kalau kini darah satan sudah menyatu dengan darahnya"


"Api biru waktu itu adalah tanda awal keberadaan satan didalam tubuh akito. Nikmati saja, karena permainan ini masih jauh dari kata selesai!"


.


.


.


.


.


.


.


Pada pertemuan awal akito dengan katsugi dan yang lain tidak berjalan mulus karena akito tidak tertarik untuk berkenalan dengan mereka. Namun setiap hari mereka selalu datang untuk mengajak akito keluar dan perlahan ikatan persahabatan pun terjalin antara mereka.


Yang membuat akito tidak nyaman adalah mereka berempat selalu membicarakan tentang hana membuat akito yang sudah melupakan hana untuk sesaat kembali teringat.


Alasan mengapa mereka bisa mengetahui banyak hal tentang hana karena zion sudah menanamkan segala informasi tentang hana yang diberikan lucifer kepadanya.


Melihat persahabatan yang tulus ini membuat lucifer melepaskan kendalinya atas diri mereka berempat dan memberitakan mereka berbuat sesuai hati.


Di pagi yang cerah seperti biasa mereka sedang berkumpul di taman, akito terlihat mengatakan sesuatu pada mereka namun sepertinya ia sulit untuk melakukan hal tersebut, sampai akhirnya sora bertanya setelah melihat wajah akito yang seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Aku ingin jujur pada kalian.. Sebenarnya aku ini bukan manusia. Tapi iblis" ujar akito kemudian menunjukkan kemampuan api birunya.


"Sudah kami duga sejak awal, bukan hanya kau yang iblis disini. Tapi kami semua juga" jawab seichiro kemudian mereka menunjukkan kemampuan masing-masing.


Dan ini membuat hubunga mereka semakin dekat, akito tidak pernah berpikir bisa bertemu teman seperti mereka meski begitu hana tetap menjadi sahabat nomer satu didalam hati dan ingatan akito.


.


.


.


.


.


.


.


"Hana. Apa kau melihatnya? Aku mendapatkan teman baru itu juga berkah dirimu, sekarang aku sudah tidak kesepian dan sedih lagi. aku harap kau juga senang disana" ujar akito didepan foto hana dan dirinya sewaktu masih kecil.


.


.


.


.


"Kenapa kau melepaskan kendali mu dari mereka?" tanga zion.


"Persahabatan yang murni adalah tujuan dari rencana ini, semakin terikat suatu hubunga maka saat putus akan sangat menyakitkan" jelas lucifer lalu memperlihat senyum jahatnya