The Exorcist

The Exorcist
pendekatan



"Akan lama menunggu sekolah berakhir...... Benar juga.. Lebih baik kita mampir kesini dulu" ujar yamato kemudian masuk lebih dulu kedalam sebuah cafe yang berada seberang sekolah.


"Dari sini kita bisa memantau gadis itu" kemudian Yamato duduk dikursi sebelah jendela.


.


.


.


.


.


.


.


Para reven yang awalnya sedang melakukan tugasnya mengawasi akito malah harus bermain petak umpet dengan lucifer karena keberadaan mereka sudah diketahui olehnya.


Untuk terlepas dari kejaraan lucifer mereka memilih untuk berpencar ke segala arah, rencana ini pula beresiko bagi mereka karena tidak ada yang tahu siapa yang akan dikejar dan dibunuh oleh lucifer.


Syukurnya kali ini lucifer melepaskan mereka dan memilih untuk tidak mengejar, tidak lama kemudian Arthur datang menghampiri dan iya menanyakan keadaan akito yang saat ini rasa kehilangan, penyesalan, dan kesedihannya sudah tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata lagi.


"Kau sungguh tidak berperasaan" ujar Arthur yang sudah berdiri didekat lucifer.


"Perasaan? Untuk apa? Perasaan hanya akan menimbulkan keraguan, dan aku tak menginginkan hal itu ada" jawab lucifer lalu mengeluarkan kunci emas yang pernah diberikan ogaki kepadanya.


"Dan aku ingin meminta mu melakukan sesuatu....." tambah lucifer lalu menatap Arthur.


"Perasaan ku mengatakan itu bukan hal mudah"


.


.


.


.


.


.


.


Mereka terus menunggu dan menunggu dengan sabar, menunggu sekolah selesai selama menunggu tidak banyak yang dilakukan mereka kecuali hanya mengobrol biasa, saat Kehabisan topik mereka hanya bisa terdiam saja.


Beberapa jam kemudian akhirnya mereka melihat anak-anak mulai keluar sekolah padahal sekarang belum jam pulang.


"Sepertinya mereka pulang lebih awal.. Cepat sebelum kita ketinggalan" ujar Masaru lalu berjalan lebih dulu.


Dari jarak yang cukup jauh mereka berjalan mengikuti Kanazawa meski begitu tetap saja Kanazawa merasa kalau dirinya sedang diikuti karena itu iya langsung berlari meninggalkan Yamato dan yang lain.


Meski dikejar sayangnya mereka kehilangan jejak Kanazawa sebelum semakin menjauh mereka bergegas mencari Kanazawa yang berhasil lepas dari mereka.


"Mereka sepertinya sudah pergi" gumam Kanazawa setelah keluar dari dalam sebuah toserba, karena sudah tidak lagi diikuti kini iya bisa berjalan kembali kerumah dengan tenang.


Beberapa menit kemudian akhirnya Kanazawa sampai dirumahnya, terlihat keadaan didalam rumah begitu sepi sekali seperti tidak ada orang lain kecuali dirinya. Ketika Kanazawa meletakkan tasnya diatas meja iblis yang berwujud gumpalan asap hitam yang memiliki sepasang mata dan mulut keluar lalu bergerak menghampiri Kanazawa.


"Apa mereka ingin memisahkan kita?" tanya iblis tersebut yang mengikuti Kanazawa dibelakang.


"Tentu aku percaya padamu".


Sementara itu Yamato dan yang lain terus berjalan mencari Kanazawa yang padahal sudah beras dirumahnya, merasa sudah tidak dapat menemukannya Masaru mengajak yang lain untuk kembali dan meneruskannya besok saja tapi....


"Tunggu coba lihat itu..." ujar Yamato  menunjuk ke arah anak-anak yang sering membully Kanazawa.


"Kalian memikirkan apa yang ku pikirkan? Ryuu bangun kami membutuhkanmu" tanya Yamato dan mereka bertiga mulai tersenyum..


Di saat anak-anak itu sedang asyik bercanda tiba-tiba sesosok iblis mirip macan kumbang dengan api yang menyala diujung ekornya muncul tepat didepan mereka, tidak memberikan waktu bagi mereka untuk berteriak. Iblis itu langsung menculik dan membawa mereka ke suatu tempat.


Mereka dijatuhkan dibawah sebuah pohon yang ada ditaman tak jauh dari lokasi awal mereka. Iblis yang menculik mereka tiba-tiba tertutupi asal tebal lalu dari dalam asap tersebut terlihat ryuu berjalan santai kemudian kembali naik keatas kepala yamato.


"Hehehe.. Kami punya sedikit urusan dengan kalian" ujar yamato dengan tersenyum satir pada mereka.


"Perasaan ku tidak enak soal ini" gumam salah satu dari mereka.


Beberapa menit kemudian.


"Oke.. Sesuai yang mereka katakan rumah gadis itu, maksud ku kanzawa ada di komplek perumahan sebelah sana" ujar Masaru lalu mereka pun berjalan mengikuti arah yang sudah diberitahu.


"Hoh.. Sedang apa dia berkeliaran diluar seperti ini? Aku masih penasaran dengan mu bocah" gumam lucifer ketika tidak sengaja melihat Yamato.


Akhirnya mereka sampai dirumahmya Kanazawa, memang dugaan mereka benar kalau Kanazawa itu diikuti iblis bisa dirasakan dari aura rumahnya yang begitu suram dan dingin.


Masaru pun mulai menekan bel rumah pada awalnya tidak ada respon namun beberapa saat kemudian pintu terbuka, tapi pada saat Kanazawa melihat mereka berempat iya langsung kembali menutup pintu.


Namun Yamato langsung menghalangi pintu itu dengan kakinya dan ia menjelaskan kalau mereka hanya ingin mengobrol sebentar dengannya.


"Kamu tinggal sendirian?" tanya Ayumi saat Kanazawa kembali dari dapur membawakan mereka minum dan sedikit cemilan.


"Mereka sedang adaa diluar koto" jawab Kanazawa lalu duduk dengan kepala yang sedikit menunduk.


"Ngomong-ngomong menarik bukan? Maksud ku kamu diikuti iblis tapi tidak terlihat agresif sama sekali" sahut Yamato.


Mendengar itu Kanazawa langsung berbalik kebelakangnya dan melihat yael yang mengintip dari belakang sofa menatap Yamato dan yang lainnya. Akhirnya kanazawa menceritakan bagai mana dirinya bisa bertemu dengan yael.


POV Kanazawa :


Setelah tiga minggu ayah dan ibu pergi keluar kota aku tinggal sendiri dan kesepian, setiap hari aku berharap mereka segera pulang meski sudah meminta agar mereka pulang tapi mereka memberitahu kalau pekerjaan di sana belum selesai.


Ditambah kalian tahu juga aku sering ditindas disekolah membuat aku perlahan mulai depresi dan pernah ada niat untuk bunuh diri, tapi aku dihentikan oleh bisikan yael.


Dia mengatakan kalau bunuh diri bukan solusi yang tepat karena itu hanya akan memperburuk segalanya, memang awalnya aku takut tapi yael selalu ada disaat aku sedih dan dai juga yang selalu menghiburku.


And POV.


Setelah mendengar cerita Kanazawa, Masaru pun menepuk pundak Ayumi dan Ayumi mengajak Kanazawa untuk berbicara diluar sebagai sesama perempuan, sementara mereka berdua duduk didalam sambil beradu pandang dengan yael.


"Aku tahu perasaanmu jika aku mengatakan ini, tapi ini juga demi kebaikan mu. Sebaiknya kamu tinggalkan yael" ujar Ayumi dan Kanazawa hanya bisa terdiam.


"Memang dia tidak menyakitimu namun semakin malam dai didekatmu akan merusak kesehatanmu juga, dia akan terus menyerap energimu selama didekatmu meski sedikit tapi jika terus menerus akan bahaya" jelas Ayumi.


"Jika kamu berubah pikiran hubungi kami dan kami akan bersedia membantu mu, dan memurnikan yael tanpa rasa sakit seikitpun" kemudian Ayumi memberikan nomer telpon pada Kanazawa.


Dan nomer yang mereka berikan adalah nomer kantor kapten asano, berhubungan disurat izin hanya ada nomer kantor kapten asano.


Setelah melakukan apa yang harus dilakukan, Ayumi mengajak Kanazawa untuk mengobrol ringan agar dirinya merasa nyaman dan tidak terancam dengan keberadaan dirinya dan yang lian.