
"Akan ada pengiriman dari pulau niijima, menurut informan ku isi dari pengiriman itu adalah pedang muramasa" jelas lucifer.
"Lalu kau mau aku melakukan apa? Mengambil pedang itu?" jawab Arthur yang bertanya maksud dari lucifer.
"Kau memang yang paling peka, tentu coba bayangkan sebesar apa aura negatif yang dimiliki pedang terkutuk itu? Setelah membunuh banyak orang?" lucifer malah terlihat bersemangat sendiri.
"Wuu.. Pasti besar, besok akan ku kerjakan. Pergi sana kau mengacaukan malam ku" karena di usir dengan wajah cemberut lucifer berjalan pergi meninggalkan Arthur yang menggabut sendiri duduk di bangku taman.
.
.
.
.
.
.
.
"Dia benar-benar membuat ku harus menunggu lama" gumam Arthur yang terlihat bersantai di tepi pantai tidak jauh dari pelabuhan.
"Sebenarnya kapan kapal itu akan tiba?" keluhnya karena kapal dari niijima belum kunjung datang-datang juga.
"Hahahahah.... Tapi lawan macam apa yang akan ku hadapi nanti? Sepertinya dia bukan sekadar manusia" gumam Arthur kemudian melihat kearah pelabuhan dan sebuah aura keberadaan yang membumbung tinggi hampir menutupi setengah pelabuhan.
"Aku tak sabar melihanya"
.
.
.
.
.
Tidak banyak yang mereka bertiga lakukan selain duduk diam menunggu kapal datang, karena merasa bosan berulang kali Yamato berjalan mondar-mandir keluar lalu kembali lagi kedalam.
Kapten ogami dan Akane karena sudah terlalu bosan mereka malah menjadikan Yamato menjadi tontonan, berjalam-jam Yamato terus melakukan hal yang sama membuat mereka berdua merasa pusing padahal cuman melihat.
Sampai akhirnya setelah berpuluh-puluh kali mundar-mandir akhirnya Yamato terjatuh karena tersandung kaki sendiri, melihat kejadian tersebut kapten ogami dan Akane langsung tertawa brutal. Meski ditertawakan Yamato terlihat tidak perduli dan memilih untuk duduk.
"Untuk sesaat aku menyesal ikut kesini" gumam Yamato setelah duduk.
"Ya. Mau bagai mana lagi... Sekarang kita cuman bisa menunggu" sahur kapten ogami setelah puas tertawa brutal.
"Padahal hari ini aku mau ambil foto lagi" gumam Akane.
"Foto siapa?" tanya Yamato yang tidak sengaja mendengarnya.
Waktu yang terus menjalan membuat dan rasa bosan yang begitu besar membuat mereka bertiga akhirnya ketiduran, beberapa jam kemudian seorang petugas pelabuhan datang lalu membangunkan kapten ogami.
"Pak. Kapal akan tiba dalam sepuluh menit lagi" setelah memberitahu kalau kapal sebentar lagi akan datang petugas pelabuhan itu pergi.
"Waaa..~ jam berapa sekarang....? Yaampun pukul enam sore" tanpa membangunkan Yamato dan Akane kapten ogami berjalan cepat keluar.
Untuk memberitahu kepada timnya kalau kapal akan segera tiba sebentar lagi, setelah kapten ogami pergi beberapa menit lalu terlihat Akane mulai terbangun. Kemudian ia pun membangunkan Yamato yang tertidur didekatnya.
"WAaaaa...~~"
"Jangan menguap didekat ku" bisik Akane ketika Yamato menguap didekatnya dengan topi yang miring dan wajah yang masih mengantuk.
Mereka berdua pun berdiri dibelakang kapten ogami menunggu kapal yang terlihat datang mendekati pelabuhan. Akhirnya kapal dari niijima sudah sampai di pelabuhan.
Namun ada yang aneh dengan kapal itu seperti tidak ada siapapun didalamnya bahkan tidak terdengar suara langkah kaki didalamnya.
"Yo.. Kalian menunggu lama?" teriak Arthur yang ada diatas kapal melambaikan tangannya dengan senyum yang lebar.
Melihat Arthur yang malah nongol membuat mereka bertiga terkejut.
"Aduh... Maaf, tapi orang-orang di kapal ini sedang tidur... Jadi aku yang menjadi nahkodanya" lanjur Arthur kemudian memakai topi seorang nahkoda kapal.
"Auranya.. Dia bukan manusia. Kau apakan mereka!?" gumam kapten ogami saat melihat Arthur kemudian berteriak.
"Kau mau liat? Ini aku lemparkan satu!" jawab Arthur kemudian melepaskan tubuh seorang anak buah kapal dengan kondisi yang sudah tidak baik lagi.
"Sudah ku bilang mereka sedang tidur. Sebaiknya jangan ganggu mereka" lalu Arthur melompat dari atas kapal dengan sebuah penda yang terbungkus kain putih yang tidak lain adalah pedang muramasa.
Dengan santainya Arthur berjalan pergi membawa muramasa tapi kapten ogami tidak tinggal diam ia bergegas bergerak menyerang, namun dirinya langsung terjatuh ke tanah karena.
"Apa?!" kapten ogami terkejut melihat kaki kanannya yang di genggam oleh mayat dari anak buah kapal yang di lepaskan Arthur tadi.
"Sudah ku bilang jangan bagunkan mereka.... Tapi coba lihat mereka sudah bangun" ujar Arthur kemudian menunjukkan kearah kapal.
Terlihat semua mayat dari yang dibunuh Arthur mulai kembali hidup dan berjalan keluar kapal layakmya zombie di filem-filem.
"Cih. Urus mereka" kapten ogami kembali bangun setelah memotong tangan zembie itu.
Sementara mayat-mayat hidup itu di urus Yamato dan Akane bersama polisi exorcist lain, meski menang jumlah namun semua mayat hidup itu tidak dapat dibunuh dengan mudah. Meski sudah ditebas pun merka tetap masih bisa berjalan.
Kini kapten ogami sudah berhadapan dengan Arthur yang terlihat begitu senang bisa bertemu dengan kapten ogami karena.
"Hei... Kau punya aura yang tak biasa.. Apa kau tidak keberatan jika aku sedikit mengambilnya sedikit saja?" tanya Arthur yang begitu senang lalu menjilat bibirnya dengan lidahnya yang cukup panjang.
Sayangnya kapten ogami tidak meresponnya sama sekali dan tetap terlihat serius, lalu ia mulai memasang ancang-ancang dan melesat cepat menyerang, mereka berdua terus saling melayangkan serangan sambil memperebutkan pedang muramasa.
Tidak lama kemudian kapten ogami mulai memasang kubah dengan tujuan menutup jalan bagi Arthur untuk kabur dan memastikan mayat-mayat hidup itu tidak menyerang warga sekitar.
"Wow.. Kubah yang indah, lihat ada gerhana bulan juga.. Heh. Sialan apa kau sengaja merancang kubah ini? kalau begitu cepat tunjukkan wajah aslimu!" teriak Arthur dan kali ini dirinya yang duluan menyerang.
Karena Arthur sedikit lengah membuat tangan kanan yang memegang pedang muramasa terbotong daan jatuh ke bawah. Melihat hal tersebut Arthur langsung menendang tangannya dan pedang muramasa yang jatuh sebelum kapten ogami mengambilnya.
"Haha. Ambil kalau bisa" ujar Arthur yang berdiri di depan pedang muramasa.
Kapten ogami mulai Menyipitkan matanya lalu kembali menyerang tapi serangan kali ini bukan untuk membuka Arthur melainkan hanya untuk melewatinya saja, dan hal tersebut berhasil membuat kapten ogami dengan mudah melewati Arthur.
"Haha.. Hahaha.. Hahahahahahahhahahahahaha........!!! Aku benar-benar penasaran... Perlihatkan! Perlihatkan pada ku siapa kau sebenarnya!!" teriak Arthur setelah tertawa gila.
Kemudian ia Mulai melukai tangan kanannya yang baru saja tumbuh kembali, darah Arthur terus menetes ke bawah dengan aroma yang begitu menusuk bahkan Yamato dan yang lain dapat mencium bau amis yang begitu tajam dari darah Arthur.
Setelah bau darah Arthur masuk kedalam hidung kapten ogami tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu yang bergejolak dalam tubuhnya.
"Gawat! air liur ku" gumam kapten ogami dengan air liur yang mulai mengalir kebawah.
"Aku tahu aroma darah manusia atau hewan masih bisa kau tahan, tapi bagai mana dengan darah iblis sesegar ini? Hahaha"