The Exorcist

The Exorcist
Kembali untuk menolong



"Hmmmmm, coba kita lihat siapa yang akan aku bawa, yah aku tau apa kalian bisa panggilkan Yamato dan matsuya?" ujar kapten Asano kuchinaga pada salah satu dari sekian banyak anggota divisi 9.


Setelah beberapa menit menunggu di ruangannya akhirnya yang di tunggu datang, terlihat Yamato dan matsuya berdiri berjauhan bahkan tak saling melihat satu sama lain.


"Kenapa dengan kalian berdua? ....... Baiklah sudah lupakan, kalian berdua akan ikut dengan kami divisi 9 untuk menyelesaikan masalah di salah satu sekolah menengah pertama di tokyo" jelas kapten asano.


"Maaf sebelumnya apa boleh dia digantikan Oleh Masaru atau yang lain? Aku tidak bisa bekerja sama dengan orang yang kekanakan sepertinya" sahut matsuya.


"Hah? Apa yang katakan barusan? Kekanakan? Lihat dirimu sendiri sebelum menilai orang lain" jawab Yamato yang terlihat mulai marah.


"Hmmmmmmm...... Sepertinya kalian berdua tidak bisa akur, baiklah ini mungkin akan mempersulit ku tapi kalian berdua akan tetap ikut, keputusan adalah hal yang mutlak. Sekarang kalian boleh pergi"


"Oh dan ingat nanti sore kita akan segera berangkat jadi persiapkan diri kalian".


.


.


Setelah keluar dari dalam ruangan kapten asano dan kembali ke asrama, mereka berdua terlihat berjalan berjuhan dan matsuya berbelok mengambul jalan yang berbeda dengan Yamato.


Beberapa menit kemudiaj akhirnya Yamato sampai didalam kamar  asramanya, Yamato langsung membaringkan tubuhnya di kasur dan mulai memikirkan sesuatu.


Tidak lama kemudian ryuu datang dan bertanya tentang raut wajah yang di perlihatkan oleh Yamato, seperti ia sedang merindukan sesuatu. Namun Yamato tidak menjawab dan mengalihkan pembicaraan kemudian berjalan keluar.


Ketika di luar Yamato melihat ada kerumunan di depan gerbang utama dan juga ia melihat Masaru dan Mitsuhiro juga ada di sana, karena penasaran ia berlari menghampiri.


"Ada apa?" tanya Yamato setelah sampai.


"Ada yang menemukan mayat seseorang menggantung didalam hutan, menurut mereka waktu tewasnya 10 menit lalu sebelum ditemukan" jelas Masaru.


"Sepertinya dia depresi, tekanan hidup membuatnya mengambil keputusan seperti ini" sahut Mitsuhiro.


Terlihat bekas tali yang begitu jelas melingkar dileher remaja berusia sekitar 16-18 tahun tersebut, wajahnya menunjukkan betapa setres nya iya ketika masih hidup. Tuntutan dari sekolah dan tekanan dari berbagai hal membuatnya harus mengakhiri hidup.


Maya itu pun dibawa kedalam laboratorium bawah tanah yang ada di markas pusat untuk melakukan pemeriksaan dan dikembalikan kepada keluarganya agar dimakamkan dengan layak.


.


.


.


.


Sementara itu di sebuah danau terlihat ada lucifer yang sedang memancing diatas sebuah perahu kayu, penampilannya itu mengunakan topi cukup besar agak tidak kepanasan, kacamata hitam, celana pendek, kaos biru muda motiv bunga-bunga, dan sendal jepit.


Sambil bersiul ia menunggu ada ikan yang menyambar umpannya, beberapa menit berlalu 1,2 ikan berhasil di tangkapnya dan disaat sedang santai menunggu upan disambar ikan lagi tiba-tiba dari tepi danau seseorang memanggilnya.


Ketika berbalik itu adalah akito dan yang lain, hanya melihat sebentar lucifer kembali bersantai menunggu umpan dimakan ikan.


"Dia tidak menghiraukanmu" ujar seichiro.


"Tidak dia akan mendengarkan ku jika aku yang kesana"


Tidak kehabisan akal, akito melompat ke atas perahu yang dinaiki lucifer dengan sedikit dorongan dari jejak kaki iblisnya, menyebabkan hampir saja perahu tersebut terbalik akibat dari akito.


"Aku ingin menanyakan tentang kemarin, katsugi bilang dia melihat  kau mengeluarkan aura aneh dari dalam diriku"


"Dia mengatakan hal itu pada mu? Tenang saja aku hanya mengambil sedikit aura mu untuk menguji sesuatu, tidak akan ada hal aneh yang terjadi padamu" jelas lucifer kemudian menutupi wajahnya mengunakan topi.


Mendengar penjelasan dari lucifer, akito pun kembali kepada teman-temannya kemudian mereka berjalan meninggalkan lucifer di tengah danau.


"Untuk seukuran bidak catur dia terlalu banyak bicara, sepertinya aku harus membungkam mulutnya yang berisik" ujar lucifer kemudian menghilang dari atas perahu entah kemana perginya dia.


.


.


.


.


Sore hari pun tiba, Yamato yang terlihat begitu tergesa-gesa berlari keluar asrama karena ia sudah terlambat dan yang lain sudah menunggu di depan gerbang utama.


"Maaf aku telat" ucap Yamato yang baru sampai.


"Dasar beban" sahur matsuya kemudian berjalan masuk kedalam mobil lebih dulu.


Yamato yang mendengar hal tersebut langsung memasang wajah kesal tapi kapten Asano menenangkannya, kemudian mereka pun berangkat menuju tempat tujuan.


Selama diperjalanan Yamato mulai merasa aneh karena jalan yang mereka lalui adalah jalan menuju tokyo, sesaat Yamato teringat dengan masa saat dirinya masih tinggal di tokyo.


Beberapa jam kemudian, akhirnya mereka di tempat tujuan melihat tempat yang mereka datangi membuat Yamato terdiam sekaligus terkejut karena itu adalah sma bekas sekolah Yamato.


"Kenapa? Bukannya kau dulu sekolah disini yah" tanya kapten asano kemudian menarik Yamato untuk masuk kedalam.


Disana mereka disambut oleh kepala sekolah, ketika melihat Yamato iya sedikit terkejut dan mulai menanyakan keadaan dan kesehatan Yamato, padahal dulu iya tidak pernah melakukan hal tersebut.


Kepala sekolah itupun menjelaskan bahwa ada beberapa murid yang tiba-tiba menghilang secara misterius, tanpa ada bukti tindak kejahatan apapun.


Mendengar penjelasan darinya kapten asaano sudah mengerti apa permasalahannya dan apa yang harus dilakukannya, iya meminta kepala sekolah untuk keluar dari lingkungan sekolah.


Dan menyuruh anggota divisi 9 yang ikut untuk berjalan di luar sekolah karena ia akan memulai mengusirannya.


"Muncul dari dalam kegelapan lebih gelap dari kegelapan, menyembunyikan cahaya dibaliknya, sucikan dan singkirkan segala bala" ucap kapten asano dengan kedua mata yang terpejam.


Tidak lama kemudian sebuah kubah hitam mulai menutupi seluruh area sekolah sampai tidak ada sedikit pun celah untuk dapat keluar.


Sambil berjalan menyusuri sekolah kapten asano menjelaskan tentang kubah tersebut.


Kubah itu adalah untuk memancing iblis keluar karena kasus kali ini melibatkan iblis yang suka bersembunyi, dengan adanya kubah itu membuat si iblis terpaksa harus keluar, gampangnya kubah ini adalah magnet untuk menarik iblis keluar.


Saat sampai di area lapangan belakang, mereka bertiga sudah di sambut oleh beberapa iblis yang berdiri menatap tajam, melihat itu mereka langsung menarik senjata masing-masing dari dalam sarungnya.


tanpa ada peringatan apapun kapten asano langsung melesat sangat cepat menyerang, gerakannya begitu lincah dan cepat membuat siapapun yang melihat akan sulit mengikuti gerakannya.


Hanya buruh waktu kurang dari sebelas detik semua iblis itu sudah diratakan oleh kapten asano seorang diri, Yamato dan matsuya pun kembali memasukkan pedang mereka kedalam sarungnya.


Pencarian pun kembali dilanjutkan, meliha sekolah suasana sekolah yang masih sama seperti dulu membuat Yamato teringat dengan masa-mada dirinya masih bersekolah disini, juga teringat tentang Mitsuki yang selalu mentraktirnya makan di kantin.