
Malam hari di sebuah rumah, dari jendela kamar terlihat seorang anak perempuan yang sedang berdoa, dari luar kamar sang ibu mengintipnya berdoa.
Terdengar ia mendoakan ibu, ayah, kakak, dan satu nama yang membuat sang ibu sangat terkejut yaitu lucifer.
Sang ibu langsung masuk dan menanyakan kenapa anaknya mendoakan Lucifer, sang anak hanya menjawab kalau ia merasa kasihan karena tidak ada yang mendoakannya.
Sang ibu awalnya merasa aneh namun lama kelamaan iya tidak memikirkannya.
Keesokan harinya, ibu dan anak itu pergi ke gereja untuk berdoa, sama seperti tadi malam anak itu kembali mendoakan keluarganya termasuk Lucifer.
Kali ini sang ibu tidak menegurnya karena ia tidak mendengarnya dengan jelas, setelah berdoa mereka pun berjalan keluar.
Tidak di sadari seseorang berdiri di depan altar dengan wajah yang tertutup sebuah topi dan hanya terlihat iya yang tersenyum.
"Manusia, mahkluk dengan sifat yang aneh" lalu ia pun menghilang.
Beberapa hari berlalu anak itu ternyata sedang sakit keras sudah cukup lama, sang ibu sudah binggung haru melakukan apa karena meski sudah ke dokter tapi si anak masih belum sembuh.
Seminggu kemudian, sang anak itu pun berpulang, banyak sekali pelayat yang datang begitu juga dengan pria bertopi itu.
Setelah pemakaman selesai, sang ibu di buat terkejut saat melihat tagihan biaya pemakaman anaknya yang sangat mahal, saat binggung haru meminjam uang di mana.
Dari belakang pria bertopi tadi berjalan mendekati si ibu lalu menepuk pundaknya.
"Saya yang akan membayar semua biaya pemakamannya, anda tenang saja" kemudian ia mengambil pulten untuk menandatangani suratnya.
Dan yang ia tulis bukan tanda tangan melainkan huruf "L" saat akan pergi si ibu bertanya tentang dirinya dan mengapa ia ingin membantu pembayaran pemakaman anaknya.
"Siapa aku itu bukan penting, tapi anak ibu adalah satu-satunya orang yang ingin mendoakan saya" ujarnya lalu tersenyum dan pergi kelua ruangan.
Si ibu hanya bisa terdiam dengan wajah yang begitu terkejut karena dalam pikirannya mendiang anaknya selalu mendoakan lucifer, dan orang tadi hanya menulis huruf "L" di surat.
.
.
.
.
.
.
"nah begitu ceritanya setelah sekian lama ada yang ingin kembali mendoakan diriku" ujar lucifer yang sedang duduk bersama Akito dan yang lain.
"jadi apa kau benar-benar membayar biaya pemakamannya?" tanya katsugi.
tapi lucifer tidak menjawab pertanyaan dari katsugi, ia malah mengalihkan pembicaraan dengan cara "ini sudah malam kalian ganti baju, cepat"
dan mereka pun menuruti perkataan lucifer, kemudian pergi ke kamar mereka masing-masing sementara dirinya masih berada di sana.
sampai akhirnya zion datang menghampiri lucifer, mereka berdua terlihat sedang membicarakan masalah yang cukup serius, karena dapat di lihat dari ekspresi wajah keduanya.
"benarkah, dimana?".
"dia membuka bar di Kyoto, kau sarankan kau datang saat pagi hari karena bar nya masih belum buka" jawab sureal lalu pergi meninggalkan lucifer.
"yap kalau begitu aku akan pergi lain waktu saja, astaga kenapa malam ini aku begitu mengantuk?"
"apa aku harus mengerjai Arthur? ah jangan kemarin juga dia membanting ku, sampai sekarang pinggang ku masih sakit, atau samael tidak dia tidak bisa terkejut"