The Exorcist

The Exorcist
Sebuah pilihan sulit



"Bagaimana? Apa kita gunakan dia?" tanya zion yang berada di belakang lucifer.


"Hemm.. Ini akan membuat pertahan mereka melemah, kita lakukan saja apa yang diperlukan" jawab lucifer kemudian berjalan pergi.


.


.


Pagi harinya, terlihat Yamato yang berjalan masuk kedalam kantor Maeda toshinaga.


"Permisi" ucap Yamato kemudian masuk kedalam.


"Ada apa memanggil ku? Biasanya kan yang jadi babu itu Masaru?" lanjut Yamato yang agak mengeluh.


"Sudah diam, ini tolong berikan surat ini pada petugas pos. Dia ada didepan gerang" kemudian kapten Maeda memberikan sebuah surat yang diberi segel lilin.


"Kuno sekali masih menggunakan surat, kenapa tidak pakae phonsel? Kan jadi lebih mudah?" tanya Yamato.


"Kau mau lakukan atau tidak?"


"Yah-yah, akan ku berkah surat ini" kemudian Yamato pergi untuk mengantarkan surat dari kapten Maeda kepada petugas pos yang menunggu.


Ketika sedang menjelaskan tentang surat itu pada petugas pos, tidak sengaja Yamato melihat ryuu yang berjalan menghampirinya.


Dan ryuu pun berkata setelah petugas pos pergi


"Yamato! Aku akan pergi keluar sebentar, ada urusan yang harus ku lakukan" ujar ryuu kemudian berjalan pergi.


"Ingat jangan pulang terlalu malam! Bisa-bisa kau tidur diluar!" teriak Yamato.


"Dia agak aneh belakangan ini" lalu Yamato berjalan kembali.


Secepat yang ia bisa, ryuu bergerak menuju suatu tempat dan tempat itu adalah sebuah sebuah jalan kecil yang di himpit oleh dua bangunan toko. Kemudian ryuu merubah wujudnya menjadi manusia dan berjalan perlahan.


"Himeno! Ini aku ryuu, himeno!" teriak ryuu yang beberapa kali menyebut nama "himeno".


Sampai akhirnya seekor kucing putih datang dan kucing itu berubah menjadi seorang gadis cantik dengan mata biru dan rambut pirang. Mereka berdua langsung berpelukan seperti melepas rindu.


"Syukurlah kau baik-baik saja, aku dengar kau ditangkap oleh para exorcist" ujar gadis yang bernama himeno itu.


"Benar tapi sekarang aku tinggal disana bersama, seorang teman yang baik hati. Aku kesini untuk mengajakmu tinggal disana"


"Aku tidak berani meninggalkanmu diluar sini, akan lebih baik kalau kau ikut denganku" lanjut ryuu yang terlihat bersemangat.


"Apa kau yakin? Kita ini iblis dan mereka itu exorcist, bisa-bisa nanti kita malah dimurnikan" terlihat Wajah himeno yang ragu dengan ajakan ryuu.


"Tenang saja, para kapten dan Jendral disana tidak ada mengangkat senjata. Selama kita tidak membuat onar, disini terlalu berbahaya untukmu" jelas ryuu.


Setelah membicarakan hal ini beberapa saat, akhirnya himeno Bersedia untuk ikut dengan ryuu ke markas pusat dan tinggal disana.


Namun tiba-tiba saja, sektaik mereka berdua akan berjalan pergi. Sebuah rantai melesat cepat dari belakang, mengingat leher himeno kemudian menariknya.


Dan dari belakang, himeno zion muncul.


"Oh..... Ini sudah cukup lama bukan? Ryuu!" ujar gabreal yang berdiri didekat himeno.


"Kau tau hanya ada dua pilihan distuasi seperti ini, pertama kau ikuti apa yang kami katakan atau kekasihmu ini akan segera... Yah kau tau sendirikan".


"Jangan asal bicara kau" jawab ryuu kemudian melemparkan beberapa jarum kearah zion.


Namun zion langsung menghalangi jarum-jarum itu mengunakan himeno, bergegas ryuu langsung menarik kembali jarumnya yang hampir melukai himeno.


"Mari kita bicara sebentar" ajak zion.


.


.


Terlihat pak kirino yang sedang mengawasi Yamato dan yang lainnya saat jam olahraga.


Mereka bersembilan disiksa, dibawah sinst matahari yang bersinar sangat terik,


"Astaga, kapan kita akan berhenti?" tanya Yamato yang sudah terlihat begitu kelelahan.


"Entah, dia hanya bisa melihat dan berdiri dibawah atap yang teduh" jawab Mitsuhiro yang juga dalam kondisi yang sama.


"Yahahaaha!!! Kasihan, dijemur. Yahahahahah" terlihat dari jendela kantor keptan maeda tertawa melihat Yamato dan yang lainnya dijemur.


Mendengar itu semua orang langsung melihat dengan wajah daratnya, saat tidak kuasa menahan tawanya, tiba-tiba saja pak kirino mengketapel kapten Maeda, sampai ia terjatuh kedalam kantornya.


"Yahahahah.....!! Tidak kuasa melihat keancritan beliau, arhg..." lajut kapten Maeda yang kembali terkena ketapel pak kirino.


Beberapa jam kemudian, akhirnya jam pelajaran pun selesai, mereka semua hanya berbaring dibawah pohon diatas rumput hijau. Menghilangkan rasa penat sambil meniati angin yang berhembus lembut.


"Aku mau ambil minum, apa kalian juga mau?" tanya tadeo yang dengan baik hati ingin sekalian mengambilkan minum untuk teman-temannya.


Yamato dan yang lain pun mengacungkan jari mereka, kecuali matsuya yang terlihat tidak perduli.


Tidak lama kemudian tadeo kembali dengan membawa beberapa botol air dingin.


Ia pun membagikan air minum kepada semua orang termasuk matsuya.


"Ini akan mendinginkanmu" ucap tadeo yang menyodorkan sebotol air minum pada matsuya.


Tadeo hanya melihat matsuya dengan wajah polosnya, dan ia kembali berkata.


"Kau juga hauskan sama seperti kami? Keras kepalamu malah akan menjerumuskanmu masuk kedalam jurang" Mitsuhiro langsung menarik tadeo setelah iya mendengar perkataannya.


Air minum yang dibawa tadeo untuk matsuya pun jatuh didepannya, matsuya mulai menatap air minum tersebut.


Tadeo mulai diceramhai karena ia berani mengatakan hal seperti itu langsung didepan matsuya, namun mereka semua malah semakin dibuat terkejut saat melihat matsuya mengambil air minum yang dibawa tadeo lalu meminumnya.


"Ooooo my god, impossible" ujar mereka semua kecuali tadeo yang tidak mengerti apa yang membuat mereka semua terkejut.


Secepat kilat, Akane kembali ke asrama dan kembali lagi dengan kamera ditangannya, beberapa foto ia ambil ketika matsuya minum.


Mereka semua mulai melihat foto-foto matsuya yang sedang minumĀ  yang baru saja Akane ambil. Beberapa saat kemudian dari arah gerbang ada seseorang yang menekan bel.


Bergegas Yamato datang untuk melihatnya, dan itu adalah petugas pos yang tadi pagi. Petugas itu memberikan sebuah surat dan menjelaskan kalau surat itu untuk kapten Maeda.


Santai namun pasti, Yamato berjalan menuju ruang kapten Maeda, saat masuk tanpa permisi ia melihat pakten Maeda yang sedang melihat sebuah foto.


Dalam foto itu terdapat dirinya dengan seragam lengkap dan seorang ibu hamil yang tersenyum cantik, saat melihat Yamato kapten Maeda menyimpan kembali foto tersebut.


"Siapa?" tanya Yamato lalu memberikan surat yang ia bawa untuk kapten Maeda.


"Oh... Dia istriku!" jawab kapten Maeda.


"Apa! Istri? Yang benar saja" dari reaksi Yamato ia terlihat terkejut.


"Lalu untuk apa aku menyimpan foto seperti ini disini?"


"Benar juga, tapi kukira anda belum menikah! Melihat umur anda yang masih muda"


"Yah.. Kami dulu nikah muda, waktu itu aku umur 28 dan mizu umur 20, kalau dihitung kami sudah 10 tahun menikah. Sekarang dia sedang hamil anak pertama kami" Jelas kapten Maeda kemudian membuka suratnya.


Karena penasaran Yamato ikut membaca surat tersebut, dari wajah kapten Maeda ia terlihat begitu senang dan bahagia karena.