
"Jika itu yang dia inginkan kita tidak bisa memaksanya untuk kembali, tapu yang penting kita tahu kalau Yamato baik-baik saja diluar sana" ujar Masaru yang mencoba semua yang lain tidak mengkhawatirkan Yamato lagi.
Tiba-tiba saja ledakan besar terjadi membuat mereka semua terlempar keluar syukurnya tidak ada yang terluka, Asap terlihat membumbung tinggi keluar dari dalam ruang makan.
Karena ledakan ini pula kapten ryotaka, ijichi, dan hiroshima datang untuk melihat apa yang sedang terjadi. Sayang sekali hanya mereka bertiga kapten yang sedang ada karena yang lain ada diluar kota untuk menyelesaikan masalah masing-masing.
"Ada yang keluar!" ujar kapten ijichi dan benar saja seseorang keluar dari dalam kepulan asap.
Dan dia adalah Akito dengan siluet wajah yang berkobar membuat siapapun yang melihatnya langsung gemetar ketakutan.
"Akan ku hancurkan kalian dasar biadab!" teriak akito lalu tanpa pikir pajang langsung menyerang.
Pukulan yang berapi-api dilayangkan akito namun mereka berhasil menghindar, terlihat tanah yang terkena pukulan dari akiro langsung hancur bagai mana jadinya jika mereka terkena serangan itu.
Para exorcist lain mulai berdatangan namun kapten hiroshima melarang mereka untuk tidak mendekat bahkan menyuruh mereka semua untuk mundur karena ini sudah tidak bisa di atasi oleh mereka.
Ketika sedang memikirkan rencana tiba-tiba akito bergerak sangat cepat dan berada dibelakang kapten hiroshima, hal tersebut membuatnya begitu terkeju.
"Apa? Jejak kaki iblis?"
Saat itu juga akito langsung menyerang menggunakan tendangan apinya karena tidak sempat menghindar mengharuskan kapten hiroshima menahan serangan tersebut dengan kedua tangannya.
Woss.. Iya pun terhempas lalu menghantam tembok.
"Apa-apaan ini? Kecepatan dan daya serangannya begitu besar. Dan sepertinya aku patah tulang" gumam kapten hiroshima lalu kembali berdiri.
"Kalian kirim pesan pada para jendral!" teriak kepatn ijichi untuk segera menghubungi para jendral yang sedang ada rapat dengan mentri keamanan.
Hanya sekali serangan banyak polisi exorcist yang berhasil di tumbangkan akito banyak yang berusaha untuk menghentikannya namun semuanya gagal. Masaru dan yang lain juga sudah dibuat tak sadarkan diri kecuali tadeo yang membawa teman-temannya ketempat yang aman.
Meski hujan deras tetap saja markas pusat terbakar oleh api amarah akito, polisi exorcist yang tersisa langsung mencoba memadamkan kebarana. Sementara akito sedang disibukkan oleh ketiga kapten.
"Cepat apinya semakin menyebar!!"
"Ada yang bisa bantu!? Disini ada korban!"
"bawa yang terluka ke tempat yang aman!!"
"Kalian harus membayar atas perbauran kalian sendiri!!!" teriak akito dan menyebarkan energi yang begitu besar.
"Yahahahahahaha......! Emosi yang bagus! Dunia aku kembali.." ujar akito yang telah dikendalikan oleh sosok misterius yang selama ini ada didalam dirinya.
"Jangan-jangan kau!?"
"Benar. Akulah satan! Hahahahaha..." terkaya sosok itu adalah satan penguasaan dunia bawah yang mewakili kemarahan.
Lalu akito(satan) membuka telapak tangannya dan saat itu juga nyawa semua orang yang ada di markas pusat diambil paksa lalu dipadatkan menjadi sebuah pedang.
Tidak ada yang bisaa lolos daru hal tersebut tidak ada satu pun orang yang berada di markas pusat yang selamat ketika satan mengambil nyawa mereka semua.
Namun sebuah belati darah melesat cepat kearah satan namun belati darah tersebut berhasil di tangkis dengan pedang rohnya tidak disangka serangan sederhana itu berhasil mematahkan ujung dari pedang roh tersebut.
Patahan itu berubah menjadi roh kembali dan masuk kedalam tubuhnya yaitu Akane, tadeo, dan Mitsuhiro, Perlahan mereka mulai kembali sadar.
"Darah?" kemudian melihat ada yang sadar satan berniat mengambil kembali roh mereka bertiga.
"sepertinya kau sangat bersenang-senang" ujar kapten Hideaki bersama kapten lain.
"Kebetulan sekali kau membuat kekacauan saat kami dalam perjalanan kembali" tambah jendral akaza yang terlihat baru sampai bersmaa jendral yang lain.
"Waktunya bermain! Hahaha" ujar kapten ogami yang bergerak menyerang lebih dulu kemudian disusul oleh para kapten yang lain.
Membuat satan mulai kesulitan mengendalikan tubuh akito, membuat dirinya terkena beberapa serangan sampai terhempas kebelakang.
Semua orang mulai mengerutkan keningnya mereka karena melihat pedang roh satan yang mengeluarkan cahaya ungu gelap, saat itu juga roh mereka mulai tersedot oleh pedang tersebut termasuk roh Akane, tadeo, dan Mitsuhiro yang baru saja kembali ke tubuh mereka.
Namun sesaat kemudian awan badai mulai mengumpul ditepat diatas markas pusat hujan semakin deras dan petir mulai menari-nari didalam awan sampai akhirnya Sambaran petir yang begitu besar muncul menyambar satan yang ada dibawah.
"Hoh. Jadi kau wadah azir!?" gumam satan sambil menahan serangan dari Yamato.
.
.
.
.
.
"Dia masih belum menyerah juga rupanya" gumam ogaki yang masih menonton perjuangan Yamato mengalahkan lima belas tentara terakotanya.
Latihan ini dilakukan bertujuan agar yamaro dapat mengendalikan mihasira no uzu no mikoto dengan lebih baik karena sesekali saa dalam pertarungan jangka panjang seperti ini tiga senjata itu langsung menghalang dengan sendirinya.
Sesuai permintaan Yamato pada agar tidak ragu-ragu saat menyerang, mereka semua benar-benar tidak memberikan belas kasih sedikit pun saat menyerang. Meski berkali-kali jatuh Yamato tetap kembali bangun demi menjadi lebih kuat.
"Mengendalikan tidak senjata sekaligus bukan perkara yang mudah dan ini akan memakan waktu lama" lalu ogaki menggunakan kemampuan untuk menciptakan dunia dimana satu hari sama dengan sepuluh detik didunia nyata.
Meski pergantian dimensi yang begitu mendadak Yamato terlihat tidak memperdulikan hal seperti iru dan fokus dengan serangan yang datang padanya.
"Oi! Kau terlalu memperhatikan gerakan lawan. Coba baca setiap serangan yang datang dan kau akan mudah memperhitungkan serangan yang akan datang selanjutnya" teriak ogaki yang memberikan sedikit masukan pada Yamato.
Yamato pun mengikuti masukan yang diberikan ogaki padanya, setelag mereka semua menyerang akhirnya Yamato dapat membaca pola yang digunakan mereka semua. Dan saat serangan datang lagi kali ini dengan mudah Yamato dapat menghindar.
Lalu melayangkan serangan dan melukai salah satu dari mereka, itu adalah luka pertama yang berhasil diberikan oleh Yamato setelah berkali-kali berusaha dan berkali-kali terluka.
"Maka diluar terlihat bodoh tapi otaknya encer juga" ogaki tersenyum melihat Yamato berhasil memberikan luka pertamanya.
Situasi akhirnya berpihak pada Yamato, raut wajahnya juga semakin membaik yang awalnya begitu asam kini semangat dan wajah cerianya telah kembali.
"Nah. Ini dia!" bergega saat mendapatkan momen dirinya langsung menyerang menyebas leher salah satu dari lima belas tentara terakota.
Tapi saat sedikit lagi akan kena betapa apesnya Yamato karena susanoo dan yang lain langsung menghilang begitu saja.
"Heh?!"
Dan buk.. Dirinya yang lama terkena bogem mentah terhempas jauh ke angkasa lepas.
"kenapa!!!!!!" teriak Yamato yang semakin tidak terlihat.
"Waduh. Jauh juga. Kalian susul dia" ogaki juga malah terkejut saat melihat Yamato terlempar sangat jauh.
Sesuai perintah ogaki dua orang tentara terakota berlari untuk menjemput Yamato.
Beberapa kena menit kemudian latihan praktek dihentikan sebentar karena ada yang ingin dikatakan ogaki pada Yamato soal latihannya ini.
"Teknik berpedang mu sudah lumayan, tapi bagai mana dengan tombak dan panah? Apa saat pakai panah kau asal nembak?"
"Diam saja kau dan perhatian" jawab Yamato yang terlihat kesal lalu membidik sebuah pohon yang berjalan enam meter dari posisinya saat ini dengan amaterasu.
Saat di lepaskan anak panahnya malah melenceng kearah lain padahal ukuran pohon yang dibidik Yamato terbilang besar, seketika ogaki langsung ngakak brutal melihat kekocakan Yamato yang tidak bisa mengenai target sebesar itu.