The Exorcist

The Exorcist
Anggota baru divisi 0, Minazuki Tadeo



"Syukurlah semua tidak terluka" ujar tadeo kemudian mencabut kampaknya.


"Lu-lumayan juga" ucap kapten Hideaki.


Setelah semuanya beres, mereka berdua berjalan kembali untuk memberitahu kalau kasus ini sudah selesai dan tidak akan ada ternak yang mati mendadak.


"Aku bingung. Aku sudah tidak bisa di sini lagi, kazuma sudah tahu sosok asliku. Kasus insiden berantai pasti akan dituduhkan pada ku." ujar tadeo dan mereka berdua berhenti berjalan.


"Kau memang benar, aku punya satu ide cemerlang" jawab kapten Hideaki lalu menodongkan sebuah pistol pada tadeo.


"Sebenarnya, tadeo aku diminta untuk membunuhmu" lanjut kapten Hideaki.


Kilas balik................


[Pemohonnya adalah ibu pemilik, ibu pemilik tahu sosok aslimu kakak dari ibu pemilik, ibumu memberitahunya sebelum iya meninggal, dia selalu merahasiakannya dari khalayak  banyak]


[Tapi dia mencoba membunuhmu diam-diam karena ada insiden ini 


Akhir kilas balik..........


"Yah, pelaku aslinya memang bukan kamu tapi karena ini menimpah kazuma mau diberitahu juga takkan dipercaya justru, ini memudahkan ku" lanjut kapten Hideaki dan sedikit menundukkan kepalanya.


"Begitu, yah.  Aku mengerti alasan itu bisa ku terima" jawab tadeo.


"Nah jadi siapa nama aslimu?"


"Minazuki tadeo!"


"Oh.. Tadeo,  aku tanya untuk terakhir kalinya apa kamu ingin mengekspresikan perasaanmu?" tanya kapten Hideaki dengan tersenyum tipis.


"Tidak, tolong bunuh aku" jawab tadeo dengan sedikit tersenyum dan itu adalah senyuman pertamanya selama ini .


"Baiklah"


Dan Dor... Suara pelatuk pistol yang menggema menandakan bahwa peluruh telah di lepaskan.


.


.


Beberapa menit kemudian, akhirnya kapten Hideaki sampai di penginapan setelah membaringkan kazuma, ibu pemilik datang dan terjeut melihat anaknya yang tidak sadarkan diri.


"Jangan khawatir dia hanya pingsan, sebentar lagi juga akan sadar" ujar kapten Hideaki.


"Apa ini ulah tadeo?" tanya ibu pemilik.


"Sesuai permintaanmu, aku sudah membunuh pelakunya" jawab kapten Hideaki kemudian menjatuhkan tadeo dari pundaknya.


"Jika boleh, biar aku yang mengurus jasadnya, jika butuh bantuan lagi hubungi saja saya" lanjut kapten Hideaki.


.


.


Malam itu juga, ia kembali ke markas pusat dengan sebuah karung dikuris belakang. Beberapa saat kemudian sesuatu keluar dari dalam karung tersebut dan itu adalah tadeo yang kebingungan dengan wajah polosnya.


"Oh, sudah bangun, kau pasti lapar? Memang sih sudah seharian" ujar kapten Hideaki lalu memberikan beberapa cemilan.


"Anu.. Bukannya aku sudah mati?"


"Wkwkwk, apa aku lupa memberitahumu yah? Meski setengah iblis kau tidak akan mati hanya dengan satu beluruh biasa, bagaimana yang tertembak sudah sembuh kan?"


Mendengar itu tadeo mulai meraba keningnya dan apa yang dikatakan kapten Hideaki benar, bekas tembakannya sudah sembuh.


Tatapan tadeo, berpindah keluar jendela ia melihat banyak sekali mobil dan gedung-gedung tinggi, orang-orang banyak yang berkeliaran meski sudah larut malam.


"Ini dimana?"


"Hahah, Yamanashi" jawab kapten Hideaki.


.


.


Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka sampai di markas pusat karena suah larut malam jadi malam ini tadeo akan tidur di ruangan kapten Hideaki, sekalian menemaninya bekerja.


Selama bekerja di kantornya dengan di temani tadeo yang tidur disofa, kapten Hideaki sesekali melihat kearah tadeo dengan tersenyum.


.


.


Sementara itu Yamato dan yang lain, baru saja bangun dan berjalan menuju ruang makan, tapi tiba-tiba mereka di kejutkan oleh kapten ogami yoshiaki.


"Selamat pagi anak-anak muda!" ujar kapten yoshiaki yang memakai seragam koki restoran.


"Aaaaaaa!!" teriak mereka lalu terjatuh saling menimpah karena saking terkejutnya.


"Cepat bangun, bangun selama empat hari ini aku bertanggung jawab atas sarapan, makan siang dan makan malam kalian, karena koki yang asli sedang pergi liburan" jelas kapten yoshiaki.


Setelah beberapa menit memasak, akhirnya masakan buatan kapten yoshiaki pun jadi, mereka semua yang melihatnya langsung tidak selera makan.


"Apa benda ini bisa di makan?" bisik Mitsuhiro.


"Jangan hanya dilihat makan" ujar kapten yoshiaki yang berjalan mengawasi mereka.


Tidak ada pilihan lain, Yamato pun memberanikan diri untuk mencoba masakan tersebut, baru saja masuk kedalam mulut ia langsung tidak sadarkan diri.


"Yamato! Yamato! Jangan tinggalkan kami! Katakan sesuatu" ujar Mitsuhiro yang panik melihat keadaan Yamato.


"Aku melihat nenek-nenek, dia melambaikan tangan pada ku di sebrang sungai, aku haru kesana" jawab Yamato saat tidak sadarkan diri.


"Jangan! Yamato jangan sebrangi sungainya, ayo kembali pada kami semua!" lalu Mitsuhiro menampar wajah Yamato dan ia kembali sadar.


Yang lain yang melihat kondisi Yamato setelah makan, masakan kapten yoshiaki menjadi sangat takut mengalami hal yang sama.


Tidak lupa, kapten yoshiaki memberikan sepiring masakannya untuk di berikan pada kapten Hideaki yaitu untuk tadeo yang masih ada disana.


Setelah sarapan jahanam itu datang, kapten Hideaki tidak yakin akan memberikan sarapan itu pada tadeo karena iya tau kalau kapten yoshiaki payah dalam hal memasak.


"Apa kau ingin memakan ini?" tanya kapten Hideaki.


"Aku tidak pilih-pilih makanan, asalkan itu dapat dimakan" jawab tadeo.


Dengan terpaksa kapten Hideaki memberikan sarapan itu pada tadeo, iya pun mulai menutup kedua matanya takut akan terjadi sesuatu pada tadeo, tapi itu diluar dugaannya.


"Ini tidak seburuk yang anda pikirkan" jawab tadek setelag memasukan makanan itu dalam mulutnya.


"Impossible" ucap kapten Hideaki yang melihat hal tersebut.


.


.


Yamato dan yang lain, berjalan keluar untuk mandi dan mereka semua terlihat seperti sedang keracunan makanan.


Mereka semua berjalan layaknya mayat hidup, setelah mandi dan merapihkan diri bergegas mereka pergi ke kelas. Disana mereka masih merasakan mual.


Kelas yang biasanya berisik kini menjadi begitu sunyi layaknya area pemakaman, tidak lama kemudian pak kirino datang dan menanyakan keadaan mereka semua.


"Yaampun ada apa dengan kalian?" tanya pak kirino yang melihat semua muridnya tepar.


"Kami keracunan makanan, tadi ada koki gabungan masak sarapan untuk kami semua"jelas Masaru.


"Koki gadungan? oh.. Maksud kalian kapten ogami yoshiaki, dia memang tidak pintar masak bahkan lalat saja tidak mau hinggap dimakanan yang iya buat" jawab pak kirino.


"Baiklah kalau begitu, kita berjalanya pelayan saja melihat kondisi kalian yang tepar seperti ini" lanjut pak kirino.


Beberapa menit kemudian, kapten Hideaki datang dan meminta izin untuk mengumumkan sesuatu pada semua orang.


"Hari ini.... Tunggu hari apa sekarang? Oh, hari sabtu, Nah hari ini kita kedatangan teman baru, masuklah"


Dan tadeo pun masuk dengan wajah polosnya ia berdiri, yuzuru, Marika, dan Akane histeris saat melihat tadeo.


"Kyaaaaaa, kelas kita nambah satu cogan lagi, astaga makin betah lama-lama di sini, mweheheheh" Ujar mereka bertiga.


"Salam kenal nama saya minazuki tadeo" singkat padat dan jelas, hanya itu yang dikatakan tadeo bukan berarti dia sombong.


Tadeo pun berjalan dan duduk dibelaamg yuzuru.


"Nah, tadeo ini memiliki sedikit kekurangan, dia tidak bisa mengekspresikan perasaannya sendiri dan tidak tau rasanya senang, marah, dan sedih. Harap-harap kalian bisa membatunya"


"Oke hanya itu, dan semoga kalian diberikan keselamatan selama empat hari kedepan, kalian tau kapten yoshiaki pernah hampir membunuh seseorang dengan masakannya, hahahahahahahahahahah" lanjut kapten Hideaki lalu pergi dengan tertawa jahat.