
"Ini sudah satu jam, berarti didalam sama sudah lima hari" gumam ogaki saat melihat kearah jam.
"Kalau begitu waktunya ujian" lanjutnya dan dengan menjentikkan jari dirinya langsung berada didalam dimensi yang sama dengan Yamato.
Namun dirinya terlihat berada didalam sebuah tandu mewah yang diarak oleh beberapa pasukan berseragam lengkap, bukan hanya itu dibelakangnya terdapat barisan ribuna bukan namun jutana prajurit dengan persenjataan yang lengkap.
"Nah. Mari kita desak dia" gumam ogaki lalu tersenyum.
.
.
.
.
.
.
Di depan sebuah api unggun Yamato, yumi, dan beberapa nak kecil sedang duduk bersama mendengar cerita yang sedang dibacakan oleh yumi. Ditengah ketenangan tersebut seluruh warga tiba-tiba mendengar suara drum taiko yang terdengar semakin mendekat.
Semua orang langsung berbaris disepanjang jalan, melihat hal tersebut Yamato mulai bertanya mengapa semuanya melakukan hal tersebut.
"Ada parade kerajaan, sepertinya kaisar shutoku sedang ingin mencari pelayan baru" jelas yumi.
Malam yang awalnya gelap menjadi terang karena jutaan obor yang dibawa para prajuti dan suara drum taiko yang menggema di seluruh penjuru hutan. Saat rombongan melewati desa saa itu juga para warga mulai bersujud.
Melihat Yamato yang masih berdiri membuat yumi langsung menariknya untuk ikut bersujud.
"Untuk apa kita melakukan ini?" bisik Yamato.
"Lakukan saja. Bisa-bisa kau dihukum mati" jawab yumi.
"Yaelah masa bodo, emangnya seperti apa kaisar shutoku di dunia ini?" teriak Yamato dan membuat rombongan berhenti.
Berhubungan tandu kekaisaran juga berhenti tidak jauh dari mereka berdua.
"Hmmm? Kenapa berhenti? Kita sudah sampai?" tanya ogaki pada pelayangnya yang ada diluar tandu.
"Maaf. Tuan ku. Didepan ada bocah yang berteriak tidak jelas" jawab si pelayan.
"Ho. Dia yang memulai lebih dulu rupanya, baiklah. Turunkan tandunya" gumam ogaki kemudian menyuruh para prajuritnya untuk menurunkan tandu.
Melihat tandu tersebut diturunkan membuat seorang orang terlihat ketakutan, Yamato mulai memandang tajam kearah tandu tersebut karena penasaran siapa kaisar shutoku itu.
"Oh. Malam yang indah. Benar kan?" ujar ogaki yang keluar dengan busana seorang kaisar lalu sedikit menjulurkan lidahnya kearah Yamato.
"Cih. Dia malah mempermainkan ku" gumam Yamato yang terlihat kesal.
"Oalah. Bawa bocah laki-laki itu ke dalam tandu ku" setelah memberikn perintahnya ogaki kembali masuk kedalam tandu dan Yamato di paksa untuk ikut masuk kedalam.
Meski cukup sulit untuk membawa Yamato masuk tapi akhirnya Yamato berada didalam tandu bersama ogaki.
"Jadi apa yang kau rencakam sebenarnya?" tanya Yamato dengan wajah yang masih merasa jengkel dengan ogaki.
"Sudah kubilang ini adalah pelatihanmu, dan aku sudah membuat skenario kecil untuk ujianmu, kita akan memulainya malam ini juga"
"Nah. Sekarang keluar dari dalam tandu ku" lanjut ogaki kemudian menendang Yamato keluar dari dalam tandunya.
"Oi. Gadis cantik! Ya. Kau kemari" teriak ogaki kepada yumi, setelah yumi berada didekatnya ogaki langsung mengikatnya dengan kasar dan menyerahkan yumi kepada pelayangnya untuk dibawa ikut ke istana.
"Oi sialan apa yang~" namun ogaki langsung mencapit mulut Yamato dengan tangannya.
"Jika kau ingin dia hidup. Bukan, maksud ku jika kau ingin semua penduduk desa ini idup lematakan mereka, aku akan menunggu kedatanganmu" bisik ogaki lalu kembali masuk kedalam tandunya.
Yamato yang masih kesal berniat mengejar rombongan ogaki untuk menyelamatkan yumi, namun warga menghentikannya karena mereka tidak yaki kalau Yamato dapat mengalahkan ogaki yang mereka sebut kaisar shutoku.
"Jika kalian tidak ingin membantu sebaiknya diam tapi aku butuh senjata" ujar Yamato tidak lama kemudian seorang pengerajin besi datang menghampirinya kemudian memberikan sebuah pedang.
Meski ukurannya agak panjang tapi Yamato tidak merasa keberatan saat mengangkatnya.
"Ini cukup bagus, kalau begitu aku pergi" bergegas pergi dan orang-orang di desa hanya bisa mendoakan Yamato supaya berhasil menyelamatkan yumi dari tangan si badut ogaki.
Rombongan ogaki akhirnya sampai di depan gerbang sebuah kota yang bagitu besar dan megah, mereka semua berjalan menuju sebuah istana yang sangat besar, megah, dan berkilau. Tandu pun diturunkan setelah sampai di depan istana.
Karpet merah terlihat dibentangkan dan sejumlah pelayang mulai berbaris rapih di pinggir karpet merah tersebut, kemudian ogaki akhirnya keluar dari dalam tandunya berjalan sambil dilempari kelopak bunga mawar hitam.
Ia terus berjalan menaiki anak tangga sampai akhirnya ia tiba di singgasana emas berhiaskan berlian. Setelah dirinya duduk di singgasana tersebut, ogaki mengambil tiga buah mawar hitam dari balik bajunya lalu melemparkannya kebawah.
Dan ketiga mawar hitam itu berubah menjadi tiga sosok berjubah hitam.
"Kalian tau targetnya? Hadang perjalanannya dan jangan ragu-ragu saat menyerang"
"Siap laksanaka" jawab mereka bertiga secara serentak lalu pergi dengan cepat.
Tidak lama kemudian beberapa pelayan perempuan datang kehadapan ogaki bersama yumi yang dibawa berdmaa mereka.
"Persiapkan gadis itu, hias dia didepan ku" sesuai perintah para pelayang itu mulai.
Mengganti baju yumi dengan baju seorang selir, rambutnya mulai dibersihkan diuraikan kebawah, dan wajah yumi mulai hias secantik mungkin.
Sampai akhirnya yumi terlihat begitu cantik. Setelah selesai ogaki berjalan ke mendekati yumi dan para pelayang mulai munduru lalu pergi. Dengan lembut ogaki memberikan tangannya, beberapa saat yumi mengabaikannya ampai akhirnya meletakkan tangannya ditangan ogaki.
Lalu ogaki membawa yumi berjalan bersama masuk kedalam sebuah kamar yanh cukup besar dan pintu pun ditutup.
Beberapa menit kemudian terdengar.
"Pelan-pelan saja. Lihat ada yang berjatuhan, astaga" ujar yumi.
"....... Hmm.."
Dan ternyata mereka berdua sedang bermain mahjong, terlihat wajah ogaki begitu serius. Melihatnya membuat yumi tertawa kecil...
.
.
.
.
.
.
"Lewat mana ya?" tanya Yamato yang bingung karena ada dua jalan dan dirinya harus memilih satu dari kedua jalan tersebut.
"Cap cip cup kelabang kuncup tangkap pelaut dalam jaring, nenek ku katakan pilih salah satu" dan sebelah cap cip cup akhirnya Yamato mendapatkan jawabannya yaitu jalan sebelah kiri.
Saat akan kembali berjalan tiba-tiba sebuah anak panah menancap didepan Yamato, tidak lama kemudian beberapa anak panah yang sama kembali muncul beberapa dihindari dan beberapa lagi ditebas menjadi dua.
Beberapa kali serangan kejutan terus berdatangan, sampai akhirnya Yamato menemukan orang yang memanahnya bersembunyi. Bergegas Yamato langsung membalas serangan tapi orang itu sudah lebih dulu berpindah tempat.
Dan keberadaannuya tidak terdeteksi lagi, saar itu juga Yamato langsung mulai waspada bersiap-siap dengan serangan yang datang secara mendadak. Sesaat kemudian sejumlah anak panah terlihat melesat cepat kearah Yamato.
"Hah!?"