The Exorcist

The Exorcist
wujud dari Ibaraki-doji



"Jangan ada yang bergerak! Tetap berada di posisi kalian!" ujar kapten yoshihiro, mendengar hal tersebut Mitsuhiro dan Marika seketika terdiam.


"Mitsuhiro cepat menunduk!" teriak kapten yoshihiro, secepat yang di bisa nya Mitsuhiro langsung menundukkan kepalanya dan bergegas kapten yoshihiro melemparkan pedangnya yang patah itu.


Tidak disangka pedang itu berhasil menancap pada Ibaraki-doji yang muncul di belakang Mitsuhiro untuk menyerangnya.


"Insting yang bagus, tapi bagai mana kau akan memurnikan ku tanpa pedang itu?" puji Ibaraki-doji lalu mencabut pedang yang menancap di tubuhnya itu.


"Kau ingin tau? Ini akan menjadi kejutan, jujur aku jarang menggunakan teknik ini tapi apa boleh buat" jawab kapten yoshihiro lalu melepaskan jubahnya, sesaat ia melakukan sedikit peregangan sebelum mulai.


Lalu kapten yoshihiro bergerak menyerang dengan kecepatan yang begitu kuar biasa, itu juga membuat Ibaraki-doji tidak sempat untuk menghindari serangan yang datang, membuatnya harus menangkis dengan tangan kosong.


Hal yang begitu mengejutkan terjadi, lengan yang di gunakan untuk menangkis seketika hancur setelah terkena serangan dari kapten yoshihiro


"Apa?" ucap Ibaraki-doji yang terlihat begitu terkejut, bergegas langsung mengambil jarak aman.


"Apa tadi itu?" lanjut Ibaraki-doji yang bertanya mengapa hal tadi biasa terjadi.


Kemudian kapten yoshihiro menunjukkan kepalan tangan yang mengeluarkan api membara, dalam waktu singkat Ibaraki-doji mengetahui mengapa lengannya bisa hancur.


"Kau meniru teknik ku rupanya! tidak kuangka keturunan klan shimazu masih ada" ujar Ibaraki-doji yang sudah memahami semua ini.


"Klan shimazu? Apa yang dia maksud?" tanya Marika yang binggung dengan klan asing ditelinganya.


"Setau ku klan shimazu sudah hancur berpuluh-puluh tahun lalu karena ada kudeta besar-besaran oleh para saniwa, ternaya marga shimazu di nama kapten yoshihiro memang marga asli" jelas Mitsuhiro pada Marika.


"Awalnya aku tidak terlalu yakin bisa meniru teknik aneh seperti ini, ternyata ini boleh juga" ujar kapten yoshihiro.


Ibaraki-doji hanya menyipitkan kedua matanya kemudian mengambil sesuatu dari dalam pakaiannya, terlihat bedan yang terbungkus kain merah begitu rapih. Setelah kain yang menutupi telah terbuka kapten yoshihiro, Mitsuhiro, dan Marika terkejut karena itu adalah.


"Sudah lebih 100 tahun akhirnya lengan ku kembali" ujar Ibaraki-doji kemudian menyambungkan kembali lengannya.


"Bagai mana bisa?" tanya kapten yoshihiro.


"Kau pikir tadi aku pergi kemana? Masih sama seperti sebelumnya" jawab Ibaraki-doji sambil menggerakkan lengan yang telah kembali tersambung.


Dan ini mungkin akan menjadi pertarungan tangan kosong diantara mereka berdua, dengan menggunakan teknik yang sama mereka kembali saling menyerang. Sebisa mungkin kapten yoshihiro berusaha untuk tidak terkena serangan dari Ibaraki-doji karena sedikit saya kena maka akibatnya akan sangat fatal.


"Mitsuhiro lakukan sesuatu!" ujar Marika yang meminta Mitsuhiro untuk melakukan sesuatu karena tidak mungkin mereka akan hanya menonton saja.


"Tunggu sebentar, kapten tangkap ini!" teriak Mitsuhiro kemudian melemparkan belati miliknya.


Bergegas kapten yoshihiro menangkap belati tersebut kemudian menggunakan belati itu sebagai media teknik yang sedang di gunakan saat ini, sebuah pola api mulai muncul pada belati itu dan dalam sekali serangan telinga kiri Ibaraki-doji berhasil di tebas.


"Belati yang bagus" ucap Ibaraki-doji yang kembali melancarkan serangannya secara brutal.


Entah bagai mana tapi kapten yoshihiro dapat menggunakan teknik terkutuk yang di miliki belati itu, seperti yang pernah di tunjukkan Mitsuhiro bahkan penggunaan teknik terkutuknya lebih kancah dari pada pemilik aslinya.


"cengkraman dewa bumi!" ucap Ibaraki-doji kemudian menghentakkan kedua telapak tangannya ke tanah.


Lalu dari dalam tanah sekarang tangan besar muncul kemudian menangkap kapten yoshihiro, tidak berhenti di situ setelah tertangkap Ibaraki-doji langsung menyemburkan api yang begitu berkobar dari dalam mulutnya, berharap api tersebut dapat membakar kapten yoshihiro.


"Gawat!" ucap kapten yoshihiro yang mencoba melepaskan dirinya sebelum semburan api itu menyentuh dirinya.


Syukurlah sebelum terkena semburan api kapten yoshihiro berhasil diselamatkan oleh Marika yang menebas kedua tangan yang menggenggam kapten yoshihiro. Sesegera mungkin mereka bertiga menghindar dari serangan dengan jangkauan yang begitu luas tersebut.


Ini memberikan kesempatan bagi Ibaraki-doji untuk menyerang lebih dulu karena serangan barusan telah membuat kapten yoshihiro kehilangan fokusnya.


Jual beli serangan di antara mereka kembali terjadi, kali ini kapten yoshihiro benar-benar kewalahan dibuatnya , karena lengah membuat dirinya terkena serangan dan terhepas jauh sampai ke gerbang rashomon.


"Marika aku pinjam sabit mu sebentar" ujar Mitsuhiro kemudian mengambil sabil miliki Marika setelah diberikan padanya.


Bergegas Mitsuhiro berlari kearah Ibaraki-doji kemudian mengagunkan sabit tersebut kearahnya.


"Uhuk.. Uhuk.. Argh..." beberapa kali kapten yoshihiro batuk kosong lalu dirinya mulai memuntahkan darah.


Tidak lama kemudian terdengar suara tembakan mendengar hal tersebut, kapten yoshihiro bergegas pergi kearah suara dan dirinya melihat Mitsuhiro yang mencoba menyibukkan Ibaraki-doji.


"Mitsuhiro..! Tangkap!" teriak kapten yoshihiro kemudian melemparkan belati kearah Ibaraki-doji dan sebaliknya Mitsuhiro mengoper sabit yang di gunakannya pada kapten yoshihiro.


Saat perhatian Ibaraki-doji terlaihkan oleh belati yang mengarah padanya, Mitsuhiro bergegas melepaskan tembakan dari pistol miliknya dan itu berhasil menembus kepala Ibaraki-doji di tambah belati itu sukses menembus kepalanya.


Tidak ingin terkena serangan terus menerus, untuk serangan kali ini Ibaraki-doji berhasil menghindari sabit yang di ayunkan kapten yoshihiro kearahnya.


Sebelum terlambat mereka mengambil jarak aman untuk kembali mengatur strategi masing-masing.


"kalian benar-benar menjengkelkan" ujar Ibaraki-doji kemudian mencabut belati yang menancap di kepalanya lalu melempar belati itu.


"Kita selesai saja semua ini" ujar kapten yoshihiro, kemudian dalam sekejap mata Mitsuhiro berpindah tempat ke tempat belati nya berada yaitu tidak jauh dari Ibaraki-doji.


Bergegas belati itu di oper pada kapten yoshihiro dan sabit di oper pada Marika yang sudah pada posisinya, serangan dari tiga arah sekaligus bahkan Ibaraki-doji tidak akan bisa menghindari semuanya sekaligus.


Meski dirinya berhasil menghindari serangan sabit dari Marika namun Mitsuhiro berhasil melubangi lehernya dengan peluruh dari pistolnya, sebelum lubang itu kembali menutup ayunan sabit dari kapten yoshihiro akhirnya datang dan berhasil menebas leher Ibaraki-doji.


Kerja sama mereka bertiga akhirnya berhasil memenggal kepala Ibaraki-doji, beberapa saat kemudian sebuah kenaehan terjadi yaitu kepala dan tubuh Ibaraki-doji tidak menghilang tapi malah tetap ada.


Sesaat kemudian kepala dan tubuhnya meledak, tidak lama kemudian semua darah Ibaraki-doji yang berceceran di mana-mana mulai berkumpul di satu titik.


Kumpulan darah itu perlahan menggunung menjadi sangat tinggi, dari dalan terdengar suara tertawa yang begitu menggelegar bahkan dapat membuat orang biasa bergidik ketakutan saat mendengarnya.


"Kali ini aku benar-benar akan membunuh kalian"