
"Aaaa~~ astaga jam berapa ini? ha jam tiga pagi"
"Yah sebentar, buka saja pintunya gak di kunci kok" lanjut Yamato yang berjalan menghampiri pintu.
Ketika di buka ia melihat Masaru yang sudah memakai seragam rapih "ha? Ada apa ini?" tanya Yamato yang masih mengantuk.
"Bu asuza menyuruh ku untuk membangunkan kalian semua, cepatlah bersiap aku akan bangunkan yang lain" jawab Masaru kemudian pergi.
"Yaampun, mitsu! Bangun! Ayo bangun!"
"Yah ada apa? Matahari belum terbit dan kenapa kau membangunkan ku sepagi ini?" tanya Mitsuhiro yang masih berbaring di kasurnya.
"Kau benar! Apa bisa geser sedikit?" lalu Yamato pun kembali tidur seranjang dengan Mitsuhiro.
Dan mereka berdua pun kembali tertidur, beberapa menit kemudian Masaru masuk lalu membangunkan mereka berdua.
Meski sulit tapi akhirnya mereka berdua berhasil di bangunkan "cepat cuci muka kalian aku sudah siapa air hangat di bawah" lalu Masaru kembali pergi.
Layaknya zombie mereka berdua berjalan menuruni anak tangga untuk mencuci muka mereka di lantai bawah, tapi tidak sengaja Mitsuhiro yang berjalan di belakang Yamato terpeleset.
Dan mereka berdua terjatuh dari tangga "astaga! Kau berat sekali? Cepat bangun" ujar Yamato lalu mendorong Mitsuhiro dari atasnya.
"Ryuu! Oi!" terika Yamato yang memanggil ryuu.
"Ada apa?" tanya ryuu yang ada di belakangnya dalam wujud manusianya.
"Siapa kau? Oh.... Maaf aku tidak mengenalimu tapi sedang apa kau dengan wujud seperti itu?" tanya Yamato.
"Aku di minta membangunkan mereka berdua" jawab ryuu kemudian menunjuk ke arah yuzuru dan Marika yang berlari ke arahnya sambil mengucapkan "pangeranku".
Layaknya besi yang menempel dengan magnet begitulah mereka berdua saat bersama ryuu, "nah nona-nona saatnya mencuci muka kalian" lalu ryuu memeluk mereka berdua berjalan pergi.
Yamato dan Mitsuhiro juga berjalan mengikuti di belakang, setelah mencuci muka dan memakai seragam, mereka berkumpul di halaman depan asrama.
Tidak lama kemudian bu asuza datang dengan membawa beberapa lembar foto di tangannya, lalu bu azusa pun menjelaskan kenapa mereka semua di bangunkan sepagi ini karena untuk.
Mencari sebuah bunga yang memiliki bentuk unit, seperti lonceng kecil yang tumbuh di sekitar kaki gunung fuji.
"Kenapa kalian bagun sepagi ini adalah untuk mencari bunga ini, dan akan mudah di temukan saat malam hari karena memancarkan cahaya kecil, dan ini bentuk bunganya" kemudian bu azusa membagikan foto yang ia bawa.
bentuk bunga itu mirip seperti lonceng dengan warna putih bersih, ukurang bunga itu juga kecil seukuran jari kelingking.
Dalam kata lain mereka harus menyusuri hutan aokigahara yang di kenal sebagai hutan keramat, hal tersebut membuat Yamato takut.
Kedua kakinya mulai bergetar saat akan masuk ke dalam hutan, sebagai yang paling tua Masaru mencoba menenangkan Yamato tapi.
"Tenang tidak apa-apa kok, paling ada yang gantung diri lagi" ujar Masaru.
"Tidak...!! Aku tidak mau ikut
" terika Yamato, dan teriakannya itu menggema di seluruh markas membuat..
"Oi kalian jangan berisik, kami di sini sedang berkerja!" teriak jenderal morisawa dari jendela kantornya.
Dengan terpaksa Masaru harus mengendong Yamato untuk masuk ke dalam, di dalam hutan suasananya begitu sunyi hanya ada suara serangga malam yang mengiringi pencarian mereka.
Masaru terus menenangkan Yamato yang sedang bersembunyi di belakangnya, tapi Mitsuhiro malah menakut-nakuti Yamato dan membuatnya semakin histeris.
Tanpa mereka sadari dari belakang seorang iblis bergerak tanpa menimbulkan suara sedikit pun tapi saat iya akan menerkam Mitsuhiro, pria berjubah hitam itu langsung menangkap iblis tersebut lalu membawanya pergi.
"Ha?" Mitsuhiro sedikit merasakan ada sekelibat angin kecil yang menyentuhnya, tapi saat berbalik tidak apa-apa.
"Apa masih jauh?" tanya Yamato.
"Tidak! Kita sudah sampai" jawab Masaru setelah berhenti berjalan.
"Jadi kita akan mulai dari mana?" tanya Ayumi.
"Begini saja kita bagi empat tim, aku dan Ayumi~~"
"Hah? Kenapa?" potong Ayumi yang terkejut setelah mendengar perkataan Masaru.
"Sudah diam, Mitsuhiro dan matsuya, yuzuru dan Marika, Yamato dengan ryuu"
"Kenapa kau malah yang mengatur?" tanya Mitsuhiro.
"Aku yang paling tua di sini, jadi kalian yang masih mudah dengarkan apa kata orang tau" jawab Masaru.
"Astaga! Kenapa aku malah harus ikut-ikutan?" tanga ryuu kemudian kembali berubah menjadi manusia.
Yuzuru dan Marika kembali histeris saat ryuu kembali menjadi bentuk manusianya, mereka memaksa Masaru untuk menukar posisi dengan Yamato.
Tapi keputusan Masaru sudah bulat dan dengan terpaksa mereka berdua pun berjalan menjauh dari ryuu.
Setelah yang lain pergi Yamato baru sadar kalau ia tidak di beri senter atau alat penerangan apapun, tapi syukurnya ryuu ada.
Dengan menjentikkan jarinya, sebuah pola api muncul dengan cahaya yang cukup untuk memerangi jalan mereka
Mereka berdua pun mulai berjala menyusuri setiap tempat yang dapat mereka datangi untuk mencari bunga yang di dalam foto.
Setiap semak-semak di periksa, di bawah batu, di belakang pohon, di bawah kaki siapa tau tidak sengaja terinjak, tapi tidak ada satupun yang dapat di temukan.
Kemudian ryuu memberitahu untuk berhenti berjalan dengan suara yang pelan, saat akan bertanya ryuu langsung menutup mulut Yamato agar tidak mengeluarkan suara.
"Ada yang sedang mengincarmu, bukan! Mereka mengincar azir, jumlah mereka sekitar 4 sampai 6 ekor, kemampuan bertarungmu masih rendah jadi jangan ikut melawan, tapi kalau kepepet tidak masalah" ujar ryuu dengan suara yang begitu kecil.
"Arah jam 2 Cepat menunduk!!" teriaknya lalu menarik kepala Yamato untuk menunduk.
Dan sekelibat angin melintas cepat memotong apapun yang berada di depannya, sekali lagi ryuu mendorong Yamato agar terhindar dari serangan yang datang dari arah samping.
Sayangnya meski Yamato berhasil di dorong namun serangan itu begitu cepat, membuat ryuu tidak sempat menyelamatkan tangannya sendiri.
"Astaga!! Tangan mu putus!" ujar Yamato yang terkejut melihat sebuah tangan tergeletak begitu saja di tanah, tapi tangan ryuu kembali tumbuh dengan cepat.
"Arah jam 12, 7, 10, 4, dan 1" lanjut ryuu yang memberitahu arah datangnya semua serangan itu.
Tidak sempat menghindar, terpaksa ryuu mengunakan kemampuannya untuk menghalangi semua serangan yang datang secara bersamaan itu.
Beberapa saat kemudian lima pria dewasa yaitu iblis muncul di hadapan mereka berdua, dan salah satu dari mereka memberitahu alasan kedatangannya.
"Kami di minta untuk mengambil azir dan menghukummu kucing!" ujarnya.
"Cih! Sudah cukup lama aku tidur saatnya untuk bangun, Yamato bersiaplah" ujar ryuu lalu sebuah pedang yang malah mirip seperti jarum besar muncul.