
"Nah mereka yang akan membawa mereka ke festival" ucap Mitsuhiro, dan ternyata yang iya maksud dalah kapten fukushima masanori, dan kapten hosokawa tadaoki.
Berhubungan mereka berdua sedang tidak bertugas, jadi mereka gunakan waktu luang ini untuk melihat festival.
"Mau bagai mana lagi, baiklah anak-anak! Bersiaplah karena kita akan melihat banyak wanita cantik di festival! Aaah~ maksudku banyak orang" ujar kapten fukushima dengan penuh semangat.
Karena mobilnya ada dua jadi mereka membagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama berisi kapten tadaoki, Marika, yuzuru dan matsuya, sementara di kelompok ke dua berisi kapten3 fukushima, Yamato, Masaru, Mitsuhiro, dan Ayumi.
"Oi kalian berdua jangan bawa anak-anak keluar asrama mereka!" teriak jenderal kitsuki mototsuna dari jendela kantornya.
"Anak-anak cepat masuk!" bergegas kapten fukushima menyuruh untuk bergegas masuk ke dalam mobil.
"Maaf kami tidak bisa mendengar anda!!" teriak kapten fukushima dari jendela mobil lalu menginjak peda gasnya.
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di festival, banyak pengunjung yang datang ke festival tersebut, kapten fukushima terlihat sedang melirik sesuatu.
Saat Yamato melihat ke arah mata kapten mengarah, ia melihat seorang perempuan canti yang memakai kimono berwarna merah jambu.
"Kapten apa kau tidak bisa fokus ke jalan saja? Soal perempuan nanti saja" ujar Yamato.
"Kau anak kecil mana tau" jawab kapten fukushima yang kembali fokus ke jalan.
Setelah memikirkan mobil, mereka semha pun berjalan bersama menyusuri festival, kapten tadaoki meminta pada semua orang untuk tidak berpencar terlalu jauh.
Tapi tidak ada yang mendebarkan perkataannya, dan mereka malah pergi berpencar untuk menyusuri festival.
Hanya bisa menghela nafas, kapten tadaoki memilih untuk berjalan bersama kapten fukushima, "astaga! Kenapa kau malah ikut dengan ku?" tanya kapten fukushima.
"Kau harus ku awasi, agar kau tidak berbuat cabul dan mengawasi kelakuan sang* mu itu" jawab kapten tadaoki.
Tidak bisa berbuat apa-apa kapten fukushima hanya bisa pasrah harus terus di ikuti oleh rekannya itu....
Sementara itu Yamato yang sedang asik berjalan sendiri, juga harus merasa terganggu dengan kehadiran Mitsuhiro.
Iya beralasan tidak tau harus mulai dari mana dan akan lebih baik berjalan bersama teman menikmati festival.
Melihat wajah Yamato yang tidak suka dengan kehadirannya membuat Mitsuhiro mengambil langkah yang tepat untuk mengembalikan suasana hati Yamato dengan cara.
"Tenang saja, aku akan mentraktirmu" ujar Mitsuhiro dengan wajah yang begitu pd.
"Benarkah!? Kalau begitu aku ingin, ini, itu, yang ini juga, oh dan yang itu juga, nah yang itu terlihat enak" jawab Yamato yang mengambil jajanan seperti.
Permen apel, cumi bakar, takoyaki, namagashi, dango, dorayaki, taiyaki, dan royal milk tea untuk menyegarkan memberikannya.
"Yaampun! Dia benar-benar menguras habis isi dompet ku" ujar Mitsuhiro yang melihat dompetnya sudah kosong hanya adalah seekor lalat terbang keluar dari dalam dompetnya.
Karena asik dengan semua jajanannya tanpa di sengaja Yamato menabrak seseorang yang ada di depannya, saat di lihat dia adalah seorang pria dewasa.
Dengan rambut putih bersih, mata yang berwarna merah tua, dan mengunakan romoi hitam dan kemeja putih lengan panjang layaknya seorang bartender.
"maafkan saya" ujar Yamato.
"Tidak apa-apa dan lain kali hati-hati" jawab pria itu lalu melemparkan senyumannya kemudian berjalan pergi.
.
.
.
Di tempat yang sama tapi beda lokasi, akito dan yang lain ternyata juga sedang ada di festival untuk melihat-lihat, dan mereka juga di asuh oleh Dyrstan.
Sesekali Dyrstan menawari mereka untuk membeli makanan, agar mereka tidak hanya melihat-lihat saja, awalnya mereka tidak mau tapi akhirnya mereka mau.
Tak lama kemudian seseorang memanggil mereka, dan ketika berbalik orang itu adalah lucifer yang memakai baju kimono berwarna abu-abu polos, dan sebuah topeng rubah yang ada di atas kepalanya.
Sontak akito dan yang lainnya malah menertawakan penampilan lucifer yang mereka lihat.
"Ada yang salah? Dengan penampilan ku?" tanga lucifer setelah melihat mereka tertawa.
"Hahahah, anjir ngakak 4G" sahut akito yang masih tertawa sendiri.
Kemudian ia pun di tarik oleh katsugi untuk kembali berjalan berkeliling festival, meski di tertawakan lucifer seperti tidak merasa kalau dirinya sedang di tertawakan.
Wajah yang begitu ceria terlihat begitu jelas di wajahnya.
.
.
.
.
Sementara itu kapten fukushima terlihat sedang bersama beberapa perempuan dan kapten tadaoki hanya bisa menjadi nyamuk yang terus mengikuti rekannya itu di belakang.
"Arrrrr...Dia seperti tidak menganggap ku ada" bisik kapten tadaoki yang terlihat kesal.
"Itu, oi Yamato, Mitsuhiro!" teriak tadaoki lalu berlari menghampiri Yamato.
Kemudian iya pun berbisik dengan mereka berdua, sesekali Yamato tertawa mendengar apa yang di bicarakan kapten tadaoki
"Apa kau mengerti?"
"Yah serahkan saja pada kami" jawab Yamato dengan mengacungkan jempolnya.
Mereka berdua pun berjalan menghampiri kapten fukushima, namun iya langsung berjalan pergi dengan seorang gadis entah ke mana.
Kapten tadaoki yang melihatnya mulai sedikit curiga, iya pun memberitahu pada Yamato untuk menunggu bersama yang lain, sementara dirinya akan mengejar kapten fukushima.
Beberapa menit setelah kapten tadaoki pergi, Masaru dan yang lainnya datang menghampiri, Yamato dan Mitsuhiro pun di ajak ke sebuah toko yang menjual aksesoris.
Yuzuru dan Marika pun mengambil beberapa bondu telinga kucing, "nah coba pake" ujar yuzuru, dan yah seperti yang kalian pikirkan matsuya tidak mau memakai bondu itu dan memilih menjauh.
Berhubungan di sana juga ada cermin, sesekali mereka menggantikan bondu dengan bentuk telinga hewan lain sambil bercermin.
Ketika asik memperimut diri, terdengar suara trum taiko yang di pukul diiringi beberapa alat musik lain, dan terlihat banyak orang yang iring-iringan dijalan.
Beberapa kembang api di nyalakan untuk memeriahkan arak-arakkan, sampai akhirnya sampailah barisan tengah yang di isi oleh orang-orang yang memakai kimono putih polos dengan topeng rubah di wajah mereka.
Dan sebuah tandu, di dalam tandu tersebut terlihat seorang perempuan yang memakai baju pengantin putih dengan wajah yang sangat sedih.
"Coba lihat, itu arak-arakan pengantin rubah!" ujar Marika yang menunjukkan ke arah barisan pengantin rubah yang masih agak jauh dari tempat mereka berdiri.............
"Astaga! Paradenya sudah di mulai tapi di mana si ***** itu? Fukushima!! Perasaan di lewat sini" Ujar kapten tadaoki yang berjalan mencari kapten fukushima.
"Apa dia masuk ke dalam sini yah?" lanjutnya saat melihat hotel panah yang ada di depannya.
Awalnya kapten tadaoki tidak ingin masuk ke dalam namun, dalam pikirannya kapten fukushima sedang ada di dalam bersama seorang perempuan.
Dengan terpaksa iya pun masuk ke dalam, baru saja masuk ia sudah di sambut banyak gadis sang* yang terus menggodanya.
Setelah sampai di resepsionis, kapten tadaoki menanyakan tentang pria dewasa berumur 28 tahun bernama fukushima masanori.
Tapi resepsionis itu tidak memberitahu karena dengan alasan kenyamanan bagi para pengunjung.
"Katakan atau kau ingin menjadi makan malam iblis?" ujar kapten tadaoki yang menunjukkan kartu identitasnya.
"Ya ampun! Maafkan saya kukira anda siapa ternyata kapten hosokawa tadaoki tapi anda tidak seperti yang ada di media-media, aslinya lebih tampan rupanya" ujawab resepsionis itu setelah mengetahui siapa kapten tadaoki.
"Sudah cepat katakan saja"
"Baik tunggu"
Dan tiba-tiba Bomm..... Suara seperti benda yang di banting terdengar dari lantai atas, mendengar itu dengan sigap kapten tadaoki pergi ke asal suara.