The Exorcist

The Exorcist
Phantom



"Sedang apa mereka?" tanya Mitsuhiro pada Yamato yang ada di sebelahnya.


"Mereka akan pergi keluar. Ada kasus, kau tau sendirikan kasus pembunuhan itu? Aku bahkan tidak kuat melihat kondisi korban" jelas Yamato.


"Dan sedang apa tadeo disana?" tanya Mitsuhiro saat melihat tadeo berada bersama kapten Hideaki.


"Entahlah, yang penting aku tidak dibawa ikut" jawab Yamato.


.


.


"Grrrrr... Kenapa aku juga harus ikut?" tanya Yamato yang duduk di kursi belakang bersama tadeo.


"Diam, kasus ini masih belum selesai kalian juga masih harus ambil bagian disini" jelas kapten Hideaki yang sedang mengemudi.


"Apa kau tau sesuatu soal ini, ryuu?" tanya Yamato pada ryuu yang sedang tidur diatas kepalanya.


"Tidak! Aku tidak apa-apa" jawab ryuu.


Sakhirnya mereka sampai, didepan sebuah gedung yang telah dikepung oleh seluruh anggota divisi-1, Yamato,tadeo,dan kapten Hideaki keluar dari dalam mobil.


Kemudian bawahan kapten Hideaki datang memberikan sebuah pengeras suara.


"Tes ... Tes .... Kepada seluruh anggota sekte phantom, harap untuk segera menyerahkan diri! Kami sudah mengepung gedung ini".


Setelah peringatan pertama diberikan, salah satu dari anggota phantom datang, berjalan keluar dari dalam gedung. Semua orang dibuat bingung kenapa hanya ada satu orang yang keluar dan ternyata.


Pria itu langsung membuak jubahnya, terlihat sejumlah bom menempel pada tubuhnya.


"Bom bunuh diri! Semua cari tempat aman" teriak kapten Hideaki yang berlari menghampiri pria itu.


Secepat yang ia bisa, kapten Hideaki melempar beberapa belati dan itu berhasil memotong kabel pemicu bom, meski caranya memotong kabel sangat berbahaya karena dapat memicu ledakan tapi usahanya berhasil.


"Ada-ada saja" ucap kapten Hideaki didepan pria itu lalu meninju wajahnya sampai tidak sadarkan diri.


Ketika akan kembali, beberapa pisau bedah melesat keluar dari dalam gedung kearah kapten Hideaki, namun itu tidak akan cukup untuk menjatuhkannya.


Dengan mudah, semua pisau bedah itu ditangkap saat berbalik kebelakang kapten Hideaki dikejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba berlari kearahnya.


Wujud orang itu pun mulai berubah menjadi seperti iblis, "mereka bukan lagi manusia!! Segera singkirkan mereka semua!!" teriak kapten Hideaki yang memberikan perintahnya.


Baru saja akan masuk, semua anggota sekte sesat itu keluar dengan wujud yang telah menjadi iblis, sesuai dengan perintah yang di berikan kelompok khusus yang masih termasuk divisi-1 memulai pemurniannya.


Beberapa saat kemudian, sejumlah mobil mulai keluar menerobos dan di dalam mobil itu terdapat sisa Anggota phantom.


"urus di sini, sisanya segera lakukan pengejaran!" teriak kapten Hideaki bergegas menginjak pedal gas mobilnya.


"Aku masih bingung, sebenarnya ada apa ini?" tanya Yamato.


"Beberapa anggota mereka sudah melakukan kontrak dengan iblis, untuk membuat kits sibuk dan sisanya dapat melarikan diri, Yamato ambil alih kemudi" jelas kapten Hideaki, lalu meminta Yamato untuk mengambil alih kemudi mobil.


"Eh? A-apa tapi aku tidak bisa menyetir" jawab Yamato yang berusaha mengendalikan mobil.


Lewat jendela mobil, kapten Hideaki mencoba menembak ban mobil yang sedang mereka kejar, beberapa kali percobaan hasilnya gagal tapi saat kembali mencoba peluruh itu berhasil menembus ban belakang mobil itu.


Bergegas kapten Hideaki, kembali mengambil alih kemudi dan memperlambat laju mobilnya karena target mereka sudah berhenti.


Perlahan-lahan, kapten Hideaki berjalan mendekati mobil itu.


"Ba-bagai mana bisa? Jangan-jangan!"


"Yah benar! Buka hanya mereka, aku juga telah melakukan kontrak dengan iblis dan ini akan membuat ku menjadi sempurna"


Melihat pisau bedah yang sudah berada didkeat leher Yamato da tadeo, membuat kapten Hideaki tidak punya pilihan lagi selain meletakkan tengoku ketanah.


"Manusia sempurna, ya? di dunia ini tidak ada yang sempurna, meskipun mungkin terdengar sangat menyedihkan tapi itu faktanya, itulah kenapa orang-orang seperti kalian bisa tergila-gila akan kesempurnaan dan selalu mengejarnya. Apa artinya menjadi sempurna? Tidak ada! Tidak ada sama sekali, karena kesempurnaan itulah kalian menjadi lebih tidak ada artinya di dunia ini"


"Apa-apaan dia? Kenapa tiba-tiba menjadi sangat bijak?" tanya Yamato setelah mendengar perkataan kapten Hideaki.


Mendengar perkataan kapten Hideaki, membuat kepala sekte sesat itu terdiam dan terlihat sedang mencerna perkataan yang baru saja didengarnya, melihat ada kesempatan kapten Hideaki bergegas bergerak.


"Tengoku sekarang!" ucap kapten Hideaki, dan pedangnya yang tergeletak ditanah tiba-tiba saja keluar dari dalam sarungnya, melesat cepat kearah kepala sekte sesat itu.


Dan tengoku berhasil memotong kedua tangan dari kepala sekte itu, namun kedua tangannya itu kembali tumbuh dalam waktu yang singkat, setelah Yamato dan tadeo berhasil selamat kini tidak ada yang dapat menghalangi kapten Hideaki.


"Tidak ada artinya? Kau pikir sapa kau dapat berkata seperti itu? Dasar mahkluk rendahan" bentak si kepala sekte sesat.


"Kita lihat apa kau akan mengatakan hal yang sama didepan tuhan?" tanya kapten Hideaki lalu berjalan mendekatinya setelah tengoku kembali ketangannya.


"Berengsek!" dan si kepala sekte sekte itu mulai berubah menjadi iblis, kemudian menyerang terlebih dahulu.


Dengan satu kali tebasan, kapten Hideaki berhasil memenggal kepala pria itu, Yamato bahkan terlihat terkejut melihat hal itu tapi tadeo tidak menunjukkan ekspresi apapun kecuali wajah polosnya.


.


.


Keesokan harinya, kapten Hideaki berdmaa Yamato dan tadeo terlihat keluar dari kantor polisi setelah melaporkan hasil dari kasus yang telah mereka pecahkan kemarin malam.


"Aaaaaaa! ... Pagi ini suhunya cukup dingin, ini membaut ku mengantuk mungkin minum coklat panas enak" ujar Yamato tepat didekat telinga kapten Hideaki saat mengucapkan "minum coklat panas".


"Apa? Kau pikir aku tidak ingin minum coklat panas? Kau tau aku kehabisan uang jajan" jawab kapten Hideaki yang terlihat mulai sedih.


"Tapi kau punya kartu ATM, gunakan saja" jawab Yamato setelah berhasil memgabil dompet milik kapten Hideaki.


"Waaaduh!! Dompet ku! .."


.


.


Du pinggir pantai, terlihat seorang nelayan sederhana namun wajahnya tampan minta ampun sedang berjalan dengan membawa sebuah ember kecil.


Pandangannya sesekali melihat kearah lautan yang biru, sampai akhirnya ia berhenti berjalan karena terkejut melihat sesuatu yang ada tepat didepannya.


"Sudah ku bilang, makan semangka di pantai adalah ide bagus" ujar lucifer yang duduk dibawah sebuah payung besar bersama belial.


Mereka berdua terlihat mengunakan kemeja pantai dengan motiv bunga-bunga, celana pendek, dan memakai kacamata hitam.


"Aku lebih suka makan melon dari pada semangka, ini membuat ku selalu buang air kecil" jawab belial yang ada didekatnya.


Mereka berdua, berbalik dan melihat kearah nelayan itu lalu melambaikan tangan mereka.


"yo, apa kabar!" sapa lucifer kepada nelayan tersebut.