The Exorcist

The Exorcist
Kegagalan pertama para reven



Sejumlah belati mulai melesat kearah leviethan meski berhasil menghindar tapi ia tetap mendapatkan luka gores pada wajahnya, sesaat kemudian leviethan merasa ada yang aneh dengan luka itu karena tidak kunjung sembuh.


Malah luka itu membusuk dalam waktu yang cukup cepat dan terus menyebar ini disebabkan oleh belati yang di lemparkan para reven itu mengandung racun dari bunga begonia.


Setengah wajah leviethan telah membusuk bahkan perlahan melepuh, ditambah beberapa saat kemudian ia tiba-tiba muntah darah. Racun ini benar-benar telah memojokkan leviethan.


"Apa ini? Racunnya cepat sekali menyebar!" gumam leviethan yang saat ini kondisinya sangat buruk.


Tidak berhenti disitu para reven kembali melemparkan belati mereka dan semua belati itu berhasil mengenai leviethan karena ia sudah tidak bisa menggerakkan seluru tubuhnya yang sedang dalam proses pembusukan.


Melihat leviethan yang sudah tidak berdaya beberapa reven bergegas bergerak untuk mengakhirinya, dari arah yang acak mereka keluar dari dalam pekatnya kabut kemudian mengayunkan pedang untuk memenggal kepala leviethan.


Tapi Bom.... Sebuah ledakan yang cukup besar terjadi menghempaskan semua reven dan menghilangkan teknik kabut mereka, setelah para reven kembali bangkit mereka dibuat terkejut karena melihat keadaan leviethan yang mulai pulih.


"Maaf saja tapi darah ku telah menetralkan racunnya, nah. Aku sudah cukup menahan diri waktunya untuk serius!"


"Teknik senjata terkutuk! Bayangan kegelapan!" ujar para reven dan teknik mereka mulai mendominasi ilusi yang dibuat oleh leviethan.


Seketika saja suasana menjadi sangat gelap dalam kata lain teknik ini cara kerjanya sama dengan yang pertama kali cuman ini teknik ini lebih dapat diandalkan dan memiliki cukup banyak kegunaan.


"Kalian ingin main petak umpet lagi? Akan ku layani" gumam leviethan lalu saat melihat seorang reven yang menyerang ia berhasil lebih dulu melayangkan serangan.


Tapi serangan malah tembus seolah-olah mereka semua adalah hantu, namun ini tidak ada gunanya bagi leviethan. Hanya dengan satu hentakan kaki teknik yang dikeluarkan para reven hancur dengan mudah.


Tidak membuang waktu leviethan langsung melesat sangat cepat menyerang satu persatu reven yang saat ini dalam situasi yang tidak menguntungkan. Kali ini situasi berbalik memihak leviethan.


Satu persatu reven berhasil di bunuh olehnya sampai akhirnya semua reven yang berjumlah tiga puluh orang tewas dengan mudah di tangan leviethan, setelah selesai ia pun melepaskan teknik ilusinya kemudian berjalan mencari kurohide.


Saat sampai di tempat kurohide bersembunyi leviethan melihat bukan hanya ada kurohide namun didekatnya juga ada ogaki yang berdiri sambil meletakkan pedangnya di leher kurohide.


"Oh. Kau sudah selesai? Maaf disini aku haya figuran saja jangan terlalu. Jadi bagai mana menurut mu tentang manusia?" tanya ogaki tapi leviethan tidak menjawabnya.


"Mahkluk bodoh? Munafik? Egois? Serakah? Kuat? Licik? Menyedihkan? Sebuah kegagalan? Atau baik? Rendah hati? Pemaaf? Penolong? Sempurna? Istimewa?" tambah ogaki.


"Apa maksudmu?" jawab leviethan yang berbalik bertanya.


"Manusia itu mahkluk yang unit Dan keunikan mereka tergantung pada sudut pandang masing-masing, jika kau hanya memandang mansuai sebagai mahkluk biadab maka sebaliknya jika kau memandang manduai sebagai mahkluk mulia"


"Namun akan berbeda jika kau melihat diantara kedua itu, kau akan melihat sisi unik dari manusia. Menarik bukan?" lanjut ogaki kemudian memenggal kepala kurohide,


Meski tidak terduga namun leviethan tetap terlihat tenang.


"Bahkan manusia juga bisa sangat biadab melebihi iblis.." ujar ogaki kemudian menghilang dan meninggalkan sekuntum mawar hitam di tanah.


"Dia benar-benar tidak terduga" gumam leviethan setelah melihat ogaki menghilang setelah membunuh kurohide.


Sesaat kemudian ia mendengar suara gemuruh dan itu berasal dari helikopter yang telah sampai, karena tidak mau ada konflik berkepanjangan leviethan pun memilih untuk mundur dengan membawa mayat kurohide bersamanya.


Kabar buruk ini akhirnya sampai di telinga jendral Ogawa kalau beberapa anggota revennya telah gugur dalam misi ini dan juga semua kegagalan pertama bagi divisi 3. Sebelum memberitahu jendral lain pak Ogawa kembali menghubungi markas pusat para reven untuk menambah helikopter dan kru evakuasi ke lokasi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Brak! Tubuh kurohide pun di jatuhkan didepan lucifer dan belial, leviethan pun menjelaskan semua yang terjadi tadi.


"Kita hampir mendapatkannya, sayangnya zion gagal untuk menahan anak itu" ujar lucifer.


"Lalu akan kita apakan mayatnya?" sahut belial yang bertanya tentang tubuh kurohide.


"Kalian tau anak laki-laki kurohide? Yah. Jiro yamamoto! Dia akan menjadi boneka kita selanjutnya" jawab lucifer kemudian tersenyum kearah belial dan leviethan.


"A-aku juga harus memasukkan ikan kedalam lemari pendingin. Belial tunggu" ujar leviethan kemudian pergi menyusul belial.


"Hmmmm, ada apa dengan mereka?" gumam lucifer dengan wajah datar melihat mereka berdua pergi meninggalkannya seorang diri, tapi tidak lama kemudian akito datang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Di bar, belial terlihat berada di ruang tempat tabung berisi jantung itu berada. Ia duduk bersandar pada tabung tersebut dengan wajah yang murung, seolah-olah seperti sedang memikirkan seseorang yang sangat ia rindukan.


"Sayang! Apa kau juga memikirkan hal yang sama? Jika saja kamu masih hidup mungkin anak kita sekarang sudah besar" gumam belial kemudian melihat kearah jantung yang berdetak normal didalam tabung kaca tersebut.


"Maaf aku sudah membuatmu kecewa, sampai sekarang aku masih belum bisa memaafkan diriku sendiri, aku benar-benar menyesal tidak memberitahu mu dari awal, aku menyesal....... Maaf.. Maaf.. Aku sungguh minta maaf!" air mata belial pun mulai menetes kelantai.


Belial yang selalu terlihat tenang dan mengintimidasi kini sedang menangis, ia tidak sanggup menahan kesedihan dan membendung air mata yang keluar. Semakin malam tangisan belial semakin menjadi-jadi bahkan sesekali dirinya berteriak.


"Tunggu aku! Ketika saatnya tiba kita akan kembali bersama dalam keabadian."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Pagi harinya hujan turun mengiringi pemakaman anggota reven yang tadi malam gugur dalan misi mereka, pemakan ini hanya bisa dihadiri oleh para jendral, pihak keuarga yang ditinggalkan dan semua reven dari semua divisi dengan alasan untuk tetap menjaga kerahasian mereka.


Pihak keluarga juga tidak diperbolehkan membocorkan lokasi makam ini dan setiap bulan mereka akan di berikan uang asuransi senilai enam puluh lima ribu ena ratus enam puluh tujuh yen atau senilai tujuh juta rupiah.


Saat akan kembali kedalam mobilnya seorang reven menghentikan langkah kakinya kemudian memberitahu sesuai terang orang-orang yang menjadi penadah dari kurohide, bergegas jendral Ogawa berjalan cepat keliar dari teduhnya payung yang melindungnya dari derasnya hujan untuk menemui semua divisinya yang masih ada di pemakaman.


"Pak anda bisa flu, yang minta pakai payung ini" ujar seorang reven yang mencoba memberikan payung agar pak Ogawa tidak kehujanan.


Namun payung itu ditolak mentah-mentah oleh jendral Ogawa.


"Rasakan setiap tetes hujan yang membasahi tubuh kalian! Dan rasakan semangat yang berkobar dari rekan-rekan kita yang gagah berani menjalankan misi hingga akhir! Hari ini kita akan teruskan usaha mereka! Jangan membuat mereka kecewa, aku! Juga akan turun langsung brsama kalian semua! Tidak ada lagi kursi yang empuk sebelum kasus ini selesai!!!"


Semua reven langsung bergerak dengan penuh semangat memecah gemuruh hujan yang jatuh membasahi mereka. Pidato jendral Ogawa berhasil menghidupkan semangat yang redup untuk sesaat.