
Malam hari yang sepi dan sunyi, terdapat seorang remaja perempuan yang berjalan seorang diri sepulang dari sekolahnya. Ketika sibuk bermain dengan phonselnya tiba-tiba terdengar suara siulan yang terdengar begitu jelas di telinganya.
Mendengar siulan itu, ia berhenti berjalan dan mulai melihat ke sekeliling untuk memastikan siapa yang tiba-tiba bersiul di dekatnya. Namun tidak terlihat satu orang pun disana.
"Hah?" kemudian ia berjalan dan menganggap suara siulan itu hanyalah halusinasinya saja, kemudian kembali berjalan pulang.
Beberapa saat kemudian, suara siulan yang sama kembali terdengar dan kali ini terdengar begitu dekat seperti tepat didekat telinganya. Ia kembali berhenti berjalan dan terdiam karena merasakan hembusan angin dari seseorang yang bernafas didekatnya.
Perlahan ia mulai menoleh untuk melihat siapa yang ada didekatnya, dan wajahnya terlihat begitu ketakutan dengan kedua mata yang melotot.
.
.
Pagi harinya, entah kenapa pagi-pagi sekali Yamato bangun padahal yang lain masih tertidur pulas saat diluar ia melihat ryuu yang sedang duduk sendirian.
Pada saat akan bertanya, ryuu langsung meminta Yamato untuk diam "shhuuuuttt ! Diam apa kau mendengarnya? Ada suara siulan disekitar sini" bisik ryuu.
"Hah? Apa maksudmu? Dengan siulan, aku tidak mendengar suata apapun selain dengkuran Mitsuhiro" jawab Yamato yang tidak mendengar tentang suara siulan yang di maksud ryuu.
"Ah... Apa kau masih ingat waktu itu?" lanjut Yamato yang bertanya.
"Yah, aku masih ingat. Oh, yah. Jika aku melanggar sumpah ku apa yang akan kau lakukan?" jawab ryuu yang berbalik bertanya.
"Aku? Eng... Tidak tau mungkin memurnikanmu"
"Jika memang benar, aku hanya akan dimurnikan hanya olehmu" bisik ryuu kemudian masuk kedalam.
Beberapa menit kemudian, satu persatu temannya bangun dan setelah semuanya mencuci muka mereka berkumpul di ruang makan menunggu kapten yoshiaki datang.
Tapi yang datang malah kapten tadaoki, dengan wajah yang begitu mengantuk tanpa menyapa atau apapun lagi. Iya langsung memulai memasak.
"Sarapan sudah siap, Waaa.. Astaga ngantuk sekali"
"Ngomong-ngomong kapten yoshiaki kemana?" tanya Marika.
"Dia ada kasus, bukankah ini bagus?! Kalian tidak keracunan makanan lagi" jawab kapten tadaoki lalu tertidur dimeja makan sebelah Masaru.
Tidak lama kemudian, ada yang datang memanggilnya karena ada berkas yang harus ia periksa.
"Apa kalian tidak bisa, membiarkan ku tidur sebentar saja?" layaknya mayat hidup ia berjalan pergi.
Setelah selesai sarapan, mereka mulai mandi ketika selesai merapihkan diri bergegas mereka semua pergi ke kelas, sebelum pak kurudo datang. Selama beberapa menit mereka menunggu dikelas.
Sampai akhirnya, pak kurudo datang sebelum memulai materinya iya mengajak Yamato dan yang lain mengobrol tentang sesuatu yang sudah terjadi.
"Kalian sudah dengar belum? Tentang siulan malam? Belakangan ini orang-orang sedang ketakutan karenanya" Ujar pak kurudo.
"Ketakutan kenapa?" sahut Yamato yang bertanya.
"Tadi pagi ada kasus pembunuhan, kondisi korbannya sudah kacau, hanya tersisa daging dan kulitnya tertumpuk di pinggir jalan. Sementara semua tulangnya hilang"
"CCTV, dijalan itu merekam korban sebelum dibunuh dan suara siulan yang begitu keras dan juga nyaring, tapi sayangnya CCTV itu langsung mati" Jelas pak kurudo.
Mendengar kabar itu, Yamato mulai teringat dengan ryuu yang bilang kalau dia mendengar suara siulan tadi malam menjelang pagi. Setelah mengobrol beberapa menit pelajaran pun dimulai.
Selama jam pelajaran, Yamato terus kepikiran dengan ryuu yang mendengar suara siulan, ketika jam istirahat Yamato langsung kembali keasramanya untuk bicara dengan ryuu.
Namun, iya tidak ada disana awalnya Yamato panik karena takut akan terjadi hal yang tidak-tidak dengannya. Tapi ketika ia melihat ryuu yang sedang tidur dibawah pohon ia kembali tenang.
Perlahan Yamato berjalan menghampiri ryuu, ketika sudah dekat dirinya telah menyadari bahwa Yamato sedang berjalan mendekatinya.
"Ada apa? Sudah jam istirahat, yah?" tanya ryuu dengan kedua mata yang masih tertutup.
"Tadi pagi, kau bilang mendengar suara siulan..." dan Yamato mulai menjelaskan tentang apa yang ia ketahui tentang suara siulan yang didengar ryuu.
"Ho.. Begitu, yah. Kalau begitu aku tidak ingin menghilang seperti iblis lain tapi aku ingin dibukur dengan layak"
"Us! Apa yang kau katakan? Jangan bicara sembarang, kalau begitu aku kembali ke kelas lagi" setelah Yamato pergi, ryuu sedikit membuka kedua matanya dan berkata.
"Benar juga, selama ini itu adalah keinginan terbesar ku" ucap ryuu kemudian menutup matanya lagi.
.
.
Setelah pulang dari kelas dan akan pergi mandi, Yamato didatangi kapten Hideaki yang menanyakan ryuu.
"Yamato! Ngomong-ngomong apa kamu melihat ryuu?" tanya kapten Hideaki.
"Dia sedang tidur dikamar" jawab Yamato.
"Baiklah, nice info" kemudian kapten Hideaki pergi untuk menemui ryuu.
Sehabis mandi, Yamato masuk kedalam kamar dan ia tidak melihat ryuu dimana-mana karena penasaran Yamato pun bertanya pada Akane yang kebetulan lewat.
Dan akane menjawab kalau ryuu pergi bersama kapten Hideaki untuk menyelesaikan masalah tentang suara siulan yang sudah menghantui banyak orang belakang ini.
Mendengar itu, Yamato kembali tenang karena ia masih kepikiran dengan cara bicara ryuu yang mulai aneh semenjak tadi pagi.
"Tunggu! Bukankah itu kapten tadaoki?! Kenapa dia tidur disana?" tanya Akane saat melihat kapten tadaoki tidur bersandar pada mobilnya.
.
.
"Aku masih belum mengerti, apa benar siulan itu aka muncul disini?" ujar ryuu kemudian berubah menjadi manusia dan berjalan perlahan.
"Malam ini bulan tidak muncul" batin ryuu lalu melihat sesaat kelangit yang dihiasi bintang.
Beberapa saat berjalan, tidak ada hal-hal aneh yang terjadi sampai akhirnya suara siulan yang terdengar begitu dekat muncul. Siulan itu sama seperti yang sering muncul.
Mendengar itu, ryuu menghentikan langkah kakinya dan mulai terlihat waspada. Kemudian dari ara atas sesuatu turun bergegas ryuu berpindah tempat.
"El silbon?!" ucap ryuu yang melihat betul sosok itu, tubuh kurus tinggi sekita 5-6 meter, memakai topi jerami petani, memakai baju petani yang cumpang-camping, dan membawa sebuah karung besar.
"Ryuu! Pancing mahkluk itu keluar!" teriak kapten Hideaki, setelag mengetahui kemunculannya.
Tapi sosok yang disebut ryuu "El silbon" langsung melarang diri, namun bergegas ryuu melepaskan pedang jarum yang tela terikat benag laba-laba sutra.
Pedang itu menancap di karung yang dibawa El silbon dan mereka berdua saling melakukan tarik menarik. Kemudian El silbon mulai menyerang setelah saling terik.
Setelah terpancing, ryuu langsung keluar dari dalam gang ketempat kapten Hideaki berada. Denga diikuti El silbon dibelakangnya.
Dari belakang, tangan panjang milik El silbon bergerak menyerang dengan cakarnya yang tajam, menyadari hal tersebut ryuu langsung melompat ke udara kemudian melemparkan beberapa baru kearah El silbon.
Jarum-jarum itu menembus tubuh El silbon dan menancap di tanah, beberapa kali ryuu melakukan hal yang sama. Melepaskan jarumnya menembus tubuh El silbon. sampai akhirnya El silbon tidak bisa bergerak karena.
"Apa yang sudah kau lakukan padanya?" tanga kapten Hideaki yang melihat El silbon tidak bergerak sedikit pun.
"Lihat baik-baik" jawab ryuu.
Setelah kapten Hideaki, melihat denga teliti terluha jarum-jarum yang menembus tubuh El silbon saling terhubung menggunakan benang laba-laba sutra.
Benag itulah yang mengunci pergerakan El silbon,
"Kita tidak dapat memurnikannya, dia dikutuk" ujar kapten Hideaki.
"Kita tidak akan tau jika tidak mencoba, teknik darah iblis! Api pembakaran!" jawab ryuu kemudian mengunakan tekniknya.
Dengan cara melukai telapak tangannya sendiri lalu mencipratkan darahnya kearah benang yang mengunci El silbon.
Sesaat kemudian, semua benang itu mulai berubah warna menjadi merah setelah semuanya menjadi merah, api yang berkibar begitu besar dengan warna merah pekat mulai membakar El silbon.
"Aku menyesal.." teriak El silbon dengan suara yang tidak begitu jelas.
"Waktu itu aku termaan amarah" lanjutnya.
.
.
Kilas balik.........
Dulu ada keluarga petani yang hidu bahagia, mereka memiliki seorang anak laki-laki bernama El silbon, karena dia adalah anak satu-satunya membuat dirinya dimanja oleh kedua orang tuanya.
Sifat manjanya itu terbawa hingga besar, waktu itu El silbon ingin makan daging rusa dan ia tidak akan makan jika tidak dengan daging rusa. Sang ayah pun terpaksa pergi mencari daging rusa.
Berjam-jam sang ayah mencari rusa namun tidak ada yang iya temui, sanga yah kembali dengan tangan kosong. El silbon pun marah karena sang ayah tidak mendapatkan daging rusa yang diinginkan nya.
Mereka berdua terlibat cek-cok, sampai akhirnya El silbon gelap mata dan menusukkan pisau ke tubuh ayahnya, El silbon pun mulai memotong-motong ayahnya sendiri.
Kemudian ia kembali dan memberikan beberapa potong daging pada ibunya untuk dimasak, sang ibu pun bertanya.
"Dari mana kamu mnedapatkan daging ini?" tanya sang ibu.
Dengan santainya El silbon menjawab "dari ayah"
Sang ibu yang merasa aneh dengan daging itu pun mulai bertanya-tanya, ia pun keluar rumah untuk memanggil suaminya tapi tidak ada jawaban.
Ia pun sedikit berjalan kearah beberapa pohon dan melihat genangan darah yang kasih basah di tanah. Melihat itu sang ibu menyadari sesuatu.
Bergegas ia pergi ke rumah mertuanya untuk memberitahukan hal ini, dan kakeknya El silbon langsung datang menemuinya bersama dua pamannya.
El silbon diikat pada semua pohon dan sang kakek mulai mencambuknya sampai punggungnya hancur, lalu luka tersebut di berikan perasan air jeruk, bubuk cabe atau merica, dan alkohol.
Kemudian, El silbon dilepaskan dan sang kakek membawa beberapa anjing liat yang kelaparan. Melepaskan mereka didekat El silbon, alhasil anjing-anjing itu mulai menggigiti El silbon.
Sekuat mungkin, El silbon berdiri untuk kabur dari anjing-anjing yang menggigitinya, lalu sang kakek melemparkan sebuah karung besar yang berisi tulang belulang milik ayah El silbon.
Dan mengucapkan kutukan bahwa El silbon akan terus membawa tulang belulang ayahnya selamanya kemanapun ia pergi.
Akhir kilas balik...........
.
.
api itu tidak akan padam sebelum targetnya benar-benar menjadi debu, hanya memerlukan waktu beberapa detik El silbon pun telah hangus menjadi tumpukan abu hitam.
"Semoga kamu tidur tenang" ucap mereka berdua didepan abu El silbon.
Ketika akan pulang, tiba-tiba saja entah kenapa leher ryuu terasa sakit tapi is tidak menunjukkan reaksi apapun karena tidak ingin mengganggu kapten Hideaki .